Rahasia Perkawinan

Rahasia Perkawinan
Ada Yang Aneh


__ADS_3

Ini adalah malam kedua setelah kepergian Reno. Entah kenapa ada rasa kehilangan yang amat sangat dalam diri Novia, padahal suaminya itu baru dua hari pergi.


Biasanya mereka menikmati sarapan pagi bersama-sama di meja makan ini, walaupun sempat terganggu pada saat masalah kemarin itu, namun sekarang Ketika masalah sudah selesai Reno malah pergi jauh.


"Mama, Papa kapan pulang? katanya Papa pergi cuma sebentar?" tanya Vio.


"Besok Papa sudah pulang, Vio Sabar ya!" jawab Novia, mereka sedang duduk sarapan di meja makan, setelah itu Novia akan mengantarkan Vio ke sekolah bersama dengan Pak Sukri.


"Nanti Papa pulangnya bawa oleh-oleh yang banyak kan Ma? Waktu itu Papa pernah janji mau bawakan aku oleh-oleh kalau Papa pergi jauh!" kata Vio.


"Iya Sayang, kalau Papa sudah janji pasti nanti papa tepati, yang penting sekarang Vio semangat, kita berangkat sekolah, sudah siap belum?" tanya Novia.


Dengan cepat Vio menganggukkan kepalanya, setelah itu mereka pun bergegas berjalan menuju ke halaman depan, di mana mobil Pak Sukri sudah terparkir. Selama Reno tidak ada, Pak Sukri lah yang mengantar dan menjemput Vio bersama dengan Novia.


Setelah mereka semua masuk ke dalam mobil, Pak Sukri kemudian melaju ke mobilnya itu menuju ke sekolah Vio.


Tak lama kemudian mereka pun sudah tiba di sekolah Vio, sambil tertawa riang, Vio kemudian berlari menuju lobby disambut oleh beberapa orang guru yang berdiri untuk memberinya salam.


Novia Melambaikan tangannya saat Vio akan masuk ke dalam kelasnya. Setelah itu Novia kembali berjalan menuju ke parkiran di mana Pak Sukri telah menunggunya.


"kita langsung pulang Bu?" tanya Pak Sukri.


"Kalau langsung pulang tanggung ya Pak, aku pengen ngobrol sama temen aku, bisakah Pak Sukri mengantar aku ke kantor Bu Tina? kantornya tidak terlalu jauh kok dari sini!" jawab Novia.


"Boleh Bu!" jawab Pak Sukri.


"Memang kepagian sih, tapi jujur saja aku sangat ingin ngobrol dengan dia!" kata Novia.


Kemudian Novia segera naik ke dalam mobil, dan mereka pun kemudian meluncur ke kantor Tina.


Dengan bersemangat, Novia kemudian turun dari mobil, ketika sudah sampai di depan kantor Tina.


Karena Cafe masih terlalu pagi, Novia kemudian memutuskan untuk masuk ke dalam kantor Tina, dan berjalan menuju ke meja resepsionis, yang ada di lobby kantor itu.

__ADS_1


"Selamat siang Mbak, bisa saya ketemu dengan Bu Tina?" tanya Novia.


"Maaf Bu, Bu Tina cuti 3 hari, kemungkinan lusa dia sudah masuk kantor kembali!" jawab sang resepsionis itu.


"Cuti? Tumben dia ambil cuti 3 hari, biasanya dia sangat rajin kerja!" gumam Novia.


"Iya Bu, Bu Tina mengajukan cuti karena dia mau pulang kampung sebentar!" jawab sang resepsionis itu.


"Baiklah kalau begitu, biar saya langsung telepon orangnya saja!" kata Novia yang kemudian langsung Kembali keluar dari lobby dan berjalan menuju ke mobil yang sudah menunggunya.


Sebelum Novia naik ke dalam mobil, dia mengambil ponselnya dan menelepon Tina.


Beberapa kali menelpon, tidak ada jawaban dari Tina, hingga pada akhirnya telepon itu pun akhirnya diangkat juga.


"Halo, Novia? Ada apa Nov?" tanya Tina yang langsung mengangkat telepon dari Novia itu.


"Tina kamu ada di mana?" tanya Novia.


"Oh itu Nov, aku kebetulan ada tugas kantor, biasa tugas ke luar kota, tapi nggak lama kok palingan juga 3 hari!" jawab Tina.


"Ya beneran lah, masa aku bohong, nanti deh kita janjian lagi ya! Sorry Nov, Aku lagi sibuk banget nih, nanti disambung lagi ya!" jawab Tina.


"Eh iya deh, Maaf ganggu jadwal kamu ya Tin!" kata Novia yang kemudian langsung menutup panggilan teleponnya.


"Gimana Bu Novia? jadi tidak ketemu sama temannya?" tanya Pak Sukri yang sejak tadi mengamati Novia yang berada dan berdiri di parkiran sambil menelepon.


Novia pun kemudian berjalan ke arah mobil dan langsung masuk.


"Tidak jadi Pak, kata resepsionis dia ambil cuti 3 hari, tapi tadi aku menelepon orangnya katanya ada tugas dari kantor, ini yang bener yang mana ya!" gumam Novia.


"Wah kok bisa beda-beda begitu ya Bu, dulu kata orang di kampung saya, kalau alasan sudah beda-beda begitu, ada sesuatu yang disembunyikan!" kata Pak Sukri sambil mengemudikan mobilnya keluar dari parkiran kantor Tina.


"Masa sih Pak?" tanya Novia.

__ADS_1


"Biasanya sih begitu Bu, karena sesuatu yang berbeda itu biasanya pasti ada unsur kebohongan!" jawab Pak Sukri.


Novia terdiam beberapa saat lamanya, apa kah mungkin Tina membohonginya? Tapi apa alasannya? selama ini Novia mengenal Tina sebagai sosok yang apa adanya dan ceplas-ceplos, bahkan Novia sangat mempercayai Tina, apalagi sejak lama mereka bersahabat.


"Pak Sukri, tolong antar ke kantor bapak sebentar!" kata Novia tiba-tiba


"Baik bu!"


Pak Sukri kemudian melajukan arah mobilnya menuju ke kantor Reno, yang posisinya juga tidak terlalu jauh dari kantor Tina.


Sekitar 20 menit perjalanan, akhirnya mereka sampai di kantor Reno, entah mengapa Novia punya perasaan kalau dia sangat ingin sekali menjenguk di kantor Reno, apalagi dia termasuk jarang datang ke kantor ini hanya sesekali saja.


Novia tahu kalau Reno tidak ada di kantor, karena memang dia izin pergi ke luar kota 3 hari, maka dari itu Novia langsung berjalan menuju ke ruangan Ambar sekretaris Reno.


Ambar nampak terkejut melihat kedatangan Novia yang tiba-tiba itu.


"Bu Novia? Ayo duduk Bu, kirain Ibu lagi jalan-jalansekeluarga!" kata Ambar.


"Iya saya tahu suami saya tidak ada, dia sedang ada meeting penting dengan investor di luar kota!" sahut Novia sambel duduk di ruangan itu.


Ambar nampak mengerutkan keningnya seperti orang yang sedang berpikir.


"Lho kirain Bapak sengaja mengambil libur untuk liburan keluarga!" kata Ambar.


"Apa? liburan keluarga? Memangnya kantor tidak tahu kalau pimpinan kalian itu sedang mengadakan meeting penting dengan investor di luar kota?" tanya Novia setengah melotot.


"Kami memang tidak tahu Bu, Pak Reno hanya mengatakan kalau dia mau libur dulu 3 hari, karena katanya mau liburan bersama keluarganya, dia sama sekali tidak menyinggung soal meeting atau apapun yang berhubungan dengan pekerjaan kantor!" jawab Ambar.


Novia terdiam dan semakin bingung, kenapa Ambar sekretarisnya tidak tahu soal kepergian Reno, dan Kenapa juga Reno mengatakan kalau dia mengambil libur untuk liburan keluarga? Sementara Reno pamit padanya kalau dia akan mengadakan meeting ke luar kota bersama dengan Para investor.


Novia semakin bingung dan tidak mengerti, dadanya tiba-tiba saja bergemuruh.


"Baiklah Ambar, sepertinya aku pulang saja, terima kasih ya atas informasinya!" pamit Novia yang langsung beranjak keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2