
Farhan membuatkan Diana coklat hangat. Mereka sudah selesaikan melaksanakan sholat maghrib secara bergantian.
"Aku mau pulang mas...udah malam..." pinta Diana
"Sebentar minum dulu coklatnya...mas juga jam 20.00 ada janji ketemu sama orang di kantor".
Farhan menyalakan televisi dengan menggunakan remote yang berada diatas meja, kemudian duduk mendekat disamping Diana.
"Dii..gak usah marah gini dong...kalau masih ngambek gini mas gak akan ijinin kamu pulang"
"Yaa tinggal pulang sendiri ajaa.....susah amat!"
Farhan tersulut emosi nya dengan sikap Diana.
"Owhh gitu yaaa sekarang....bantah terus, nantang teruss...!!"Farhan membentak Diana.
Diana menangis dibentak Farhan.
Kemudian Farhan membawa tubuh Diana kedalam pelukannya
"Maaf Dii....mas gak bisa kontrol emosi...jangan nangis donk...mas minta maaf" Farhan mencium kening Diana.
Diana melepas pelukan Farhan
"Dii....dengerin mas...mas gak memaksa, kalau memang kamu belum siap gak apa apa...itukan hanya ungkapan hati mas, kemungkinan yang coba mas tanyakan sama kamu....seandainya kamu belum siap yaa sudah gak apa apa....mas gak suka yaa kalau kamu bilang silahkan mas kalau ada wanita yang sudah siap.....kesannya gimana yaa...kayak segampang itu berpindah hatiii...itu yang buat mas marah...Udahh ahhh jangan cemberut aja....mas gak tenang kalau liat kamu kayak gini"
"Aku juga minta maaf yaa mas...."lirih suara Diana.
"Ya udah senyum dong...minum coklatnya keburu dingin nanti...mas mandi bentar nanti mas antar pulang sekalian pergi ke kantor"
Farhan masuk ke kamar mandi, sementara Diana menunggu diruang tamu sambil memainkan ponsel nya.
Farhan keluar dari kamar sudah rapih dan wangi, berjalan mendekat ke arah Diana, wangi maskulin menguar dari tubuh Farhan.
"Hhmmm wangi banget...ada janji sama siapa sih? tanya Diana
"Ada perintah dari atasan mas...urusan kerjaan biasa"
"tapii wangi banget..." Diana merajuk.
Farhan menarik tangan Diana yang masih duduk di sofa. Kemudian mereka berdiri berhadapan seolah tidak berjarak, Farhan memeluk Diana kemudian mengecup bibir merah beraroma coklat, ********** lembut...Diana membalas ******* bibir Farhan..
"Aahh masss...." sudahh mass
__ADS_1
"Kenapa Dii.. ?....Jangan marah terus yaa, mas bisa gila kalau kamu marah kayak tadi" bisik Farhan sambil mengecup telinga Diana
Diaana mendorong tubuh Farhan perlahan
"Sudah mas.....kamu udah wangi, sementara aku belum mandi dari tadi siang ..."
"Emang kenapa ?...mas suka bau tubuh kamu Dii.,."
"Gombal ahhh....yang ada nanti bau aku nempel, mas gak wangi lagi dehh, gak bisa tebar pesonaa"
"cukupp..cukupppp.....baru juga gencatan senjata...yuu pulang"
*****
Sabtu pagii Diana sedang membantu mamah nya di dapur membuat sarapan.
"Mah..kok kak Dimas minggu ini gak pulang sih?
" Katanya sih ada acara gathering di tempat kerjanya" jawab mamah.
"owh gitu...sepii aja kalau gak ada kak Dimas"..ucap Diana
"Apalagi mamah Dii...tiap hari sendiri, untung saja ada keluarga mang Ujang nemenin mamah jadi rumah ini ramai gak terlalu sepii"
"Iya mahh...kalau Diana di Bandung juga suka kepikiran mamah disini..." Raut wajah Diana seketika berubah sedih.
"Iya mah...alhamdulillah, mamah harus sehat yaa...harus happy..." Diana memeluk mamah nya.
*****
"Hai Dii....apa kabar...long time no see yaa" pesan masuk dari Aldo
"Hai....Alhamdulillah kabar baik...kak Aldo apa kabar" jawab Diana
"Alhamdulillah baik....kok aku kangen ya sama kamu Dii...hehe....kangen cerewetnya kamu, kangen liat kamu dilapangan basket"
"Gombal ahhh.....gimana liburan nya Kak?" tanya Diana.
"Liburan di Bandung saja, gak kemana mana....main-main Ke Bandung dong Dii....bosen kan di rumah aja"
"Iya sihhh lumayan bosen....tapi kalau aku ke Bandung lagi liburan gini bakal jadi masalah besar...hehe"
"I know....harus ada surat ijin dari pak polisi ya Dii...hehe" Aldo menggoda Diana
__ADS_1
"Tuhhh tahuu jawabannya"
"Dii..maaf yaaa....maaf banget kalau pertanyaan ini gak pantas aku sampaikan"
"Kenapa kak...mau nanya apa?
"Hhmmmm....Kamu nyaman dengan hubungan yang sedang dijalani bersama Farhan?" tanya Aldo.
Diana tidak menyangka Aldo akan bertanya seperti itu, sejujurnya Diana risih dengan sikap posesif dan temperamental Farhan, meskipun kadang Diana juga merasa sangat dicintai dengan sifat posesif Farhan.
Farhan temperamental gampang emosi, pencemburu...tapi dia laki-laki yang tidak pernah malu atau gengsi untuk meminta maaf, setiap melakukan kesalahan selalu meminta maaf duluan.
"Ka Aldo...nyaman atau tidaknya sebuah hubungan aku rasa sih tolak ukur nya berbeda....ada orang menginginkan hubungan yang satu frekuensi, damai tanpa konflik...mengalah karena gak mau ribut....kalau aku emang dasar nya suka tantangan...aku berharap dari sebuah hubungan ada nilai tambah yang aku dapat, tidak melulu urusan saling mencintai, saling membutuhkan...tapi dari hubungan ini aku harus bisa menjadi lebih dewasa, bisa mengatasi masalah, bisa menghargai perbedaan pendapat dan bisa belajar mengolah emosi...."
Diana memberikan pendapatnya atas pertanyaan Aldo.
"So...nyaman atau tidak....jawabaan aku adalah..kadang nyaman kadang juga tidak, karena tidak ada manusia yang sempurna"
"Salut Diii...pantas saja Farhan seposesif dan sebucin itu sama kamu....kamu dewasa, kamu smart" puji Aldo
"Gak usah lebay dehhhh Kak...."
"By the way....gimana nih kisah cinta Kak Aldo?" tanya Diana
"Aku sedang patah hati Dii.....aku mencintai seseorang tapi dia sudah mempunyai kekasih....aku mengagumi dia dari pertama kali melihatnya...dia cantik, apa ada nya, selalu memberikan aura positif dimanapun berada....
dan aku baru tahu juga ternyata dia smart dan dewasa" papar Aldo.
"Wahhh....boleh tahu gak siapa orangnya kak?...pepet terus aja, siapa tahu nanti dia putus sama pacarnya.....hehe" Diana menggoda Aldo.
"Good idea Dii....siapa tahu nanti dia putus yaa....hahaaaha" .
Diana.....seandainya kamu tahu, wanita itu adalah kamu. Aku mengagumi kamu dari pertama kali bertemu, kamu wanita hebat, cantik ,apa adanya...masih muda tapi cara berpikir kamu dewasa, kamu smart Dii....
"I Love You Diana....mencintai tidak harus memiliki" Aldo berbicara sendiri dalam hatinya, tentu saja tidak berani mengungkapkannya kepada Diana.
Seandainya kamu tahu Dii, aku jatuh cinta pada pandangan pertama.
Sayang...kita terlambat bertemu.
Beruntung sekali Farhan memiliki kamu....
"Suatu saat nanti, kamu harus tahu Dii kalau aku mencintai kamu...bahkan mungkin lebih besar dari rasa cinta Farhan kepada kamu" bathin Farhan.
__ADS_1
"Dii...aku pamit dulu yaa...nanti kita sambung lagi yaaa chat nya yaa.."
*****