
Makan Malam yang di rencanakan untuk merayakan Anniversary pernikahan Farhan dan Diana yang ke 25 dilaksanakan di sebuah restaurant tempat favorit Farhan dan Diana pada saat pacaran dulu. Hari ini Farhan pulang dari kantor lebih awal.
"Mah, Yah..kita sudah siap !" Teriak Maya putri keduaku karena aku dan mas Farhan masih bersiap siap di dalam kamar.
" Iy, tunggu sebentar yaa." Jawab Diana dari dalam kamar.
Tepat pukul 19.00 kami berangkat ke tempat tujuan
Diperjalanan anak-anak bersenda gurau, saling menggoda satu sama lain. Pemandangan langka akhir akhir ini ketika mereka sudah beranjak dewasa, karena mereka bersekolah diluar kota. Kebetulan Radith sedang libur dari pesantrennya.
"Mahh kenapa sih kok murung...ga banyak omong seperti biasa?" tanya Ami putriku yang paling besar.
"Ga apa apa mbak, mungkin mamah agak capek aja akhir akhir ini." Jawab Diana.
Ami sebagai anak tertua dipanggil mbak oleh adek adeknya.
Ya..walaupun Diana bukan seorang pegawai kantoran tetapi Diana bukan hanya ibu rumah tangga biasa yang hanya berdiam diri di rumah. Diana mempunyai segudang aktivitas.
Selain sibuk organisasi istri polisi, Diana juga mempunyai usaha. Sebuah toko pakaian batik yang lumayan besar yang dirintis setelah Diana berhenti kerja. Belum lagi kegiatan kegiatan Diana dengan komunitas sepedanya dan team volly ball bersama ibu ibu komplek dan ibu-ibu Bhayangkari.
Selama di perjalanan Farhan hanya fokus menyetir, begitulah Farhan sikap dinginnya akan tiba tiba muncul pada saat dia merasa lelah atau ada sesuatu yang kurang berkenan di hatinya.
Satu tahun kebelakang Farhan baru saja menyelesaikan terapi pengobatan disebuah rumah sakit dikota Bandung. Karena penyakit yang dideritanya. Farhan yang pada awal berumah tangga sudah perlahan berubah menjadi pribadi yang lebih welcome, lebih terbuka, sekarang kembali menjelma menjadi sosok introvert lagi karena penyakitnya.
"Alhamdulillah sampai." Celoteh si bungsu Radith
"Ayah sudah reservasikan?" tanyaku kepada Farhan
"Sudah." Jawabnya singkat
Tiba di dalam restaurant kita semua menempati meja dipojok dekat taman, suasana restauran yang cozy membuat Diana merasa nyaman
__ADS_1
"Kak Maya, mana mbakmu? Tanya Farhan kepada Maya.
Sebelum Maya sempat membalas tiba-tiba Ami dateng dengan kue tart ditangannya bersama Doni teman dekatnya beberapa tahun ini. Doni dan Ami janjian di parkiran restaurant untuk memberikan kejutan buat ayah dan mamah nya.
"Happy aniversary ayah,mamah." Ami memberikan kue tar itu kepada ayah dan mamahnya.
"Makasih ya mbak, Donii." ucap Diana dan Farhan bersamaan.
"Iya sama sama om tante." Jawab Doni
"Semoga samawa ya Yah, mamah. Selalu bersama dalam suka dan duka sampai maut memisahkan."
"Aamiin ya robbal alamiin..."
Kami makan malam bersama dengan berbagai aneka menu makannan yang dipesan oleh anak anak.
Tepat pukul 22.00 WIB malam kita semua sampai di rumah
Farhan bisa dikatakan sosok lelaki yang lumayan bagus pemahaman agamanya. Farhan akan marah besar kalau anak anaknya lalai melaksanakan sholat lima waktu. Mengaji adalah hal wajib yang dilakukan oleh anak anak selepas menunaikan sholat Wajib.
Kami berdua masuk kamar, membersihkan diri kemudian mekaksanakan sholat isya bergantian
" Mas, 25 tahun yang luar biasa sudah kita lewati dengan suka duka dan ujian yang datang silih berganti." ujarku membuka obrolan ketika sudah berada diatas tempat tidur.
" Iya Di, maafkan kalau selama ini mas belum bisa menjadi suami yang baik buat kamu, maafkan kalau belum bisa membuat kamu bahagia, apalagi kondisi mas sekarang yang sudah sakit sakitan. Mas sudah tidak bisa menafkahi lahir kalian secara maksimal, nafkah bathin pun mas tidak bisa memberikan seperti dulu. Maaf ya Di"
Mata Farhan berkaca kaca
"Mungkin inilah yang menyebabkan mas Farhan terlihat banyak diam pada saat makan malam tadi." Bathin Diana.
"Gak usah ngomomg gitu mas. Di pun belum bisa menjadi istri yang baik, masih banyak sekali kekurangannya. Di hanya minta tolong jadilah pribadi yang lebih sabar, lebih bisa mengendalikan diri, mengendalikan emosi pada saat menghadapi masalah. Berserah diri atas segala ujian sakit ini. Alhamdulilah sekarang mas sudah sehat lagi." Ucap Diana
__ADS_1
"Semua kadang diluar kendali mas. Setelah sakit suka tiba tiba aja meledak ledak. Tapi semua itu terjadi bukan karena mas gak sayang sama kalian sampai detik ini mas tidak bisa membayangkan kalau hidup tanpa kalian.
Satu tahun lalu Diana dan Ami yang menemani hari-hari Farhan selama sakit dan terapi. Kebetulan waktu itu Ami sedang menyelesaikan tugas akhirnya, sehingga tidak terikat lagi jam kuliah.
"Semua sudah kita lalui, mas harus semangat demi anak-anak. Jaga pola hidup jangan terlalu capek. Alhamdulillah toko masih berjalan. Keuntungan dari usaha konveksi keluarga mas di Solo juga masih lancar. Gak usah terlalu khawatir semua akan baik-baik saja !" ucap Diana.
25 tahun sudah rumah tangga ini, kamar ini menjadi saksi bisu perjalanan rumah tangga kami sampai lahir 3 orang anak anak yang sekarang satu persatu beranjak dewasa.
Kami melalui malam ini dengan panas walaupun mas Farhan tidak bisa melakukan nya dengan maksimal semenjak dua tahun terakhir ini
" Di...maafkan mas ya, Mas gak bisa lagi seperti dulu !" Farhan berkata frustasi setelah selesai melalui malam panas ini.
"Kalau kamu mau pergi dari kehidupan mas jujur saja. Mas sudah tidak berguna lagi sebagai seorang suami" Farhan menahan bulir air matanya sekuat mungkin.
"Ngomong apa sih mas. Di baik baik aja kok. Kita udah tua urusan ranjang bukan lagi hal yang utama!"
"Mas gak mau dibohongi, gak mau dikhianati. Lebih baik kamu terus terang saja kalau sudah tidak bisa bertahan dengan situasi ini" kata Farhan.
"Mas yang sekarang menjadi temperamental, moody, posesif, sakit sakitan pasti membuat kamu tersiksa. Kamu masih terlihat segar, masih energik, masih cantik. Sementara mas sekarang walaupun menurut dokter sudah membaik, tapi sudah tidak bisa menafkahi bathin seperti dulu lagi." Farhan berkata dengan pelan.
"Sudah ahh jangan ngaco kalau ngomong, hidup kita sekarang bukan hanya bicara urusan ranjang. Tanggung jawab kita sekarang adalah mengantarkan Ami, Maya dan Radith menjadi anak anak yang sukses dunia akhirat. Mas harus semangat, sekarang sudah sembuh, sudah terlihat fit dan segar lagi seperti dulu." Diana berkata memberi semangat kepada Farhan.
"Di, tetap disini yaa temani sisa hidup mas, mas gak tahu smpai kapan akan bertahan hidup. Penyakit ini bisa kapan saja muncul lagi dan tidak ada yang bisa dikatakan sembuh total untuk sakit seperti ini. Terima kasih sudah bertahan selama 25 tahun ini, terima kasih sudah bersabar dengan segala sifat mas yang jelek."
"Sama-sama mas, berjanjilah untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi seperti janji mas dulu.
"I love you Diana Prameswari" Farhan mengecup lembut kening Diana.
"I love you too Farhan Prasetyo" balas Diana.
***Flash back on lagi yuuu,.. bagaimana lika liku Farhan dan Diana sampai di titik ini ? IkUti terus lanjutan novelnya..happy reading...
__ADS_1