Rahasia Perkawinan

Rahasia Perkawinan
Penghianatan Seorang Sahabat


__ADS_3

Malam ini kembali Reno tidak pulang ke rumahnya, dia bermalam di salah satu hotel berbintang di Jakarta, bersama dengan seorang wanita.


Wanita itu adalah Tina, sahabat Novia, yang selama ini ternyata diam-diam telah menjalin hubungan dengan Reno tanpa sepengetahuan Novia.


Tina datang setelah acara reuni kampusnya, di saat Reno sudah mulai mengetahui sedikit rahasia dari Novia mengenai David, mantan kekasihnya saat mereka masih sama-sama kuliah.


"Kenapa kau belum tidur Reno? Apa kau tidak lelah setelah bermain denganku?" tanya Tina sembari membelai rambut Reno yang kini berbaring di pangkuannya.


"Tin, aku memang tidak suka dan sangat cemburu pada David, tapi aku tidak yakin kalau di belakangku mereka ada main, aku kenal betul siapa Novia!" jawab Reno.


"Jangan terlalu Naif Reno, kau tahu kan mereka bertetangga? Dan kau juga pasti tahu apa pekerjaan David? Bahkan hampir sepanjang hari dia ada di rumah, mana tahu mereka melakukan apa, hanya mereka sendiri yang tahu!" ujar Tina.


"Ya aku tahu, Tapi aku benar-benar tidak yakin, Novia akan menusukku dari belakang, aku memang kecewa terhadapnya, tapi aku sangat mengenal sifat Novia, selama ini dia hormat dan tunduk padaku!" ungkap Reno.


"Sudahlah Reno, Lebih baik kau tidur sekarang, jangan terlalu banyak bicara, ini sudah malam!" bisik Tina sambil terus membelai rambut dan wajah Reno yang perlahan mulai memejamkan matanya.


Setelah Reno benar-benar tertidur, Tina tersenyum penuh kemenangan.


Selama ini Tina bersikap sangat baik pada Novia, Bahkan mereka bersahabat sejak di bangku kuliah dulu, mereka memang menjalin persahabatan, tapi sesungguhnya, Tina sangatlah iri pada Novia.


Bahkan laki-laki yang diincarnya dulu, David, jatuh hati pada Novia, dan setelah 5 tahun Novia telah menikah dengan Reno, Tina pun iri hati karena Novia mendapat suami yang baik dan sangat mencintainya.


Kunci ada di tangan Tina, Tina tahu semua rahasia Novia, tinggal sekali klik maka semuanya terbongkar sudah, tapi untuk sementara ini Tina memilih bungkam, dia hanya ingin mencicipi sedikit kebahagiaan Novia yang selama ini belum pernah dia rasakan, karena dia belum menemukan orang yang benar-benar mencintainya dengan sepenuh hati.


"Maafkan aku Novia, rasanya hidup begitu tidak adil, kamu selalu dikelilingi oleh orang-orang yang mencintaimu, sementara aku, sejak dulu selalu mengalami penolakan demi penolakan!" gumam Tina.


Menjelang pagi, saat Reno terbangun dari tidurnya, dia langsung membereskan pakaiannya dan membasuh wajahnya.


Walau bagaimana Reno harus pulang ke rumah, meskipun suasana sedang tidak enak, namun Reno masih memiliki tanggung jawab terhadap keluarganya.


Reno pun sedikit menyesal dan tidak mengerti, mengapa dia bisa jatuh ke dalam perangkap Tina, meskipun pikirannya sedang kacau, namun entah mengapa Tina seperti memberikan sedikit penghiburan, sehingga Reno lupa akan masalahnya.


Tina masih nampak tertidur di tempat tidur itu, dengan tubuh yang hanya ditutupi oleh selimut.


Perlahan Reno pun keluar dari kamar hotel itu, dia langsung menuju ke parkiran mobil dan langsung melajukan mobilnya itu menuju ke rumahnya.


Karena jalanan begitu lengang dan sepi, dalam waktu singkat, Reno pun sudah sampai di rumahnya.


Pak Sukri sopirnya yang memang tinggal di dalam dan selalu berjaga-jaga, langsung membukakan pintu gerbang saat Reno membunyikan klakson mobilnya.

__ADS_1


Mbak Darmi yang tertidur di sofa pun ikut membuka matanya karena mendengar suara klakson mobil dan pintu gerbang yang dibuka.


Reno turun dari mobil dan langsung berjalan masuk ke dalam rumahnya itu, kemudian dia langsung berjalan menuju ke kamarnya.


Mbak Darmi hendak berbicara pada Reno, namun mengurungkan niatnya saat Reno dengan cepat-cepat melangkah menuju ke kamarnya, dan langsung menutup pintunya


Reno sedikit terkejut, saat melihat kamarnya itu kosong, tidak ada Novia yang menunggunya. Kemudian Reno kembali turun, dan langsung datang mendekati Mbak Darmi yang masih berada di ruang keluarga itu.


"Mbak Darmi, di mana Novia istriku?" tanya Reno.


"Ibu menjaga Vio di rumah sakit pak, Rio dirawat di rumah sakit karena sakit tipes dan dehidrasi!" jawab Mbak Darmi.


"Apa? Vio dirawat di rumah sakit? kenapa tidak ada yang memberitahu aku kalau Vio dirawat di rumah sakit?" tanya Reno.


"Maaf Pak, Bukannya tidak mau memberitahu, tapi kata Ibu telepon Bapak tidak diangkat-angkat, dan saya juga menunggu-nunggu bapak pulang tapi Bapak baru pulang subuh!" jawab Mbak Darmi.


"Mbak Darmi, Katakan padaku dengan siapa istriku menunggu Vio?" tanya Reno sambil menatap dalam ke arah Mbak Darmi.


"Saya tidak tahu Pak, saya kan di rumah dan mengerjakan tugas rumah!" sahut Mbak Darmi yang kini mulai terlihat takut karena melihat sorot mata tajam dari Reno.


Kemudian Reno berjalan cepat keluar rumahnya menuju ke sebelah ke rumah David, rumah itu gelap, menandakan tidak ada orang di dalamnya. Kemudian Reno kembali masuk ke dalam rumahnya itu, Mbak Darmi masih terlihat berdiri tanpa berani untuk beranjak ke kamarnya.


"Saya tidak tahu Pak, sejak kemarin itu Pak David tidak kelihatan ada di rumah!" jawab Mbak Darmi yang sekarang mulai menundukkan kepalanya.


"Mbak Darmi, katakan dengan jujur, apakah David bersama Novia di rumah sakit?" tanya Reno sambil memegang kedua bahu Mbak Darmi untuk membuktikan kalau pertanyaannya itu sungguh-sungguh serius.


Mbak Darmi terdiam, dia bingung Apakah dia harus berkata jujur atau menutupi, saat ini posisinya serba Salah, di sisi lain dia kasihan pada Novia, namun mulutnya pun tidak bisa berbohong meskipun itu untuk kebaikan apalagi yang menggajinya selama ini adalah Reno


" Kenapa dia Mbak? Ayo jawab saja dengan jujur! Apakah David ada bersama dengan Novia di rumah sakit?" tanya Reno sekali lagi.


"Maaf Pak, sejak Vio sakit Pak David yang mengantar Vio ke rumah sakit, itu karena Bapak tidak ada di rumah, dan saat itu kondisi Vio benar-benar gawat darurat, karena Pak David ada di rumah, jadi dia yang mengantarkan via ke rumah sakit!" jawab Mbak Darmi sedikit bergetar


"Oh jadi begitu, Itu berarti kalau sampai hari ini David tidak pulang ke rumahnya, dia berada bersama dengan Novia di rumah sakit, benar begitu kan Mbak?" tanya David lagi.


"Saya tidak tahu Pak, karena sejak Vio di rumah sakit, Saya tidak pernah menunggunya, karena saya menjaga rumah dan membereskan rumah, paling kalau ada kebutuhan saya titipkan pada Pak Sukri!" jawab Mbak Darmi.


"Kurang ajar! Mereka berani bermain di belakangku! Aku tidak akan membiarkan mereka!" gumam Reno yang kemudian langsung bergegas keluar dari rumahnya dan langsung naik ke mobilnya.


"Pak Sukri! Tolong buka pintu gerbangnya!" titah Reno pada Pak Supri yang masih terlihat berada di teras rumahnya itu.

__ADS_1


Tanpa banyak bertanya lagi, Pak Sukri langsung membukakan pintu gerbang itu lebar-lebar, sementara Mbak Darmi Berjalan ke depan dengan wajah pucat karena takut, dia takut terjadi apa-apa pada Novia, bisa jadi Reno akan mengamuk di rumah sakit, apalagi kalau di rumah sakit itu dia melihat David.


Buru-buru Mbak Darmi mengambil ponselnya yang ada di kamarnya, kemudian dia mulai menelpon Novia untuk menceritakan apa yang terjadi.


"Halo Mbak Darmi, Ada apa menelepon jam segini?" tanya Novia yang terdengar suaranya parau seperti Habis bangun tidur.


"Bu, Bapak baru pulang, dia langsung menanyakan Ibu karena Ibu tidak ada, lalu saya bilang apa yang Ibu sampaikan, tapi bapak malah bertanya soal Pak David, jadi saya terpaksa bilang Kalau Pak David yang sudah mengantar Vio ke rumah sakit! Maafkan saya ya Bu Saya benar-benar bingung harus bagaimana!" ungkap Mbak Darmi


"Oh ya? sekarang di mana Mas Reno Mbak?" tanya Novia.


"Barusan bapak keluar lagi dari rumah, sepertinya dia mau menyusul ke rumah sakit, kalau ada Pak David di sana tolong suruh sembunyi dulu Bu, takutnya nanti bapak malah salah paham!" jawab Mbak Darmi.


"Baiklah Mbak, Terima kasih ya untuk infonya, kebetulan Pak David sedang menunggu di depan, selama ini dia tidak pernah menunggu di dalam, tapi aku pasti akan bilang dia untuk bersembunyi!" ucap Nokia yang langsung mematikan sambungan teleponnya.


Novia yang saat itu baru terbangun dari tidurnya, langsung cepat-cepat keluar dari ruang perawatan menuju ke ruang tunggu tempat di mana biasanya David menunggu.


David terlihat sedang tidur meringkuk di atas bangku di ruang tunggu itu, Novia perlahan mengguncang bahunya untuk membangunkannya.


"David, bangun David, ayo bangun!" seru Novia sambil terus mengguncangkan punggung David.


David nampak mengerjapkan matanya dan menguap, sepertinya dia sangat mengantuk sekali


"Ada apa sih kau mengganggu aku? Kau pikir aku bisa gampang tidur di sini, badanku pegal-pegal sekarang, giliran aku tidur nyenyak kau dengan enaknya membangunkan aku!" sungut David.


"Dengar dulu David, Mas Reno sepertinya menuju ke sini, aku takut kalau dia melihatmu dia akan salah paham, aku mohon, Kau Pergilah atau bersembunyi di manapun, yang penting dia tidak melihatmu, aku mohon!" ucap Novia.


David langsung bangun dari posisinya dan duduk saat mendengar ucapan dari Novia itu.


"Apa? Dia ke sini? Sejak tadi ke mana saja dia, bahkan anaknya dirawat di sini pun dia tidak pernah datang untuk menjenguknya, ayah macam apa dia!" umpat David.


"Sudahlah David, tidak usah membuang banyak waktu, lebih baik kau pergi dari sini atau kau pulang ke rumah, aku tidak ingin terjadi salah paham, kau tahu kan saat ini Rumah tanggaku sedang tidak baik-baik saja?" ungkap Novia sambil menatap David dengan tatapan yang sendu.


"Baiklah Novia kau jangan khawatir, ini semua aku lakukan hanya demi dirimu juga Vio, yang aku yakin adalah anakku!" ujar David sambil mengucek matanya yang terlihat merah itu.


Kemudian David langsung mengambil jaketnya, yang sejak tadi dipergunakan sebagai alas tidurnya, kemudian dia melangkah gontai pergi meninggalkan tempat itu.


"Terima kasih David!" seru Novia.


David hanya Melambaikan tangannya tanpa menoleh, kemudian bayangannya pun hilang saat dia naik ke dalam lift.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2