
"Aku ingin menjadi mimpi indah
dalam tidurmu,
Aku ingin menjadi sesuatu
Yang mungkin bisa kau rindu."
Alunan lagu Dealova menemani perjalanan mereka.
"Pijitin tengkuk mas Di, pegel banget." Pinta Farhan.
"Gantian nyupirnya 1 jam saja, biar mas istirahat !" ucap Diana sambil memijit lembut tengkuk suaminya.
"Gak usah, mas masih kuat. Biar seger aja dielus-elus sama kamu." Goda Farhan.
"Nanti keenakan malah gak fokus loh mas !"
"Keenakan apa ?" lirih Farhan.
"Keenakan dipijitin!" ujar Diana sambil menarik tangannya dari tengkuk Farhan.
"Kok berhenti sih Di?"
"Pegel mas tangannya!"
"Ya udah tidur saja, biar nanti sampai rumah seger gak ngantuk. Inget ada hukuman sampai subuh!"
"Mas, emang gak capek ya udah nyetir berjam-jam, masih kepikiran menghukum aku juga?"
"Gak lah, justru itu obat capek. Sesudah sholat subuhkan bisa tidur lagi sekitar 2 jam."
"Dasar mesum!" lirih Diana.
"Tapi kamu suka kan?"
"Gak !"
"Yakin ?"
Mereka tertawa bersama.
"Gitu dong, jangan cemberut terus, kayak lagi sariawan aja!" goda Diana.
"Kamu hutang penjelasan sama mas!"
"Penjelasan apa ?"
"Foto-foto yang jadi status WA kamu, foto profil kamu. Apa maksudnya?"
"Gak ada maksud apa-apa. Semalem lagi kesel aja sama mas!"
"Kesel atau cemburu ?"
"Kesel !"
__ADS_1
"kamu mah emang gak pernah cemburu, mas aja yang suka cemburu!"
"Aku mau tidur dulu mas, sebentar saja!" ucap Diana mengalihkan obrolan.
Diana menurunkan sandaran kursinya. kemudian memejamkan matanya.
Farhan menarik nafas dalam, kemudian menghembuskannya perlahan.
"Entah kenapa aku begitu mencintai kamu Di, rasanya jatuh cinta berkali-kali sama kamu." Bathin Farhan sambil menatap istrinya sekilas.
Tepat pukul 22.00 WIB mobil Farhan sudah memasuki kota Bandung. Tujuan pertama pondok pesantren Maya putri keduanya.
Tiba disana Diana menurunkan 3 kotak kardus berukuran sedang untuk wali kelas Maya, pembimbing kamar Maya dan juga untuk Maya sendiri. Masing-masing sudah diberi nama penerimanya. Tidak lupa juga satu paper bag ukuran sedang yang berisi makanan Diana berikan untuk bapak-bapak securiti.
Kemudian melanjutkan perjalanan ke tempat kostnya Ami.
Tepat pukul 11 sudah tiba di depan tempat kost Ami.
Diana dan Farhan turun dari mobil berjalan menuju kamar Ami setelah mendapat ijin dari penjaga kostan.
"Mbak Ami apa kabar sayang?, gimana Ospeknya lancar ?" tanya Diana setelah berada di kamar putrinya sambil duduk lesehan di atas karpet.
Ami memeluk ayah dan mamahnya bergantian.
"Alhamdulillah kabar baik. Ayah, mamah sehat ?, adek mana ?" tanya Ami.
"Alhamdulillah sehat, adek tidur di mobil. Mamah sama ayah gak bisa lama-lama ya. Besok adek sekolah, ayah juga harus kerja."
"Iya gak apa-apa mah, minggu depan mbak pulang, nanti aja ya cerita tentang Ospek nya di rumah.
"Yah, ambil dulu pesanan mbak Ami di bagasi!" perintah Diana kepada Farhan.
"Banyak banget oleh-olehnya mah."
Buat ngemil bareng-bareng teman kost. Besok pagi kirim juga makanan ke ibu kost ya. Abon 1, bakpia 2 kotak sama kripik usus 1.
"Iya mah, makasih ya."
"Sama-sama mbak, mamah pulang dulu ya sudah malam." pamit Diana.
"Ayo yah." Ajak Diana kepada suaminya yang sejak tadi menunggu di luar sambil menghisap rokok.
"Ayah pulang ya, baik-baik di sini. Kuliah yang benar, udah masuk kamar saja, gak usah mengantar ke luar udah malam !!" perintah Farhan.
"Iya yah, hati-hati ya. Kabari kalau sudah sampai rumah."
Waktu menunjukkan pukul 00.10 WIB ketika mereka tiba di rumah.
Farhan memindahkan dulu Radith ke kamarnya di atas.
"Langsung bersih-bersih aja Di, bongkar bagasi besok saja !" perintah Farhan.
Farhan dan Diana sudah berada di tempat tidur setelah membersihkan diri dan berganti pakaian.
"Itu kopi nya mas di atas meja."
__ADS_1
"Iya makasih ya, masih panas. Pegel pinggang Di seharian nyetir !"
"Ya udah istirahat biar besok bangun tidur seger!"
"Mau hukum kamu dulu, baru tidur !" ucap Farhan sambil mengungkung tubuh Diana.
"Berat mas, turun ihh!"
Wangi maskulin menguar dari tubuh Farhan.
"Laki-laki ini tubuhnya selalu wangi. Di usia 50 tahun terlihat semakin seksi dan ganteng, pantes aja wanita di luar sana banyak yang mengagumi kamu." guman hati Diana.
Farhan menggeser tubuhnya ke samping, membawa kepala Diana bersender di dada nya.
Farhan memainkan rambut istrinya yang wangi.
Diana memeluk erat tubuh suaminya sambil menghirup wangi tubuhnya
"Mas..."
"Hhhmmm."
"Wangi banget sih. Mulai besok gak usah wangi begini kalau mau ke kantor atau kemanapun. Kalau pergi sama aku baru boleh wangi." Rajuk Diana.
"Iya inikan wanginya sama kamu di atas tempat tidur."
"Iya tapi kalau ke kantor juga mas wangi !"
"Kalau ke kantor gak pake parfum nanti bau dong!" goda Farhan sambil mengecup kening istrinya.
"Pake sedikit aja." Ucap Diana kesal sambil membalikkan tubuhnya membelakangi Farhan.
"Iya-iya, ke kantor pake deodorant aja, Kamu juga gak boleh sewangi ini kalau keluar rumah ya !"
"Iya, pake parfum sedikit aja ya?" pinta Diana.
"Iya...sini dong, gak boleh loh tidur membelakngi suami."
"Gak mau..kesel !"
"Kok kesel, kamu yang punya salah, mas mau hukum kamu !"
Farhan memeluk Diana dari belakang. Memeluk erat tubuh wanitanya yang membuat dia jatuh cinta berulang kali.
Diana merubah posisi tidurnya menjadikan pangkal lengan kiri suaminya sebagai bantal.
Posisi yang berhadapan, mengikis jarak diantara mereka.
Mau jelasin sekarang atau dihukum dulu ?" tanya Farhan dengan suara parau dan tatapan penuh damba.
"Mau tidur dulu, ngantuk !" goda Diana.
Farhan mengecup bibir ranum Diana, kemudian ********** lembut.
Dini hari yang panas di kamar mereka. Sepasang suami istri di usia pernikahan yang sudah 19 tahun seolah tidak memberi celah sedikitpun bagi orang lain untuk masuk dan merusak kebahagiaan mereka.
__ADS_1
Jatuh cinta berulang kali itu yang seringkali terucap dari mulut sang suami yang begitu bucin dan posesif kepada istrinya.
******