POSESIF VS BUCIN

POSESIF VS BUCIN
BAB 49 Farhan Mabuk


__ADS_3

"Ya Tuhan Farhan...kenapa berantakan sekali !!."


Andre kaget begitu masuk ke dalam rumah Farhan semua berantakan, isi rumah semua berhamburan dimana-dimana.


"Apa yang terjadi bro, cerita sama gue." Pinta Andre.


Farhan yang sedang tiduran di sofa, beranjak bangun.


"Gak ada apa-apa..mana pesanan gue?, lama amat jam segini baru dateng!!."


"Inii...kontrol ya jangan sampe mabuk, gue temenin lo disini, nemenin kamu minum!."


"Terserah lo, sebenernya gue pengen sendiri !!."


"Gue janji gak akan ganggu kamu, mau ikut tidur saja disini."


Farhan duduk di sofa sambil menikmati minuman yang dibawa Andre, sementara Andre membereskan ala kadarnya saja barang-barang yang berserakan.


"Yang penting gak terlalu berantakan, biar gue bisa nonton TV rebahan di atas karpet sambil nungguin yang lagi patah hati takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kayaknya doi lagi ada masalah sama Diana". Andre berbicara sendiri dalam hatinya.


Di sofa Farhan sedang asyik menikmati minuman yang tadi dibawa Andre.


Farhan sudah mulai meracau.


"Diana....kenapa bisa begini, aku gak bisa kehilangan kamu, apa ada laki-laki lain dihati kamu?." Racau Farhan


Banyak lagi kalimat yang keluar dari mulut Farhan tentang Diana.


"Farhan..sudah..kamu teralu banyak minum, sampei mabuk begini !!."


Andre mengambil paksa botol dan gelas dari tangan Farhan dan menyimpan di meja makan.


Farhan berdiri dengan susah payah, kemudian berjalan ke arah kamar mandi, memuntahkan semua isi perutnya.


"Untung gak muntah disini, berabe kalau disini gue lagi yang harus bersihin!!."

__ADS_1


Farhan keluar dari kamar mandi dan ambruk terjatuh di depan pintu kamar mandi. Andre memapahnya menuju sofa dan membaringkan Farhan disana.


"Baguslah doi muntah banyak, jadi tuh minuman banyak yang keluar lagi, mudah-mudahn besok pagi udah baikan!!", bathin Andre.


Pukul 18.30 WIB, Farhan akhirnya tertidur pulas setelah mengeluarkan semua isi perutnya.


"Masih untung dia gak minta minum di cafe,club atau di tempat billiard, bisa jadi berita viral kalau dia mabuk diluar!!." Guman Andre.


Andre akhirnya memutuskan mengabari Diana tentang kondisi Farhan, dan menjelaskan kronologis semua nya.


Setelah membaca pesan dari Andre, dengan berusaha tenang Diana minta ijin sama mamahnya untuk ke luar rumah sebentar, tentu saja tidak terus terang ijin akan ke rumah Farhan.


"Mah...boleh gak Diana keluar sebentar, ada janji sama Lina dan Imelda untuk makan bakso di dekat alun-alun kota?."


"Di jemput Lina ?, " tanya mamah.


"Enggak mah, Diana bawa motor sendiri."


"Ya sudah hati-hati, jangan malam-malam pulangnya."


"Asslamualaikum mas Andre..."


"Waalaikumsalam Di...ayo masuk!". Ajak Andre.


"Ya Alloh mas Farhan,kenapa bisa sampai gini?.'


"Maaf ya Di, aku gak bisa menolak keinginannya, makanya aku temani di sini, takut terjadi apa-apa kalau dia sendiri di rumah kan kasian, tapi sekarang udah jauh lebih baik setelah dia muntah-muntah mengeluarkan isi perutnya, paling besok dia bangun dengan kepala yang agak berat ."


" Iya mas gak apa-apa, aku malah terimakasih mas Andre udah mau nemenin disini, kalau gak ada mas Andre apa jadinya!.'


"Sama-sama Di..aku sama Farhan sudah seperti saudara, dari awal penugasan kita sudah sama-sama, dulu pernah berpisah disatuan yang berbeda,sekarang sudah bareng lagi, suka duka kita lalui bersama sebagai anak rantau. Farhan lebih beruntung karena beberapa tahun terakhir ini, setelah mengenal kamu hidupnya lebih terarah, lebih mempunyai tujuan, sudah tidak pernah lagi masuk dunia malam, tidak pernah mabuk,tidak pernah dekat-dekat lagi dengan wanita-wanita gak jelas. Sekarang dia sudah punya rumah, bahkan dia berencana akan melanjutkan kuliahnya yang tertunda, dulu setelah satu tahun berdinas, Farhan ambil kuliah jurusan Hukum di Universitas Terbuka, entah kenapa memasuki semester 3 dia berhenti, kehidupannya mulai kacau tidak terekendali sampai akhirnya bertemu kamu, semua nya berangsur membaik. Sementara aku masih begini saja Di. !."


"Iya..mas Farhan juga sempat mengutarakan niatnya untuk melanjutkan kuliah lagi, aku sangat men dukung, tapi nanti saja kalau aku sudah selesai kuliah katanya begitu. Bulan kemarin sempat aku tanyakan lagi, dia akan mendfatar di tahun ajaran depan, artinya beberapa bulan sesudah kita menikah nanti mas Farhan akan mulai kuliah lagi, biar ada yang bantuin mengerjalan tugas-tugas kuliah kalau sudah tinggal satu rumah kata mas Farhan."


" Iya Di...aku sih sebagai sahabat Farhan hanya memberi saran, kalau hubungan kalian masih bisa diperbaiki, tolong perbaiki dan bertahan, apakah waktu 6 tahun akan kalian buang percuma ?, toh kalaupun kalaian berganti pasangan tetap saja tidak akan menemukan yang sempurna, justru disana lah tantangannya.

__ADS_1


Pasti akan ada saja kekurangan dari pasangan yang kita tidak suka dan bahkan membuat kita merasa ilfeel. Aku saksi hidup betapa Farhan sangat mencintaimu, sangat memujamu, dia berusaha bertahan dari segala godaan wanita-wanita diluar sana, godaan hiburan malam. Dia bucin sama kamu Di..!."


Diana terdiam menatap Farhan yang sedang tidur pulas bagaikan orang pingsan.Matanya mengembun mendengar nasihat dari Andre.


Benar apa yang dikatakan Andre, tidak ada manusia yang sempurna. Semua dipasangkan untuk saling melengkapi.


"Bahkan disaat dia merasa kacaupun, merasa frustasi dengan keputusan kamu, dia hanya minum di rumah. Bisa saja dia pergi ke club, ke cafe , ke diskotik atau ke tempat biliard. Minum dan mabuk di tempat-tempat itu. Kenapa dia tidak melakukannya?, kenapa dia hanya meminta dibawakan ke rumah saja?, karena jauh di dalam lubuk hatinya dia tidak mau melakukan ini ,dalam hatinya dia masih menghargai kamu , masih menjaga perasaan kamu. Bayangkan klu dia mabuk diluar, akan menjadi berita viral, apalagi kami polisi. Para wanita penggemarnya akan bersorak menyambut kembalinya Farhan ke tempat-tempat dulu mereka sering bertemu Farhan. Faham sampai disini?."


Diana menangis tertahan, takut mengganggu istirahatnya Farhan.Apa yang dikatakan Andre benar.Diana tidak boleh egois.


"Terima kasih ya mas Andre, sudah membuka pikiran aku!."


"Sama-sama Di, kita saling mengingatkan sebagai saudara. Kalau untuk menasehati aku masih jauh dari kata baik, justru aku banyak belajar dari kalian. 1 tahun terakhir ini aku sudah mulai mencoba hidup lebih terarah, lebih punya tujuan. Aku mulai mengurangi dugem dan teman-temannya..hehe."


"Semoga mas Andre secepatnya mendapat jodoh yang terbaik..aamin!."


"Terima kasih ya...maaf bisa minta tolong untuk merapihkan kamar Farhan Di ?, biar nanti malam kalau dia terbangun bisa tidur dikamar, biar aku yang disofa.!."


"Ok mas Andre...."


Diana masuk ke kamar Farhan hanya dlam waktu 15 menit semua sudah rapih."


Andre diam-diam tadi mengambil foto Diana saat duduk di karpet dekat sofa,juga mengambil foto Diana saat membereskan kamar Farhan. Akan diperlihatkan besok pagi kepada Farhan, biar dia tahu bahwa Diana masih peduli kepadanya.


" Mas, aku pulang dulu ya sudah jam setengah sembilan, besok pagi setelah mamah berangkat ke sekolah aku kesini lagi."


"Iya kesini saja Di, besok aku akan melarang Farhan masuk kantor, karena aroma alkohol dari mulut Farhan pasti masih tercium walaupun sudah tidak mabuk. Nanti akau ijinkan ke atasan dengan alasan kurang sehat saja, besok bawain madu atau minuman beraroma jahe, suruh makan dan minum air putih yang banyak biar sering pipis dan racun-racunnya ikut keluar dengan air pipisnya."


"Siap mas...titip mas Farhan ya, sekali lagi terima kasih banyak sudah jagain mas Farhan.!"


"Iya sama-sama..hati-hati dijalan, jangan ngebut yaa !!."


Andre membawa kasur lipat yang ada dikamar belakang, menggelarnya di depan TV di dekat sofa yang ditiduri oleh Farhan, kemudian merebahkan tubuhnya disana sambil mengirimkan foto-foto Diana ke ponsel Farhan.


*****

__ADS_1


__ADS_2