
"Di, bangun sayang subuh dulu. Mas sama adek udah pulang dari mushola."
Farhan membangunkan istrinya diciumnya kening Diana berkali-berkali sampai bangun.
"Hhmmm iya mas, jam berapa ini ?" tanya Diana sambil mengucek matanya.
"Jam 5." Jawab Farhan.
"Maaf ya aku kesiangan." ucap Diana sambil berjalan ke kamar mandi.
Selesai sholat Diana bergegas untuk pergi ke dapur hendak membuat sarapan.
"Gak usah buat sarapan, nanti beli aja di depan. Anak-anak juga pada tidur lagi minta dibangunin lagi jam 7 an, mau pada berenang."
"Berenang sama siapa?" tanya Diana sambil duduk bersandar di tempat tidur. Sementara Farhan duduk di sofa yang berada di kamar.
"Mereke bertiga sama Sisil dan Anita temannya mbak Ami. Nanti ayah drop mereka di kolam renang, pulangnya biar pakai taksi online saja.
"Harusnya jangan pada tidur lagi, suruh pada cuci sepatu dan tas sekolah !"
"Biarin mah sekali-kali, nanti ayah bangunin jam 06.30. Masih keburu buat cuci sepatu dan tas."
"Ayah mau dibuatin kopi ?" tanya Diana kepada suaminya.
"Udah buat kopi tadi pulang dari mushola. Ayah buatin susu juga buat mamah, itu di atas meja." Ucap Farhan sambil menunjuk meja kecil di samping tempat tidur.
"Terimakasih ya."
"Sama-sama. Ayah keluar dulu mau lap mobil terus beli sarapan."
"Masih gelap, nanti aja lap mobil dan beli sarapannya. Sini tiduran lagi." Ajak Diana kepada suaminya.
"Alhamdulillah, sepertinya Diana sudah tidak marah." Bathin Farhan.
"Kasian kamu mas dari kemarin sore aku diamkan terus." Guman hati Diana.
Farhan berjalan ke tempat tidur kemudian merebahkan tubuhnya di samping Diana.
Tanpa disuruh, Diana merebahkan kepalanya didada bidang sang suami.
"Sudah gak marahkan?" tanya Farhan sambil memainkan rambut Diana.
"Menurut mas ?"
"Kalau sudah gak marah boleh olah raga pagi dong?" godanya sambil mengedipkan sebelah mata.
"Mas ihh, pikirannya ke situ saja!"
"Hahaha...boleh gak ?"
Tanpa menunggu jawaban, Farhan mengecup bibir Diana, kemudian ********** dengan lembut.
Pagi yang indah, seindah matahari yang baru terbit.
Pukul 06.50 WIB Diana keluar kamar dalam keadaan segar dan wangi. Sementara sang suami tertidur lagi sejak beberapa menit yang lalu.
"Mbak, kaka, adek sudah bangun ?" teriak Diana dari bawah.
__ADS_1
"Sudah mah, kaka sama adek lagi cuci sepatu dibelakang. Mbak Ami lagi mandi!" teriak Maya dari ruang cuci lantai 2.
"Ok, kalau sudah selesai gantian mandi ya, mamah mau beli sarapan ke depan."
Diana berganti baju gamis rumahan dan krudung instan, kemudian mengambil kunci motor di atas meja ruang keluarga.
Sudah beberapa tahun ini, Diana menggunakan krudung kalau sedang keluar rumah. Begitupun Ami dan Maya.
"Pukul 07.30 WIB Ami turun dari lantai 2 membantu mamahnya menyiapkan sarapan nasi kuning yang dibeli dari depan.
"Ayah mana mah?" tanya Ami.
"Masih di kamar tadi nonton tv kayaknya ketiduran."
"Aku bangunin ya ?, katanya mau ambil mobil mamah ke toko!"
"Biar mamah yang bangunin, mobil gak usah di bawa nanti siang mamah ke toko pake ojek. Urus dulu adek-adek kamu, jam 8 harus sudah sarapan semua. Berangkat renang dianter ayah sekalian ke kantor !" perintah Diana sambil berjalan ke kamar.
"Mas bangun udah siang.."
"Jam berapa sekarang?"
"Jam 07.45 sana mandi dulu, anak-anak sudah nunggu buat sarapan."
"Gara-gara kamu mas jadi ketiduran!"
"Kok gara-gara aku sih mas?"
"Iya gara-gara gak boleh lap mobil dan beli sarapan jadi mas capek, ketiduran deh..hehe!" goda Farhan.
Pukul 08.30 semua sudah siap untuk berangkat berenang diantar Farhan.
Maya akhirnya ikut karena mamahnya sudah sehat.
"Hati-hati ya nanti di tempat renangnya. Jaga adek yang bener, jangan pada asyik main sendiri !" pesan Diana kepada Ami dan Maya.
"Iih mamah adek juga kan udah gede, bisa jaga diri sendiri." Ucapnya merajuk.
Diana dan Farhan hanya tersenyum mendengar celotehan anak bungsunya.
"Nanti kalau sudah selesai renangnya kabari mamah, kalau di toko udah gak repot mamah yang jemput sekalian kita makan siang !"
"Siap mah." Jawab mereka kompak.
"Ayah gak diajak makan siang mah ?" goda Farhan.
"Harusnya sih ayah ikut, biar makan siangnya di restaurant. Kalau sama mamah aja paling makan bakso atau makan nasi timbel ayam goreng." Celetuk Ami.
"Iya-iya kalau kerjaan ayah cepet selesai, nanti ayah sama mamah yang jemput langsung makan siang di warteg..hahhahaha."
"Dih apaan sih yah, malah tambah parah di warteg!" Ucap Ami sambil cemberut.
"Sudah berangkat sana, udah siang!" potong Diana.
Diana membereskan meja makan dan mencuci piring. Dilanjutkan dengan menyapu dan mengepel lantai. Sementara pakaian kotor sudah masuk mesin cuci dari tadi pagi sebelum mulai sarapan, jadi sekarang tinggal jemur baju di atas.
Tepat pukul 10.00 WIB pekerjaan rumah sudah selesai. Kalau hari minggu bi Nur libur kerja, biar bisa istirahat.
__ADS_1
Diana bersiap untuk pergi ke Toko. Kemarin sore ada barang datang dari Solo yang dikirim oleh Fera. Hari ini harus cek kondisi barang yang datang dan membantu Ina untuk input ke sistem sekalian menentukan harga jual.
"Banyak juga ya barang yang datang Na ?" tanya Diana setibanya di toko.
"Iya teh, ini 4 Kardus besar dari mbak Fera isi nya daster dan stelan kualitas premium. Sedangkan 2 kardus besarnya lagi dari House of batik Solo isinya kemeja batik pria dan atasan batik untuk wanita. Bagus-bagus teh modelnya sebagian sudah di cek tadi malem sambil tunggu toko tutup."
"Makasih ya Ina, teruskan cek fisiknya. Teteh mau cek bonnya buat menentukan harga."
Sementara Desi sedang melayani beberapa orang pembeli yang baru saja datang.
Diana naik ke lantai 2 toko batiknya. Dilantai 2 selain ada beberapa pakaian yang di pajang, ada juga ruang kerja sekaligus tempat istirahat dan tempat sholat. Sedangkan toilet ada dilantai 1.
Pukul 12.15 WIB ada telepon masuk dari suaminya.
"Assalamuaikum mas.."
"Waalaikumsalam...sudah ada kabar dari anak-anak belum?"
"Belum mas, asyik input barang jadi lupa telepon Ami."
"Jangan terlalu capek, kerjain di rumah saja sebagian nanti malem . Ya sudah mas aja yang jemput anak-anak sekarang, ini pasti adek gak mau berhenti berenang. Kamu sholat dulu, nanti mas sama anak-anak jemput ke toko."
"Ok mas, hati-hati ya !"
"Ya udah inget jangan capek-capek, cuma boleh capek kalau lagi sama mas saja..!"
"Hhmm..mulai deh."
"Hahahahaha....assalamualaikum Di."
"Waalaikumsalam mas.."
Ting....ting
Notifikasi pesan masuk di ponsel Diana.
"Mah kita udah selesai, ini baru keluar dari mushola udah sholat duhur dulu."
"'Tunggu sebentar ayah sudah dalam perjalan jemput kalian, mbak Ami telepon ayah saja ya!"
"Siap mah..!"
Pukul 13.30 WIB mereka tiba di rumah makan Alam Indah yang berada di kawasan industri tempat dulu Diana bekerja.
Setengah jam kemudian makanan sudah siap semua di meja.
Anak-anak makan dengan lahapnya.
"Untung yang jemput kita ayah ya mbak, jadi kita makan enak sekarang." Celoteh Radith.
"lya, kalau mamah aja yang jemput pasti sekarang kita lagi makan di ayam goreng mang Udin." Ucap Ami.
"Mbak, adek gak boleh gitu makan di manapun harus disyukuri." Ujar Maya dengan wajah datar.
Farhan dan Diana hanya tersenyum mendengar celotehan anak-anaknya sambil saling menatap penuh arti.
*****
__ADS_1