POSESIF VS BUCIN

POSESIF VS BUCIN
BAB 56 Kerja Bakti


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 20.30 WIB. Diana masih berada di rumah Farhan, Diana rebahan di sofa ruang tengah sambil memainkan ponselnya menunggu Farhan mandi dan berganti pakaian.


"capek banget hari ini." Bathin Diana.


Farhan keluar dari kamar, menghampiri Diana di sofa.


"Ya Tuhan Di, maaf, kelamaan nunggu mas mandi sampei ketiduran."


Farhan berjongkok tepat di depan wajah Diana, kemudian mencium kening Diana.


"Mas..maaf aku ketiduran." Diana terbangun karena merasakan sentuhan di keningnya.


"Di, kenapa bangun?, istirahat saja sebentar !" perintah Farhan.


"Gak ah mas, aku mau cepat pulang badan lengket banget harus mandi."


"Mandi dan sholat isya di sini saja, mukena Fera juga udah mas bawa. Sampei rumah tinggal istirahat.


"Hhmmm ya udah...aku mandi bentar ya mas."


Farhan menunggu Diana sambil merokok di teras rumah, kemudian kembali ke dalam sesudah Diana selesai mandi dan sholat Isya.


"Hhmmm seger ya Di."


"Iya seger banget mas."


"Sini duduk sebentar Di," Farhan menarik lembut tangan Diana mengajaknya duduk di sofa sehingga mereka saling berhadapan.


"Mas ihh aku mau pulang udah malem."


Farhan tidak menjawab keinginan Diana. Farhan mengangkat lembut dagu Diana mengecup singkat bibir nya.


Farhan berdiri sambil merapihkan rambutnya yang agak berantakan


"Ayo mas anter pulang." Ajak Farhan kepada Diana dengan wajah datar.


Entah kenapa mood Farhan malam ini tiba-tiba buruk, mungkin karena lelah.


Hanya memerlukan waktu 15 menit akhirnya tiba di rumah Diana.


"Mas gak mampir ya udah malam.'


"Iya mas sayang...terima kasih ya sudah diantar pulang."


"Ngomong apa tadi ?" Farhan memegang tangan Diana menahannya untuk tidak segera turun.


"Ngomong apa sih mas..?"


"Coba ulangi Di !!" perintah Farhan.


Diana menahan tawanya, takut Farhan marah.


"Iya mas sayang, terima kasih ya sudah diantar pulang."

__ADS_1


"Gak akan hujan besar nih ada yang panggil sayang." Giliran Farhan yang menggoda Diana.


"Gak lah, abis ada yang cemberut terus, sekarang kan gak cemberut lagi udah dipanggil sayang."


"Di, kamu tuh bisa aja merubah mood mas, itu yang membuat mas nyaman sama kamu. Ya udah masuk sana udah malam."


Farhan mengecup lembut punggung tangan kanan Diana, sambil tidak lupa memberikan senyum termanisnya untuk Diana.


"Aku turun ya,langsung pulang jangan begadang, nice dream ya mas sayang."


Kembali Diana membuat Farhan salah tingkah.


Tiba di rumah Farhan tidak langsung tidur, diambilnya sebatang rokok menghisapnya sambil menonton TV.


"Diana, kamu tuh pribadi yang menyenangkan, vibes kamu tuh positif banget, bisa merubah suasana hati orang dalam waktu singkat, aku saja yang kadang terlalu sering merajuk dan cemburuan, aku cemburu dengan cerita masa lalu kamu bahkan masa lalu yang terjadi sebelum aku mengenal kamu. Merasa gak rela saja kalau ada orang yang pernah begitu dekat dan mencintai kamu." Farhan bicara sendiri dalam hati sambil menyesap rokoknya.


Waktu menunjukkan pukul 23.35 WIB , Farhan beranjak dari sofa kemudian masuk ke kamar.


*****


Hari Sabtu yang cerah, setelah beres-beres di rumah Diana kemudian bersiap untuk berangkat ke rumah Farhan bersama mang Ujang, istri dan anaknya.


"Neng sudah siap ?" tanya mang Ujang.


"Sudah mang, ayo kita berangkat." Ajak Diana.


"Mang pake motor ya neng."


"Pake mobil aja mang, sekalian dipanasin!" perintah Diana.


Diana tersenyum melihat tingkah mang Ujang.


Pukul 10.15 mereka tiba di rumah Farhan. Diana langsung masuk membuka kunci pintu rumah. Kemarin Diana membawa satu anak kunci supaya hari ini bisa langsung masuk.


Mang Ujang langsung merapihkan taman kecil di depan rumah, menyiangi rumput dan menanam pohon palem merah yang bibitnya di bawa dari rumah Diana. Ada satu pot bunga mawar merah, dan satu pot aglonema yang juga dibawa Diana dari rumah, tentu saja Diana sudah minta ijin sama mamahnya untuk membawa dua pot itu ke rumah Farhan.


Sementara di dalam Diana dan istrinya mang Ujang sedang merapihkan baju-baju Farhan untuk disusun dalam lemari, begitu juga sepatu-sepatu Farhan di rapihkan di rak sepatu. Putri nya mang Ujang ikut bantu-bantu sambil ngemil dan nonton TV.


Ddrttt...ddrtt


Ponsel Diana berdering, ada panggilan video yang masuk dari Farhan.


"Assalamualaikum Di..udah di rumah cluster?" tanya Farhan.


"Sudah mas...ini lagi beres-beres baju dan sepatu, mang Ujang di depan lagi rapihin taman terus mau nutup pagar dengan plastik."


"Plastiknya kan belum beli Di ?, mas transfer ya buat beli plastik, barangkali ada yang harus dibeli lagi selain plastik untuk pagar."


"Pake uang aku aja dulu mas."


"Jangan Di, mas transfer sekarang. Di depan ada ATM dekat mini market, tahu kan?"


"Iya tahu mas...ya udah aku ke depan dulu ya dianter mang Ujang sekalian ke toko matrial beli plastik."

__ADS_1


"Ok Di, hati-hati...makasih ya, mas pulang jam 2 an..Eeh jangan lupa beli makan siang sekalian."


"Ok mas, udah aku tutup ya teleponnya."


Pukul 14.30 Farhan baru pulang dari kantor.


"Sudah makan siang mas ?" tanya Diana.


"Sudah, tadi makan di kantin sama Andre dan Rangga. Tolong buatkan mas kopi ya, sekalian buat mang Ujang juga !"


Kemudian Farhan kembali ke depan hendak membantu mang Ujang yang sedang menutup pagar dengan plastik.


"Udah mas Farhan sama mang Ujang saja, tinggal sedikit." Mang Ujang merasa gak enak melihat Farhan ikut membantu pekerjaannya.


"Cuma bantu pegangin aja mang."


"Mas ini kopinya...aku simpan di meja ya."


Farhan akhirnya duduk bersama Diana di teras sambil menyalakan sebatang rokok di temani secangkir kopi.


"Di, kayaknya kita nonton malem aja ya, sekarang gak akan keburu, kebetulan malam ini mas gak ada giat jadi bisa malem mingguan sama pacar kayak orang lain..." Goda Farhan sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Mulai deh lebay....kita mah gak usah malem mingguan, udah basi."


"Beda aja gitu Di kalau kita jalan pas malam minggu, berasa masih muda. Jarang banget mas bisa libur malam minggukan ?"


"Iya iya mas...nanti bada ashar pulang dulu ke rumahku, mandi dan ganti baju dulu, gerah banget tadi beres-beres di dalem."


"Ok Di..udah sholat maghrib kita jalan ya."


"Siap sayang.." Goda Diana sambil tersenyum.


"Ketularan lebay tuh..."


Mereka tertawa bersama di teras rumah.


Pukul 16.00 WIB Pekerjaan mang Ujang sudah selesai. Mang Ujang bersama anak istrinya pulang menggunakan mobil Diana.


"Aku dimobil mas Farhan ya mang." Kata Diana kepada mang Ujang.


"Iya neng..mang Ujang duluan ya!"


"Iya mang, aku juga udah mau jalan tinggal nunggu mas Farhan mengunci pintu ."


"Ayo Di...." ajak Farhan.


"Jangan lupa mang Ujang kasih uang ya Di !" perintah Farhan kepada Diana ketika mereka di perjalanan menuju rumah Diana.


"Iya pasti mas, nanti sesampainya di rumah aku berikan ke istrinya saja."


"Terserah kamu aja, yang pantes ngasihnya, mereka bertiga bantuin kita."


" Siappp say - "

__ADS_1


"Hhhmmmm lebay lagi." Farhan memotong omongan Diana.


*****


__ADS_2