POSESIF VS BUCIN

POSESIF VS BUCIN
BAB 51 Persiapan Pernikahan 1


__ADS_3

Pernikahan Farhan dan Diana tinggal 4 bulan ini. Semua persiapan sudah berjalan hampir 50%.


Gedung tempat acara akad nikah dan resepsi sudah dibooking, catring sudah dibooking, seragam keluarga inti dan keluarga besar sudah siap, undangan akan di cetak 1 bulan sebelum acara, souvenir sudah dipesan.


Untuk urusan susunan acara, MUA, dekorasi pelaminan dan gedung, dokumentasi serta hiburan sudah di atur oleh WO.


Sementara pendaftaran ke kantor KUA baru bisa dilaksanakan 1 bulan sebelum hari H.


"Bismillah ya Alloh, semoga semuanya berjalan dengan lancar...amiin ", doa Diana dalam hati, sambil rebahan di kamarnya.


Malam ini Diana sedang berada di dalam kamarnya, sementara di luar hujan besar sekali.


Waktu menunjukan pukul 21.30 WIB, sementara hujan masih turun menyisakan rintik-rintiknya.


"Assalaamualaikum mas..masih dikantor?," Diana mengirim pesan kepada Farhan.


"Waalaikumsalam Di...mas dari tadi kejebak hujan pulang dari kerja lapangan, kebetulan tadi pake motor."


"Berteduh dimana?, sama siapa?."


"Berteduh di cafe X sambil ngopi....tadinya sih bareng 3 orang teman berteduhnya, tapi beberapa menit yang lalu mereka pulang, udah ditungguin anak istri katanya, lagian mereka pada bawa jas hujan."


"Awas banyak abg di sana, iseng-iseng kenalan lagi nantinya." Diana merajuk.


"Ya Tuhan Di...ini tuh sepi banget, siapa coba yang mau keluar hujan-hujan begini!."


"Kenapa coba dari tadi gak nelepon aku, gak ada kabar !."


"Tadi kan mas berangkat kelapangan dari siang, sibuk sama kerjaan. Mas pikir kalau sudah sampei asrama nanti telepon kamu, ternyata kejebak hujan, ponsel mas lowbat ini tinggal 10%.!!."


"Video call sekarang mas, sebentar saja!!."


"Di...ponsel mas lowbat, dipake video call pasti mati !!."


Farhan merasa heran Diana bersikap seperti ini. Biasanya Diana cuek saja mau di telepon atau enggak, mau kerja pulang jam berapa juga, paling cuma kirim pesan mengingatkan makan dan solat.


Ponsel Farhan berdering, panggilan video call masuk dari Diana.


Baru saja tombol hijau digeser, ponsel Farhan mati.


"Gawat, bisa perang dunia ke 3 ini..bakal.panjang urusannya !." Bathin Farhan.


Pukul 22.30 WIB akhirnya Farhan tiba di asrama. Setelah bersih-bersih dan solat isya, Farhan menyalakan ponselnya yang sedang di charge.


"Lumayan sudah terisi 30%." gumannya.


"Di..belum tidurkan?, mas telepon ya?."


Pesan yang dikirim oleh Farhan hanya dibaca oleh Diana.


Akhirnya Farhan menelepon Diana.


"Iya mas, ada apa?."


"Di..maafin mas yaa tadi ponsel mati!!."


"Ya udah gak apa-apa...."


"Jangan marah dong, kalau marah aja mas ke rumah kamu sekarang juga!!."


"Udah ya mas, aku ngantuk !!."


"Diana....kenapa sih, gak kangen seharian gak ketemu sama mas?."

__ADS_1


"Mas kali yang gak kangen, seharian gak ada kabarnya !!."


"Iya maaf, hari ini mas sibuk banget. Alihhkan ke video call ya Di."


Banyak sekali yang mereka bicarakan lewat video call, dari mulai aktivitas hari ini sampai persiapan pernikahan mereka.


"Mas udah dulu ya, ngantuk banget udah malam."


"Ok Di, nice dream..besok ke rumah cluster ya, jam 10 an lah, selesai apel pagi biasanya ada pengarahan dulu, baru mas bisa pulang."


"Iya mas, sekalian mau fiting kebaya untuk akad nikah."


"Ok, nanti mas anter !."


*****


Matahari sudah terbit di ufuk timur, Diana sedang berada di dapur menyiapkan sarapan.


"Mah..sarapan dulu yu...", Diana mengetuk kamar mamahnya.


"Iya Di tunggu sebentar..!."


Semua sudah berkumpul dimeja makan.


"Hhmmm enak sekali nasi gorengnya Di.." puji mamah.


"Alhamdulillah kalau mamah suka."


"Sampai mana progress persiapan pernikahannya Di ?," tanya mamah


"Sudah 50% mah, hari ini Diana mau fiting baju untuk akad nikah, mungkin dianter mas Farhan berangkatnya."


"Ok hati-hati ya..mamah hari ini ngajar sampai jam 13.00 WIB, pulangnya mau ke rumah bu Dewi, ada acara aqiqahan cucu nya ."


"Iya mah..hati-hati ya!."


Motor farhan sudah tampak di garasi.


"Assalamualaikum mas..."


"Waalaikumsalam...masuk Di."


Farhan sedang bermain game Play station bersama Andre di ruang tengah.


"Hai Di..apa.kabar." Sapa Andre


"Alhamdulillah kabar baik mas...."


"Aku cabut ya bro...," pamit Andre.


"Eeh mau kemana mas..kita ngobrol-ngobrol aja disini."


"Gak ah takut mengganggu."


"Udah sana buruan pulang, pake basa-basi segala.", usir Farhan kepada Andre.


"Motor gue pake ya bro."


"Ya udah pake aja, nanti aku keluar sama Diana pake mobil aja!."


"Bye Di...awas hati-hati Di, jangan mau di gombalin sama Farhan."


"Andre...pergi sana !!."

__ADS_1


"Mas..aku ganggu ya?, kalian lagi main PS jadi berhenti!."


"Enggak lah Di, Andre tadi ikut kesini mau pinjem motor, motor dia bannya bocor. Sambil nunggu kamu datang kita main PS bentar."


"Owh gitu....."


"Jam berapa janjian mau fiting kebaya?."


"Bebas sih mas...sekarang juga bisa."


"Nanti aja ya bada duhur, sekalian mas anter kamu pulang, sore mas harus kekantor lagi !."


"Iya gimana mas saja, yang penting sebelum ashar aku dah pulang."


" Ok, pesan makanan online Di, mas laper!!."


"Mau makan apa mas?,"


"Pesan somay aja sama juice tomat, kamu teraerah mau pesan apa."


30 menit kemudian makanan sudah sampe, somay dan juice tomat sesuai pesanan Farhan, sedang Diana memesan bakso dan juice belimbing.


"Di, nanti kalau kita sudah menikah dan seandainya kamu bekerja, yang penting setiap pagi kita bisa sarapan bersama. Kalau untuk makan siang dan makan malam kayaknya susah karena jam kerja mas gak beraturan, tolong bisa mengerti dengan jam kerja mas ya ?." Pinta Farhan kepada Diana.


"Iya mas tenang saja, aku sudah mengenal mas 6 tahun, sudah mengerti ritme kerja mas.Semoga kita bisa saling mengerti, menghargai dan menghormati ya."


"Makasih ya Di..."


Diana membereskan piring-piring dan sampah bekas makan, sedang Farhan pamit merokok diluar.


Setelah semua beres Diana merebahkan tubuhnya di atas karpet ruang tengah depan TV sambil memainkan ponselnya.


Farhan yang sudah selesai merokok duduk disamping Diana.


"Seperti mimpi ya Di, kita berada di titik ini, mempersiapkan pernikahan setelah 6 tahun kita lalui. Suka, duka kita lalui, ujian datang silih berganti, banyaknya sih ujian kesabaran !!."


"Iya mas...apalagi aku, kayak mimpi aja, berkhayalpun gak pernah punya suami polisi. Pacaran pertama sampe 6 tahun akhirnya mau menikah!!."


"What?, pacaran pertama ?, gak salah denger ya ?."


"Ya bener lah...waktu SMP, SMA gak pernah pacaran serius, paling cinta monyet saja, saling suka gitu saja. Kelas 3 SMA kenal sama kamu, ya sudah seterusnya menjalani hari-hari bersama kamu !."


"Iwan, pelatih basket, Adrian dan entah siapa lagi yang mas gak tahu..apa kabar mereka?, bukankah mereka juga part of your life?, yang ada diantara kisah cinta kita dan menguji kesabaran mas ?!."


"Aku gak pacaran sama mereka mas!!."


"Hanya Teman Tapi Mesra ya Di..!."


Wajah Farhan memerah,rahangnya mengeras. Selalu ada rasa cemburu bila mengingat nama-nama itu.


"Sudah mas, gak usah bahas masa lalu, kalau aku mau membahas masa lalu kamu jauh lebih menyakitkan buat aku !!."


"Masa lalu mas buruk, tapi itu jauh sebelum mas mengenal kamu!!."


"Owh ya?...apa kabar Utami ?apa kabar anak SMA yang selalu datang ke asrama kirim makanan, yang pernah ikut nebeng ke Bandung karena mau tes masuk perguruan tinggi swasta?, apa kabar wanita di tempat billiard?."


"Cukup Di...nanti kita berantem !!."


"Makanya jangan sok-sokan merasa paling tersakiti deh mas !!."


"Iya sudah..titik !!."


Farhan mengecup singkat bibir Diana, kemudian memeluk tubuh Diana dengam erat.

__ADS_1


"Terima kasih untuk perjalanan 6 tahun ini, terima kasih sudah mau menerima mas yang posesif yang temperamental, mas akan terus berusaha menjadi lebih baik lagi !!."


******


__ADS_2