
Beberapa hari lagi Diana akan menyelesaikan magangnya.
Sementara hubungannya dengan Adrian semakin dekat walaupun belum ada komitmen apa-apa.
"Di...aku masih dilapangan, pulang pake taksi online saja yaa...gak apa-apakan? pesan dikirim oleh Adrian
" Gak apa-apa kang..santai ajaa"
"Pake taksi online yaa...jangan pake ojeg, ini udah mendung banget takutnya hujan gede"
"Iya kang...."
"Nanti malem pukul 19.30 aku jemput, kita makan malam...pake dress yaa...jangan pake celana jeans" pinta Adrian
"Siap kang Iyan....."
Adrian seorang laki-laki berusia 31 tahun, bekerja sebagai Asisten manager marketing di perusahaan properti, asli orang Bandung
Di usia 31 tahun belum menikah karena pernah gagal menikah pada usia 27 tahun.
Berkulit sawo matang, tinggi sekitar 170 cm dengan berat badan yang ideal, hidung mancung dengan kedua sorot mata yang lembut tapi terkadang dingin... rambutnya yang selalu tertata rapih sehingga terlihat seperti laki-laki metropolis, yang berpenampilan bersih, rapih dan menawan. Segala yang dipakai di tubuhnya selalu terlihat matching dari atas sampe bawah. Mungkin karena pekerjaannya sebagai marketing penampilan menjadi bagian terpenting untuk Adrian
Sedangkan Diana sosok wanita yang apa adanya gak pernah bermake up tebal, hanya cukup polesan bedak dan lipstik tipis, namun demikian kecantikannya terlihat alami.
Diaana kadang secara tidak sadar membandingkan sosok Adrian dan Farhan
Farhan sosok yang penampilannya laki banget, berwajah datar dan dingin tapi sangat good looking dan terlihat macho, busana kesehariannya sangat simple hanya kaos dan celana jeans, terkadang dipadu padankan juga dengan kemeja-kemeja Sporti.
"Ahhh kenapa jadi membandingkan Adrian dan Farhan" bisik hatinya.
*******
Tepat pukul 19.30 WIB, Adrian menjemput Diana, mobil yang dikendarai Adrian berjalan dengan kecepatan sedang membelah kota Bandung
"Nah gitu donk pake dress...make up dikitlah Dii, jangan terlalu polos gini. ...pasti tambah cantik"
Mulai ada ketidak nyamanan yang dirasakan Diana setelah mengenal Adrian lebih kurang 1 bulan. menggunakan rok, bermake up bukan kesehariannya, Diana lebih nyaman dengan celana jeans, kaos, kemeja dan make up tipis tipis, Diana bukan perempuan tomboy tapi bukan pesolek juga.
Dulu Farhan tidak pernah masalah dengan penampilannya...malah mereka terlihat serasi dengan gaya santai dan apa adanya.
"Duhh kenapa membandingkan lagi sihh..." racau hati Diana.
"Heii Dii...kenapa melamun saja..udah sampe nih"
Mobil Adrian sudah terparkir di salah satu cafe terkenal di pusat kota Bandung.
Yaa..selera tempat makan pun Adrian lebih suka tempat yang high class.
__ADS_1
Ada rindu yang berdesir dihati Diana untuk Farhan, walau bagaiimanapun separuh hati Diana masih terisi oleh sosok Farhan.
Sampai detik ini Diana tidak pernah membuka status Whatsapp Farhan...takut kecewa kalau melihat Farhan sudah bahagia dengan wanita lain
Adrian dan Diana sedang menyantap makan malamnya...lagi-lagi secara diam diam Adrian mengambil foto Diana dan mengunggahnya sebagai status Whatsapp.
"Dinner time with her" begitu caption dari foto yang diunggah Adrian
Ditempat lain Farhaan merasa geram melihat status Adrian, marah, cemburu, kesal campur aduk.
"Hai Rin...lagi dimana? Mau gak nemenin aku makan malam?"
Ditengah rasa marah yang memuncak diujung kepalanya, rasa cemburu yang membakar hatinya, Farhan menghubungi seorang wanita yang selama ini
begitu rajin mengirim pesan kepada Farhan, mengajak ketemu bahkan bukan sekali saja wanita ini sengaja datang ke asrama.
Selama ini Farhan tidak pernah menanggapi nya. Kali ini Farhan yang lebih dulu menghubungi wanita itu...Karin namanya.
" Kamu jemput aku kan mas..? Tanya Karin kepada Farhan
" Gak..ketemu langsung di cafe saja ya" jawab Farhan
Di salah satu cafe, Farhan dan Karin bertemu untuk makan malam. Farhan datang dengan style nya yang santai, celana jeans dipadu padankan dengan kemeja yang tidak dikancing karena tubuhnya sudah dibalut kaos berwarna biru tua. Sementara Karin datang dengan dandanan yang agak menor dan baju yang terlalu seksi.
"berlebihan banget penampilan nih cewek...padahal cuma makan malam dicafe saja" rutuk hati Farhan.
Farhan mengambil foto Karin dengan latar belakang nama cafe secara diam-diam. Kemudian mengunggahnya sebagai status Whattsapp, tidak lupa wajah karin ditutup stiker berlambang cinta. Farhan berharap Diana melihatnya.
"Dinner with you..Love you Rin.."itu caption unggahan Farhan.
Tentu saja sebelumnya Farhan sudah menyembunyikan status itu dari Karin dan semua kontak diponselnya,hanya Diana yang bisa melihat.
"Bisa geer nih cewek kalau melihat statusku" pikir Farhan.
"Rin..maaf aku harus balik, ada perintah mendadak dari atasan aku"
"Anter aku pulang dulu dong mas" pinta Karin
"sorry banget aku harus buru-buru, lagian aku pake motor gak mungkin banget mengantar kamu dengan pakaian seperti itu, pake taksi online saja yaa..ini untuk ongkosnya" Farhan meinggalkan selembar uang berwarna merah kemudian berlalu pergi.
"Brengsek mas Farhan.." rutuk Karin.
Yaa..cuma ini niat Farhan mengajak Karin makan malam, mengambil fotonya dengan latar belakang cafe supaya benar-benar terlihat seperti sedang makan malam romantis dan Farhan berharap Diana cemburu.
****
Pukul 23.00 WIB Diana tiba ditempat kost, setelah mengganti baju, Diana merebahkan tubuhnya diatas kasur. Kantuk belum juga datang, bayangan Farhan dan Adrian datang silih berganti.
__ADS_1
"Mas Farhan..aku kangen mas...kamu gak pernah banyak menuntut masalah penampilan...kamu yang asyik, santai...yang bisa diajak makan hanya diwarteg saja"
Diana scroll status Whatsapp, ada nama Farhan yang mengunggah status Whatsapp nya, dengan perasaan ragu dan jantung yang berdebar Diana membukanya. Raut wajahnya berubah..ada kecewa, cemburu dan entah apalagi yang dirasakan Diana.
"Ternyata kamu sudah bisa move on mas..." lirih Diana
Dikamarnya Farhan mengecek ponselnya.
"yesss Diana sudah melihat statusku.. Ayoo Dii telepon aku. Katakan kamu cemburu, katakan kamu masih mencintaiku"..racau Farhan dalam hatinya.
Farhan mengecek status whatsapp Diana yang diunggah 10 menit yang lalu
" Ada apa dengan hatiku.." begitu status yang Diana tulis
"Kamu cemburu Dii...? Bisik hati Farhan.
*****
Sudah hampir satu minggu ini Diana menyelesaikan magangnya.
Kembali ke rutinitas sebagai mahasiswi sambil menyelesaikan laporan magangnya.
"Semester depan sudah bisa mengajukan judul untuk skripsi" guman Diana.
Satu bulan lebih tidak ada komunikasi dengan Farhan.
"Semoga kamu bahagia mas.." bisik hati Diana.
Hubungan Diana dan Adrian sampai saat ini belum ada kemajuan, belum ada komitmen antara keduanya.
Diana bahkan merasa ragu akan perasaan nya terhadap Ardian.
"Apakah aku mencintainya...?...atau hanya sebatas karena ingin melupakan mas Farhan?" tanya Diana pada dirinya sendiri.
Diana merasa banyak sekali ketidak cocokan dengan Adrian.
"Dii..nanti malam aku jemput yaa...temani cari kado buat hadiah ulang tahun adikku" Adrian mengirim pesan kepada Diana.
"Maaf kang...sore ini aku mau pulang...ini kan week end jadwalnya aku pulang"
"Owh gitu yaa...aku anter ya Dii..?"
"Gak usah kang..aku dah booking travel..next time aja ya kang" Diana menolak halus tawaran Adrian.
"Ok Dii..hati-hati yaa di jalan...salam untuk keluarga kamu"
" Iya kang...terima kasih yaa"
__ADS_1
*****