POSESIF VS BUCIN

POSESIF VS BUCIN
BAB 21 Kita Menikah Dii....


__ADS_3

Hari Senin ini ada dua mata kuliah yang diikuti Diana. Mata kuliah pertama mulai pukul 08.00. - 10.00 WIB, lanjut mata kuliah kedua pukul 11.00 - 13.00 WIB.


Sebelum pulang ke tempat kost, Diana makan siang dulu dikantin kampus bersama teman-temannya.


"Lelahhh banget nih badan.." ucap Diana dalam hati.


Kriinnng..kriinng...kriinnngg


Alarm yang di stel pada pukul 15.30 berbunyi nyaring sekali, Diana terbangun... sore ini Diana akan mulai mengikuti latihan basket dilapangan universitas, tadi pagi Diana sudah memberi kabar kepada Aldo.


"Hai Diiana selamat bergabung


yaa di team basket putri ..." Seseorang menghampiri Diana ketika tiba dilapangan basket.


"saya Aldo..."


"Dianaa..."


Kami saling berjabat tangan


"owh ini yang namanya Aldo...ganteng juga " bathin Diana.


Latihan basket selesai pukul 17.30 WIB, Diana bersiap-siap pulang ke tempat kost


"Dii maaf..sudah bawa foto copy kartu mahasiswa nya?..buat file keanggotaan saja"


"Owh yaa...ini kak"


" terima kasih yaa..kamu kost dimana ?...Kalau satu arah kita bisa pulang bareng"


"Aku kost gak jauh dari kampus Kak, jalan kaki juga deket banget kok" jawab Diana


"Ok..aku duluan ya Di.."


*****


"Hhmmmm..Diana baru saja berulang tahun tiga hari yang lalu"


bisik Aldo dalam hati.


Di dalam kamarnya Aldo membaca identitas Diana yang tertera di kartu mahasiswa.


"Hai Dii....Selamat malam...bagaimana kesannya hari pertama latihan? "


Akhirnya Aldo mengirim pesan kepada Diana.


"Hai Ka....Alhamdulillah menyenangkan...tapi badan rasanya pegal-pegal banget, udah lama gak main basket, gak latihan fisik juga" Jawab Diana.


" Nanti lama - lama juga terbiasa lagi...jangan males latihannya yaa.....owh yaa....Happy belated birth day yaa Dii.."


" makasih yaa kak..."


Hari-hari berikutnya Diana dan Aldo semakin dekat, sering bertemu di lapang basket bahkan sesekali Diana dan Aldo juga anak-anak basket lainnya hangout bareng.


Aldo bahkan tahu kalau Diana sudah punya kekasih...


Sore ini, setelah selesai latihan basket, Aldo mendapatkan Diana menangis pada saat menerima telepon.

__ADS_1


"Kenapa Dii..maaf kalau aku ikut campur" Aldo menghampiri Diana yang sedang bersiap pulang.


"Gak apa apa kak..." Diaana menunduk membelakangi Aldo


"Ceritalah...siapa tahu itu akan membuat kamu sedikt legaa"


"Hhmmm.....Mas Farhan gak mengijinkan aku ikut team basket lagi, Dia menginginkan aku fokus kuliah, tapi setelah aku jelaskan dan aku berjanji bahwa kuliah akan tetap menjadi prioritasku, Mas Farhan mengijinkan dengan banyak syarat..."


"Apa syarat nya Di...? tanya Aldo


"Sudahlah kak...ayo pulang udah mau adzan maghrib"


*****


Tidak terasa Diana sudah berada diakhir semester dua, hari ini adalah hari terakhir Ujian Akhir Semester.


"Alhamdulillah..libur panjang" bathin Diana


"Assalamualaykum Di....mas sudah keluar gerbang tol...kamu sudah siapkan?...15 menitan lagi mas sampai tempat kost yaa"


Farhan menjemput Diana siang ini ini, karena libur panjang, banyak barang barang yang dibawa pulang oleh Diana.


"Ok mas....aku sudah siap, tinggal berangkat"


Tittt...tiitttt...mobil Farhan sudah tiba di depan tempat kost Diana.


"sudah masuk semua yaa Dii...gak ada yang ketinggalan kan?"..tanya Farhan.


"Aman mas...."


"Gimaana pak supir saja..aku mah ikut pokoknya"..jawab Diana


Di sebuah rumah makan sunda mobil Farhan menepi


"Turun Dii, kita makan dulu disini...."


Suasana rumah makan yang asri, ditambah cuaaca Lembang yang sejuk membuat Farhan dan Diana


betah ngobrol sambil makan disana


" Dii..mas boleh ngomong serius...?" tanya Farhan


"Ngomong aja mas....formal amat sihh" jawan Diana


Farhan menggenggam erat tangan Diana.


"Hhhmm.....Gini Dii..mas mohon maaf sebelumnya.....sekarangkan kamu sudah semester tiga, kita pacaran udah lebih dari satu tahun....usia mas sudah l25 tahun, bahkan lebih....hhhhmmmm......gimana yaa Dii....mas bingung " Farhan menarik nafas dan membuangnya perlahan.


" Apa sih mas...mau ngomong apa?..." tanya Diaana penasaran.


"Dii...mas mau melamar kamuu....kita menikah."


Duarrrrr.....


Diana terkejut mendengar apa yang dikatakan Farhan.


"Jangan becanda....mas salah makan obat kali" timpal Diana

__ADS_1


"Mas serius Dii.....mas sudah bekerja, punya penghasilan...insya alloh bisa membiayai kuliah kamu, membiayai kehidupan kamu....yaa meskipun gaji mas gak besar...please Diii...mas tetap akan support kuliah kamu sampai selesai..."


Diana menunduk, tidak berani membalas tatapan mata Farhan, ada harapan dan ketulusan disana.


"Mas...dari awal kita memulai hubungan ini, komitmen nya adalah menjalani, menjaga hubungan ini sampai aku selesai kuliah, mas janji support aku sampai selesai kuliah..."


"Iyaa Dii..mas inget komitmen kita...tapi dengan menikah bukan berarti mas gak dukung kamu. Justru mas akan lebih bebas dan leluasa mendukung kamu...melindungi kamuu"


"Mas.....aku sayang sama mas...tapi kalau untuk menikah dalam waktu dekat ini...maaf aku gak bisa....belum siap mas"


Diana semakin menunduk, tidak terasa bulir bening jatuh dipipinya yang mulus


"Seandainya mas sudah siap menikah....silahkan mas...jangan jadikan aku penghalang buat mas...silahkan kalau memang sudah ada wanita lain yang siap diajak nikah sama mas"


"Dianaaa....!!"


Farhan meninggikan suaranya


"Kenapa mas..?" tanya Diana sambil menatap mata Farhan.


"Mas mau menikah sama kamu...bukan wanita lain !!"


"Tapiii aku belum siap mas...perjalananku masih panjang, aku baru akan menginjak usia 20 tahun, aku punya impian menyelesaikan kuliah, bekerja, membahagiakan mamah dan masih banyak mimpi-mimpi lainnya"


"Mas jamin mendukung kamu sampai selesai kuliah , mas tidak akan melarang kalau kelak kamu ingin bekerja...kita sama-sama bahagiakan mamah"


"Akuu gak mau mas....!!" suara Diana meninggi.


"Ok..ok Dii...pelankan suara kamu...malu sama pengunjung lain" Ucap Farhan menenangkan Diana.


"Terusin makannya...forget it !!" kata Farhan dengan wajah datar.


Farhan dan Diana kembali melanjutkan perjalanan, di dalam mobi kedua nya membisu tidak ada yang memulai obrolan...Diana pura pura tidur sepanjang perjalanan, Sedang Farhan fokus menyetir sambil mendengarkan alunan musik.


"Kita ke asrama dulu yaa Di...sholat maghrib di asrama" Farhan membuka suara setelah mobil tiba dikota kelahiran Diana.


"Aku mau langsung pulang aja mas..." Pinta Diana


"Kenapa sih Dii....? mas gak bisa melepas kamu dalam keadaan marah begini"


"Siapa yang marah...?" tanya Diana


"Diana Prameswari...please nurut sama mas!!"


"Egoisss..." lirih Diana tapi Farhan masih bisa mendengarnya


"terserahh apa kata kamu Di....kita ke asrama dulu sekarang!"


"Aku turun disini mas...!!" Diana melepas seat belt nya.


Farhan tidak menggubris keinginan Diana.


Akhirnya mereka sampai di asrama


" Ayoo masukk sholat maghrib dulu biar kita sama sama tenang" perintah Farhan.


Dengan langkah gontai, Diana mengikuti Farhan dari belakang memasuki asrama.

__ADS_1


__ADS_2