Pria Pilihan Aira

Pria Pilihan Aira
Eps 75


__ADS_3

Aelius dan Aeliana tidak di perbolehkan masuk ke dalam. Sejenak Aira bingung, apa yang harus di lakukannya. Dorry memang ikut bersama mereka, tapi meninggalkan dua bayi dalam pengasuhan satu orang di tempat yang asing rasanya agak mengkhawatirkan.


Ibu mertuanya yang sedang memangku Aeliana berkata, "Jika si kembar terlalu kecil, Ayah mertuamu bisa menjaga mereka sementara aku dan kau menonton pertunjukannya dan bersorak." Ibu mertuanya tampak bersemangat, sementara wajah ayah mertuanya berubah muram karena tidak senang.


"Kau sudah sering menonton penampilannya sampai kini, aku belum." Protes ayah Erigo.


"Tapi kau tidak bersorak dan tidak ikut menari." Bantah ibu mertuanya.


"Itu berbeda. Aku jauh-jauh datang kesini. Aku mau menontonnya." Ayah mertuanya tampak bersikeras.


Peperangan mertuanya semakin sengit. Mereka berbicara saling menimpali dan Aira merasa terjepit di tengah-tengah. Keduanya sama-sama ingin menonton konser.


"Maka, kalian tontonlah pertunjukannya, sementara aku akan mengurus si kembar bersama Dorry." Ucap Aira mengalah.


Mertuanya menggeleng. "Dia suamimu. Mana bisa begitu." Ibu mertuanya melambaikan tangan di depan wajahnya.


"Kau harus menonton." Ucap ayah mertuanya setuju.


"Ini kali pertamamu menonton suamimu tampil." Lanjut ibu mertuanya lagi.


Bagaimanapun juga, mereka semua berangkat menuju area konser. Ketika tiba di dalam gedung, Aira mengeluarkan ponsel untuk menghubungi Erigo lagi, namun beberapa fans Summer tampak melambai-lambai ke arah mereka dengan membawa tanda nama bertuliskan Summer dan beberapa lainnya tertulis nama masing-masing member.


Aira tersenyum dan menyadari, para fans memanggil nama Aelius dan Aeliana. Aira membiarkan fans sedikit mendekat dan menyapa. Mereka juga mengambil beberapa foto Aira bersama bayi-bayi kembarnya. Aira tidak tinggal berlama-lama, ia kemudian berpamitan.


Mereka berjalan lagi menuju ruang ganti para member. Aira sempat menyapa beberapa orang yang pernah di temuinya ketika masih menjadi stylist. Winne juga ada di antara mereka, namun tampak agak sibuk untuk di ajak mengobrol lama. Hanya bisa memeluknya sebentar dan menciumi kedua bayi Aira.


Mereka masuk ke ruangan member. Saat menyapa, para member segera berdiri dengan sopan menyambut Aira dan orang tua Erigo. Semua member langsung heboh begitu melihat si kembar.


"Wah.. Kalian sudah datang. Ayah dan ibu lelah?" Tanya Erigo. "Apa si kembar menangis di pesawat?"


"Kami baik-baik saja." Jawab ibunya dan menyerahkan Aelius pada Erigo. "Mereka hanya tidur."

__ADS_1


Aelius bergerak-gerak gelisah dalam gendongan ayahnya. Ia mendongak sebentar menatap Erigo, kemudian mendorong dan memberontak sambil merengek. "Sepertinya dia tidak mengenalimu karena kau memakai riasan." Ucap ibu Erigo.


"Oh benarkah? Jadi karena aku memakai riasan?" Erigo tergelak dan menyerahkan Aelius kembali pada sang ibu.


Sementara itu Aeliana tampak berteriak kesenangan karena sedang digoda oleh Toddy. Toddy adalah fans nomor satu sang bayi.


"Mereka harus terbiasa dengan ini." Ucap Yansen. "Berapa usia mereka sekarang?"


"Sudah delapan bulan." Ucap Aira.


"Wah.. Waktu cepat berlalu." Ucap Devano menimpali.


"Benar. Karena itulah kalian para paman seharusnya lebih sering berkunjung." Cetus Aira.


Yansen tergelak. "Aku tak percaya aku di panggil paman. Kupikir kami semua akan melajang selamanya. Kupikir aku sudah tua sekarang."


"Menikahlah." Seru Aira. Lalu ketika melihat Devano menertawakan Yansen, Aira menyerangnya. "Kau juga, kapan kau akan menikahi sepupuku?" Tanya Aira membuat semua orang tertawa.


Lalu Devano berkata. "Setidaknya Toddy akan menikah dua kali." Ucapnya Asal.


"Aku akan mentraktir kalian makan setelah tampil. Kalian mau makan apa?" Tanya ayah Erigo.


Toddy, Yansen dan Devano saling berpandangan. "Oh, kami harus kembali segera setelah tampil." Ucap Toddy.


"Benarkah?" Ayah Erigo tertawa. "Kalau begitu aku bisa menyelamatkan uangku." Ucapnya dan mereka semua meledak dalam tawa.


Erigo melirik ponselnya dan melihat waktu acara dimulai hampir tiba. "Ayah, sebentar lagi waktunya tampil. Kalian harus masuk."


"Benar. Semoga kalian bersenang-senang." Ucap para member. Mereka saling menyemangati dan mengucapkan selamat bersenang-senang lalu mereka berpisah.


Mereka berjalan menuju aula konser, namun masih belum memutuskan siapa yang akan menjaga bayi.

__ADS_1


"Aku harus melihat acaranya bersama Aira." Ucap ibu mertuanya. "Kau harus menjaga bayi-bayi." Ibu Erigo menyenggol lengan suaminya.


"Apa yang kau bicarakan? Aku harus menontonnya." Protes sang ayah.


"Bagaimana bisa kau menonton konser bersama menantumu?" Tentang ibu mertuanya lagi.


"Apa salahnya? Aku akrab dengan menantuku." Cetus ayah mertuanya tidak mau kalah.


Ayah dan ibu mertuanya terus bertengkar membuat Aira berada dalam situasi yang canggung. Akhirnya mertuanya memutuskan untuk memainkan batu gunting kertas untuk memutuskan siapa yang menonton dan siapa yang menjaga bayi.


"Aku belum pernah melihat penampilan Erigo beberapa tahun belakangan ini. Jika aku tidak menontonnya sekarang, aku tidak tau kapan lagi aku bisa menontonnya. Jadi aku akan menang." Ucap ayah Erigo bertekad.


"Jika bukan karena ingin menonton konser ini, aku tidak akan jauh-jauh kesini. Aku akan tetap di rumah. Jadi aku tidak mau mengalah." Balas ibu mertuanya sengit.


Pada akhirnya Aira menonton konser bersama ayah mertuanya. Karena ibu mertuanya kalah saat main batu gunting kertas. Sang ibu kalah telak tiga kali dan harus menelan pahit menjaga bayi-bayi bersama sang pengasuh yang tampak sangat berusaha agar tidak tertawa melihat tingkah mertua majikannya.


Ayah mertuanya berbisik pada Aira. "Ibumu mengatakan dia datang kesini untuk menonton acaranya, tapi malah berakhir menjaga bayi. Aku sedikit merasa bersalah. Tapi aku juga mau menontonnya." Ucapnya terkekeh.


Sementara itu di ruang tunggu Hellena mengeluh pada cucunya yang tertidur. "Nenek harus disini karena kakekmu. Dia pasti sedang bergembira bersama ibu kalian."


"Dorry, apa kau pernah menonton konser sebelumnya?" Tanya Hellena pada sang pengasuh bayi.


"Belum pernah nyonya." Jawab Dorry lembut.


"Wah.. Seharusnya aku membiarkanmu dan Aira saja yang menonton konser. Jadi aku bisa menyeret Will Galleni kemari untuk mengurus bayi-bayi. Seperti itu baru adil." Ucap Hellena sembari tertawa.


Sedangkan Dorry hanya tersenyum sembari menepuk-nepuk lembut Aeliana yang sedang tertidur.


Saat konser berlangsung, Aira merasakan jantungnya berdebar-debar sembari menantikan giliran Erigo tampil. Suaminya tampil dua kali. Sebagai grup bersama semua member Summer, dan yang kedua sebagai sub unit bersama Devano.


Aira sangat senang bisa melihat penampilan Erigo di atas panggung. Ini terasa berbeda karena ini pertama kalinya Aira melihat suaminya tampil. Aira biasanya berada di belakang. Ia tidak bisa menjelaskan bagaimana perasaannya. Aira merasa Erigo tampak sangat jauh dan seakan ia tidak bisa menjangkaunya.

__ADS_1


Ketika Erigo telah selesai dengan penampilannya, ia berganti pakaian dan segera menemui keluarganya. Erigo berlari mengahampiri Aira dan langsung memeluknya. Lalu segera mengambil Aeliana dari gendongan Aira dan menciumi bayi montok yang bersemangat itu.


Aelius yang berada di gendongan Dorry mengeluarkan suara-suara ketika melihat ayahnya. Bayi itu sudah mengenali Erigo lagi karena seluruh riasannya tadi sudah di hapus dan Erigo sudah kembali menjadi Daddanya yang biasa.


__ADS_2