POSESIF VS BUCIN

POSESIF VS BUCIN
BAB 50 Tetap Disisiku Di


__ADS_3

Pukul 06.30 WIB, Diana sudah selesai masak sop buntut, perkedel jagung dan krupuk udang.


Semua sarapan bersama dalam satu meja makan. Termasuk mang Ujang dan anak istrinya.


"Wah harum sekali Di...tumben nih masak berat pagi-pagi?, biasanya juga nasi goreng, atau telor dadar", tanya mamah.


"Hehe...ini mah mas Farhan katanya lagi kurang sehat, Dii mau kirim sop buntut, ya sekalian saja masak buat kita sarapan. Kebetulan bahan-bahannya lengkap di kulkas ."


"Owhh pantesan sepagi ini sudah siap...ya sudah selesai sarapan langsung anterin makanannya, sekalian anter mamah ke sekolah ya Di, jangan lama-lama nanti di rumah Farhannya ya !."


"Ok mah..silahkan makan semuanya, Desi makan yang banyak yaa biar gemuk kayak mamah kamu..hehe !," Diana menggoda anaknya mang Ujang.


Selesai makan istri mang Ujang membereskan meja makan, sekalian menyiapkan apa saja yang akan dibawa Diana ke rumah Farhan, sementara Diana masuk ke kamarnya untuk mandi dan berganti pakaian. Mang Ujang mengantarkan anaknya ke sekolah.


Pukul 07.15 WIB Diana sudah berangkat mengantar mamahnya ke sekolah sekalian ke rumah Farhan.


Sementara di rumah Farhan, Andre dan Farhan sudah bangun dari jam 05.00 WIB.


Andre sudah pulang ke rumah nya dari jam 06.00 WIB.


Farhan sudah mengirim pesan kepada atasannya, minta ijin masuk kantor agak siang dengan alasan sedang kurang sehat.


"Ya Tuhan, kenapa kemarin aku melakukan hal bodoh, kalau Diana tahu dia akan semakin membenci aku !."


Farhan belum melihat foto-foto yang dikirim Andre, Ponselnya masih di charge, tadi dia hanya membuka ponsel sebentar untuk mengirim pesan kepada atasannya.


"Duh kepalaku masih terasa berat...mana lapar lagi...gofood saja ahh!!."


Farhan kembali membuka ponsel nya yang sedang di charge, sebelum masuk aplikasi gofood, dia penasaran dengan pesan yang dikirim Andre, apalagi terlihat jam dikirim nya semalem pukul 22.00, itu artinya pesan dikirim pada saat Andre menemaninya.


"What..??, Jadi semalem Diana kesini pada saat aku sudah tidur dan dalam keadaan mabuk?, yang beresin kamar juga Diana?."


"Ahh brengsek si Andre pake kasih tahu Diana segala, Pasti Diana semakin gak mau bertemu aku, padahal rencananya nanti malam aku akan menemui Diana ke rumahnya untuk meminta maaf dan seperti biasa mengemis cintanya lagi." bathin Farhan sedih.


Baru saja akan menelepon Andre, ada suara motor berhenti depan rumahnya.


"Pasti itu si Andre," pikir Farhan


Farhan yang sedang duduk di sofa ruang tamu mengintip di balik gorden.


'Ya Tuhan...Diana, Pasti dia datang mau marah-marah lagi sesudah tahu kejadian semalam."


"Assalamualaikum...mas sudah bangun?."


Tok..tok...berulang kali Diana mengetuk pintu, tapi tidak ada jawaban.Sedangkan di dalam Farhan sembunyi di balik pintu, bingung apa yang harus dilakukan. Farhan takut Diana marah,mana aroma alkohol masih sedikit tercium dari mulut Farhan.


Farhan melihat Diana menyimpan sesuatu di meja teras rumahnya, kemudian Diana mengeluarkan ponsel dari tas slempangnya. Tak lama setelah itu ponsel Farhan yang sedang di charge terlihat menyala layarnya.


"Mas...kamu masih tidur ya,?, aku simpen sarapan di meja teras ya."


Tanpa membalas, Farhan langsung membuka pintu bersamaan dengan Diana yang sudah berjalan ke arah motornya.


"Dii...jangan pulang dulu."


Reflek Diana menoleh karena merasa terkejut.

__ADS_1


"Sudah bangun mas..?"


"Sudah, maaf tadi lagi dikamar mandi..!"


Farhan memasukan motor Diana ke garasi.


Mereka sudah berada di dalam, duduk di meja makan berdua.


"Di..maaf...."


"Makan dulu mas, baru nanti kita bicara." Diana memotong omongan Farhan.


Farhan makan dengan lahapnya, karena dari kemarin siang sepulang dari rumah Diana sampai sekarang dia baru makan nasi.


"Makasih yaa Di, enak banget sayur sop nya, siapa yang masak?, mamah yaa?," tanya Farhan basa-basi.


"Aku lah yang masak...." jawab Diana sambil membereskan meja makan.


Farhan mengambil sebatang rokok, Diana ke dapur membuat 2 gelas minuman jahe untuknya dan Farhan, kemudian menyimpannya di meja dekat sofa ruang tengah.


"Dii...maafkan mas ya atas sikap mas kemarin siang dan semalem, harusnya mas gak menyetujui keputusan kamu dan harusnya mas juga gak mabuk ..maafkan mas, pulang dari rumah kamu pikiran kacau banget. Marah, kesal, kecewa semua bercampur aduk, gak bisa berpikir jernih, padahal Andre sudah mengingatkan mas.!!".


"Itulah kamu mas dengan sifat kekanak-kanakannya, harusnya pada saat keadaan kacau ambil air wudhu, sholat, berdoa minta sama Alloh, bukan malah lari ke hal negatif. Kamu sudah janji tidak akan pernah bersentuhan lagi dengan minuman itu!!."


"Maaf Di..mas kacau, mas tidak percaya dengan keputusan kamu kemarin !!"


"Untung saja ada mas Andre yang mau nungguin dan ngurus kamu kemarin !!."


"Iya Di...."


"Ya sudah aku pulang dulu ya ..mas kan mau ke kantor."


"Sudah ijin masuk agak siang....kepala mas masih agak berat."


Farhan menarik jemari Diana, mencium lembut punggung tangannya, mengenggamnya erat sambil mengusap lembut.


"Di...tetap disisi mas ya, kita sudah melalui waktu yang tidak sebentar..maafkan atas segala kesalahan mas, Kamu bisa lepas dari mas?."


Diana hanya terdiam sambil menatap sendu mata Farhan.Ada ketulusan disana, ada cinta yang besar disana.


"Maafkan Di juga ya mas, kemarin terlalu terbawa emosi...kita sama-sama berusaha menjadi lebih baik."


"Jadi..kita gak putuskan?."


"Owh mau putus beneran?", goda Diana.


"No..no...kita lanjutkan mimpi-mimpi kita...menikah, melanjutkan kuliah,kamu bekerja, mas sekolah perwira, memiliki banyak anak...Itu semua mimpi kita Di!!."


"Mas..janji ya jangan terlalu posesif, janji tidak ada kata-kata putus atau cerai pada saat kita berantem !!."


"Yes..I'm promise Di...maaf ya baru rumah kecil ini yang bisa mas siapkan buat kamu, mas janji bekerja lebih keras lagi untuk bisa membelikan tempat tinggal yang lebih besar dan lebih nyaman lagi untuk kamu dan anak-anak kita kelak."


Farhan memeluk tubuh Diana dengan erat, mencium keningnya, turun ke pipi dan akhirnya ******* lembut bibir ranum Diana.


"Eett sorri...sorri...!"

__ADS_1


Andre bergegas balik lagi keluar ketika sampai ruang tamu meihat adegan romantis di ruang tengah.


Mereka melepas ciumanannya karena kaget tiba-tiba ada Andre.


Farhan berlari ke depan memanggil Andre yang baru sampei garasi.


"Dre...mau kemana...sini masuk !"


"Nanti aja gue balik lagi, lanjut saja cuma mau ngecek kamu aja takutnya masih mabuk..hehe!!"


"Sialan lo...!!."


"Jangan lupa, kunci pintunya...nanti pa RT masuk kan berabe urusannya..saking asyiknya sampe gak denger ada suara motor berhenti depan rumah.!!"


Andre berlalu pergi dengan motornya.


Farhan masuk lagi, tidak lupa menutup pintu.


"Mas...malu ihh sama mas Andre,kenapa sih sampei lupa tutup pintu?."


"Malu kenapa...si Andre mah udah biasa..."


"Owh sudah biasa ya liat mas kayak gini sama wanita-wanita lain.!!"potong Diana.


"udah biasa keluar masuk rumah mas tanpa permisi, masa dia gak lihat motor kamu di depan, sengaja dia mah !!."


"kirain biasa lihat kamu sama mantan-mantan !!."


Diana cemberut sambil memainkan ponselnya.


Farhan mendekat mengambil ponsel Diana dan menyimpannya di meja.


"Gak usah mikir yang enggak-enggak...!!."


Farhan menangkup kedua tangannya dipipi Diana, kemudian mengelus lembut bibir Diana dengan jemarinya.


Mereka menghabiskan waktu dengan membicarakan rencana pernikahan yang sudah tinggal beberapa bulan lagi


"Jangan lupa besok kita ada janji ketemu WO ya mas..."


"Ok Di, nanti mas jemput ke rumah, kebetulan besok mas lepas piket."


"Sorean saja mas, biar mas istirahat dulu !."


"Seragam batik untuk keluarga besar kita sudah disiapkan sama bapak, tinggal seragam keluarga inti saja yang harus dijahit dulu".


"Iya mas...besok sekalian memastikan gedung ya mas ."


"Ok Di...."


"Aku pulang sekarang ya mas."


"Tunggu mas ganti baju sebentar, mau berangkat ke kantor sekalian !."


Mereka keluar rumah bersamaan ,Farhan menggunakan motornya.

__ADS_1


"Hati-hati dijalan ya Di, jangan ngebut langsung pulang istirahat!!."


*****


__ADS_2