POSESIF VS BUCIN

POSESIF VS BUCIN
BAB 57 Cemburu Buta


__ADS_3

Pukul 18.45 Farhan dan Diana sudah berada di bioskop yang berada di salah satu mall di kota ini. Farhan antri untuk membeli tiket. Mereka memilih nonton Film drama romantis yang akan diputar pukul 19.00 WIB.


Entah kebetulan atau bagaimana, pada saat Diana sedang duduk sambil memainkan ponselnya menunggu Farhan antri tiket, tiba-tiba ada seseorang yang menyapa Diana dan sudah duduk disampingnya.


"Di mau nonton?, sama siapa?" suara seseorang menyapa Diana.


"Hai Wan..ii- iya mau nonton."


Diana terkejut karena tiba-tiba Iwan sudah duduk disampingnya.


Sementara dari kejauhan Farhan melihat Diana dan Iwan sedang mengobrol dengan jarak yang dekat. Seketika wajah Farhan memerah dengan rahangnya mengeras menahan marah dan cemburu.


"Sama siapa Di?" kembali Iwan bertanya.


"Itu sam mas Farhan." Diana menggerakan dagunya ke arah Farhan sambil menggeser duduknya menjauh dari Iwan.


"Ok Di, aku duluan ya salam buat mas Farhanmu !" ucap Iwan dengan senyum sinis.


Setelah Iwan pergi, Farhan berjalan ke arah Diana.


"Mana tiketnya mas?" tanya Diana.


"Gak jadi nonton, kita cari makan aja terus pulang !" jawab Farhan dengan wajah dingin dan datarnya.


"Gawat, bakal ada peperangan nih." Bathin Diana.


"Kenapa gak jadi?, film nya bagus loh, lagian mas udah capek-capek antri !" tanya Diana pura-pura tidak mengerti.


"Gak mood !", jawabnya sambi berjalan keluar bioskop dan menarik pelan tangan Diana.


"Mas..aku mau nonton."


"Owh mau nonton bareng mantan?, biar mengingat masa lalu gitu?!" Farhan berkata pelan tetapi penuh tekanan.


Mereka sudah berada di dalam mobil.


Tidak ada yang mengeluarkan suara selama di dalam mobil. Diana terdiam takut salah bicara.


setelah 30 menit perjalanan, Farhan memarkirkan mobilnya di pinggir Danau tempat favorit mereka sejak dulu.


"Mas...maafkan aku ya." Akhirnya Diana memulai obrolan setelah sekian lama saling diam.


"Minta maaf untuk apa?" tanya Farhan dengan wajah yang masih datar dan dingin.


Farhan memundurkan kursinya, dan merendahkan senderannaya.


"Maaf, aku gak tahu kenapa tiba-tiba Iwan duduk disamping aku."


"Kenapa kamu diam saja?, gak berusaha berdiri atau menjauh!" suara Farhan meninggi.


"Aku menjauh mas, menggeser posisi duduk aku !" Diana membela diri.


"Tapi kamu terlambat melakukannya, setelah beberapa menit kalian duduk begitu dekat, kamu baru bergeser !!."


"Aku kaget mas, tiba-tiba ada yang


menyapa pada saat aku lagi fokus bermain ponsel."

__ADS_1


"Kamu janjian sama dia?, sengaja memberi kabar dia kalau kamu mau nonton malam ini?, mau bernostalgia ?" tanya Farhan bertubi-tubi dengan suara tinggi.


"Cukup mas..kalau aku mau janjian kenapa harus pada saat bersama kamu!" Diana turut meninggikan suaranya.


Untungnya mereka berada di dalam mobil di tepi danau yang sepi, sehingga gak akan ada yang


mendengar pertengkaran mereka.


"Owh berarti kalian juga sering janjian berangkat dan pulang kerja bareng tanpa aku tahu !!" Farhan hilang kendali dikuasai emosi dan cemburu buta.


"Mas cukup, jangan menuduh tanpa bukti !!" teriak Diana sambil terisak dan menutup wajah dengan kedua tangannya.


Farhan terdiam, kaget dengan teriakan dan tangisan Diana.


Cemburu buta merusak acara malam minggu mereka.


"Di..maafkan mas." Pinta Farhan dengan suara lembut.


Farhan menarik tangan kanan Diana, mengelusnya dengan lembut. Sementara Diana masih tenggelam dalam tangisnya.


"Diana, maafkan. Mas cemburu melihat kamu didekati laki-laki lain, apalagi dia masa lalu kamu!!"


"Mas boleh cemburu, tapi tidak cemburu buta seperti ini. Siapa yang bisa melarang orang lain berada di bioskop?, itu area publik siapapun bisa dan berhak berada disana, harusnya logika lebih bisa berpikir daripada perasaan, sehingga mas tidak akan dikuasai emosi dan cemburu berlebihan !!"


"Maafkan mas ya Di, gak tahu kenapa begitu sulit menghilangkan sifat pencemburu ini. Mas sudah berusaha melawan, tetapi selalu kalah."


Farhan memohon maaf dari Diana dengan suara yang sangat pelan.


"Iwan hanya masa lalu, cinta monyet masa remaja. Kedekatanku sama Iwan jauh sebelum mengenal mas, jadi tidak ada alasan mas untuk cemburu buta!!"


"Tapi mas masih melihat cinta untuk kamu dimatanya. Mas laki-laki, tahu betul bagaimana bahasa tubuh dia yang masih menyimpan rasa untuk kamu, cara dia menatap kamu, cara dia memperlakukan kamu semua karena dia masih mencintai kamu !"


"Mas takut Di, takut kamu tergoda !"


"Berarti mas gak percaya sama aku. Susah kalau hubungan tidak ada kepercayaan. Diluar sana pasti banyak wanita yang masih memuja mas, masih mencari perhatian mas, tapi aku percaya mas sangat menghargai perasaanku, percaya mas sangat sayang dan mencintai aku. Kalau mas seperti ini terus, bukan Di yang capek, tapi mas yang capek, gak tenang hidup mas!"


"Iya Di, maaf, maaf dan maaf. Mas akan terus berusaha menjadi lebih baik."


"Iya harus mas, terus berusaha jangan selalu berpikir rasa cemburu itu hadir karena kamu terlalu mencintaiku, karena kamu takut kehilangan aku. Cemburu buta itu rasa yang tidak tekendali karena tidak bisa mengolah emosi !"


Malam minggu yang seharusnya indah hancur berantakan karena sikap Farhan.


Di dalam mobil dalam perjalanan pulang Diana masih enggan untuk berbicara dengan Farhan. Berulangkali Farhan mengajaknya ngobrol Diana hanya menjawab dengan kata-kata yang pendek.


Diana malah asyik memainkan ponsel nya.


"Makan malam dulu ya Di ?" ajak Farhan.


"Terserah." Jawab Diana singkat.


"Mau makan malam dimana ?" tanya Farhan.


"Terserah." masih dengan jawaban yang pendek.


"Di, please maafkan mas jangan ngambek terus dong." Bujuk Farhan.


"Hhmmmm.." jawab Diana.

__ADS_1


Waktu menunjukkan pukul 20.30 ketika Diana dan Farhan tiba di sebuah cafe di pusat kota.


Farhan memesan 2 porsi beef steak, 2 air mineral dan 1 juice belimbing kesukaan Diana.


Meraka menikmati makan malam dalam diam. Farhan tidak berani mengajak Diana berbicara lebih banyak, karena Farhan tahu Diana masih merasa kesal dengan ulahnya.


"Seorang wanita cantik duduk di sana, berharap datang sendiri walau tidak mungkin. Ragu untuk menyapa, tapi rasa rindu ini mengalahkan segalanya."


Status Instagram yang baru saja di unggah oleh Iwan satu jam yang lalu.


"Gawat, jangan sampai mas Farhan melihat unggahan Iwan. Lagian kenapa sih mereka saling follow ?" tanya hati Diana.


Diana melihat unggahan Iwan di Instagramnya ketika menunggu Farhan sedang membayar di kasir.


"Langsung pulang Di?, atau masih mau jalan kemana gitu?" tanya Farhan setelah kembali dari meja kasir.


"Pulang aja, udah malem!"


Di teras rumah Diana. Farhan duduk ditemani mang Ujang dengan 2 cangkir kopi di atas meja.


"Mang besok bisa gak ke rumah lagi, tolong sekalian pagarnya di cat ulang biar keliatan bersih."


"Bisa mas, tapi harus ijin dulu sama neng Diana.'


"Nanti saya yang minta ijin sama Diana, agak siangan aja sesudah beres pekerjaan mang Ujang di sini."


"Siap mas."


Diana keluar sudah berganti baju dengan piyama tidur.


"Aku ngantuk mas..!"


"Iya mas mau pulang, udah malem juga."


"Owh iya Di, besok mang Ujang bolehkan ke rumah mas lagi?, mau bantuin mas mengganti cat pagar biar keliatan bersih."


"Boleh.." Jawaban Diana masih pendek.


"Ya udah pulang dulu ya, nanti mas telepon kalau dah sampai rumah."


"Iya hati-hati, gak usah telepon udah malam, aku ngantuk banget!!"


"Di, udah dong ngambeknya, mas jadi serba salah kalau begini. Ya udah gak jadi pulang mau nginep aja disini !!" Farhan kembali duduk.


Mang Ujang hanya tersenyum melihat tingkah Diana dan Farhan.


"Mang Ujang bolehkan saya nginep disini?, gak apa-apa tidurnya di teras juga."


Mang Ujang hanya menjawab dengan senyuman sambil berlalu ke arah paviliun.


"Udah pulang sana mas !!" usir Diana kepada Farhan.


"Gak mau ahh, kalau kamu udah bisa senyum atau mengijinkan telepon, baru mas akan pulang."


"Iya-ya boleh telepon !!"


"Gitu dong..mas pulang ya."

__ADS_1


"Iya, hati-hati."


******


__ADS_2