
Tiba di rumah Cluster pukul 14.30 WIB
"Wow...berantakan sekali mas...!!."
"Iyaa...karena kesalahan kamu!!." goda Farhan
"Hhmmm.....silahkan mulai dibereskan, aku mau jadi penonton saja..hehe."
"Beneran tega yaa mas beres-beres sendiri.?!"
"Siapa coba yang buat berantakan kayak ginii!!."
"Iyaa..yaa....wait dalam 30 menit semuanya selesai !!."
Setelah berjibaku berdua membereskan rumah, Farhan dan Diana kini tengah bersantai duduk lesehan di atas karpet sambil memainkan ponsel masing-masing. Mereka juga sedang menunggu makanan yang dipesan online.
"Di...bagaimana persiapan sidangnya?."
Tanya Farhan sambil menyimpan ponselnya di meja.
"sudah 100%", jawab Diana sambil terus memainkan ponselnya.
"Dii...simpan ponselnya kalau lagi diajak ngomong serius!!."
"Iya mas...ada apa sih?, aku kan sudah jawab ."
Dengan perasaan kesal Diana menyimpan ponselnya di meja.
"Mudah-mudahan semua nya lancar yaa...!."
"Aamiin..."
Farhan menggeser duduknya mendekati Diana.
"Eehh...ngapain dekat-dekat ?, sana mas gerah, masih keringetan gini udah beres-beres!!."
Farhan menyalakan AC yang berada diruangan itu.
"Maaf, mas lupa nyalain AC...!"
"Mau mandi dulu...?."
"Nanti di rumah saja mas...!".
Farhan menarik pelan tangan Diana, memeluk erat tubuh Diana.
"Jangan suka kabur, jangan suka menghilang...!!." Bisik Farhan di telinga Diana.
Farhan mengecup bibir Diana, berubah menjadi ******* lembut tapi begitu menuntut,sejenak Diana terbawa suasana.
"Sudah mas...!!." didorongnya tubuh Farhan secara pelan.
"Kenapa Di..?, gak kangen yaa..?."
"Sebentar lagi kurir makanan dateng ,nanti gak kedengeran !!."
"Kamu tuh...ya kedengeran lah....ya sudah sini..!."
Farhan menyandarkan tubuhnya ditembok yang dialasi bantal, kemudian merentangkan tangannya yang sebelah kiri. Diana menenggelamkan kepalanya diantara pangkal tangan dan dada Farhan.
"Dii, setelah selesai sidang mas melamar kamu ya?." Tanya Farhan sambil mengelus lembut kepala Diana.
"Aku harus bicara dulu sama mamah dan kak Dimas."
"Kita bicara berdua ke mamah dan Dimas."
"Iya mas..kita liat saja nanti, harus cari waktu yang tepat."
"Iya Di, semoga semua niat baik mas dilancarkan dan dimudahkan..aamiin!."
"Aamiin...", jawab Diana.
"Jangan suka menghilang lagi seperti kemarin, setiap ada masalah apapun bisa dibicarakan baik-baik...itu dulu yang selalu kamu katakan kepada mas !!."
"Hhmmm.....makanya jangan suka tebar pesona saja !." Jawab Diana
__ADS_1
"Kamu tuh yang terlalu ramah sama siapa saja...!!". Celetuk Farhan.
Kurir makanan online sudah ada di depan, Farhan mengurai pelukannya bergegas keluar membawa makan.
Setelah selesai makan, Diana pulang diantar Farhan sampai rumahnya.
******
Pagi yang cerah, Diana sedang membuat sarapan di dapur bersama mamah nya.
Hari ini mamahnya berangkat mengajar pukul 08.00 WIB. Masih ada waktu untuk sarapan bersama.
"Mah,gimana kabar kak Dimas?", tanya Diana.
"Alhamdulillah sudah jauh lebih baik, mungkin besok sudah bisa pulang dari rumah sakit, makanya mamah sudah bisa pulang, gak enak kelamaan bolos ngajar."
"Nanti kalau sudah selesai sidang, Di mau main ke Jakarta ya mah..."
"Iya..sekarang fokus dulu saja sama sidang skripsi, mudah-mudahan lancar sidangnya yaa..!!"
"Aamiin...terima kasih ya mah !."
"Iya sama-sama Di...mamah berangkat dulu ya...jangan tidur terus di rumah, beresin bunga-bunga di halaman depan, minta dibantu sama bibi!." Perintah mamah.
"Siapp mamah sayang..!.".
Tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 11.30 WIB. Diana baru selesai membogkar bunga-bunga mamah dalam pot, mengganti dengan tanah yang baru, supaya lebih subur.
"Duhh capek banget...banyak juga bunga-bunga mamah yang ada di halaman depan." guman Diana.
"Bi...aku mau mandi dulu, boleh minta tolong siapkan makan siang ?, nanti kita makan bareng ya bi...!!." Perintah Diana kepada istri mang Ujang.
"Siap neng...laksanakan!!." Jawab istri mang Ujang.
" Makasih ya bi...eeh nanti kalau ada mas Farhan datang suruh tunggu sebentar ya.!."
Hari ini Diana ada janji makan siang bersama Farhan di rumah. Tadinya Farhan mengajak Diana makan siang diluar, tapi Diana merasa lelah setelah seharian mengurus bunga-bunga mamah, akhirnya Farhan mau diajak makan siang di rumah saja.
"Hhmmm wangi banget sambel terasi sama goreng ikan mas nya, sayur nya apa bi ?!." Tanya Diana.
" Iya neng wangi banget menggugah selera, ada sayur asem sama goreng tahu..sebentar bibi ambil dulu di dapur yaa ."
"Ok bi...."
Ada suara motor behenti di depan rumah Diana, mang Ujang segera berlari membuka pintu pagar.
"Diana nya ada mang..?." tanya Farhan setelah memarkirkan motornya.
"Ada mas di dalam, sedang menyiapkan makan siang.!", jawab mang Ujang.
"Assalamualaykum...."
"Waalaykumuasalam....masuk mas".
Diana langsung mengajak Farhan ke ruang makan.
"Hhhmmm wanginya...siapa nih yang masak?." Tanya Farhan
"Aku dong...", jawab Diana berbohong.
"Hhmmm....paling bibi yang masak."
"Iya. Iya...aku kan gak bisa masak mas!! ."
"Mamah mana...?", tanya Farhan
"Masih di sekolah, katanya sih pulangnya sore, ada rapat dengan kepala sekolah dan guru-guru lainnya ."
Farhan, Diana, mang Ujang dan anak istri nya makan bersama dalam satu meja makan.
"Alhamdulillah...bi, masakannya enak banget....!." Puji Farhan.
"Makasih mas...!!"
",Di...belajar masak sama bibi...biar nanti bisa masakin mas tiap hari...hehe."
__ADS_1
"Iyaa..." jawab Diana singkat
Setelah makan siang Diana dan Farhan berbincang sebentar di teras rumah.
"Mas, aku mau main ke rumah Lina yaa...nanti sore mau ke GOR nonton final turnamen basket sekalian bertemu dengan teman-teman team basket SMA !!."
"Janjian sama siapa lagi di GOR ?."
"Sama anak-anak team basket saja.!!".
"Hhmmm...ketemu pelatih nya juga ?."
"Gak tahu...aku cuma janjian sama anak-anak basket saja !."
"Ok...jangan nakal, jangan tebar pesona...sebelum maghrib pulang ya !!."
"Siap mr. Posesif!!."
"mau berangkat sekarang ke rumah Lina ?, bareng mas sekalian ke kantor lagi !!."
"Gak ah mas, aku berangkat nanti jam 14.00 an, pake motor saja."
"Ya sudah hati-hati, mas pamit ya harus ke kantor lagi !!."
"Iya mas..hati- hati."
****
Pukul 15.30 Diana sudah berada di GOR, setelah sebelumnya menjemput Lina di rumahnya.
Perasaan senang meliputi hati Diana, setelah sekian lama tidak bertemu dengan teman-teman team basketnya waktu SMA, akhirnya sekarang bertemu disini, walaupun hanya sebagian saja yang hadir.
"Hai Di....apa kabar?, long time no see !!."
"Hai Wan...Alhamdulillah kabar baik."
Diana agak terkejut atas kedatangan Iwan.
Ya, Iwan adalah kaka kelas Diana waktu SMA, anggota team basket putra sekaligus mantan cinta monyetnya Diana.
"Sudah beres kuliah nya Di...?, nomor ponsel kamu hilang dari kontakku, sepertinya sih di blokir ya ?!."
"Belum...minggu depan baru akan sidang...masa sih ?, mungkin waktu itu ponselku rusak, banyak kontak yang hilang juga di ponselku", jawab Diana membuat alasan.
Tanpa disadari oleh Diana, ada sepasang mata yang melihat ke arah nya dengan sorot mata cemburu.
Pada saat kembali ke kantor setelah makan siang dengan Diana, ternyata Farhan bersama beberapa rekannya yang lain mendapat perintah untuk melaksanakan pengamanan final bola basket di GOR Citra.
"Di...kamu tuh selalu terlihat ramah dan menyenagkan buat lawan bicara kamu." bathin Farhan sambil menahan marah.
Farhan menganggap Diana terlalu intim berbincang dengan Iwan, yang jelas-jelas Farhan tahu laki-laki itu adalah kaka kelas dan mantannya Diana Waktu SMA.
Ada notifikasi pesan masuk diponsel Diana.
" Masih di GOR ?."
"Masih mas..lagi seru nih final basketnya !."
Diana membalas pesan dari Farhan.
"Seru nonton basket atau seru ngobrol ?!."
Deggg...Diana langsung mengarahkan pandangannya ke semua penjuru GOR.
"Mas Farhan pasti ada di sini...bisa panjang urusannya.", bathin Diana.
"Ya nonton basket lah mas....!!."
"Mas tunggu di kantin belakang GOR..sekarang !!."
"Apaan sih mas..ini lagi seru banget basketnya!!."
"Ok...kalau begitu mas yang kesana ya..!!."
"Iih ngeselin banget..." rutuk hati Diana sambil berdiri berjalan ke arah kantin.
__ADS_1
******