
Pukul 15.00 WIB Farhan tiba di kota kelahirannya. Farhan disambut bahagia oleh seluruh anggota keluarganya. Ibu dan Fanni juga sudah berada di rumah bapak. Meskipun kedua orang tua nya sudah bercerai tapi hubungan silaturahmi mereka sangat baik.
"wahh kamu gemukkan sekarang yaa..gimana betah disana?"...tanya ibu.
"Alhamdulillah betah bu !". Jawab Farhan.
"Bapak gimana sudah sehatkan?".
"Alhamdulillah udah gak sesak lagi"
"Ayo makan dulu semuanya..aku udah masak makanan kesukaan mas Farhan" ajak Fera kepada semua anggota keluarga.
Pukul 19.30 semua anggota keluarga Farhan berkumpul di ruang keluarga.
Farhan mendengarkan apa yang dibicarakan bapaknya panjang lebar mengenai Fanni, Ibunya turut menambahkan juga.
"Bagaimana menurut kamu sebagai anak paling tua dan anak aki-laki satu-satunya ?". Pertanyaan bapak menmbuat Farhan kaget
" Pak..Bu...aku ikut berbahagia kalau Fanni ada yang mau melamar, seandainya pernikahannya harus segera dilaksanakan secepatnya juga tidak ada masalah...jangan terlalu memikirkan aku..Insya Alloh semua nya baik-baik saja, lancar dan dimudahkan oleh Alloh SWT" Farhan menjawab dengan tenang dan tegas.
"Tapi mas...." Fanni hendak berbicara, tapi langsung dipotong oleh Fahan.
"Gak ada tapi-tapi Fan...mas ridho ikhlas...silahkan saja..tapi maaf mungkin pada saat lamaran mas gak bisa ikut hadir....susah untuk minta ijin cuti.yang penting mas pasti mendoakan lancar segalanya..nanti kabari aja kapan pernikahannya akan dilaksanakan biar mas bisa mengatur waktu untuk cuti dari jauh hari".
"Farhan....apa tidak sebaiknya sebelum Fanni menikah kamu duluan menikah...hubungan kamu dan Diana kan sudah lama, usia kamu juga sudah hampir kepala 3...". Ibu angkat bicara dengan mimik wajah yang ketus.
"Maaf bu...sudah komitmen kami berdua...aku akan menunggu Diana sampai selesai kuliah..". Jawab Farhan
" Iya..tapi masih lama kan?...kamu sudah pantes punya anak...ibu bisa mencarikan jodoh buat kamu, banyak anak temen ibu, pasti mau dijodohkan sama kamu !!".
"Bu...aku gak suka diatur-atur seperti ini
yaa...aku sudah dewasa..aku sempatkan pulang karena ingin menengok bapak juga ibu sekalian ikut membicarakan lamaran Fanni...bukan untuk beradu argumen seperti ini...tolong doakan saja yang terbaik buat aku dan Diana....Insya Alloh kalau sudah waktunya aku melamar Diana, nanti dikabari..!!".
"Sudah...sudah....kita hormati keputusan Farhan, toh dalam agama kita juga tidak ada larangan adik mendahului kaka menikah....yang penting kakaknya merestui ??".
Bapak berkata dengan tegas, sementara Ibu menunjukkan wajah tidak suka atas keputusan Farhan.
Pukul 22.00 WIB pembicaraan selesai, Ibu sudah dijemput sama suaminya, sementara Fanni akan bermalam di rumah disini. Bapak sudah masuk kamar beberapa menit yang lalu.
"Mas..maafkan Fanni yaa...".
"Maaf untuk apa..?, kamu gak ada salah sama mas...udah gak usah mikir yang enggak-enggak, fokus saja dengan rencana kamu"
" Iya mas...terima kasih yaa....owh iya besok sekitar jam 10 an, aku dijemput sama mas Reyhan...mas mau kan nemuin mas Reyhan sebentar saja?".
"Owh namanya Reyhan...? , kerja dimana?"
"Iya mas..namanya Reyhan, dia buka usaha sendiri, punya percetakan dan toko alat-alat tulis, masih merintis sih mas..."
"Bagus...kasih tahu mas kalau besok dia sudah datang menjemput kamu, takutnya mas masih dikamar". Perintah Farhan kepada adeknya.
"Sudah malem..istirahat dulu semuanya...apalagi mas Farhan juga besok sore sudah harus pulang, biar fit bisa gantian nyetir sama supir". Fera tiba-tiba datang mengingatkan kakak dan adeknya.
"Ok...eeh ponakan mas sudah tidur ?".
"Sudah mas dikelonin papah nya...
..itu teman mas juga sudah masuk ke kamar paviliun, aku suruh istirahat biar besok fit bawa mobilnya !!".
"Ok..makasih yaa..mas masuk.kamar dulu".
*****
Di kamar kost Diana masih mengerjakan tugas yang harus selesai besok. Waktu menunjukan pukul 23.00 WIB.
"Alhamdulillah selesai juga nih tugas" bathin Diana.
Diana membereskan meja belajarnya, kemudian bersiap-siap untuk tidur.
Ting..ting...notifikasi pesan masuk ke ponsel Diana.
__ADS_1
"Hai Dii...belum tidur yaa?...mas lihat Whatsapp kamu masih online...lagi chating sama siapa malem-malem begini?", tanya Farhan.
"Hhhmmm...jangan curiga terusss...!!'.
"Bukan curiga, ini tuh udah malem Dii..!!".
"Baru selesai bikin tugas mas..!!".
Ddrrtt...ddrttt..Video Call dari Farhan.
" Hai sayang....", sapa Farhan
"Hai mas..." jawab Diana dingin.
"Kenapa kok jawab nya males-malesan gituu ?", tanya Farhan.
"Males...curiga terus, nanti akhirnya berantem".
"Enggak..mas percaya kamu baru selesai mengerjakan tugas...senyum dong jangan cemberut gitu...gak kangen gitu sama mas?".
"Kangennn..tapi kamu suka nyebelin !!".
"Iyaa...maafkan mas yaa.......besok sore mas pulang, paling sampei sana sekitar tengah malam"
"Iya..hati-hati mas".
"Hari Jumat jadi pulangkan Dii..?.
"Belum tahu mas....banyak banget tugas, jam kuliah udah berkurang, tapi banyak tugas banget...!!"
"Ya udah kalau gak bisa pulang sabtu sore pulang dari kantor mas ke Bandung !!".
"Gak usahlah....kan mas cape baru pulang dari kampung?".
"Mas besok malam juga dah sampe...Jumat kerja, kalau gak banyak kerjaan setengah hari juga bisa pulang istirahat !!".
"Kasian aja takut cape....".
"Kebiasaan deh..selalu berpikiran buruk". Diana merajuk
"Abisnya kayak gak boleh mas ke Bandung..its'ok kalau memang kamu ada acara!!....Selamat istirahat ya Dii..".
Tutt...tutt....Farhan menutup telepon sepihak.
"Marahh lagi.....bodo amat ah, besok juga pasti telepon lagi", bisik Diana dalam hati.
Ya, Diana sangat faham dan mengerti banget Farhan, kalau lagi marah gitu susah buat di bujuk yang ada tambah emosi, biarkan tenang dulu baru bisa dibujuk...cuma dengan kata minta maaf saja, Farhan pasti luluh.
*****
"Diana...kamu tuh bikin aku gak tenang...dekat dengan siapa lagi sih sekarang?...pokoknya hari sabtu aku harus ke Bandung!!", bathin Farhan.
Pukul 05.30 Farhan baru bangun, hari ini rencananya akan pergi jalan-jalan kuliner di kota kelahirannya sebelum kembali ke kota tempat Farhan berdinas. Farhan akan pergi jalan- bersama adik-adiknya, setelah sholat subuh dia mengecek ponsel nya berharap ada pesan dari Diana.
"Dii...aku pikir kamu bakal secepatnya mengirim pesan, minta maaf kek, bujuk aku kek.....hhmmmm", Farhan bicara sendiri dalam hatinya.
Ddrttt...ddrtt..ddrftt..ponsel Farhan berdering, tapi Farhan sedang berada di kamar mandi, sehingga panggilan itu tidak terjawab.
"Apa mas Farhan belum bangun yaa?, kok telepon aku gak diangkat?..kirim pesan saja kali ya..?", tanya Diana dalam hati.
""Selamat pagi mas....maafin aku yaa, bukannya aku melarang mas ke Bandung, aku takut mas capek aja, lagian kan belum tentu juga aku gak pulang...kalau aku gak bisa pulang, boleh kok hari sabtu mas ke Bandung...maafkan aku yaa ?!".
Farhan sudah selesai mandi dan berpakaian olah raga, dia berniat joging sebentar sambil cari sarapan di temani supir yang sekaligus temannya juga.
Diambil nya dompet dan ponsel diatas meja yang berada dikamarnya, kemudian dicek ponselnya.
"Ya Tuhan..Diana meneleponku berkali-kali, ada pesan masuk juga!".
Setelah membaca pesan dari Diana, sebelum keluar kamar, Farhan langsung melakukan panggilan Video kepada Diana".
"Hai mas..."
__ADS_1
"Haii Dii..ya ampun belum bangun ? masih selimutan gitu? "
"Udah dong mas..tadi sholat subuh..telepon mas gak diangkat aja..ketiduran lagi deh"
"Ke kampus jam berapa?".
"Jam 9 an ..ada janji sama dosen"
"Ok..mas minta maaf juga. ..jangan suka bikin mas khawatir dan berpikiran yang enggak-enggak lagi ya!".
"Ok mas....by the way mau kemana nih pagi-pagi udah rapih aja ?, awas yaa jangan wangi-wangi !!".
" Mau joging sambil cari sarapan ke alun-alun kota, nanti jam sekitar jam 10 an mas mau ajak adek-adek mas jalan sebentar, kulineran sambil makan siang.
"Sama siapa jogingnya ?".
"Sama supir..".
"Yakinn....?, gak janjian sama mantan waktu SMA kann..?".
"Dianaan...gak usah cari masalah deh...gak ada janji sama siapa-siapa !!"
"Ya.tapi tetep aja kan mau bernostalgia, mengenang masa-masa SMP, SMA dulu".
Diana terus menggoda Farhan yang terlihat kesal diujung sana.
" Owhh jadi boleh ya mas CLBK ( Cinta Lama Bersemi Kembali) disini?".
" Silahkan saja kalau memang mas mau, biar semangat sering pulang kampung".
"Ok..jadi disini satu, di sana satu...gitu yaa Dii...Deal yaa??"
Farhan balik menggoda Diana.
"Yey...gak mau lah..say good bye with me !!"
"Dii..udah ahh nanti berantem lagi..gak ada CLBK, gak ada janjian dengan siapapun !!".
"Ok mas..sslamat olah raga, semangat yaa!!".
"Mandi sana..bau sampe sini...."
" Udah mandi sebelum sholat subuh"
Diana membuka selimutnya hendak bangun.
"Ya Tuhan Dii...itu baju tidur kamu seksi banget sih...tipis banget, pendek lagii..".
"Hehehe..iya mas, semalem gerah banget disini, makanya subuh aku udah mandi, tadi mau ganti baju tanggung nanti aja kalau mau ke kampus!"
"Duhh..pagi-pagi udah bikin mas pusing, itu keliatan banget Dii...,awas aja kalau sampei lupa tiba-tiba keluar kamar masih pake baju itu !!".
"Apa sih yang keliatan mas..iih mesum deh, biasa kali perempuan kalau tidur gak pake b**, gak ada yang liat juga !!"
" Ya sekarang mas liat, menerawang gitu saking tipisnya baju tidur kamu!!".
Diana reflek menutup dadanya dengan menyilangkan kedua tangannya, baru sadar aja kalau baju tidur nya memang tipis banget.
"Telat...mas udah liat dari tadi....hhmm Dii, pusing nih jadinya....gak jadi joging ah, mau minta tanggung jawab kamu aja!!".
" Ihh apaan sih mas....udah sana pergi joging, biar pusingnya hilang...aku mau ganti baju terus beli sarapan di depan gang".
"Ok..ok Dii...tunggu mas di Bandung...tanggung jawabnya nanti aja kalau ketemu, biar afdol..hehehe"
"udah..udah..bye mas..salam mikum!!".
Diana, kamu tuh selalu bikin mas kangen, kamu teman yang asyik diajak ngobrol, diskusi, jadi banyak laki-laki yang betah ngobrol dan berteman samu kamu..dan aku gak suka.itu Dii.!!", racau hati Farhan.
*****
.
__ADS_1