Rahasia Perkawinan

Rahasia Perkawinan
Di Pesta Itu


__ADS_3

Akhirnya Reno mengantarkan Novia dan juga Vio ke pesta reuni yang diadakan di salah satu ballroom hotel di Jakarta.


Lagi-lagi hanya demi Novia, David tidak ikut ke pesta reuni itu, meskipun dia juga diundang karena memang dia satu kampus dengan Novia.


Sepanjang perjalanan itu Vio terlihat begitu senang, dia bersenandung sepanjang jalan mengekspresikan kegembiraan hatinya.


Namun Novia hanya diam saja, baginya pesta reuni bukanlah hal yang menyenangkan, apalagi banyak kenangan-kenangan yang meskipun sudah terkubur, namun selalu teringat di pikirannya bahkan tersimpan dalam hatinya.


Setelah menempuh perjalanan, akhirnya mereka sampai di sebuah hotel berbintang tempat di mana reuni diadakan.


Setelah memarkirkan mobilnya, Reno segera turun dan menggandeng Novia dan juga Vio, dan mereka pun berjalan masuk menuju ke ballroom hotel.


Ballroom hotel itu terlihat ramai, dengan suara musik yang terdengar, menandakan kalau acaranya sudah dimulai.


Mereka pun masuk setelah mengisi daftar buku tamu, Novia disambut oleh beberapa orang kawan lamanya, dan mereka terlibat dalam suatu obrolan sambil menikmati santapan yang sudah disediakan oleh panitia.


Di situ juga ada Tina yang terlihat asyik mengobrol dengan teman-teman lamanya.


"Halo Nov! Ayo sini, gabung!" panggil Tina sambil melambaikan tangannya.


"Oh jadi ini suami dan anakmu?" tanya Mona teman satu angkatan Novia yang merupakan panitia dari acara Reuni malam ini.


"Iya kenalin, ini Mas Reno suamiku, dan ini Vio anakku!" jawab Novia yang memperkenalkan.


Mereka pun saling menjabat tangan dan berkenalan.


Tiba-tiba ada dua orang datang menghampiri mereka, dua orang ini juga adalah teman angkatan Novia.


Mereka adalah Sheva dan Yoona yang dulu pernah tidak menyukai Novia karena Sheva menyukai David, yang dulu adalah kekasih Novia


"Hei, ini Novia kan? Wah kamu berubah sekali sekarang!" sapa Sheva.


Novia hanya tersenyum sambil menjabat tangan dan berpelukan pada mereka.

__ADS_1


"Novia, akhirnya kamu menikah dengan orang lain, kukira kamu bakal berjodoh dengan David!" kata Sheva.


Lagi-lagi Novia hanya tersenyum dan tidak terlalu menanggapi perkataan dari Sheva, karena memang sejak Sekolah Dulu mereka bukan teman yang akrab dan Sheva itu terlihat tidak menyukai Novia, sehingga Novia pun enggan berbicara lama-lama dengan Sheva.


Tina nampak kembali bergabung dengan teman-temannya yang lain di meja yang lain, karena Tina dulunya memang banyak teman dan pandai bergaul.


Supaya tidak terlalu banyak bicara, Novia kemudian menggandeng tangan Reno dan Vio untuk ke meja yang lain dan menikmati hidangan di sana.


"Mantan kamu namanya David ya?" tanya Reno saat Novia tak lagi mengobrol dengan teman-temannya.


"Iya Mas, tapi kan itu sudah masa lalu, wajar setiap orang punya cerita masa lalunya!" jawab Novia berusaha untuk tetap tenang dan tidak tegang


"Namanya mirip dengan tetangga kita David, ya Tapi mana mungkin lah tetangga kita, ini pasti David yang lain kan!" ujar Reno.


"Novia, jangan sungkan-sungkan ya, pokoknya nikmati sajalah hidangan yang sudah disediakan panitia, sambil Kita dengerin tuh temen-temen kita pada nyanyi, padahal dulu di kampus Kamu suka nyanyi ya sama David!" kata Mona yang sedari tadi menemani Novia.


Lagi-lagi Novia hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, dia tidak mau terlalu banyak menanggapi celotehan teman-temannya untuk menjaga perasaan Reno.


"Novia kamu jangan sombong dong, baru juga kita ketemu di sini selama berapa tahun, masa kamu diam saja, ngomong-ngomong kamu tahu kabar David tidak?" tanya Yoona.


"Maaf ya Sheva, Yoona, Jangan tanyakan David padaku, karena aku tidak tahu kabar dia sama sekali!" sahut Novia sedikit kesal.


"Tidak mungkin! Kamu pasti tahu lah kabar dia, walaupun sekarang dia tidak datang, secara kamu itu hampir 4 tahun menjalin hubungan dengan David, masa sih kamu tidak tahu kabarnya!" cetus Sheva.


"Sudahlah Sheva, Barangkali memang Novia tidak tahu kabarnya, Kenapa kalian harus memaksa!" ujar Mona menengahi.


Sementara Reno yang berada di situ sambil menikmati makanannya mulai merasa risih dengan pembicaraan mereka.


"Sejak tadi kalian membicarakan David David David, beritahu aku siapa orangnya David, Barangkali aku bisa berkenalan dengannya dan menjadikannya teman!" cetus Reno.


"Sudahlah mas, jangan ditanggapi mereka, kepalaku agak pusing, mungkin lebih baik kita pulang cepat!" kata Novia yang memang tiba-tiba menjadi pusing.


"Novia kamu kenapa? Jangan didengerin deh omongan Sheva sama Yoona, kan kita tahu sendiri bagaimana mereka, dari dulu sampai sekarang mereka juga tidak berubah!" ucap Mona.

__ADS_1


Novia kemudian duduk dan memegangi kepalanya, dia tidak lagi berselera makan, semua pertanyaan-pertanyaan teman-temannya itu sungguh sangat mengganggu pikirannya.


"Mama, kenapa Mama tidak makan? kan di sini banyak makanan, aku saja sudah banyak makan es krim juga kue!" tanya Vio yang wajahnya sedikit belepotan karena habis pemakan es krim.


"Vio makan saja, mama tidak lapar, nanti saja Mama makan di rumah!" jawab Novia.


"Sayang, mukamu pucat, Kalau kamu tidak enak badan kita pulang duluan saja ya!" kata Reno.


"Iya mas kita pulang duluan saja ya!" jawab Novia.


Mereka pun kemudian berjalan menuju ke arah pintu keluar, meskipun acara sedang berlangsung dan suara musik terdengar begitu riuh gempita.


"Hei kalian mau ke mana? Jangan buru-buru pulang dong, acara ini kan belum tentu Berapa tahun sekali!" Panggil Mona yang sedikit terkejut karena melihat mereka berjalan ke arah pintu keluar.


"Maaf Mon, aku bawa anak kecil, Nanti terlalu malam, kami pulang duluan ya, yang penting kan sudah ketemu dengan beberapa teman-teman!" ucap Novia yang kemudian saling berpelukan dengan Mona juga beberapa teman yang lain termasuk Tina.


"Baiklah kalau begitu, ini ada gift kenang-kenangan, kita kontak-kontak lagi ya nanti ya!" kata Mona.


Novia kemudian menganggukkan kepalanya, kemudian dia melanjutkan langkahnya menuju ke pintu keluar bersama dengan Reno dan Vio.


Novia menarik nafas panjang, ketika mereka sudah sampai di parkiran dan langsung masuk ke dalam mobilnya, pikirannya sudah tenang, karena sudah tidak banyak lagi mulut-mulut usil yang terus menanyakan David kepadanya.


Reno kemudian mulai melajukan mobilnya itu menuju kembali ke rumah mereka.


"Mama! Kok di sini ada fotonya Om David Ma?!" tanya Vio tiba-tiba yang sedari tadi membuka-buka gif pemberian dari Mona tadi.


"Apa? Om David? Om David Tetangga Sebelah Rumah Kita?" tanya Reno sambil menoleh ke belakang.


"Iya Pa, Om David sebelah rumah kita, Memangnya dulu dia temannya mama ya, Kok mereka bisa sama-sama di sini?" tanya Vio lagi sambil menunjuk gambar foto angkatan yang ada di gift tadi.


Tiba-tiba wajah Novia berubah menjadi pias, dia sudah pasrah kalau Reno akhirnya tahu, David Siapa yang dimaksud oleh teman-temannya tadi.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2