POSESIF VS BUCIN

POSESIF VS BUCIN
BAB 27 Lepaskan Aku...


__ADS_3

Di dalam mobil kedua nya membisu, Farhan menjalankan mobil dengan kecepatan cukup tinggi . Seperti biasa Lembang akan menjadi tujuan Farhan pada saat jalan berdua bersama Diana Di Bandung


"Mas pelan-pelan bawa mobilnya...aku takut" akhirnya Diana membuka suara


Farhan hanya melirik Diana. Terlihat oleh Diana Farhan sedang marah...


" tumben gak meledak-ledak, gak menginterogasi...hanya diam dan menjalankan mobil kecepatan tinggi dengan wajah memerah dan rahang mengeras" bathin Diana


"Aku gak boleh ngomong kasar, gak boleh bentak-bentak Diana" racau hati Farhan.


Tiba di sebuah tempat wisata kebun pinus Lembang, Farhan memarkirkan mobil nya.


"Turun Di...kita cari tempat duduk yang nyaman" perintah Farhan


Diana turun dari mobil, kemudian berjalan mengikuti Farhan dari belakang.


"Dianaa....Siapa laki-laki itu" tanya Farhan dengan suara pelan setelah mereka duduk di salah satu gazebo yang berada disana.


"hhmmmm....apaa mas akan percaya kalau aku jelaskan dengan jujur" Diana balik bertanya


"Mas perlu jawaban..bukan pertanyaan lagi"


"Namanya Pa Adrian..beliau asmen marketing di perusahaan tempat aku magang. Tadi tidak sengaja bertemu di cafe karena sama- sama makan siang.,akhirnya kami ngobrol masalah pekerjaan, dicafe pak Adrian juga membawa dua anak buah nya, hanya saja 15 menit sebelum mas melihat aku dan pak Adrian keluar cafe anak buah Pak Adrian sudah berangkat lagi menemui klien " Diana menjelaskan panjang lebar, ada sedikit kebohongan tentang dua anak buah Pak Adrian yang sebetulnya tidak ada di cafe. Diana berpikir biar Farhan gak terlalu marah.


" Tatap mata mas Dii....kamu bohongkan?...Siapa Dia Diana Prameswari"


"Aku gak bohong mas...."


"Mana ponsel kamu" pinta Farhan


"Gawat..aku baru menyimpan nomor ponsel Pak Adrian pada saat dicafe tadi" racau Diana dalam hati sambil menyerahkan ponselnya kepada Farhan.


"Owhh sudah saling bertukar no ponsel rupanya...Pak Adrian Asmen marketing" lirih Farhan sambil menggelengkan kepalanya.


" Iya mas..itu tadi beliau meminta nomor ponselku...hanya untuk kepentingan pekerjaan"


"Diaana kamu magang di HRD..bukan di marketing" bentak Farhan mulai tidak bisa mengontrol emosinya.


Untungnya gazebo ini berada agak dipojok, tidak dilewati orang yang berjalan-jalan, ditambah ada hingar bingar suara music di panggung utaama tempat wisata ini, jadi tidak akan ada yang mendengar kalau Farhan sedangmarah dan membentak-bentak Diana

__ADS_1


"Kamu bodoh beneran atau pura-pura bodoh sihh Dii.?...itu modus dia untuk bisa mempunyai nomor ponsel kamu...aku lelaki faham betul dengan modus- modus seperti itu".


Mata Diana mulai berkaca-kaca, ini lah Farhan sebentar berbicara lembut, sebentar bentak-bentak, seperti seorang berkepribadian ganda..psikofat.


"Jadi semalem kamu diantar pulang sama Dia ke tempat kost ?..makan malam dulu?..berduaan lagi dengan laki-laki lain di dalam mobil?


"Stopp mass...cukup menuduh tanpa bukti...semalem aku pulang pake taksi online, pukul 18.00 WIB aku udah ditempat kost, kalau mas gak berkenan aku menyimpan nomor kontak laki-laki, silahkan blokir semua" Diana berbicara sambil meneteskan air mata..


"Diana...mas gak mau kehilangan kamu, mas gak mau ada sedikitpun peluang bagi laki-laki lain untuk mendekati kamu" suara Farhan melunak.


"Bukan begini caranya..kasih aku kepercayaan" jawab Diana


" Tapi dulu kamu mengkhianati kepercayaan mas bersama Aldo"


"Selalu mengungkit masa lalu...aku sama Aldo tidak ada hubungan apa-apa mas..berapa kali harus aku jelaskan"


"Tapi kamu makan malam berdua, didalam mobil berduaan..apa itu namanya Diana?" Farhan berbicara pelan tapi penuh penekanan.


" Mas sudah..aku capee..ok aku salah..maafkan aku..sekarang apa mau mas?...."


"Minta maaf gampang...tapi mas kecewa, merasa dibohongi"


"Tidak ada chat mesra...tapi kamu makan malam, jalan, berduaan dalam mobil."


'"Ok mas..ok...beribu-ribu kata keluar dari mulutku untuk menjelaskan untuk minta maaf, tetapp aku salah menurut mas...selalu mengungkit-ngungkit masa lalu...aku cape FARHAN PRASETYO!!....kalau aku salah, aku mengkhianati kamu...LEPASKAN AKU !! ....kasian kamu juga pasti cape, gak tenang dengan segala kesalah dan kekurangan aku...lepaskan saja...aku terlalu ramah sama laki-laki, aku terkesan selalu memberi harapan kepada laki-laki lain kata mas dulu...so, untuk apa kamu bertahan mas"


" Dianaaa...apa maksud kamu? ..mas kan gak bilang cape mas kan hanya ingin kamu jujur tentang siapa laki-laki itu..kenapa jadi ngomomg kemana-mana?"


"Aku yang cape... mas gak berubah...posesif dan speerti seorang psikopat"


"Dianaaaa....mas mencintai kamu, gak mau kehilangan kamu...ok.ok mas salah kalau emosi mas suka bentak-bentak kamu...tapi mas selalu minta maafkan pada akhirnya?"


"Minta maaf dan mengulanginya lagi...begitu terus ...sampai kapan mas?...mas harus tahu bahwa cara mas mencintai aku tuh salah!!...dulu sifat posesif mas tuh membuat aku merasa sangat dicintai..dulu aku tersanjung mas....tapi sekarang menjadi terasa berlebihan"


"Diana..maafkan mas...mas cemburu, mas merasa insecure"


"Kenapa insecure..??..mas ganteng, mas sudah bekerja, seorang polisi yang banyak diidam-idamkan wanita diluar sana...dimana letak rasa tidak percaya diri nya mas?"


Farhan meraih jemari Diana, ada air mata yang berusaha ditahannya

__ADS_1


"Mas...aku tahu mas begitu mencintai dan menyayangi aku, mas baik, mas memanjakan aku, menjaga aku, selalu ada waktu buat aku....tapi mas terlalu mencintai aku sehingga salah mendeskripsikan cinta..menurut mas cinta itu harus membatasi dunia luar pasangannya, cinta itu hanya ada aku dan kamu, cinta itu harus membuat pasangan kita terikat..bukan itu mas..cinta itu saling percaya, saling menjaga, saling menghargai...kalau mas begini terus..mas sendiri juga tersiksa, gak tenang, gak percaya diri"


Diana berbicara panjang lebar, sementara Farhan hanya Diam.


"Aku mencintai dan menyayangi mas apa adanya....padahal dulu masa lalu mas gimana ??....nakal , playboy, minuman keras. ..aku tahu semua itu tanpa mas cerita !! Tapi aku berusaha percaya, menghargai bahwa itu hanya masa lalu, percaya bahwa mas akan berubah..dan alhamdulillah karena segala kepercayaan yang aku berikan, mas benar-benar berubah...jadi aku tenang, easy going menjalani hubungan ini.


Farhan masih menahan bulir bening dimatanya, menghapus dengan tangannya


"Sekarang biar kita sama-sama tenang..lepaskan dulu aku mas, introspeksi diri...apakalh aku baik untuk mas?...silahkan bandingkan dulu dengan wanita-wanita lain diluar sana..karena kamu berhak mendapatkan yang terbailk....toh selama ini mas belum pernahkan menjalin hubungan serius dengan wanita lain? ...coba dulu mas, siapa tahu memang kenyamanan kamu dengan wanita pendiam, wanita yang tidak mempunyai nomor kontak laki-laki lain...yang tidak mempunyai aktivitas lain selain hanya menemani kamu....aku juga haru instropeksi diri ...jangan hubungi dulu aku, jangan bertemu dulu. Kalau mas sanggup berarti mas bisa tanpa aku. .kalau mas gak sanggup berarti cara mas mencintai aku harus dirubah"


" Dianaa....mas gak akan sanggup gak bertemu kamu..gak menghubungi kamu*


"kita cobaa dulu mas....biar kita sama-sama bisa mengukur perasaan masing-masing...aku juga akan mencoba membuka hati untuk laki-laki lain"


"Dii...bagaimana kalau kamu benar-benar jatuh cinta sama yang lain?.


"Gak usah berandai-andai dulu kita coba saja dulu 1 bulan kedepan gak ada pertemuan, Gak ada telepon dan gak bertukar pesan...kita pulang mas!!"


Farhan menarik nafas dan membuangnya dengan kasar


"Baiklah Dii, kalau ini mau kamu...mas akan coba, mas belajar menghargai keinginan kamu....mudah-mudah setelah ini mas khusus nya bisa menjadi pribadi yang lebih baik...jaga dirimu baik-baik...mas anter kamu pulang ke tempat kost dulu!!"


"Gak usah mas...kelamaleman nanti mas pulangnya...aku pake taksi online saja ..mas tinggal turun melanjutkan perjalanan pulang."


Ya Tuhan Dii....harus sampai begini yaa...??, sebenci itu kamu sama mas??, sampai gak mau dianter pulang ke tempat kost?...Mana mungkin mas membiarkan kamu pulang sendiri !!"


"terserah mas...kalau gak merepotkan silahkan antar aku!!"


"Diana...secepat ini perasaan kamu berubah,,,,apa arti 3 tahun kebersamaan kita?" bathin Farhan.


Pukul 19.30 WIB tiba di tempat kost Diana.


"Makasih mas..hati-hati dijalan !!"


"Sama-sama Dii....mas jalan yaa, jaga diri Dii".


Diana langsung masuk tanpa menoleh lagi ke arah Farhan .


****

__ADS_1


__ADS_2