Rahasia Perkawinan

Rahasia Perkawinan
Kedatangan Bunda Lasmi


__ADS_3

Pagi-pagi sekali, Bunda Lasmi sudah datang ke rumah Novia, tiba-tiba saja dia sudah ada di depan gerbang rumah itu, membuat Novia sedikit terkejut, karena Bundanya datang tanpa meminta bantuannya untuk menjemputnya, Bunda Lasmi datang dari Semarang dengan naik kereta api.


Kebetulan Hari ini adalah hari Kamis, Reno ambil cuti tidak berangkat ke kantor, dan rencananya di hari Minggu mereka akan menggelar acara syukuran 7 bulanan kehamilan Novia.


Reno pun terlihat antusias sekali, dia mengundang para sahabat, juga para koleganya bahkan semua karyawan di kantor pun dia undang.


"Sebaiknya bunda istirahat saja dulu, tidak usah jadi seksi repot begini, biar aku dan Mbak Darmi saja yang mengerjakan semuanya, juga memesan makanan catering!" kata Novia saat melihat Bunda Lasmi langsung begitu sibuk mengatur ini dan itu.


"Bunda tidak capek kok! Lagi pula ini kan buat calon cucu pertama Bunda!" tukas Bunda Lasmi.


Novia hanya menarik nafas, tanpa menjawab ucapan dari Bundanya itu.


Novia sangat mengenal tabiat Bunda Lasmi, kalau Bunda Lasmi sudah punya keinginan, siapapun tidak bisa untuk mematahkan keinginannya itu.


"Bu, tadi Bapak menanyakan tetangga sebelah Bu, ingin diundang tapi kok orangnya tidak ada ya, sepertinya beberapa hari ini mereka pergi!" ujar Mbak Darmi yang sejak tadi sibuk mencatat menu masakan untuk hari H.


"Iya Mbak, biarkan saja mereka pergi, mungkin mereka sedang ada acara penting di luar, atau sedang pulang kampung!" sahut Novia.


Dalam hati Novia bersyukur, ternyata David benar-benar menepati janjinya, disaat hari menjelang acara 7 bulanan kehamilannya, David sudah terlebih dahulu membawa Silvi pergi dari rumahnya itu, entah mereka pergi ke mana.


"Kamu tuh benar-benar beruntung lho Nov, jarang-jarang ada orang yang ketika menikah, tak lama kemudian langsung hamil, coba lihat si Endah sepupumu, Bahkan dia sudah menikah lebih dari 2 tahun, tapi belum juga ada tanda-tanda kehamilan!" ucap Bunda Lasmi sambil melihat contoh dekorasi yang sejak tadi dia bolak-balik.


"Orang itu kan beda-beda Bunda, ada yang cepat ada yang lambat!" sahut Novia.


"Ya betul sih, tapi bunda tidak menyangka saja kalau kau akan cepat hamil, benar-benar luar biasa si Reno itu!" puji bunda Lasmi.


"Iya betul tuh Bu, benar apa yang dibilang Bunda, Bu Novia dan Pak Reno itu pasangan yang paling beruntung deh, si Ibu cantik si bapak ganteng, sebentar lagi bayinya pasti akan lahir dengan sempurna!" timpal Mbak Darmi.


"Keturunannya siapa dulu dong! Anak cucu Bunda memang hebat-hebat, apalagi menantu Bunda, benar-benar top deh Reno!" Puji Bunda Lasmi lagi.

__ADS_1


Novia hanya bisa terdiam mendengar celotehan mereka, entah mengapa saat ini hati Novia begitu tawar, dia tidak tahu apakah dia harus bahagia atau sedih.


Novia hanya bisa menghela nafas sambil mengelus perutnya yang terlihat semakin membesar.


****


Acara prosesi tujuh bulanan kehamilan Novia berlangsung dengan penuh hikmat dan meriah.


Teman-teman Novia dan Reno, juga para karyawan di kantor Reno dan para kolega semua datang, sehingga hari ini rumah mereka begitu ramai dan meriah.


Reno terlihat banyak mengobrol dengan tamu undangan yang begitu antusias datang, dan memberikan ucapan selamat kepadanya.


Wajah Reno terlihat begitu gembira, dia merasa bangga dan berhasil menjadi seorang suami dan calon Ayah di depan mata para kerabat dan rekan-rekan bisnisnya.


Begitu juga dengan Bunda Lasmi, meskipun dia begitu repot mengurusi ini dan itu, namun wajahnya terpancar kebahagiaan.


Bahkan dia tidak memperdulikan rasa lelahnya di usia senja.


Sementara Ibu dan Ayah Reno yang kini berada di Malaysia, hanya dapat menyaksikan acara tersebut melalui video, mengingat kesehatan Ibu Reno yang belum benar-benar pulih.


Tina, sahabat Novia, juga nampak hadir di acara itu, di antara semua teman-teman kuliahnya dulu, hanya Tina yang diundang datang ke acara 7 bulanan Novia.


Novia memang sengaja tidak mengundang teman-teman yang lain, karena selain sudah terlalu banyak undangan, Novia juga tidak ingin teman-temannya mengungkit masa lalunya semasa kuliah dulu bersama dengan David.


"Nov, Kalian luar biasa! Makanannya enak-enak!" seru Tina yang dari tadi berkeliling mencicipi aneka makanan yang sudah dihidangkan.


"Iya Tin, semuanya ini Bunda yang mengatur dan memilihnya! Padahal acaranya lumayan dadakan, tapi mereka benar-benar profesional!" jawab Novia yang saat itu sedang terlibat mengobrol dengan Tina.


"Kalau aku lihat nih, Kamu itu benar-benar beruntung deh Nov, punya Bunda yang begitu baik dan peduli sama kamu, punya suami yang mensupport dan memenuhi setiap kebutuhanmu, dan bahkan mencintaimu tanpa melihat latar belakang!" ungkap Tina

__ADS_1


"Kamu benar Tin, aku juga bersyukur orang tuaku menjodohkan aku dengan laki-laki yang baik!" sahut Novia, namun bola matanya menatap ke arah lain dengan tatapan kosong.


"Nov, Si David benar-benar sudah Kamu suruh pergi supaya Bunda tidak melihat dia?" tanya Tina.


"Kamu lihat saja sendiri, rumah sebelah kosong kan? David benar-benar sudah menepati janjinya, mudah-mudahan semuanya akan baik-baik saja!" jawab Novia.


Novia menghela nafas panjang, meskipun dia berkata seperti itu, namun di dalam hatinya yang terdalam, sesungguhnya ada perasaan khawatir.


Tetap saja kehadiran David, apalagi yang kini telah menjadi tetangganya, merupakan suatu ancaman untuk rumah tangganya.


Saat ini mungkin saja semuanya terlihat aman, tapi Novia begitu takut kalau suatu hari nanti, semuanya akan terbongkar, hal itulah yang membuat batin Novia sedikit terusik.


"Hei, kenapa kamu malah bengong! Sepertinya aku harus balik Nov, tuh tamu-tamu sepertinya udah pada pulang, lagi pula besok pagi-pagi aku ada jadwal keluar kota, maklumlah Aku ini masih berkarir!" kata Tina mengagetkan Novia.


"Eh, kok buru-buru Tin! Mentang-mentang kamu wanita karir, Aku berharap kau segera menemukan jodohmu!" cetus Novia.


"Ya, sepertinya aku memang harus berpikir tentang jodoh, sudah banyak orang yang bilang aku perawan tua!" kata Tina setengah berbisik.


Novia hanya tertawa geli mendengar ucapan sahabatnya itu.


Dari kejauhan nampak Reno berjalan menghampiri mereka yang masih berdiri sambil mengobrol itu.


"Wah kebetulan Nih ada Pak Reno, sekalian aku mau pamit, mudah-mudahan persalinan Novia lancar, dan terima kasih lho jamuannya, makanannya enak-enak!" Puji Tina.


"Lho kenapa buru-buru? Kamu itu teman kampusnya Novia dulu kan? Gimana dulu di kampus, banyak yang naksir Istriku nggak?" tanya Reno tiba-tiba.


Novia sedikit terkejut, tidak disangka Reno akan bertanya seperti itu pada Tina, biasanya Reno tidak pernah menanyakan hal-hal yang lampau, mungkin karena Tina itu adalah teman kuliah Novia.


"Ehm, tenang saja Pak Reno, walaupun dulu Novia banyak yang naksir, tapi kan sekarang dia milik Pak Reno! Sudah deh aku pulang dulu ya takut macet!" sahut Tina yang kemudian langsung cepat-cepat berlalu meninggalkan Novia dan Reno.

__ADS_1


Novia sedikit bernafas lega, Tina sahabatnya itu memang bukan tipe orang yang gampang keceplosan sesuatu, dan pandai menjaga rahasia.


Bersambung ....


__ADS_2