
Pukul 07.00 WIB Farhan baru terbangun.
"Duhh kesiangan ga sholat subuh, biasa nya Diana membangunkan ku lewat telepon" bathin Farhan.
Farhan bergegas mandi, kemudian bersiap siap untuk pergi ke kantor, Setelah rapih berpakaian, pada saat akan menjemur handuk di halaman depan, Farhan melihat satu kantong kresek tergelatak di kursi teras.
"Apaan ini...perasaan aku gak pesan makanan online hari ini"..pikir Farhan
Setelah dibuka plastik itu ternyata berisi 1 box nasi goreng kumplit dengan telor dadar diatas nya.
"Siapa yaa yang kirim makanan ini?...apa cewe cewe itu seperti biasa?..atau dari tetangga asrama?" tanya Farhan dalam hati.
"Ahh bodo amat sikat sajah..kebetulan lagi laper banget" guman Farhan dalam hati.
Setelah selesai makan Farhan berangkat ke kantor
Sesampainya di kantor ada notifikasi pesan masuk di ponsel Farhan
"Pagi mas...gimana nasi gorengnya enak gak? Sudah dimakan kan?
Farhan terkejut ternyata yang mengirim nasi goreng itu adalah Ana...meskipun Farhan gak menyimpan no ponsel Ana, tapi Farhan bisa melihat dari foto profil yang ada di nomor kontak tersebut.
"Owhh jadi kamu yang kirim nasi goreng itu ....? ,tapi maaf ya Ana tadi pagi pagi aku sudah sarapan, kebetulan mamah nya Diana mengirimkan makanan untuk sarapan lewat kurir..jadi tadi nasi goreng aku kasihkan ke si bibi yang beres beres diasrama " balas Farhan berbohong kepada Ana.
"Sialan.. Kenapa dia ga makan nasi goreng yang aku kirim?, padahal sudah dikirim pagi pagi" ..rutuk Ana
Farhan memblokir nomor ponsel ana karena merasa jengah dengan sikap Ana.
****
Diana baru saja keluar dari kelas, hari ini ada Dua mata kuliah yang harus diikuti Diana.
"Alhamdulillah selesai juga kuliah hari ini..." bathin Diana.
Hari ini Diana akan pulang ke kota kelahirannya, senang Diana rasakan karena akan bertemu dengan papah mamah dan Ka Dimas, pastinya dengan pujaan hati juga mas Farhan. Ka dimas juga weekend ini akan pulang dari jakarta..
"Dii..pake travel jam berapa dari Bandung?" Farhan mengirim pesan kepada Diana.
"Pake Travel jam 14.00 mas...sekitar jam 16.00 mungkin sah sampe" jawab Diana
"Ok..nanti mas jemput ya di Travel...sekarang lagi dimana? Tanya Farhan lagi
"Ini baru sampe tempat kost, mau mandi dulu makan siang terus siap siap berangkat ke travel" jawab Diana
"Pake apa nanti ke travel...?"
"kayaknya mau nebeng sama temen mas" jawab Diana lagi
"Temen siapa..laki laki yaa?..engga...engga pake taksi online ajaaa" perintah Farhan
"Iyaa..iyaa mr. posesif...orang cuma nebeng karena rumah temenku di Bandung deket dengan Travel itu"
"Temen sekelas?...Atau kaka tingkat ? Cowo apa cewe? "...janjian ya kalian?..pertanyaan beruntun dari Farhan membuat Diana pusing.
"Udah ah mas aku mo siap siap...aku pake taksi online ..titik...Bye mr.posesif'
Farhan menahann rasa kesalnya terhadap Diana, belum dijawab semua pertanyaannya udah main bye bye aja.
__ADS_1
" Bagaimana kalau Diana bener bener dianter cowo ke travel?"..Aahh Diana kamu tuh selalu bikin perasaan aku ga tenang.
Diana dalam perjalanan dari tempat kost ke travel menggunakan taksi online sesuai perintah Farhan, beberapa kali ada panggilan video call dari Farhan tapi tidak terdengar oleh Diana karena ponsel Diana didalam tas dengan mode silent.
Di dalam mobil travel menuju kota kelahirannya, Diana baru mengecek ponselnya
"Oh my God...beberapa panggilan video dari mas Farhan...bakal panjang urusannya nih" guman Diana
Secepatnya Diana mengirim pesan kepada Farhan.
"Assalamualaykum mas..maaafff tadi ga keangkat Vc dari mas, ponselku di tas, terus mode silent ...maaf yaaa..pleasee" pinta Diana.
Farhan marah, hanya membaca saja pesan dari Diana.Farhan berharap Diana meneleponnya atau mengirim pesan kembali.
Pukul 15.30 Farhan sudah tiba di travel, sampai saat ini Diana belum menghubunginya lagi.
16.05 WIB mobil travel yang membawa Diana sampai ditujuan.
"Mas...apa kabar? Sudah lama yaa nunggu? Tanya Diana kepada Farhan.
"Naik..." perintah Farhan kepada Diana dengan wajah menahan marah.
Diana menurut saja, langsung duduk diboncengan motor Farhan.
Diana tahu Farhan akan membawa nya ke asrama, karena ini bukan arah jalan ke rumah nya.
"Masuk Dii...mau minum apaa?"tanya Farhan setibanya di asrama tetap dengan wajah dinginnya.
"terserah apa aja yang ada.." Jawab Diana.
"Gimanaa Dii.....seruu yaa di anter kaka tingkat ke travel?..pake motor apa?..keren yaa motor nya?...saking asyiknya gak denger panggilan VC dari mas?" Tanya Farhan ketus.
Diana menunduk menahan tawa, karena menurut Diana sikap Farhan yang berlebihan ini terlihat sangat kekanak kanakan.
"iyaa mas..seru bangett" jawab Diana menggoda Farhan
"Diii..." Farhan meninggikan suaranya.
"Apaaa mass.. Ga usah bentak benta gitu dehh'"
"Siapa nama laki laki itu...?, besok hari minggu mas anter kamu pulang ke Bandung..mas mau ketemu Dia"
"Ga perlu....mau apa ketemu?" tanya Diana.
Farhan semakin geram dengan sikap Diana. Farhan berusaha menahan emosinya. Ditariknya jemari Diana, digenggam nya dengan erat.
"Lihat sini Dii, Lihat mata mas....jawab jujur kamu suka laki laki itu?"
Diana akhirnya tidak kuat menahan tawa
"Mas Farhan...my mr.Posesif....denger yaa baik baik....aku tadi ke travel pakai taksi online...gak ada kaka tingkat atau siapapun yang nganter...aku cuma becandain mas ajaa....nihhh liat coba matakuu, apakah ada kebohongan ? Diana menjelaskan karena gak tega melihat Farhan yang terlihat semakin kacau
"Diii...mas serius.....jangan bohongin mas"
"Aku duarius mas...." goda Diana
"Terus kenapa tadi gak angkat Vc dari mas?
__ADS_1
"Aku udah bilang ga kedengeran mas, ponselku di silent....aku baru cek ponsel lagi di dalam mobil travel....udah ahh gak cape apa marah marah terus" tanya Diana.
"Aku ga marah Di....aku cemburu, gak mau ada siapapun yang mendekati kamu" jawab Farhan
"Iyaa ..iyaa...udah yaa marah marah nya...love you mas"
Diana mengecup singkat pipi Farhan.
"Bentar banget Diii..."
"Apanya yang sebentar?" tanya Diana
"Cium nya....". Jawab Farhan sambil teesenyum
"Bahayaaa kalau lama-lama...nahh gitu dong senyum jangan cemberutt ajaaa" Diaana kembali menggoda Farhan.
Farhan mendekat kepada Diana, wajah mereka seolah tidak berjarak
"I love you too Diana....jangan bikin hati mas gak karuan kayak gini lagiii..."
Farhan mengecup Kening Diana, kemudian turun ke bibir, ********** lembut.
"Udahh..udahhh...aku mau pulang bentar lagi maghrib"
Diana mendorong pelan dada Farhan.
"Ya udah mas anter yaa....tunggu mas mandi bentar yaa"
Pada saat Farhan didalam kamar mandi, ponsel Farhan yang tergeletak dimeja bergetar. Diana melirik ke arah ponsel, ada panggilan dari nomor yang tidak disave.
"Mas ada telepon tuhhh..." teriak Diana.
"Angkat aja Di....bilang aku lg di kamar mandi" jawab Farhan
"Gak apa apa nihh aku yang angkat?" teriak Diana lagi
"Gaka apa apa....."
Diana mengambil ponsel Farhan
dimeja, menggeser nya ke tombol warna hijau, belum sempat Diana menjawab dari ujung sana terdengar suara perempuan.
"Hallo mas....mass kemana aja sihhh, kenapa nomorku diblok?...mas..mass kok diem aja sih?" perempuan diujung sana berbicara tanpa jeda
Diana menutup telepon dan kembali menyimpannya di meja.
Farhan keluar dari kamar sudah rapih dan wangi.
"Telepon dari siapa tadi Di? "tanya Farhan sambil memasukan ponsel ke saku nya.
"Gak tahuu..slaah sambung kali" jawab Diana asal
****
"
"
__ADS_1