POSESIF VS BUCIN

POSESIF VS BUCIN
BAB 53 Cemburu lagi...


__ADS_3

Punggung tangan Farhan terluka, akibat menonjok dinding. Farhan duduk kembali di sofa.


Diana mengobati luka di punggung tangan Farhan dengan memberi betadine.


"Maafkan Di ya mas, Di gak akan mengulangi lagi."


"Apa nama perusahaan tempat dia bekerja ?, nanti sore mas harus bertemu dia !!." Suara Farhan tinggi dengan wajah merah dan rahang mengeras.


"Mas..tenangkan diri dulu, percaya sama aku..kita udah mau nikah...masa mau berantem terus ?!."


"Karena kita mau nikah, dia harus tahu Di...apa dia gak lihat cincin di jari kamu?, sekarang kamu bekerja di kawasan yang sama dengannya, pasti dia akan selalu mencari cara untuk bisa berangkat dan pulang kerja bareng kamu, dengan alasan satu arah !!."


"Mas...aku pasti menolak !!."


"Aku tahu kamu Di...kamu orangnga gak enakan gampang sekali percaya sama kebaikan orang. Sementara aku gak mungkin bisa antar jemput kamu tiap hari !!."


"Aku nanti kerjakan bawa motor sendiri !!."


"Pokoknya nanti sore aku harus ketemu dia..apa nama perusahannya Di ?."


"Aku gak tahu mas..!!"


"Jangan bohong Di, pasti tadi pagi diperjalanan kamu ngobrol sama dia, gak mungkin kamu gak tahu nama perusahannya!!."


"Mas..aku gak suka kekerasan!."


"Siapa yang mau melakukan kekerasan ?, aku cuma mau dia tahu bahwa kita akan segera menikah dan aku mau dia gak mendekati kamu lagi. Gak masalah kalau kamu gak mau menyebutkan nama perusahaannya, aku bisa cari sendiri !!."


"Mas..tenang, istigfar, percaya sama aku...kejadian tadi pagi tidak akan terulang lagi. Aku tidak akan pernah berangkat sama dia lagi apapun alasannya, dia juga belum tahu kok kalau aku diterima kerja disana, dia hanya tahu tadi pagi aku ada wawancara diperusahaan itu.!"


Farhan menarik nafas panjang, dan membuangnya dengan kasar.


"Please tahan emosi, aku minta maaf kalau itu menyinggung perasaan mas."


Diana menggenggam jemari Farhan dengan erat.


"Lihat mata aku, apa mas lihat kebohongan dimataku?," tanya Diana.


Farhan merubah posisi duduknya menghadap kepada Diana, kemudian mengangkat wajahnya menatap dua bola mata Diana.Jari mereka saling mengelus mengalirkan kekuatan cinta satu sama lain.


Tiba-tiba Farhan memeluk erat tubuh Diana.


"Di, mas gak mau kehilangan kamu..mas takut kalau kamu dekat sama laki-laki lain!."

__ADS_1


"Aku tidak akan meninggalkan kamu mas, kita mau menikah, tolong percaya sama aku, seperti halnya aku sangat mempercayai kamu !?"


"Iya Di, maafkan mas ya, maafkan mas yang selalu posesif. Mas sebenarnya sadar tidak seharusnya membatasi interaksi kamu dengan siapapun, apalagi kalau kamu bekerja tidak mungkin menghindari interaksi dengan lawan jenis, tapi kadang ego mas terlalu tinggi, kadang merasa insecure denga sifat kamu yang supel.Tolong kurangi ya ramah sama orang. Berani untuk berkata tidak, jangan selalu gak enakan sama orang lain. Mas tahu sifat laki-laki, kalau ada perempuan yang bersikap seperti kamu pasti akan baper."


"Berarti mas pernah baper sama cewek lain ya ?." Goda Diana


mereka melerai pelukannya.


"Ya enggaklah, mas gak punya teman cewek yang seperti kamu. Kamu tuh ramah, supel,smart, good looking. Kalau ngobrol sama kamu tuh asyik, menarik membuat lawan bicara betah ngobrol lama-lama !."


"Itu kan penilaian mas, karena mas pacar aku !!."


"Gak juga..Andre menilai kamu begitu, Rangga teman mas yang baru beberapa kali bertemu kamu juga sama menilai kamu begitu. Bahkan Fera yang jelas-jelas perempuan aja mempunyai penilain yang sama dengan mas dan Andre !!."


"Iya Ok..aku akan berusaha mengontrol sikap aku terutama kepada lawan jenis !!, puas mas ?."


"Di..jangan merasa terpaksa !."


"Ya enggak terpaksa, memang seharusnya begitu, apalagi sebentar lagi aku akan menjadi seorang istri. Ada hati dan perasaan yang harus selalu aku jaga !, yang penting mas mengijinkan aku bekerja, ridho aku bekerja ! "


"Insya Alloh mas ridho, asal kamu bisa membagi waktu dengan baik !."


Farhan menarik kembali tubuh diana, mencium keningnya kemudian bergeser bergantian mencium kedua pipi Diana, berakhir ******* lembut bibir Diana.


"I Love you Di..", bisik Farhan lembut di telinga Diana.


"Hhhmmm..ngeledek ya..tapi suka kan kalau aku posesif?," tanya Farhan setelah melepas pelukannya.


"Kadang suka, kadang enggak !." Jawab Diana.


"Jaga diri baik-baik ya kalau nanti mulai kerja, jangan macem-macem, jangan nakal, kerja yang baik !."


"Siap mr.posesif ."


"Di, mas lagi ngomong serius !."


"Aku jawab serius juga !!"


"Jangan lupa follow up persiapan pernikahan kita, komunikasi terus sama pihak WO !!"


"Iya mas, report terakhir persiapan sudah 70%."


"Gedung, catring ,MUA, Baju pengantin, seragam keluarga inti,seragam panitia, susunan acara mulai dari akad nikah, upacara adat, hiburan semua sudah diatur dan ditangani pihak WO. Aku sudah kasih DP semuanya lewat WO, karena kita kan mengambil paket all in one biar gak capek, " lapor Diana kepada Farhan.

__ADS_1


"Ok mas percayakan sama kamu semua nya, jadi yang belum apa saja?." Tanya Farhan.


"Souvenir lagi milih-milih, masih galau..hehe. Undangan sedang disusun list nya. Mas juga bikin list dari sekarang biar gak ada yang terlewat."


"Mas minta 50 lembar aja undangannya, paling yang diundang hanya atasan beserta semua anggota satfung, kapolres, waka polres beserta Para PJU. Dari luar paling hanya beberapa kenalan saja yang akan mas undang. Dari keluarga mas paling sekitar 20 orang saja. Bapak nanti akan membuat syukuran sendiri di Jawa kira-kira satu mingglu setelah acara disini."


"Ngunduh mantu mas?,pesta lagi?." Tanya Diana penasaran.


"Enggak Di cuma syukuran kecil-kecilan saja sambil mengadakan pengajian mengundang para tetangga dan beberapa kenalan bapak." Farhan menjelaskan kepada Diana.


Waktu menunjukan pukul 13.00 WIB.


"Aku pulang ya mas...", pinta Diana.


"Sebentar mas sholat duhur dulu, sebelum ke kantor mas anter dulu kamu!."


"Iya mas...."


"Mau sholat disini juga ?. Eeh tapi gak ada mukena, mukena punya Fera masih di asrama."


"Aku lagi gak sholat mas, libur udah 3 hari.".


"Oh ok, wait ya ..mas gak akan lama !"


Akhirnya Diana tiba di rumah pukul 13.40. Tadi mampir dulu beli bakso beberapa bungkus untuk Diana dan anak istrinya mang Ujang.


"Mas langsung ke kantor ya Di, salam buat mamah ."


"Iya mas hati-hati, nanti Di sampaikan salam nya untuk mamah."


"Baru pulang neng." Tiba-tiba mang Ujang sudah berada dibekakang Diana


",Astagfirulloh mang bikin kaget saja !." pekik Diana.


"Makanya jangan diliatin terus, orang mas Farhannya sudah jauh gitu ..hehhe," goda mang Ujang.


"Mnag Ujang bisa aja, ini ada bakso buat Ny. Ujang...Wkwkwkww", Diana balik menggoda mang Ujang.


"Hatur nuhun neng...".


"Sisakan 1 bungkus buat aku ya mang, mau tidur siang dulu nanti makannya sore bangun tidur..mamah belum pulangkan?."


"Siap neng..belum pulang, biasanya kalau hari kamis gini jam 15.00 WIB baru minta dijemput."

__ADS_1


Diana langsung masuk ke kamarnya untuk berganti pakaian dilanjutkan tidur siang.


*****


__ADS_2