POSESIF VS BUCIN

POSESIF VS BUCIN
BAB 77 Reuni SMA


__ADS_3

Hari ini Diana akan menghadiri reuni SMA yang diselenggarakan di sekolah.


"Sudah siap Di?, mau diantar atau berangkat sendiri?" tanya Farhan.


"Diantar boleh kalau mas gak sibuk."


Ini jawaban aman yang Diana berikan kepada suaminya. Karena Diana tahu itu bukan pertanyaan biasa melainkan perintah yang dibungkus seperti pertanyaan. Seandainya Diana menjawab berangkat sendiri akan menjadi masalah panjang.


"Kalaupun sibuk mas sempetin nganter, kalau pergi sendiri nanti disangkanya masih gadis !" goda Farhan.


"Lebay ahh !"


"Hahahhaa...." Farhan tertawa lepas.


"Tapi beneran loh mamah tuh gak keliatan sudah punya anak 3." Ami ikut menimpali obrolan orang tuanya.


"Tuhkan mah, apa kata ayah."


"Ayah sama anak sama-sama lebay !" Rutuk Diana.


Ami dan ayahnya tersenyum penuh arti.


Hari ini Diana tampil sporty mengenakan kaos seragam reuni berwarna dasar putih dengan tulisan berwarna biru dipadupadankan dengan celana blue jeans dan sepatu kets berwarna biru navy.


"Cantik banget istri mas." Goda Farhan setelah mereka berada diperjalanan.


"Nanti kalau sudah selesai acaranya kabari ya, mas dikantor saja hari ini.


"Siap mas, aku turun ya!" pamit Diana sambil mencium takjim tangan suaminya.


"Have fun ya Di, hati-hati jaga hati untuk mas."


Setelah mobil Farhan hilang dari pandangannya, Diana melenggang masuk ke gedung sekolah. Suasana sudah ramai, dilapangan tengah sekolah berdiri panggung kokoh nan megah dengan kursi berjajar rapih di depan panggung. Sebagian besar sudah terisi peserta reuni.


Setelah mengisi buku tamu undangan, Diana mencari sosok imelda dan Lina bestie nya waktu SMA.


"Diana..apa kabar ?" sapa seseorang di belakangnya.


Diana reflek membalikkan tubuhnya mengikuti arah suara yang menyapanya.


"Hai..Romi ya?" tanya balik Diana.


"Iya Di...long time no see ya." Ucap Romi.


Romi adalah sisa masa lalu yang tidak sempat diceritakan kepada Farhan.


Romi kaka kelas anak Sosial mantan Diana waktu duduk di kelas 2 SMA smester 1. Sementara Iwan anak fisik mantan pacar Diana waktu kelas 2 semster 2. Keduanya hanya cinta monyet tidak ada yang lebih.


"Kamu datang sendiri Di?" tanya Romi.


"Tadi di drop sama suami, sekarang lagi nunggu Imel dan Lina."


" Owh iya Di, kenalkan ini istri saya."


"Mah ini Diana adik kelas papah ." Ujar Romi kepada istrinya.


Diana dan istrinya Romi saling tersenyum dan berjabat tangan menyebutkan nama masing-masing.


"Di, sory telat..nungguin Imel nyamper nih lama banget!" ucap Lina yang tiba-tiba saja sudah berada disamping Diana.


"It's ok aku juga baru sampe, yuk cari tempat duduk!" ajak Diana.


Sementara Romi dan istrinya sudah pamit semenjak kedatangan Imel dan Lina.


Diana duduk di barisan kursi untuk angkatannya. Melepas kangen dengan teman-teman satu kelas dan satu angkatan membuat Diana happy. Apalagi bertemu juga dengan teman-teman team basket dan volly membuat pikiran Diana melayang kemasa lalu.

__ADS_1


Acara demi acara sudah dilewati seluruh peserta reuni. Foto bersama tiap angkatan sudah selesai. Acara terakhir adalah hiburan.


"Kepada seluruh team Basket angkatan 5 ,6 dan 7 yang begitu berjaya pada masanya, dimohon untuk berkumpul di belakang panggung." Pengumuman MC dari atas panggung membuyarkan lamunan Diana tentang masa lalu.


Diana termasuk angkatan 6 team basket pada masanya.


"Di, kamu denger gak pengumuman tadi ?" tanya Lina yang juga anggota team basket angkatan 6.


"Denger Lin." Jawab Diana singkat.


"Kita ikut kumpul yuk, palingan foto bersama saja." Ucap Lina.


Ada lebih kurang 20 orang anggota team basket yang kumpul. Selain foto bersama ternyata mereka akan melanjutkan pertemuan ini dengan makan siang bersama di rumah makan kampung asri yang berada di dekat danau yang terkenal di kota ini.


"Kamu ikutkan Di?" tanya seseorang yang tiba-tiba berada di samping Diana.


"Hei Wan...belum tahu nih, harus ijin sama suami dulu."


Ya laki-laki yang kini berada disamping Diana adalah Iwan.


"Kita ikut aja Di." Bisik Lina.


"Aku ijin mas Farhan dulu ya Wan, Lin." Ucap Diana sambil mengeluarkan ponsel dari tas nya.


Diana menelepon Farhan agak menjauh dari kumpulan anak basket.


"Assalamualaikum sayang, sudah selesai acaranya ?, mas jemput sekarang ya ?" tanya Farhan dari sebrang sana.


"Waalaikumsalam, acara pokok sudah selesai, sekarang lagi hiburan. Mas...hhmmm boleh gak aku ikut makan siang sama anak-anak team basket?" tanya Diana ragu.


"Makan siang dimana?"


"Di kampung asri."


"Itukan lumayan jauh tempatnya Di ?"


" Enggak gitu Di, maksud mas kamu pakai apa ke sana?"


"Bareng teman-teman lain ada 4 mobil yang mau pergi, Lina juga ikut !"


"Kapan berangkatnya ?"


"Ini lagi pada siap-siap, paling 10-15 menitan lagi mau pada jalan."


"Ya udah tunggu dulu di sana, kamu di anter sama Fikri aja, nanti pulangnya mas yang jemput."


Fikri adalah anggota mas Farhan dikantor yang masih bujangan, sering sekali mas Farhan disupiri Fikri kalau pergi kemana-mana urusan kantor.


"Gak enak dong mas dianter Fikri, inikan bukan urusan kantor, kalau gak diijinin aku gak ikut, gak apa-apa kok mas."


"Gak ada bantahan, tunggu sebentar Fikri mau jalan ke sana!"


"Ya udah, makasih ya mas."


"Iya sama-sama, hati-hati jangan nakal !"


" Iya mas Farhan Prasetyo, my posesif husband !" ledek Diana.


Sementara di kantor Farhan hanya bisa tersenyum mendapat julukan mr.posesif dari istrinya.


"Gimana Di bisa ikut kan? " tanya Iwan lagi setelah Diana kembali berkumpul dengan teman-teman team basket.


"Bisa Wan, tapi kalian duluan aja jalan. Aku dan Lina nyusul nunggu yang jemput dulu."


"Ya ampun Di, ini ada 4 mobil cukup kok kalau kalian gabung juga !" ucap Iwan.

__ADS_1


"Lanjut aja Wan, gak enak yang jemput udah deket kok."


"Ya udah sampai ketemu di sana ya, kita jalan duluan." Pamit Iwan.


"Ayo Lin, Mel kita nunggu yang jemput di depan. Sekalian kita ajak aja Imelda."


"Dudududuu Pak Farhan, segitu posesifnya sampai sang istri harus di anter jemput anggota segala." Goda Lina.


"Diem ah bawel, gak enak kalau orang lain denger!"


Imelda dengan senang hati turut serta ketika diajak oleh Diana untuk makan siang dengan anak-anak team basket.


Hanya selisih waktu 15 menit kedatangan Diana dengan teman-teman lainnya. Fikri langsung kembali ke kantor setelah mengantar Diana.


"Sudah sampai Di ?" pesan masuk dari Farhan.


"Sudah mas, baru saja sampai."


"Berapa orang yang ikut makan siang di sana ?" tanya Farhan


"Lebih kurang 20 orang."


"Nanti kamu yang bayar semuanya ya, pake aja uang yang di atm BC*!" perintah Farhan.


"Gak usah mas, Di malu kesannya jadi gimana gitu."


"Kamu bayar diam-diam aja ke kasir kalau sudah hampir selesai makan."


"Gak enak mas !" rajuk Diana.


"Gak ada penolakan, sesekali gak apa-apa kamu membahagiakan teman-teman!" perintah Farhan.


"Iya mas, makasih ya."


"Sama-sama, kabari mas kalau udah selesai makan siangnya, Nanti mas jemput ke sana !"


"Woii main ponsel aja." bisik Lina.


"Lagi bales pesan dari mas Farhan." Ucap Diana.


"Kamu beruntung banget Di, begitu dicintai oleh suami kamu.Pokoknya rumor yang selama ini mengatakan polisi tuh galak, gak setia terbantahkan oleh sosok Mas Farhanmu." Ucap Lina pelan.


Makanan sudah dihidangkan dimeja masing-masing. Sebelum mulai makan Iwan mengajak semua untuk berdoa dulu.


Makan siang yang seru diseliingi canda tawa bernostalgia tentang masa lalu di lapangan basket.


"Di, itu Iwan lirik-lirik terus kamu!" bisik Lina.


"Udah sih biarin aja, anggap aja gak tahu!" ucap Diana.


Waktu menunjukkan pukul 15.00 WIB, acara makan siang dan kumpul-kumpul anak basket sudah selesai. Agenda selanjutnya tiap 2 bulan sekali anggota team basket 3 angkatan ini akan mengadakan pertemuan rutin untuk menyambung tali silaturahmi. Hari itu juga langsung dibuat grup Whatsappnya.


Iwan berjalan ke arah Diana setelah sebelumnya ke meja kasir.


"D, kok jadi kamu yang traktir sih ?" tanya Iwan merasa tidak enak hati.


"Gak apa-apa Wan sesekali aja!"


"Terima kasih banyak, sampaikan salam untuk komandan." Ujar Iwan.


"Sama-sama Wan, aku jalan duluan ya."


Farhan sudah menunggu Diana di parkiran. Dari jauh Farhan melihat interaksi istrinya dengan Iwan.


******

__ADS_1


Jreng jreng...akankah ada interogasi nanti malam?....Ikuti terus kisahnya ya readers🥰🥰


__ADS_2