
Plakk!!
Tamparan keras dari Bunda Lasmi tepat mendarat di pipi Reno, hingga Reno hampir terguncang lalu dia memegangi pipinya yang kini kemerahan.
"Kurang ajar kamu Reno! Memangnya kamu pikir Novia itu apa? Seenaknya saja kau mau menyerahkan begitu saja istrimu pada David!" sengit Bunda Lasmi.
"Dengarkan aku dulu bunda, aku punya alasan yang kuat Kenapa aku mengatakan seperti itu!" tulis Reno cepat-cepat di bukunya.
"Apalagi yang mau Bunda dengarkan dari mulutmu itu? Sudah jelas-jelas kamu menyerahkan istrimu pada David! Apakah kamu mau kembali sama Tina si pelakor itu! ayo ngaku!" berang Bunda Lasmi.
Kini Reno nampak terdiam tidak lagi berusaha untuk menuliskan sesuatu di bukunya, untuk menjelaskan maksudnya karena tiba-tiba saja dia mau menceraikan Novia.
"Kamu itu memang tidak pernah bersyukur Reno! Anakku bahkan menjadi seperti budak di rumahnya sendiri, tapi kamu masih saja menyakiti hatinya dengan ulahmu itu!" lanjut Bunda Lasmi.
Lagi-lagi Reno terdiam tanpa bisa menyanggah semua perkataan dari Bunda Lasmi, Reno seperti sedang mencari cara bagaimana dia menjelaskan pada Bunda Lasmi, alasan utama dirinya menceraikan Novia.
Padahal sebenarnya, di dalam hati Reno sangat berat baginya untuk melepaskan istri yang sangat dia cintai itu, tapi entah mengapa ada sesuatu yang membuat Reno mau tidak mau harus melepaskan Novia dan Reno anggap adalah demi kebahagiaan Novia dan juga Vio.
Bunda Lasmi masih tetap berdiri di tempat itu sambil menatap ke arah Reno, seolah menuntut jawaban dan pertanggungjawaban atas apa yang dikatakan oleh Reno yang secara tidak langsung menggoreskan luka di hati Bunda Lasmi.
Perlahan Reno kemudian mengambil kembali buku dan pena yang selalu dia Bawa kemanapun itu, dia mulai menuliskan sesuatu di sana. Bunda Lasmi menunggu dengan tidak sabar, apa yang ingin Reno katakan melalui tulisannya itu.
Setelah Reno selesai menulis, dia Lalu menyerahkan buku itu kepada Bunda Lasmi dan dengan cepat Bunda langsung mengambil buku yang Reno tulis lalu membacanya dengan seksama.
"Bunda, Maafkan Aku! Asal Bunda tahu aku sangat mencintai Novia sejak dulu, aku selalu berusaha menjadikan Novia sebagai Ratu, memprioritaskan dia menjadi yang utama dari segala yang aku punya, hingga aku mengetahui fakta bahwa sebelum aku, Novia pernah bersama dengan David, dan waktu itu Bunda tidak setuju karena ekonomi David Belumlah memadai untuk melamar Novia, maka dari itu Ayah dan Bunda memilihku yang pada saat itu sudah mapan, sehingga aku dan Novia disatukan dalam ikatan pernikahan!"
Bunda Lasmi mengerutkan keningnya saat membaca kata-kata dari Reno, perkataan yang menurutnya sangat tidak masuk akal.
"Apa-apaan ini? kenapa kamu harus mengungkit masa lalu antara Novia dengan David? Memang benar dulu Novia ada hubungan dengan David saat mereka kuliah, tapi hanya hubungan biasa saja, dan Bunda lebih memilihmu menjadi menantu daripada David, Apa itu salah? lagi pula sekarang pun, di hati Novia sudah tidak ada David lagi, untuk apa harus memberitahukan itu?" tanya bunda Lasmi.
Reno nampak terdiam mendengar perkataan dari Bunda Lasmi, setelah itu dia kembali menuliskan sesuatu di bukunya itu, berusaha untuk menjelaskan agar bunda Lasmi mengerti alasan Reno menceraikan Novia.
"Bunda, mulanya Aku tidak percaya, tidak pernah membayangkan kalau hubungan Novia dan David adalah hubungan cinta yang terpendam, dan hubungan mereka sudah jauh, bahkan sebelum Novia menikah denganku, Dia pernah berhubungan intim dengan David, dan dari hubungan itu lahirlah Vio!" tulis David dengan tangan yang terlihat gemetar.
Bunda Lasmi membulatkan matanya saat dia membaca tulisan dari Reno, rasa-rasanya dia tidak percaya dengan apa yang Reno katakan itu.
"Tidak! Ini tidak mungkin! Jelas-jelas Vio itu anak kalian, Bunda ingat, Bunda pernah mengusir David jangan lagi menemui Novia beberapa minggu sebelum kalian menikah, mana mungkin mereka bertemu diam-diam?" kata Bunda Lasmi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Kemudian Reno kembali menulis di bukunya itu, dia harus menyelesaikan masalah ini sekarang, supaya tidak banyak pertanyaan yang membuat Reno semakin pusing dan depresi.
"Bunda, aku baru tahu setelah mengalami pemeriksaan medis, bawa aku mandul dan tidak mungkin memiliki keturunan, bahkan Tina yang mengaku hamil anakku, itu juga sebenarnya Bukan Anakku, dan dari situ aku yakin kalau Vio benar-benar anak David, Vio adalah buah dari cinta mereka yang tidak pernah tersampaikan, sementara aku hanya orang ketiga yang secara tidak langsung membatasi kebahagiaan istriku sendiri bersama dengan Pujaan hatinya!" tulis Reno sambil meneteskan air matanya.
Lagi-lagi Bunda Lasmi terhenyak membaca tulisan dari Reno, tulisan yang kini terlihat tidak beraturan karena getaran-getaran dari tangannya pada saat dia menuliskan tulisan itu.
"Tidak, itu tidak mungkin! Meskipun Dulu mereka pernah ada hubungan, tapi mereka tidak mungkin melakukan sampai sejauh itu! Bunda tidak percaya!" ujar Bunda Lasmi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Kalau Bunda tidak percaya, Bunda boleh tanyakan langsung pada Novia!" tulis Reno lagi.
"Baik, bunda akan tanyakan ini pada Novia, dan Bunda berharap Novia tidak pernah mengatakan apa yang bunda takutkan ini!" kata Bunda Lasmi yang kemudian langsung berdiri dan membalikkan tubuhnya, lalu berjalan menuju ke pintu keluar tanpa menoleh lagi.
Setelah berbicara dari hati ke hati dengan Reno, Entah mengapa ada yang sesak di dada Bunda Lasmi, Benarkah di antara Novia dan David pernah terjadi satu hubungan terlarang yang baru saat ini terbongkar dan terbukti?
Bunda Lasmi menggeleng-gelengkan kepalanya, tidak sanggup membayangkan kalau apa yang diucapkan Reno itu adalah suatu kenyataan yang selama ini tidak pernah dia bayangkan.
Bunda Lasmi berjalan menuju teras, kemudian dia duduk di sana untuk menunggu kedatangan Novia, biasanya Novia hanya sebentar mengantarkan Vio, setelah itu dia akan kembali pulang, nanti di jam 10.00 siang, baru Novia akan kembali menjemput Vio.
"Lho bunda Lasmi ada di sini, Saya kira ke mana, kok Bunda Lasmi sepertinya agak pucat? apa Bunda Lasmi sedang kurang sehat? "tanya Mbak Darmi dari arah gerbang depan sehabis membeli beberapa bahan makanan untuk makan siang nanti.
"Tidak apa-apa Mbak Darmi, lanjutkan saja pekerjaanmu, Aku sedang menunggu Novia di sini!" jawab Bunda Lasmi.
"Iya deh Bunda, saya masuk dulu ya, nanti kalau Bunda butuh apa-apa panggil saja saya!" kata Mbak Darmi yang kemudian langsung melangkah masuk ke dalam rumah itu.
Sekitar 20 menit menunggu di teras depan, akhirnya Novia muncul dengan sepeda motornya, setelah Novia memarkirkan sepeda motornya, Dia kemudian berjalan menghampiri Bunda Lasmi yang masih duduk menunggunya di depan teras rumahnya itu.
"Bunda, tumben bunda duduk di teras sendirian!" kata Novia yang ikut Duduk di samping Bunda Lasmi.
"Novia, Bunda ingin bicara serius padamu!" ujar Bunda Lasmi datar.
"Apa yang ingin Bunda bicarakan padaku?" tanya Novia.
"Novia, jawab Bunda dengan jujur, Benarkah antara kau dan David dulu pernah terjadi sesuatu sebelum kamu menikah dengan Reno?" tanya bunda Lasmi sambil menatap ke arah Novia.
"Jawab saja dengan jujur, Benarkah kamu pernah ada hubungan dengan David, dan dari hubungan itu menghasilkan Vio!" kata Bunda Lasmi.
Novia terhenyak mendengar pertanyaan dari Bunda Lasmi, dia tidak langsung menjawab pertanyaan Bundanya itu, tiba-tiba dadanya bergemuruh, itu adalah rahasia terbesar dalam hidupnya, dan bahkan dia sudah menguburnya dalam-dalam.
Tapi kenapa Bunda Lasmi hari ini menanyakan soal itu, soal yang dia sendiri tidak pernah menceritakannya pada siapapun, kecuali pada Tina mantan sahabatnya dulu.
"Kenapa kamu diam Novia? Ayo jawab Bunda! Katakanlah dengan jujur apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kamu menyembunyikannya selama bertahun-tahun? Ayo katakan sesuatu!" kata Bunda Lasmi dengan suara yang mulai meninggi.
"Maafkan aku bunda, Maafkan aku, aku mengaku salah di hadapan Bunda, satu minggu sebelum aku menikah dengan mas Reno, tiba-tiba David datang mengajakku untuk bertemu, dan karena kami menyadari kalau kami akan berpisah, malam itu David Mabuk, Dan aku menemaninya sepanjang malam, kemudian tanpa sengaja kami .... "
Plakk!!
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Novia, Novia langsung memegangi pipinya dan air matanya tumpah seketika, seumur hidupnya baru sekali ini bundanya menamparnya.
"Bunda tidak menyangka kau akan menyimpan rahasia ini selama bertahun-tahun, bahkan bunda sendiri pun tidak pernah tahu kebenaran ini!" ujar Bunda Lasmi.
"Maafkan aku bunda, aku memang salah! maafkan aku!" Isak Novia yang kemudian langsung hendak memeluk Bundanya itu, namun dengan cepat bunda Lasmi menepiskan pelukan Novia lalu segera berdiri dari duduknya.
"Bunda benar-benar malu atas perbuatanmu itu Novia! Bunda tidak bisa mempersembahkanmu kepada Reno! Bunda benar-benar kecolongan!" ucap Bunda Lasmi yang kemudian ikut menangis.
__ADS_1
Novia tidak lagi menjawab kata-kata Bunda Lasmi, Dia hanya bisa menangis sejadi-jadinya sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Kasihan Reno, dia juga baru mengetahui kebenaran ini sekarang ini, saat dia tahu kalau dirinya memang mandul dan tidak bisa mempunyai anak, makanya dia ingin menceraikanmu karena dia pikir dialah orang yang sudah menghalangi kebahagiaanmu dengan David!" lanjut Bunda Lasmi.
Novia masih terus menangis, dia tidak bisa lagi berkata apa-apa, semuanya terbongkar sudah, kini tidak ada lagi rahasia yang mengganjal di dalam hatinya, baik Reno maupun Bunda Lasmi semua sudah tahu rahasia besar ini, kalau memang dinyatakan Reno Mandul secara medis, itu berarti Vio memang anak David, dan mereka semua harus menerima ini dengan lapang hati.
Bunda Lasmi kemudian langsung berdiri dan beranjak masuk ke dalam rumah, dia langsung menuju ke kamarnya hendak menenangkan diri, karena dia begitu syok mendengar berita kebenaran yang sudah bertahun-tahun tersebut dan tidak ada orang yang tahu.
Bahkan Vio cucu yang amat disayanginya itu, ternyata adalah bukan anak kandung dari Reno, dari pernikahan yang sah, melainkan dari sebuah kesalahan, masa lalu Novia dengan David.
Novia yang masih duduk di teras kemudian mengusap wajahnya yang basah itu, meskipun kini tubuhnya terasa lemas dan dadanya begitu bergemuruh, namun ada sesuatu kelegaan yang dia rasakan, seolah beban yang selama ini dipikulnya sendirian kini sudah terlepas. Meskipun konsekuensinya dia harus kehilangan.
Novia sudah pasrah apabila Bunda Lasmi sangat marah padanya, begitu juga Novia tidak lagi bertanya-tanya Mengapa tiba-tiba Reno menceraikannya.
Selama ini Novia memang salah, menyembunyikan suatu rahasia besar, namun nasi sudah terlanjur menjadi bubur, meskipun semua orang kini mengetahui bahwa Vio bukanlah anak Reno, namun di antara Vio dan Reno juga ada kasih sayang antara ayah dan anak, sejak Vio lahir Reno selalu menyayangi Vio seperti anak kandungnya sendiri.
"Novia! Apa yang terjadi padamu! Kenapa kau tidak ke rumahku? Ada beberapa pesanan order yang siap untuk dikemas!" seru David dari balik tembok rumahnya itu.
Novia kemudian berdiri dan beringsut mendekati David yang masih berdiri di balik tembok di samping rumahnya itu.
"David, aku akan bercerai dengan Mas Reno!" kata Novia.
"Apa? Bagaimana mungkin Reno menceraikanmu? selama ini kamu yang selalu merawatnya dengan baik!" tukas David tidak percaya.
"Itu benar David, Mas Reno memang sudah memberikan aku surat cerai dan dalam waktu dekat ini aku dan Mas Reno akan bercerai!" ucap Novia, ada mendung yang tersirat dari wajahnya.
"Tapi tiba-tiba kenapa dia ingin menceraikanmu?" tanya David.
"Kata Bunda Lasmi, saat mereka bicara empat mata, Reno mengetahui kalau dirinya mandul Karena dia melakukan pemeriksaan secara medis, dari situ Reno yakin kalau Vio bukan darah dagingnya, dia tau kalau Vio adalah anakmu! Makanya itu dia ingin menceraikan aku supaya aku bisa kembali padamu!" jawab Novia.
"Benarkah? Aku tidak pernah menyangka sebelumnya, bahwa rahasia ini akan terbongkar juga, dari awal aku memang yakin kalau Vio itu adalah darah dagingku, dan kini semuanya sudah terkuak!" ucap David.
"David, Aku harus bagaimana? Apa yang harus aku katakan pada Vio kalau aku akan bercerai dengan papanya?" tanya Novia yang matanya kini kembali berkaca-kaca.
"Jangan takut Novia, aku malah senang semuanya sudah terungkap, itu berarti kita bisa kembali bersama lagi, bersama dengan Vio buah hati kita!" ucap David.
"Tidak! Kalau pun aku harus bercerai dengan mas Reno, tapi bukan berarti aku kembali padamu! Kamu jangan berharap banyak padaku David, selama ini Aku menganggapmu sebagai teman baik, mungkin dulu aku sangat mencintaimu, tapi cinta itu perlahan hilang setelah aku mulai belajar memberikan cintaku pada mas Reno!" ungkap Novia.
David menarik nafas panjang, dia menyadari, selama ini hubungan dia dengan Novia memang hanya sebatas teman, apalagi Waktu yang membuat Novia bisa mencintai Reno dengan lapang dada meskipun dulu di awal pernikahan tidak ada cinta untuk Reno dari Novia, namun Seiring berjalannya waktu, Novia bisa belajar untuk mencintai Reno bahkan sampai saat ini.
"Jadi sekarang Apa yang ingin kamu lakukan Novia?" tanya David
"Aku tidak tahu David, Kepalaku benar-benar pusing, aku tidak tahu aku harus berbuat apa!" sahut Novia.
"Begini saja Novia, aku lihat wajahmu pucat, Kamu pasti Sedang pusing, banyak hal yang kamu pikirkan, Biar aku saja yang menjemput Vio ke sekolah, kamu istirahat saja di rumah!" ucap David.
__ADS_1
Novia tidak ada jawaban lagi dari mulutnya, dia menganggukkan kepalanya.
Bersambung ....