POSESIF VS BUCIN

POSESIF VS BUCIN
BAB 36 Jangan Marah Dii...


__ADS_3

"Diana...kamu dimana sih?...kamu pasti marah dari tadi siang ponsel mas mati, gak bisa dihubungi." Bathin Farhan


Pukul 23.00 WIB...Diana baru membaca puluhan pesan yang dikirim oleh Farhan.


Ditempat berbeda begitu tahu pesannya sudah dibaca, Farhan langsung video call Diana.


"Hai Diii....please dengerin dulu mas, jangan ngambek dulu."


Diana menerima video call dari Farhan


"Ihh siapa yang ngambek mas...?, percaya diri amat."


"Diana..mas tahu kamu kesel, marah sama mas...sumpah tadi siang ponsel mas mati, waktu pagi sampai dikantor low batterei, belum sempat diisi daya ada perintah dari atasan ke lapangan bareng Yoga, teman mas....gak bawa power bank jadi ponsel mati...baru sampe asrama Pukul 18.30, sambil isi daya ponsel mas kirim pesan sama kamu, telepon kamu tapi gak dijawab..kamu pasti marah, kesel..maafkan mas yaa...please!!".


"Owh gitu...ok gak apa-apa mas."


"Kok gitu sih jawabnya Dii.?"


"Harus bagaimana..?, kan udah jelas alasannya, jadi gak ada yang salah, gak ada yang perlu dimaafkan, kecuali kalau mas bohong baru minta maaf..kalau gak bohong ya udah selesai !!"


Farhan merasa ada yang lain dalam sikap Diana, wajah Diana pun terlihat datar tidak ceria sepeti biasa.


"Gimana judul skripsinya..sudah disetujui pembimbing?"


"Sudah.."


"Alhamdulillah..semoga lancar yaa skripsinya."


"Terima kasih."


"Diana..kenapa sih kok jawabnya pendek-pendek gitu, biasanya jawabnya panjang kayak kereta api..hehehe."


"Ngantuk..ini kan udah malam"


"Iya tahu ini udah malam..tapi biasanya juga kita video call malem gak pernah jutek kayak gini...kenapa sih Di, mas udah jelaskan alasan gak bisa dihubungi....ngomong dong kalau ada yang salah dari mas?."


"Gak ada yang salah..."


"Dianaa...mas bisa ke Bandung sekarang juga yaa kalau kamu kayak gini terus !!."


"Mau apa?..ke Bandung kemana nihh ?"


"Mau ketemu kamu lah.. ke tempat kost kamu..emang kemana lagi kalau mas ke Bandung?".


"Ya mana aku tahu kalau ke Bandung kemana aja, kan mas punya banyak teman juga di Bandung!!".


Diana menjawab dengan suara yang agak tinggi.


Farhan mulai Faham kenapa Diana bete dan judes seperti ini, mulai ngerti kemana arah pembicaraan Diana.


"Dii...kamu gak percaya yaa kalau tadi siang mas benar-benar kerja?"


"Percaya..."


"Kalau percaya senyum dong...jangan cemberut aja..., kalau cemberut terus mas pergi ke Bandung sekarang juga."


"Ya, terserah kalau mau ke Bandung, asal jangan ke tempat kost aku."


Terus harus kemana ?...yang mas kenal di Bandungkan cuma kamu...?"


"Owh yaa..?..masa sihh?"


"Dii..kamu kenapa sih jangan gini deh, kayak anak kecil aja."


Farhan mulai kesal karena Diana berbelit-belit gak mau terus terang kalau dia sedang kesal dan marah.


tut..tut..Diana menutup telepon sepihak.


Farhan tahu, Diana pasti berpikir tadi siang aku berbohong, disangkanya aku pergi dengan Tami, karena mungkin Diana ingat hari ini Tami akan berkunjung ke salah satu perusahaan yang ada dikota ini dan tiba-tiba ponselku juga mati gak bisa dihubungi.


Iya memang tadi pagi ada pesan masuk dari Tami memberi kabar bahwa dia sedang on the way menuju kota tempat aku berdinas, bahkan minta bertemu setelah urusannya selesai, tapi aku sudah menolak dengan halus karena memang ada tugas ke lapangan juga, tidak ada lagi komunikasi dengan Tami sampai detik ini.


"Biarkan saja Diana marah...aku malah senang kalau dia cemburu...besok pagi-pagi aku telepon lagi".

__ADS_1


******


Pukul 05.00 WIB Diana sudah bangun, selesai sholat subuh rebahan lagi karena hari ini tidak ada jadwal bimbingan. Jadwal hari ini mulai mengerjakan skripsi Bab 1.


"Mas Farhan sudah bangun belum yaa..?", tanya Diana dalam hati


Biasanya kalau subuh begini Diana telepon Farhan membangunkan sholat subuh.


ddrrtt....ddrrtt...ponsel Diana berdering, ada video call masuk dari Farhan. Diana menggeser tombol hijau ponselnya dengan malas.


"Assalamualaykum..."


"Waalaykumussalam....udah bangun Dii?."


"Udah dari tadi...."


"Kok gak bangunin mas...?.


"Ya kan ini mas udah bangun...!!"


"Hahaha...iya..iya..masih marah aja...senyum dong...udah sholat subuh Dii ?."


"udah....aku mau mandi dulu mas"


"Tunggu dong..mas masih mau ngobrol bentar aja....itu kok bangun tidur udah pake celana jeans gitu...?"


"Semalem tidur gak sempet ganti baju..ngantuk banget!"


"Dari mana semalem...?"


"Makan malem di cafe sama teman-teman kost"


"kok semalem gak cerita waktu mas video call...?".


"Gak penting....cuma makan malam doang, biasakan tiap hari juga makan !!".


"Ya Tuhan Dii....judes amat sih kamu...biasanya juga suka cerita, minta ijin....udah dong jangan marah-marah terus, sekali lagi mas minta maaf!!".


"Iyaa udah..hati-hati di sana ya Dii".


"Diana...kalau sudah cemburu, susah banget sembuhnya...hari ini pulang kerja harus ke Bandung...".bathin Farhan.


Diana Prameswari, wanita yang sudah mengisi hari-hari Farhan selama 5 tahun ini. Farhan sangat mengerti sifatnya. Diana yang simple ramah,mudah bergaul, smart dan easy going banget. Diana kalau dibiarkan dalam keadaan marah,dia akan santai aja, gak akan mengemis-ngemis minta baikan, dia akan mengalir aja.


Pernah suatu saat Farhan marah,emosi dan memutuskan Diana dalam keadaan marah, Diana santai aja menerimanya...sementara Farhan inginnya Diana mengemis, meminta-minta untuk tidak diputuskan.


Begitulah Diana, saking easy goingmya.


Entah karena itu sudah pembawaanya, atau bagaimana yang jelas Farhan merasakan Diana begitu perhatian kepadanya, begitu sayang kepadanya. Hanya mungkin caranya seperti itu.


*****


Pukul 16.00 Diana baru saja selesai sholat ashar.


Tok..tok...pintu kamar Diana ada yang mengetuk.


" Sebentar...siapa yaa?", tanya Diana dari dalam, sambil berjalan ke arah pintu.kamar.


" Mas Farhan..??"


"Hai Dii...lagi apaa...boleh mas masuk?".


"Tunggu aja di mobil, aku ganti baju dulu !!".


20 menit berlalu, Diana masih belum keluar dari kamarnya. Farhan sudah mulai gelisah.


"Di..kalau dalam 5 menit gak keluar dari kamar, mas saja yang masuk ke kamar kamu...mas paksa buka pintu biar saja ribut sekalian!!"Farhan mengirim pesan kepada Diana.


Akhirnya Diana keluar dari kamar, mungkin takut Farhan membuat keributan, Diana tahu banget Farhan bisa melakukan apa saja kalau sedang emosi.


Diana masuk ke dalam mobil Farhan.


Farhan membawa mobil nya ke arah Lembang, tempat favorit mereka kalau jalan-jalan dikota Bandung.

__ADS_1


Didalam mobil mereka saling membisu, sampai akhirnya tiba dihamparan kebun teh, Farhan menepikan mobilnya.


"Dii...ada apa sih?, ngomong dong...jangan diem terus kayak gini, mas gak tahu apa salah mas?".


"Ngomong apa sih mas...aku lagi mikirin skripsi aja..."


Farhan meraih jemari Diana, mengusapnya dengan lembut.


"Lihat mata mas...kamu lagi bohong ...mas kenal kamu bukan sehari dua hari...mas tahu kalau kamu sedang bohong, sedang marah atau cemburu !!."


"Gak ada apa-apa mas....aku capek aja akhir-akhir ini."


"Diana...kemarin mas benar-benar kerja, ada tugas kelapangan, ponsel mas benar-benar mati. Mas gak inget sama sekali dan gak mau tahu kalau kemarin Tami jadi kunjungan ke perusahaan itu. Mas yakin kamu berpikiran mas bertemu sama Tami, kamu pikir mas sengaja mematikan ponsel...begitukan Dii..?, kemarin mas kerja bareng Yoga, kamu telepon dia yaa sekarang, biar percaya !!"


Diana terdiam, merasa bersalah atas prasangkanya kepada Farhan.


"Dii...sebenarnya mas seneng loh kamu marah gara-gara wanita lain, ini hal yang jarang sekali terjadi...biasanya kamu santai saja ada yang deketin mas, ada yang kirim pesan sama mas..."


"Hhmmm...gak tahu, aku merasa berbeda saja dengan kehadiran kembali wanita masa lalu mas Farhan..."


"Percaya sama mas, jangan bebani pikiran kamu dengan hal-hal yang tidak penting, kamu sedang butuh konsentrasi buat skripsi...mas janji gak akan macem-macem, udah ya marahnya...!"


"Maafkan aku ya... mas jadi capek pulang kerja harus ke Bandung"


"Maafkan mas juga seharian kemarin udah bikin kamu kesal....gak apa-apa gak capek kalau buat ketemu kamu mah.."


"Gombal ahh..."


Farhan membawa tubuh Diana ke dalam pelukannya, mengecup keningnya turun ke pipi dan kemudian ke bibir, ********** lembut , meraka saling berpagut semakin lama semakin menuntut.


"Dii, cepat beres yaa skripsinya..mas udah gak tahan." bisik Farhan di telinga Diana.


"Gak tahan apa ihh...."


"Mau nikahlah sama kamu..."


Kembali Farhan ******* bibir Diana, tangannya perlahan membuka kancing kemeja Diana, meremas lembut salah satu bukit kembar Diana.


" Hhmmm..ahh mass...eehmmm"


"Dii...pindah ke belakang yuu..."


"Gak ahh..hayu pulang bentar lagi maghrib".ajak Diana.


" Kita cari tempat makan dulu, baru kita pulang." perintah Farhan.


Setelah selesai makan, Farhan membawa mobilnya ke arah lain.


" Mau kemana mas ?, ...ini bukan arah pulang ke tempat kost aku loh !!"


"Mas capek...mau cari penginapan besok subuh baru pulang."


"Gimana sih mas...anterin dulu aku pulang dong...atau aku pake taksi online saja."


"Besok aja pagi-pagi mas anterin ke tempat kost...temenin mas nginep..tenang saja aman, cuma merem bareng doang!!"


"Mas iihh..gak mau ahh...aku pulang pake taksi online saja !!"


Dii...mas capek, janji gak akan terjadi apa-apa...kita istirahat saja, tidur !!..no more..ok ?!"


Diana hanya bisa menurut saja.


Pukul 19.30 Tiba di sebuah penginapan, hati Diana berdebar tidak karuan. Diana masih menunggu di dalam mobil, sementara Farhan pergi ke resepsionis untuk memesan kamar.


"Ayo turun..tolong ambilin tas ransel mas dibelakang, ada baju ganti dalam tas itu," perintah Farhan kepada Diana.


Kamar penginapan yang gak terlalu besar, tetapi cukup nyaman dengan jendela belakang langsung menghadap ke taman yang indah. Satu kamar dengan yang lainnya berjarak beberapa meter.


"Mas mandi dulu yaa...lengket banget nih badan, tolong bikinin mas kopi yaa Dii..!!"


Farhan keluar dari kamar mandi sudah menggunakan celana pendek dan kaos oblong, wangi maskulin menguar dari tubuh atletisnya.


*****

__ADS_1


__ADS_2