POSESIF VS BUCIN

POSESIF VS BUCIN
BAB 6 POV Farhan Prasetyo


__ADS_3

Namaku Farhan Prasetyo, Aku lahir dan besar di sebuah Kota kabupaten Provinsi Jawa tengah. Bapakku seorang pengusaha kecil konveksi batik dan Ibuku mempunyai usaha kecil salon kecantikan yang bertempat di paviliun rumah dikota kelahiranku.


Kami 3 bersaudara, aku sebagai anak tertua dan laki laki satu satu nya berusia 24 tahun dan sudah bekerja sebagai seorang polisi jebolan sekolah polisi bintara di Jawa Tengah dan sekarang berdinas di Polres sebuah kota di Jawa Barat, adikku yang kedua bernama Fera berusia 21 tahun baru saja menikah 1 tahun lalu. Bersama suaminya Fera tinggal di rumah bapak dan bekerja ikut bapak mengelola usaha konveksi, adik paling kecil bernama Fanni masih duduk di kelas 2 SMP.


Saat berusia 17 tahun, tepatnya ketika duduk di kelas 2 SMA, bapak dan Ibu bercerai, penyebabnya adalah penghianatan yang dilakukan oleh ibu...yaa ibuku berselingkuh dengan laki laki yang merupaakan temen sekolahnya dulu, entah bagaimana cerita jelasnya, aku juga kurang memahami dan tidak mau tahu juga.


Kami akhirnya hidup terpisah. Semenjak perceraian itu, aku dan Fera ikut bapak, sedangkan Fanni karena masih kecil ikut dengan ibu pindah ke kota lain di jawa tengah juga.


Hubungan keluarga kami sangat rumit, ketika ibu dulu menikah dengan bapak, ibu adalah seorang janda beranak dua.


yaa...aku punya dua kaka tiri.


Sampai aku berusia 24 tahun sekarang ini, bapak belum menikah lagi, sedangkan ibu kabarnya sudah menikah lagi.


Semenjak perceraian mereka, hubunganku dengan ibu kurang harmonis.


Keadaan ini akhirnya membuatku mempunyai krisis kepercayaan terhadap sosok perempuan, aku tidak mau berkomitmen serius dengan perempuan manapun. Dengan keadaan fisikku yang kata orang good looking apalagi di tunjang pekerjaan sebagai seorang polisi, mudah sekali rasanya untuk mendekati perempuan. Mereka hanya datang dan pergi dalam kehidupanku, pada saat mereka menuntut sebuah komitmen, udah pasti akan aku tinggalkan begitu saja. Mereka datang tanpa aku kejar, dengan suka rela mereka mendekatiku. Itulah kenapa banyak orang menganggap aku seorang play boy, padahal tidak pernah ada komitmen serius dengan perempuan manapun.


Selama berdinas, aku tinggal di asrama khusus polisi, yang letaknya tidak jauh dari kantorku. Di kota ini, aku merasa nyaman dan kerasan walaupun jauh dengan keluarga.

__ADS_1


Beberpa bulan terakhir ini hubunganku dengan ibu berangsur membaik, itu karena hadir nya sosok perempuan bernama Diana Prameswari dalam hidupku.


Ya..Dua bulan terakhir ini aku sedang menjalin hubungan dengan Diana...seorang perempuan, gadis remaja yang masih berusia 18 tahun, masih duduk di kelas 3 SMA semester kedua. Entah kenapa aku begitu jatuh cinta pada remaja ini...dia perempuan energik, apa adanya, smart dan jinak jinak merpati.


Lebih kurang 1 tahun yang lalu, saat aku berdinas di bagian lalu lintas, setiap sore sering sekali melihat sosok gadis remaja ini jalan jalan dengan sepeda motornya di jalan utama kota tempat aku bertugas. Dia sama sekali tidak pernah mencari cari perhatian dariku seperti perempuan perempuan lain. Pernah Satu kali sengaja aku berhentikan kendaraan nya, karena dia membonceng temannya tidak menggunakan helm, saat itu hanya diberhentikan dan diberikan pengaraahan tentang berkendaraan yang aman, dari sanalah aku tahu namanya Diana Prameswari, sekolah di salah satu SMA favorit di kota ini, sengaja aku meminta dia untuk mengeluarkan kartu identitas dan surat surat kendaraannya, Waktu itu Diana sudah berusia 17 tahun tentu saja sudah memiliki KTP dan SIM. Memberhentikan kendaraan dia salah satu akal akalan aku saja untuk mengetahui identitasnya, karena hampir tiap hari aku melihat dia melintas di depan pos tempatku berjaga sebagai polantas. Kebetulan ada kesalahan juga yang dia lakukan, jadi ada alasan untuk memberhentikan kendaraannya untuk memberikan pengarahan seputar berkendaraan yang baik dan benar.


"Sambil menyelam minum air," begitu pikirku waktu itu


"Diana Prameswari..nama yang indah" gumanku waktu itu.


"aku harus mengenalnya lebih jauh"


Gadis remaja berusia 17 tahun waktu itu, tinggi badan sekitar 160 cm dengan berat proporsional terlihat semampai, warna kulit kuning langsat,rambut sedikit ikal, hidung mancung dengan bibir yang sedikit seksi menurutku.


"Gila ini cewe...bikin penasaran banget"


Akhirnya aku mencari informasi secara diam diam tentang Diana, dimana rumahnya, hobby nya, prestasi nya pokok nya all about her.


Akhirnya pada saat dia sudah duduk di kelas 3 SMA, aku berhasil mendapatkan nomor ponselnya. Ya..aku baru inget ada Rudi tetangga di asrama tempat aku tinggal anak polisi juga bersekolah di SMA itu, ternyata Rudi mengenal Diana walaupun tidak satu jurusan. Diana kelas IPA sementara Rudi IPS. Dari Rudi aku menjadi tahu bahwa Diana populer disekolah, prestasi akademis dan non akademis nya menonjol . Diana team inti bola volly dan basket SMA tersebut. Aku jadi tahu jadwal Diana les, jadwal Diaana latihan volly dan basket, secara diam diam sering sekali mengikuti motor Diana sepulang les atau latihan volly.

__ADS_1


Beeberapa kali diana menyadari ada yang mengikuti,sempet berhenti pada saat aku ikuti hanya untuk menoleh kebelakang sengaja aku tidak menggunakan helm full face dan Diana tidak mengenaliku sebagai polisi laulintas yang pernah menegurnya dia pergi begitu saja. Entah lah apa dia benar tidak mengenaliku atau memang ga peduli padaku waktu itu.


"Let see Diana..kamu akan menjadi milikku" bathin Farhan


"Aku akan terus mengejar kamu..sampei kamu jatuh cinta dan bertekuk lutut padaku Diana.."


rutuk Farhan dalam hatinya pada saat itu.


Setelah pesan pesan yang aku kirim lewat whatssapp dan surat yang dititipkan melalui Rudi, akhirnya aku bisa bertemu langsung denga Diana di cafe dekat sekolahnya. Dan ternyata dia benar benar ga mengingatku


"Bener bener nih cewe, dia sama sekali tidak mengenalku"" Bathin Farhan waktu pertama kali bertemu Diana di cafe


Pertemuan pertemuan berikutnya rasa penasaran Farhan berubah menjadi rasa cinta, Farhan benar benar jatuh cinta kepada sosok Diana, sampai pada akhirnya Farhan menembak Diaana dan Diana menerima cinta Farhan.


"Diana Prameswari...aku tidak akan pernah melepaskanmu sampai kapan pun, Aku sangat mencintaimu" bathin Farhan


Hari hari indah sedang membersamai Farhan sejak Dua bulan terakhir ini. Berbalas pesan setiap Hari dengan Diana menjadi moodboster tersendiri buat Farhan. Semangat kerja Farhan meningkat. Ajaib nya jatuh cinta membuat hubungan Farhan dengan ibu nya sedikit membaik. Farhan mulai peduli dengan kabar ibunya, sesekali Farhan menghubungi Fanni sekedar untuk menanyakan kabar ibu nya


" Ahhh. Jatuh cinta berjuta rasanya .."

__ADS_1


Guman Farhan dalam hati


***happy reading


__ADS_2