
Waktu sudah menunjukan pukul 15.30 , Diana baru saja tiba di rumah setelah fiting kebaya akad nikah.
"Mas langsung ke kantor ya Di !', pamit Farhan.
"Ok mas, hati-hati ya."
Malam harinya diruang keluarga Diana dan mamahnya sedang membuat list undangan.
"Dari sekarang mulai di list Di siapa saja yang akan di undang, mumpung masih ada waktu beberapa bulan lagi. Dimulai dari keluarga besar kita, kerabat, teman-teman kamu, kenalan mamah dan papah, terutama tetangga jangan sampai ada yang terlewat."
"Iya mah."
"Mamah hanya akan mengundang rekan-rekan guru di sekolah dan mungkin beberapa kenalan diluar lingkungan sekolah. Rekan-rekan almarhum papah juga paling hanya beberapa orang saja yang akan diundang. Yang paling utama adalah keluarga dan tetangga."
"Siap mah, Di buat list nya dulu nanti tolong dikoreksi ya !."
****
Hari ini Diana sedang berada di sebuah perusahaan garmen yang terletak dikawasan industri kota kelahirannya.
Dua hari yang lalu Diana mendapatkan Email pemberitahuan untuk datang ke perusahaan ini melaksanakan wawancara lanjutan.
"Di, sudah sampai ?, maaf ya mas gak bisa mengantar." Pesan masuk dari Farhan.
"Sudah mas, 15 menit yang lalu..iya gak apa-apa."
"Kalau sudah selesai kabari ya, mudah-mudahan mas bisa jemput."
"Iya mas."
Hanya ada 2 orang yang akan melaksanakan wawancara hari. Diana masih menunggu untuk dipanggil.
Beberapa menit kemudian Diana dipanggil untuk masuk ke ruangan yang tidak jauh dari tempat Diana menunggu.
Setelah hampir 1 jam berada diruangan tersebut Diana akhirnya keluar dengan wajah ceria dan perasaan lega.
"Alhamdulillah ya Alloh akhirnya diterima bekerja disini, mulai senin depan sudah masuk kerja. Aku harus segera memberi kabar mamah dan mas Farhan." Bathin Diana.
Diana mengambil ponsel di dalam tasnya, kemudian mengirim pesan kepada mamahnya dan Farhan, memberi kabar yang membahagiakan ini kepada orang-orang yang disayangi oleh Diana.
"Alhamdulillah Di..selamat ya mamah bangga sama kamu."
"Makasih ya mah."
Ddrttt..ddrttt
Ponsel Diana berdering, nada dering khusus yang menandakan telepon masuk dari Farhan.
"Assalamualaikum mas...."
"Waalaikumsalam Di...Selamat ya sayang, proud of you...semoga berkah ya..."
"Terima kasih ya mas support nya selama ini...."
" Iya sama-sama Di...sekarang masih disana ?, tanya Farhan.
__ADS_1
"Iya, lagi dikantin mau nelepon mang Ujang minta di jemput."
"Gak usah telepon mang Ujang, mas aja yang jemput."
" Gak apa-apa sama mang Ujang saja, mas kan lagi kerja."
"It's Ok Di, mas baru selesai briefing nanti ada kegiatan lagi jam 14.00 WIB, mas on the way ya, tunggu dikantin jangan kemana-mana!."
"Ok mas, hati-hati ya!."
Waktu menunjukan pukul 10.15 WIB. Diana menungu Farhan dikantin perusahan ditemani segelas es jeruk.
"Di, mas sudah diparkiran!." Pesan masuk dari Farhan.
"Ok mas, aku kesana sekarang."
Di dalam mobil, sekali lagi Farhan memberikan selamat pada Diana. Ada sikap berbeda yang Diana lihat dari Farhan.
"Mas kenapa ?," tanya Diana.
"Kenapa gimana Di?."
"Kayak gak bersemangat gitu..!."
"Gak apa-apa Di, mungkin karena tadi apel pagi kelamaan, jadi agak lemes aja!"
"Harusnya gak usah maksain jemput, aku bisa dijemput mang Ujang."
"Udah gak apa-apa Di, mas seneng kok bisa jemput kamu !."
Diana tahu ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Farhan. Diana mengenal Farhan bukan satu atau dua bulan, jadi sangat hafal dengan segala sifat Farhan.
"Iya mas."
Dalam waktu 20 menit mereka sudah tiba di rumah Farhan.
Setelah selesai berganti baju, Farhan menghampiri Diana yang sedang duduk di sofa ruang tamu.
"Mas..kenapa sih kayak lagi mikirin sesuatu?," tanya Diana.
"Enggak Di...agak lelah aja semalem tidur larut banget main PS sama Andre."
Farhan lebih banyak memainkan ponselnya walaupun ada Diana disisinya. Wajahnya terlihat datar, Diana tidak mau memaksa Farhan untuk bercerita walaupun merasa kesal juga.
"Ya udah, kalau gak mau cerita aku pulang dulu ya, mas istirahat dulu masih ada waktu sampe jam 2 nanti, aku pake taksi online saja !"
Diana bangun dari sofa.
"Mau kemana ?," tanya Farhan sambil menarik pelan tangan Diana.
"Pulang dulu, biar mas bisa istirahat!."
"Duduk Di !!." Perintah Farhan dengan tatap mata penuh harap.
Diana akhirnya duduk kembali. Farhan kembali fokus dengan ponselnya.
__ADS_1
"Mas...ada apa sih ?, aku mau pulang gak boleh tapi disini juga di diemin kayak gini !." Diana meninggikan suaranya.
Sementara Farhan tetap diam saja dan fokus bermain ponsel.
"Aku pulang !!." Pamit Diana sambil berdiri bangun dari sofa.
"Duduk Diana !!." Perintah Farhan sambil kembali menarik tangan Diana.
Diana duduk kembali dengan wajah yang ditekuk menahan marah.
Tiba-tiba Farhan berjongkok di depan Diana, meraih jemari Diana mengelusnya dengan lembut.
"Di, liat mata mas !!."
Diana tetap menundukkan wajahnya karena masih kesal.
"Diana...liat mata mas!!."
Kemudian dengan rasa malas Diana menatap kedua bola mata Farhan.
"Jawab jujur ya Di, tadi pagi berangkat dengan siapa ke perusahaaan itu ?, dari tadi mas nunggu kamu cerita jujur, didiemin gak ngerti aja !."
Diana terkejut, baru menyadari Farhan mengetahui dengan siapa tadi pagi berangkat. Sebenarnya tidak ada maksud berbohong, Diana hanya malas ribut saja dengan Farhan. Lagian tadi pagi awalnya mau dianter sama mang Ujang, tapi entah bagaimana tadi pagi pada saat Diana duduk di teras rumah menunggu mang Ujang memanaskan mobil papah, tiba- tiba ada mobil berhenti di depan rumah. Ternyata Iwan yang turun dari mobil.
"Maaf mas..aku gak bermaksud bohong, tadi pagi aku ikut sama mobilnya Iwan. Pagi tadi Iwan lewat depan rumah pada saat aku sedang menunggu mang Ujang memanaskan mobil, katanya sih pulang mengantar mamahnya ke rumah saudaranya yang kebetulan satu arah dengan rumahku."
"Kenapa kamu dianter sama dia ?,janjian karena aku gak bisa nganter?." Tanya Farhan dengan Suara agak tinggi.
"Gak gitu mas, tadi pagi Iwan bertanya karena melihat aku berdandan rapih, yaa aku bilang apa adanya mau wawancara di perusahaan garmen kawasan industri. Ternyata dia sekarang bekerja di perusahaan otomotif dikawasan industri itu juga, jadi ngajak berangkat bareng, kebetulan kata mang Ujang mobil papah harus lama dipanasinnya karena sudah lama gak dipakai. Aku takut terlambat mas, makanya menerima ajakan Iwan untuk berangkat sama dia !."
"Diana...kamu tahu kan mas gak suka kamu dekat-dekat dengan laki-laki lain apalagi dia mantan pacar kamu !!."
"Mas, aku gak punya niat bohong cuma numpang aja karena satu arah. kebetulan saja !."
"Alesan saja, jangan naif Di !".
Farhan melepas kasar jemari Diana, kemudian berdiri sambil mengacak kasar rambutnya.
Diana ikut berdiri, mereka berhadapan dengan jarak yang begitu dekat.
"Maafkan aku ya mas, maaf kalau menyakiti perasaan kamu, aku gak punya perasaan apa-apa sama Iwan. Just Friend !!."
"Tapi dia mantan kamu Di, mas cemburu , mas merasa gak berarti apa-apa buat kamu pada saat pacar mas diantar laki-laki lain !!."
"Kebetulan saja mas..please percaya !."
"Tapi laki-laki itu akan beranggapan lain Diana !"
"Kamu gak bertanya dari mana aku tahu kamu dianter dia?, nih lihat status Instagramnya dia tadi pagi yang di unggah jam 09.00 WIB !."
"Pagi yang Indah,bersama wanita masa laluku...Di, Always waiting for you."
Caption yg ditulis Iwan disertai foto tangan seorang wanita dengan jam tangan dan cincin yang melingkar dijari manisnya. Farhan sangat tahu tangan siapa itu.
"Apa coba maksud laki-laki itu ?."Farhan tidak bisa menahan emosinya. Dia menonjok dinding ruang tamu rumahnya.
__ADS_1
Diana hanya bisa diam menghadapi Farhan yang sedang emosi. Dia tidak menyadari kapan Iwan mengambil foto itu.
*****