POSESIF VS BUCIN

POSESIF VS BUCIN
BAB 7 Selamat Yaa Di..


__ADS_3

Hari ini kelulusan SMA akan diumumkan, Diana sudah berada di sekolah sejak pagi pagi sekali


" Ya Alloh semoga aku lulus dengan nilai yang memuaskan..aamiin" Diana berdoa dalam hatinya


Tepat pukul 08.00 WIB semua siswa dan siswi sudah berkumpul di lapangan utama sekolah, sebentar lagi bagian kesiswaan akan mengumumkan 3 orang lulusan terbaik tahun ini.


"Ya Alloh...deg degan banget rasanya..." bathin Diana


"Dii. Kenapa sih lo...pucet amat mukanya" tanya Lina


"Gue deg degan banget Lin, semaleman ga bisa tidur menunggu hari pengumuman ini"


" Ihh lebay banget dehh..santai aja kali...insya alloh kita semua lulus"


"Aamiin..." Diana, Melda dan Evi kompak menjawab.


Setelah sambutan-sambutan dan beberapa pengumuman dari sekolah akhirnya pengumuman kelulusan sudah selesai. Tiga orang lulusan terbaik pun sudah dibacakan.


" Alhamdulillah..akhirnya aku masuk urutan ke tiga lulusan terbaik tahun ini, terima kasih Ya Alloh " bathin Diana


"Selamat yaa Diana..."


teman teman sekelas Diana satu persatu memberi ucapan selamat, termasuk 3 orang bestienya yaitu Melda,Lina dan Evi.


Tidak lupa Diana memberi kabar kepada kedua orang tua nya lewat sambungan telepon.


"Alhamdulillah sayang..selamat yaa, perjuangan belum selesai, target perguruan tinggi negeri yaa Di.." ujar mamah Diana di sebrang sana.


" Insya alloh mah.. doa kan terus Di ya mah..." pinta Diana kepada mamah nya


"Mah..Diana minta ijin ya pulang terlambatt, mau kumpul kumpul dulu sama temen temen di cafe deket sekolah, mau makan siang sambil ngobrol ngobrol"


"Iya..hati2 ya Di..jangan terlalu sore pulangnya"


Ada hal yang Diana lupakan..Dia tidak menghubungi Farhan untuk memberi kabar gembira ini.


Sementara di kantor Farhan berulang kali mengecek ponsel nya, menanti kabar dari Diana.


"Di...kamu dimana sih.. Kok belum memberikan kabar sampai sesiang ini ?" Farhan bertanya dalam hati nya.


Akhirnya Farhan mengirim pesan kepada Diana


"Assalamualaykum Di..Gimana hasil pengumuman kelulusannya ?, kamu masih di sekolah ?"


Ting..ting..ting..ponsel Diana berdering, ada notifikasi pesan masuk.


"Ya Tuhan pesan dari mas Farhan...kenapa aku bisa lupa ngabarin mas Farhan..duhh bisa panjang ini urusannya" Diana membathin.


Diana tidak membalas pesan itu, Dia memutuskan untuk langsung menelepon saja.


"Assalamualaykum mas...."


Waalaykumussalam Di...Gimana hasil nya?,.kamu dimana sekarang?"


" Alhamdulillah aku masuk urutan Ke 3 lulusan terbaik mas"


"Alhamdulillah...Selamat Ya Di..kamu memang hebat Di...Iove you Di.."


"Mas ihh lebay amat pake love you segala..."


Farhan tertawa disebrang telepon


"Kamu lagi dimana sekarang?, udah di rumah ?" tanya Farhan


"aku lagi di cafe deket sekolah sama temen temen mas"

__ADS_1


"Dianaaa....berarti dari tadi sudah selesai acara di sekolahnya?, kenapa ga ngabarin mas?"


"Ini kan aku udah nelepon kamu mas...'


" Iyaa karena aku yang kirim pesan duluan'


" Iya maaf ..lupa mass"lirih diana di telepon


" Kamu tuh memang tidak pernah menganggap aku penting dalam hidup kamu Di.."


"Ga gitu mas..maafkan aku"


Farhan menutup telepon begitu saja.


"Diana..keterlaluan kamu, sampai lupa memberi kabar dan sekarang malah enakan enakan kongkow bareng temen temen kamu"


rutuk Farhan dalam hati.


Setengah jam berlalu setelah Farhan menutup telepon sepihak. Tidak ada upaya dari Diana menghubungi lagi Farhan.


"Di...sebegitu tidak berarti nya aku buat kamu?" bisik hati Farhan


Di cafe Diana terlihat murung, tapi Diana tidak berniat menghubungi Farhan.


" Mas Farhan pasti masih marah, biarin aja dulu, nanti malem aku telepon dia, kalau ditelepon lagi sekarang pasti berantem, karena mas Farhan lagi emosi" bathin Diana


Ting..ting..ting..ada notifikasi pesan di ponsel Karin


" Hai Di..selamat yaa kamu udah lulus, peringkat ke 3 lagi..kerennnn"


Siapa ini tanya Diana dalam hati


" Kamu memang luar biasa Di..dari dulu kamu memang hebat"


"Terima kasih.."


Kalau liat dari gaya bahasanya seperti nya ini pesan dari Iwan, Diana tidak menyimpan nomor handphone Iwan yang baru.


Drrtr..ddrtt..ponsel Diana berbunyi, ada panggilan masuk dari Ka ikbal pelatih basket di sekolahnya, tapi Diana males untuk mengangkat telepon, suasana hatinya sedang tidak baik baik saja karena ulah Farhan.


"Dianaa..Selamat yaa atas kelulusannya, jadi lulusan terbaik pula...sukses ya Di"


akhirnya Ikbal mengirimkan pesan setelah Diana tidak mengangkat telepon darinya


" Terima kasih yaa ka Ikbal.."


" "Sama sama Diana..., aku bakalan kehilangan salah satu anggota team basket yang jago shoot nih.." tulis ikbal dalam pesannya.


Ada pesan berikutnya yang belum Diana buka, ternyata dari Farhan


" Aku di depan, diparkiran Cafe'


Diana tergesa gesa lari keluar cafe, tidak sempat pamit sama teman teman nya


" masuk ..." kata Farhan sesampai nya Diana di parkiran deket mobil Farhan.


" Mau kemana mas. ?, aku belum pamit sama teman teman"


"Ga usah.pamit..ayo buruan masuk" perintah Farhan kepada Diana


Didalam mobil Farhan dan Diana saling membisu, tidak ada yang memulai obrolan. Diana melihat sekilas wajah dingin dan datar Farhan, sangat menakutkan.


Akhirnya Farhan memarkirkan mobilnya di tepi Danau Indah tempat Favorit mereka kalau jalan jalan, setelah mobil terparkir dengan aman dan mesin mobil sudah mati, Farhan menarik jemari Diana sambil menatap mata Diana tajam, Diana tidak berani membalas tatapan Farhan


"Di..liat aku, liat mata aku...kenapa kamu Di, kenapa tidak nengabari aku untuk sesuatu hal yang penting dan istimewa ?...lupaa?..apa memang ga ada niat? ..aku ga penting ya Di buat kamu?"

__ADS_1


rentetan pertanyaan keluar dari mulut Farhan


" Mas...aku kan udah minta maaf, aku tadinya berniat mau ngabarin kamu nanti malem aja, biar santai sambil ngobrol di telepon"


" Ga bisa gitu donk Di. Bisa kan kirim pesan saja dulu"


semakin erat Farhan menggenggam jemari Diana


" Iya mass...maaf yaa, aku salah"


" cukup hanya mengaku saah saja Di ??"


" Terus aku harus gimana mas?"


Diana menarik jemarinya dari genggaman Farhan, mulai jengah dengan sikap Farhan yang bertele tele.


"Mas pinjem ponsel kamu sebentar saja" Pinta Farhan kepada Diana


"untuk apa mas?


" pinjem sebentar aja Di.."


Akhirnya Diana menyerahkan ponsel nya kepada Farhan


"Boleh mas buka aplikasi whatsapp nya ?"


"Silahkan saja mas..toh ga ada yang penting kok" kata Diana


Kemudian Farhan membuka satu persatu pesan yang masuk. Mata nya berhenti pada pesan yang nomor nya tidak disave oleh Diana


" ini siapa Di.." tanya Farhan menahan rasa marah dan cemburu.


"Aku ga tahu mas...aku ga save nomor nya"


" Siapa dia Diana Prameswari..?" tanya Farhan dengan suara pelan tapi penuh penekanan


"Ga tahu mas..."


" Bohong..."bentak Farhan


Diana merasa ketakutan melihat Farhan semarah itu, akhirnya air matanya menetes tanpa bisa ditahan.


" Maafkan mas Di...mas ga bermaksud membentak kamu, mas cemburu Di"


Akhirnya Farhan memeluk Diana...Farhan mengangkat dagu Diana, menatap mata Diana penuh cinta dan akhir nya mengecup lembut bibir Diana


" maafkan mas ya..mas ga mau kamu bohongi mas...mas gila mencintai kamuu Di"


Farhan kembali mengecup bibir Diana, dan lambat laun ********** lembut..Diana terdiam tidak tahu harus membalas bagaimana ciuman dari Farhan, hanya menikmati saja karena ini yang pertama buat Diaana.


Farhan melepaskan pagutannya


"Dii...ini yang pertama buat kamu?,.. kamu ga pernah melakukannya dengan laki laki lain?"


Diaana hanya mengangguk sambil menundukkaan kepalanya, karena Diana meraasa malu dengan apa yang barusan dia lakukan dengan Farhan


"Di..really ?"


" Yess mas..." Diana mengangkat kepala nya dan menatap tajam mata Farhan


Ada kejujuran dimata Di..Farhan bisa melihat dan meraskan itu


"Terima kasih ya Di..maafkan mas yaa...Love you Di"


Akhirnya meraka pulang, masih ada banyak hal yang ingin Farhan tanyakan..

__ADS_1


" nanti aja kalau waktunya tepat, aku tanyakan secara baik baik" pikir Farhan"


**selaamat membaca


__ADS_2