Rahasia Perkawinan

Rahasia Perkawinan
Ada Yang Berubah


__ADS_3

Tin ... Tin ... Tin


Sebuah taksi online terparkir tepat di depan gerbang rumah Novia.


Mbak Darmi langsung membukakan pintu gerbang itu, karena ternyata itu Reno yang baru pulang dari luar kota.


Vio dari dalam langsung berlari-lari menyambut kepulangan Papanya Itu, setelah Reno turun dari taksi online dan menurunkan beberapa barang, Vio kemudian langsung meloncat ke dalam gendongan Reno.


"Papa lama sekali pulangnya! Aku sudah tunggu-tunggu dari kemarin!" cetus Vio cemberut.


"Lho, tapi kan sekarang Papa sudah pulang, Vio kangen ya sama Papa, Papa banyak sekali bawa oleh-oleh dan hadiah untuk Vio!" kata Reno sambil menciumi wajah Vio, karena dia juga sangat merindukan buah hatinya itu.


Mbak Darmi dan Pak Sukri membantu mengangkat koper dan barang-barang yang dibawa oleh Reno.


"Mas Reno mandi dulu ya, biar nanti aku yang membereskan pakaian-pakaian Mas Reno dalam koper!" ujar Novia.


"Iya sayang, aku memang ingin mandi, badanku lengket semua ini!" jawab Reno yang kemudian langsung bergegas masuk ke dalam kamarnya.


Vio terlihat sangat antusias karena dia mendapatkan banyak hadiah dari Reno, selain hadiah oleh-oleh makanan, juga beberapa macam mainan yang diberikan Reno untuk Vio, sehingga anak itu kini asik berkutat dengan hadiahnya.


Sementara Novia membawa koper Reno dan masuk ke dalam kamar, berniat untuk membereskan beberapa pakaian kotor atau bersih, juga membereskan barang-barang milik Reno.


Sedangkan Reno kini sedang mandi di dalam kamar mandi, Novia mulai membuka koper milik Reno, dan memisahkan pakaian kotor dan pakaian bersih.


Novia menatap pada sebuah jas yang dirasa Reno tidak pernah punya, dan tidak pernah membawanya sebelumnya.


Jas itu nampak kotor, dan Novia heran Apakah Reno membeli jas di luar kota sana? Kenapa dia tidak membawa jas dari rumah? Kalaupun dia memang harus memakai jas.


Tidak mau berpikiran yang aneh-aneh, Novia kemudian langsung menaruh jas itu ke dalam keranjang pakaian kotor.


Namun pada saat Novia menaruh jas itu, dari saku jas itu terjatuh sebuah benda, Novia kemudian mengambil benda yang terjatuh hampir masuk ke dalam kolong tempat tidurnya.

__ADS_1


Novia sedikit terkejut, saat melihat benda yang ternyata adalah cincin, sebuah cincin emas namun hanya satu, dia mengamat amati cincin itu, dan sepertinya Reno maupun dirinya tidak pernah memiliki cincin itu, lalu cincin siapa itu?


Ceklek!


Tiba-tiba Reno keluar dari kamar mandi, ternyata dia sudah selesai mandi, dan kini dia hanya mengenakan handuk saja, dan rambutnya terlihat basah karena habis keramas.


Reno terkejut saat melihat kopernya sudah dibongkar oleh Novia, dan Novia sedang memegang cincin di tangannya.


"Novia! Kenapa Kau bongkar koper tanpa seizin ku?" tanya Reno.


"Lho kan tadi Mas Reno mengijinkannya, dan aku kan mau membantu Mas Reno membereskan barang-barang Mas Reno yang ada di dalam koper, Oh ya Mas, ini cincin siapa?" tanya Novia balik sambil menunjukkan cincin itu di hadapan Reno.


"Itu ... itu ... itu cincin karyawan kantor yang ketinggalan!" jawab Reno sedikit gugup.


"Cincin karyawan kantor? Tapi kemarin saat aku ke kantormu, katanya tidak ada meeting bersama dengan investor, Mas Reno cuti 3 hari untuk liburan keluarga, jadi mana yang benar ini?" tanya Novia bingung.


"Sayang, investor ini kan memang tidak ada kaitannya dengan kantor, ini adalah bisnis pribadiku, jadi aku bicara atau tidak dengan orang kantor tidak ada pengaruhnya, aku kan bos di sana!"Jawab Reno.


"Iya memang Mas Reno bos, Tapi kenapa mas Reno beralasan kalau cuti untuk liburan keluarga, Kenapa tidak bilang saja bertemu dengan investor atau apa kek, Kenapa harus bawa-bawa keluarga?" tanya Novia lagi.


"Tapi tadi Mas Reno bilang kalau cincin ini punya karyawan kantor? Memangnya Mas Reno tidak pergi sendiri?" tanya Novia bingung.


"Sebenarnya aku mau pergi sendiri, tapi iseng tidak ada teman, aku mengajak salah satu karyawan kantor untuk menemaniku!" jawab Reno.


"Oke, lalu itu mas Reno Kenapa membeli jas baru di sana? Bukankah di rumah ada banyak jas mas Reno? Kenapa tidak membawanya kalau memang Mas Reno butuh, lalu disaku jasnya Mas Seno ada cincin ini, kalau ini cincin milik karyawan kantor, kenapa bisa ada di saku jas Mas Reno?" tanya Novia lagi sedikit mengerutkan keningnya.


"Jadi ceritanya begini sayang, karyawanku itu ingin memberikan kejutan untuk istrinya, dia menitip cincin itu padaku, tapi ketika aku pulang dia lupa memintanya padaku jadinya terbawa deh!" jawab Reno yang terlihat mulai gelisah.


"Oh, jadi begitu ya? Aneh, kenapa juga harus di titip ke Mas Reno, lalu bagaimana cara Mas Reno untuk mengembalikan cincin ini?"


"Sini berikan padaku, biar besok aku Kembalikan ke alamatnya langsung, aku tinggal tanya alamatnya!" sahut Reno yang langsung mengambil cincin itu dari tangannya Novia.

__ADS_1


Novia kini terdiam tidak lagi melanjutkan pertanyaan demi pertanyaannya, tapi sesungguhnya di dalam hatinya ada sesuatu keganjilan yang sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata.


Reno yang ada di hadapannya kini, seperti bukan Reno yang pernah dikenalnya dulu, ada sesuatu hal yang tersembunyi yang Novia juga tidak tahu apa itu.


Namun Novia lagi-lagi berusaha menepiskan pikiran-pikiran negatif yang mulai bersarang di otaknya, dia mau belajar mempercayai, karena komitmen dari sebuah pernikahan adalah saling percaya.


Setelah Reno selesai berpakaian, Dia kemudian turun bersama dengan Novia menuju ke ruang makan untuk menikmati makan malam bersama.


Mbak Darmi sudah menyiapkan makan malam dan menata meja makan, aneka hidangan lezat sudah tersaji di sana, dan aromanya pun menggugah selera.


"Vio! ayo sini kita makan sama-sama dulu nak, nanti Vio lanjutkan lagi mainnya!" Panggil Novia saat melihat Vio masih asik bermain dengan mobil-mobilan barunya.


"Iya Ma!"


Vio kemudian langsung berjalan cepat menuju ke meja makan dan duduk manis di sana.


"Pa, Terima kasih ya mainannya, Aku suka deh sama hadiah Papa!" ucap Vio.


"Iya sayang, asalkan Vio suka, Papa senang!" sahut Reno.


"Ayo dimakan makanannya, Mbak Darmi dan aku sudah sejak siang tadi masak semua ini lho!" ajak Novia.


Mereka pun mulai menyantap makan malam, Vio terlihat antusias menyantap makan malamnya, tapi entah mengapa malam ini Reno makan sedikit sekali.


Padahal hidangan yang ada di meja makan ini, semuanya adalah kesukaan Reno, Novia sengaja memasak dan meminta Mbak Darmi untuk membuat makanan kesukaan Reno, dia berharap agar suaminya itu bisa lahap makan ketika pulang dari luar kota.


Tapi ternyata Reno hanya makan sedikit saja, dia kurang antusias untuk menikmati makanan yang lezat-lezat itu, pandangan Reno pun tidak seperti biasanya kini matanya terlihat kosong dan sayu.


"Mas Reno sedang memikirkan apa? Kenapa Makan sedikit sekali? Ini semua menunya aku yang pilihkan lho, biasanya Mas Reno suka sekali dengan makanan ini!" tanya Novia.


"Iya sayang, kebetulan tadi sebelum berangkat aku makan kenyang sekali, nanti malam kalau aku lapar aku pasti akan makan lagi!" jawab Reno.

__ADS_1


Novia menatap ke arah Reno. Reno seperti orang asing baginya, meskipun sikapnya baik dan manis, namun entah mengapa ada sesuatu yang berbeda dan berubah pada diri Reno, yang Novia sendiri sulit untuk mengungkapkannya.


Bersambung ....


__ADS_2