POSESIF VS BUCIN

POSESIF VS BUCIN
BAB 66 Istirahat


__ADS_3

Pagi ini Diana tetap bangun pukul 05.00 WIB walaupun tidak ke kantor. Hari Kamis dan Jumat Diana mendapat istirahat dokter, artinya libur selama empat hari ditambah sabtu dan minggu.


Setelah mandi dan sholat subuh Diana langsung ke dapur untuk membuat sarapan, sementara suaminya tidur kembali dan minta dibangunkan lagi pukul 07.00 WIB.


"Bikin mie goreng aja ah yang simple, tinggal di kasih toping telor orak-arik dan bakso." Gumannya dalam hati.


"Di, mas kan udah bilang gak usah bikin sarapan, beli online saja atau nanti mas beli ke depan!" tiba-tiba Farhan sudah berada dibelakang Diana yang sedang mencuci piring.


"Gak apa-apa cuma bikin mie goreng aja. Gak jadi tidur lagi mas ?" tanya Diana.


"Harum masakan membuat mas gak bisa tidur lagi, malah jadi laper !!" jawab Farhan.


"Mau sarapan sekarang mas ?"


"Nanti aja, mas joging dulu sebentar!"


"Kamu istirahat saja, tunggu mas joging sebentar...awas jangan ngerjain yang lain, ngepel,nyuci baju,nyiram bunga urusan mas semua!" celoteh Farhan sambil memakai sepatu olah raganya.


"Eeh Di kalau kamu udah laper sarapan aja duluan !" kata Farhan ketika hendak beranjak keluar rumah.


"Nanti aja nunggu mas pulang joging, lagian masih pagi banget." jawab Diana.


"Ya udah mas berangkat, gak lama kok !"


Diana mamandangi tubuh atletis suaminya dengan perasaan kagum.


Farhan memiliki postur tubuh yang ideal. Warna kulit sawo matang, hidung tidak terlalu mancung ,sorot mata yang tajam dan kumis yang selalu dicukur rapih terlihat macho banget penampilannya.


Tiada hari tanpa olah raga bagi Farhan, setiap pagi akan menyempatkan lari sebelum mengantar Diana, seminggu 3 kali pergi ngegym kalau tidak sibuk dengan pekerjaannya di kantor.


"Ahh aku malah merasa jatuh cinta lagi setelah menjadi istri kamu mas." Bathin Diana sambil berjalan masuk ke dalam rumah.


Pukul 06.45 WIB Farhan sudah tiba lagi di rumah. Karena hari ini tidak terburu-buru harus mengantar Diana kerja, Farhan memilih sarapan dulu sebelum mandi.


"Mas, janji ya gak boleh nakal, gak boleh macam-macam dibelakang aku !" Diana merajuk.


"Heii, kenapa gerangan istri mas ini?, kok jadi begini sih. Biasanya juga kamu mah masa bodoh, gak cemburuan!"


"Gak tahu karena lagi hamil kali, jadi merasa insecure aja. Apalagi kalau nanti menjadi gemuk."


Mereka sudah duduk di sofa ruang keluarga setelah menyelesaikan sarapannya.


"Diana sayang, gak usah mikir yang macem-macem deh. Dari jaman pacaran mas kan setia, gak pernah macam-macam!" ucap Farhan sambil memeluk Diana.


"Ya karena gak ketahuan aja kali !" ucap Diana sambil cemberut.


"Udah ah jangan bahas yang sensitif kayak gini, nanti malah berantem gak jelas."


"Mas ihh, janji dulu !" rajuk Diana sambil bergelayut manja di lengan kanan Farhan.


Farhan membawa tubuh Diana untuk berhadapan dengannya.


"Lihat mata mas, ada gak ketidak jujuran?"tanya Farhan sambil mengusap lembut jemari Diana.


Diana menatap dalam mata elang Farhan. Ada kejujuran di sana, ada cinta yang teramat besar.


"I love you mas." Lirih Diana.

__ADS_1


"I love you too Diana Prameswari." Jawab Farhan.


Meraka berpelukan erat sekali, Kemudian Farhan mencium bibir merah Diana, ********** dengan lembut.


"Mas ihh, udah aku gak bisa nafas nih." Ujar Diana sambil mendorong lembut tubuh Farhan.


"Mas mandi dulu ya."


"Iya sana, bau keringet !!"


"Masa sih bau ?, kok mau di peluk ?" goda Farhan sambil berlalu masuk ke kamar.


Farhan masuk kamar mandi yang ada di kamarnya, sementara Diana menyusl kemudian. Menyiapkan pakaian Farhan untuk pergi ke kantor.


10 menit kemudian Farhan sudah selesai mandi lalu menggunakan pakaian yang sudah disiapkan istrinya.


"Kamu mau ke rumah mamah atau di rumah saja?" tanya Farhan.


"Di rumah saja mas, mau rebahan sambil nonton drakor."


" Ya udah, gak usah masak beli aja. Kalau gak sibuk nanti mas pulang buat makan siang."


"Siap komandan !" goda Diana.


Farhan mengacak lembut rambut Diana, kemudian duduk disamping Diana di sofa yang berada di dalam kamar.


"Sayang papah berangkat kerja dulu ya, jangan rewel, jangan bikin mamah mual-mual terus ." Lirih Farhan sambil mengusap lembut perut istrinya.


"Iya papah hati-hati kerjanya, jangan nakal, jang--"


"Jangan tebar pesona." Farhan memotong omongan Diana sambil tersenyum.


"Mas berangkat ya, hati-hati di rumah, kabari mas kalau perlu apa-apa !"


"Iya mas, hati-hati." Ujar Diana sambil mencium takjim punggung tangan suaminya, lalu mengantarkan suaminya ke depan.


Di rumah Diana hanya rebahan sambil nonton drakor.


Ada pesan masuk dari suaminya.


"Di, mas masih ada kerjaan diluar, pengamanan unjuk rasa di PT. XX.


Jadi gak bisa pulang dulu.


Kamu udah makan siang?"


"Belum, tadinya nunggu mas pulang."


"Maaf ya mas gak bisa pulang dulu, beli makanan online saja ya ."


"Iya mas gampang, di rumah juga ada telor !"


"Makan sayur Di, jangan telor aja. Mas pesenin sapo tahu seafood atau capcai seafood ya?"


"Gak usah mas, nanti kalau mau juga Di pesan sendiri, lagian di rumah juga banyak cemilan dan buah-buahan."


"Ya udah hati-hati ya."

__ADS_1


Waktu menunjukan pukul 15.00 WIB. Farhan masih berada di sekitar PT.XX bersama atasan dan 3 orang rekannya.


Unjuk rasa baru saja selesai, Farhan dan 3 rekannya berada dikantin perusahaan sedang menikmati kopi sambil menunggu atasannya yang sedang bertemu dengan para petinggi perusahan.


"Farhan ..!" tiba-tiba ada yang memanggilnya. Dengan reflek Farhan mengarahkan pandangannya ke arah suara yang memanggilnya.


Wanita yang memanggil Farhan berjalan ke arahnya.


Sejenak Farhan mencoba mengingat siapa wanita ini.


Pada saat masih mencoba mengingat, wanita tersebut sudah berdiri di sampingnya.


Farhan berdiri ketika wanita itu mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


"Beneran gak inget ya?" tanya wanita itu.


"Maaf kalau salah, Debi kan ?" tanya Farhan ragu.


"Yuppp betul, ternyata kamu masih ingat aku !"


"Apa kabar pak polisi?, long time no see."


"Alhamdulillah kabar baik, silahkan duduk. Owh ya kenalkan ini teman-teman saya." Ucap Farhan datar.


Debi dan Farhan juga ketiga rekannya terlibat obrolan santai. Hampir setengah jam obrolan diantara mereka sampai akhirnya ada pesan dari atasan Farhan untuk segera merapat ke parkiran untuk kembali ke kantor.


"Sori ya Deb, saya harus kembali ke kantor." Pamit Farhan masih tetap dengan wajah dingin dan datar.


"Tidak berubah, tatapannya tetap dingin dengan ekspresi yang datar." Bathin Debi.


Debi adalah secuil masa lalu Farhan. Lebih kurang 10 tahun yang lalu, pertama kali Farhan menginjakkan kaki di kota ini, wanita ini salah satu orang yang pertama dikenalnya. Waktu itu Debi masih duduk di kelas 3 SMA.


Pukul 17.00 WIB Farhan sudah tiba di rumah. Setelah mandi dan berganti pakaian Farhan merebahkan tubuhnya di atas sofa dengan kepala berada diatas pangkuan Diana.


"Capek ya mas?" tanya Diana sambil mengusap lembut kepala suaminya.


"Lumayan Di, padahal pengennya sih pas kamu ada di rumah pekerjaan mas gak banyak, biar bisa nemenin kamu. Apa daya harapan tidak sesuai kenyataan, maafkan mas ya, beginilah pekerjaan mas!" ucap Farhan sambil mencium punggung tangan istrinya.


Ddrrttt....ddrrttt


Ponsel Farhan yang disimpan di atas meja berdering nyaring. Sekilas dilirik oleh Diana dan juga Farhan ada nomor yang tidak di save muncul.


"Ini mas ada telepon." Ujar Diana sambil menyerahkan ponsel kepada suaminya.


"Udah simpen lagi Di, biarin aja gak usah diangkat.


Tak lama kemudian ada notifikasi masuk ke ponsel Farhan, tapi Farhan masih mengabaikannya.


Diana merasa heran kenapa suaminya tidak mau mengangkat telepon dan tidak segera membaca pesan yang masuk.


"Mungkin mas Farhan lagi capek gak mau di ganggu telepon dan pesan yang masuk." pikir Diana.


Suara adzan maghrib berkumandang, Farhan pamit untuk sholat ke mushola.


Dddrrtttt ddrrttt ddrrtt


Kembali ada panggilan masuk ke ponsel Farhan. Sementara Diana sedang berdzikir di kamarnya selepas sholat maghrib. Suaminya masih berada di mushola.

__ADS_1


******


__ADS_2