Pria Pilihan Aira

Pria Pilihan Aira
Eps 1


__ADS_3

  "Winne.. Mana stylist barunya? Kenapa belum datang? " Raka terlihat agak panik karna hari ini ada proses syuting MV baru artist Mouse Entertaiment (Mousent) , sementara stylist baru yg harusnya masuk hari ini belum terlihat batang hidungnya. ini sudah pertanyaan ke 3 nya pagi ini dan Winne mulai bosan.


  "Tunggu sebentar lagi. Dia pasti datang. Aku akan melihatnya ke lobby" Jawab Winne santai dan berlalu menuju lobby.


  Aira Maretha baru saja akan naik ke lantai 16 gedung Mousent.. Ia menunggu didepan pintu lift yg mengarah ke lobby.


Tring..


Pintu lift terbuka dan Winne berada disana diantara beberapa orang lainnya. Mereka bertukar pandang kemudian tertawa.


  "Hei.. Kenapa turun? Aku bisa kesana sendiri" Kata Aira di dalam lift yang mengarah ke atas.


"Asisten ku terus menanyakan stylist baru, dan aku bosan" Winne memonyongkan bibirnya dan Aira tertawa. "Aku akan memperkenalkanmu pada staf lainnya nanti" Ucap Winne.


  Aira terlihat sangat bersemangat. Ternyata itu karena Aira sudah lama ingin bekerja di perusahaan ini. Ia mengidolakan banyak sekali artis Mousent terutama Toddy, artist multitalenta yang juga merupakan leader sebuah grup penyanyi yang sudah debut hampir 15 tahun. Aira berharap hari ini ia bekerja dalam tim untuk Toddy, namun kenyataannya ia tidak berada di tim stylist Toddy melainkan 2 rekan grup nya yaitu Devano dan Erigo. Aira sedikit kecewa tapi ia senang karna sudah bergabung di perusahaan ini. Setidaknya lain kali ia akan bertemu Toddy.


Ruang Makeup.


  Devano dan Erigo sedang di rias,  winne memperkenalkan aira pada artistnya "ini staf baru untuk wardrobe dan aksesoris, namanya Aira"


"Selamat pagi, saya Aira, mohon kerjasamanya" Ucap Aira memperkenalkan diri diiringi senyuman.


  Sementara Devano hanya melirik tanpa respon apapun, Erigo terlihat lebih ramah. "Wahh kau terlihat sangat muda. Berapa usiamu? " Tanya Erigo sembari tersenyum ramah.


  "25 tahun" Jawab Aira.


  "Kalau begitu selamat bergabung Aira, mungkin kami akan sangat sangat sangat rewel sekali dan menyusahkanmu. Jadi persiapkan mental mu " Erigo tertawa sambil mengedipkan matanya jahil. Team tata rias tertawa mendengar apa yang dikatakan Erigo, sementara Aira hanya tersenyum menanggapi sambil berfikir 'itu serius atau bercanda? '


  Ketika Aira sibuk mempersiapkan pakaian dan beberapa aksesoris di ruang ganti yang terhubung ke ruang rias, dirinya tak sengaja mendengar Devano bicara "kenapa harus ada pergantian staf? Rasanya tidak nyaman. Aku sudah terbiasa dengan staf yang sudah bersama selama 6 tahun. Ini tidak nyaman" Ulang Devano.


  "Akan terbiasa nanti.. Kau rewel seperti bayi.. Hahaha.. " Tawa Erigo


Sementata Aira merasakan ketidaknyamanan yang sama. 'Ini akan berat Aira.. Bertahanlah.. ' ucapnya dalam hati.


  Aira membawakan set pakaian untuk Devano dan berusaha berinteraksi dengan sangat sopan. "Ini pakaian set pertama untukmu, dan ini aksesorisnya" Ucap Aira sambil menyodorkannya pada Devano.


   Devano sama sekali tidak ramah padanya. "Haruskah aku memasang benda2 itu sendiri? Lalu apa yang kau kerjakan?" Ucap Devano ketus dan berlalu membawa pakaiannya ke ruang ganti. Ia berhenti dan berbalik "apa kau tak akan membantuku dengan semua ini?


Aira segera berlari untuk membantu Devano bersiap. Membantu berpakaian memang adalah tugasnya, tapi ia mendengar sendiri bahwa lelaki ini tidak nyaman dengannya, membuat Aira bingung harus bagaimana.

__ADS_1


  "Apa kau tidak menanyakan tugasmu pasa staf sebelumnya?" Tanya Devano menuduh sambil memperhatikan Aira yang menunduk memasang beragam aksesoris di pinggangnya. Selisih tinggi mereka sekitar 20cm lebih, membuat Aira terlihat kecil.


Bukan Aira namanya kalau tidak berani melawan, lagi pula dia harus meluruskan situasi bukan?.


Aira dengan enteng menjawab "aku mendengar mu berkata kau tak nyaman dengan staf baru. Jadi aku berusaha tidak mengganggu atau menyentuhmu. Tapi kau berteriak padaku dan membuatku bingung. Maafkan aku, ini tak akan terjadi lagi. Silahkan mengajukan keberatan jika aku melakukan sesuatu yang membuatmu tak nyaman. Itu juga akan baik bagiku" Ucap Aira tegas.


  Devano mengernyit mendengar kata-kata Aira. "kau kehilangan sedikit kesopanan mu padaku bukan?" Sindir Devano.


Aira mendongak menatapnya, ia tidak ingin bersopan santun pada orang yang tidak menghargainya. Aira berniat marah, tapi ketika memandang Devano, Aira langsung kagum pada ketampanan pria itu.


Aku pasti sudah gila, pikirnya. Ia mengerjap mengembalikan kesadarannya dan menunduk. "Maafkan aku, ini sudah selesai, aku akan memperbaikinya lagi setelah take pertama di set studio" Jawab Aira ketus lalu keluar dari ruang ganti.


Devano meletakkan kedua tangannya di pinggang, menahan kesal yang entah darimana sumbernya.


  Tak lama Erigo masuk ke ruang ganti kembali bersama Aira. Melihat ekspresi dan bahasa tubuh rekannya, Erigo langsung tertawa "apa kalian sudah memulai pertengkaran disini?" Tanya Erigo sambil tertawa dan melihat Aira dan Devano bergantian.


Ia merasa situasi ini lucu karena ia tau betul bagaimana Devano akan bertingkah kepada orang baru. Dan ia menebak bahwa Aira mungkin sudah menyulut api kecil. Devano tak akan mempermudah keadaan dan ini akan menarik untuk disaksikan. 'Orang baru selalu menyenangkan' pikirnya sambil tersenyum.


  Devano keluar meninggalkan Aira yang membantu Erigo bersiap. Erigo memandangi wanita mungil dihadapannya yang tampak berkonsentrasi. "Devano menyebalkan bukan?" Pancing Erigo.


Aira mendongak menatap Erigo dan terpesona.


Erigo tampak setinggi Devano. Mungkin lebih tinggi sedikit daripada Devano. Dengan wajah Tampan yang tersenyum itu akan membuat para gadis menyembah di kakinya.


Aira kembali menunduk, "tidak" Jawabnya singkat.


"Kau harus bertahan menghadapinya selama sekitar 2 bulan, lalu semua akan membaik" Ucap Erigo


Aira membelalak menatapnya "2 bulan? Apa dia selalu begitu? Dia aneh" Celetuk Aira, membuat Erigo tertawa.


Sementara diruang rias Devano mendengar tawa Erigo dan entah kenapa merasa kesal. Ia pergi ke set studio dan menyapa beberapa orang untuk mengembalikan moodnya dan untungnya berhasil.


_______________________________________


Syuting di set pertama selesai tepat di waktu makan siang. Aira melirik jam ditangannya dan memperkirakan dia tak akan sempat makan siang karna harus merapikan beberapa barang dan menyiapkan yang baru untuk set kedua.


Ia segera merasa lelah karna menyadari harus menghadapi Devano, makhluk rewel abad ini. Tapi ia harus bertahan karna punya alasan.


  "Aira.. Ayo ikut makan siang" Ajak Winne

__ADS_1


  "Aku tak bisa, banyak yang harus aku kerjakan dan persiapkan untuk set kedua" Jawab Aira sambil melangkah pelan menggandeng Winne keluar studio.


"Akan kubawakan makanan nanti. Sebenarnya untuk apa kau menyusahakan diri sendiri padahal bisa bersantai seumur hidup? Aku iri padamu" Ucap winne nyengir.


Aira memonyongkan bibirnya "kau mau jadi anak ayahku? Aku akan merekomendasikanmu" Ucap Aira sambil tertawa.


Winne ikut tertawa. "Sialan kau Maretha" ucapnya.


"kudengar Devano menyulitkanmu hari ini." Winne berbisik "jika dia tau siapa ayahmu, kurasa dia akan mati"


Aira tertawa. "Tidak seorangpun akan mati disini Anantha, jadi jangan memulai gosip di hari pertamaku, please.." ucap Aira menepuk pundak Winne dan berlalu.


_______________________________________


Sampai di ruang ganti, sudah ada Devano dan Erigo. Aira segera membantu Erigo melepaskan aksesoris dan barang-barang lainnya.


Devano hanya menatapnya dalam diam sementara Erigo menatap Devano yang tampak kesal sendiri.


"Apa kau tidak makan siang?" Tanya Erigo pada Aira


"Nanti saja, ini harus disimpan dl dan menyiapkan yang baru untuk set berikutnya" Jawab Aira


"Pengaturan waktu mu buruk.. Kau akan kurus dalam 1 minggu.. " Sambung Devano menghina.


Aira menarik nafas panjang dan berbalik menghadap Devano. "Lalu aku makan sekarang dan kau yang membereskan semuanya, begitu?" Tanya Aira kesal.


"Kau sopan sekali padanya dan ketus padaku.. Kau membantunya tapi tidak membantuku. Apa kau juga memilih-milih pekerjaanmu? Apa boleh begitu?" Cecar Devano.


Aira mengerutkan keningnya, emosi Devano seperti anak kecil. Aira menatap bingung pada Devano "Sebenarnya apa salahku padamu?"


Erigo hampir tertawa menatap dua orang dihadapannya "ayo kita makan siang bersama" Ucapnya.


"TIDAK..!! " ucap Aira dan Devano bersamaan.


_________________________________________


Hari pertamanya bekerja sungguh menguras emosi dan tenaga. Terlebih lagi karna Devano. Aira melangkah malas menuju lift apartemennya. Aira semakin lelah karna ini juga hari pertamanya di apartemen M.


Ia memakai jasa pindahan hari ini untuk meletakkan barang2nya dan otomatis apartemen itu masih sangat berantakan penuh barang yang belum disusun. Memikirkannya saja membuat Aira sakit kepala.

__ADS_1


Dengan kepala tertunduk Aira masuk ke dalam lift bersama beberapa orang lainnya. Tubuh Aira yang mungil terdorong ke belakang dan terpaksa meminta tolong seseorang menekan angka 7, seorang pria tinggi di depannya membantunya.


Aira mendongak untuk berterimakasih, tetapi terkejut ketika menyadari pria itu adalah Devano. 'oh Tuhan' keluhnya dalam hati.


__ADS_2