
Pagi-pagi Reno sudah menelpon ke kantornya kalau dia akan datang terlambat hari ini, karena dia harus mengantarkan Novia dan bayinya Vio untuk imunisasi ke rumah sakit.
Setelah semuanya siap, mereka pun berangkat diantar oleh Pak Sukri ke rumah sakit.
Setelah mereka sampai di rumah sakit, Reno dan Novia pun berjalan menyusuri koridor rumah sakit, sementara Pak Sukri menunggu di parkiran.
Reno kemudian langsung menggandeng tangan Novia yang sedang menggendong Vio dan mereka pun berjalan menuju ke poli anak, lalu mengantri untuk imunisasi baby Vio.
"Mas Reno, suaminya Silvi kan dirawat di rumah sakit ini juga, bolehkah aku ke ruangannya untuk mengobrol dengan Silvi mumpung ada di sini?" tanya Novia dengan mengumpulkan segenap keberaniannya, Karena dia sudah janji pada Silvi untuk membawa Vio ke hadapan David.
"Bukankah kemarin kamu sudah menjenguk mereka sayang? Kasihan Vio masih kecil, masih rentan kalau dia harus dibawa ke ruang perawatan orang sakit!" kata Reno sambil mengerutkan keningnya.
Novia tidak lagi dapat berkata-kata, karena alasan Reno sangat masuk akal, Vio yang masih bayi memang sangat rentan jikalau dibawa ke ruang perawatan orang sakit.
Tapi di sisi lain, Novia juga sudah berjanji pada Silvi untuk membawa Vio, dia tidak mungkin membatalkan apa yang sudah dijanjikannya itu, apalagi Silvi sangat memohon padanya.
"Bayi Elvio!"
Terdengar suara Seorang perawat yang memanggil Baby Vio, karena mereka sudah sampai di nomor antriannya.
Reno dan Novia kemudian masuk ke dalam ruangan poli anak, sang dokter anak sudah menunggu di sana sambil tersenyum ramah.
Sang dokter dibantu oleh Seorang perawat kemudian mulai memberikan imunisasi untuk Vio.
Vio yang memang sedang rewel, menangis ketika jarum suntik menancap di pahanya.
Reno kemudian langsung mengambil Vio dan menimangnya untuk membuat bayinya itu tenang.
"Aduh baby Vio beruntung sekali, Papanya kelihatan sayang banget deh, sampai segitunya!" ucap sang dokter anak yang terlihat kagum melihat sikap Reno yang kebapakan itu.
__ADS_1
"Iyalah Dokter, mana tega Saya melihat anak saya kesakitan karena diimunisasi? Apapun akan saya lakukan untuk memberikan Vio kenyamanan!" jawab Reno.
"Baiklah kalau begitu, saya akan tuliskan resep vitamin dan obat untuk baby Vio, kalau-kalau dia demam diberikan sesuai dosis ya!" ucap Dokter anak itu sambil menuliskan resep lalu menyodorkannya ke arah Novia.
Setelah selesai, mereka pun keluar dari ruangan poli anak itu dan menuju ke Apotek, untuk menebus vitamin dan obat yang sudah diresepkan oleh dokter anak tadi.
Ternyata di apotek lumayan mengantri, banyak orang yang sedang menunggu resep obat.
Reno dan Novia juga kemudian duduk untuk mengantri menebus obat dan vitamin dari dokter itu.
Reno kelihatan gelisah, beberapa kali dia menengok ponselnya, waktu memang sudah agak siang, karena antrian yang lumayan panjang, sepertinya Reno ingin cepat-cepat pergi ke kantor, mungkin ada urusan yang penting yang tidak bisa dia tinggalkan.
"Mas Reno Kenapa, sepertinya Kok gelisah sekali?" tanya Novia.
"Sayang, ada investor yang sedang menungguku, aku janji jam 08.00 pagi aku sudah sampai sana karena kupikir imunisasi Vio cepat selesai, tapi ternyata... " ungkap Reno.
"Ya sudah Mas Reno duluan saja ke kantor, ini sudah hampir jam 08.00 lho Mas, biar nanti Pak Sukri yang mengantar Mas Reno, nanti kan Pak Sukri bisa balik lagi ke rumah sakit, untuk menjemput aku dan Vio!"usul Novia.
"Mas Reno, janji itu lebih penting daripada apapun, Mas Reno tidak usah berlebihan mengkhawatirkan kami! Lagi pula aku bisa menjaga Vio disini dengan baik sambil menunggu antrian!" tukas Novia.
"Baiklah kalau begitu sayang, aku duluan ke kantor ya, pokoknya kalau ada apa-apa kamu harus segera menelepon aku!" kata Reno.
Novia menganggukkan kepalanya, dan tak lama kemudian Reno pun bergegas menuju ke parkiran untuk segera pergi ke kantor, Novia menarik nafas lega.
Tanpa membuang waktu, Novia kemudian langsung berdiri dan berjalan cepat ke arah lift dan naik ke atas menuju ke ruang perawatan di mana David dirawat.
Novia tidak mau menyia-nyiakan kesempatan, mumpung antriannya masih panjang, dia mempergunakan kesempatan itu untuk ke ruangan David dan menunjukkan Vio padanya, sesuai dengan apa yang dijanjikannya pada Silvi.
Saat tiba di ruangannya, Novia langsung membuka pintu ruangan itu, Silvi menoleh sambil tersenyum ketika melihat kedatangan Novia beserta dengan Vio.
__ADS_1
Kebetulan di ruangan itu sedang ada dokter yang sedang memeriksa kondisi David.
"Ah syukurlah Mbak Novia sudah datang, Aku tadi telepon ke rumah kata Mbak Darmi Mbak Novia sudah pergi ke rumah sakit!" kata Silvi
"Iya Silvi, Bagaimana keadaan suamimu?" tanya Novia.
"Kata dokter Kondisinya masih belum ada kemajuan, aku pinjam Vio ya Mbak, aku akan dekatkan pada Bang David, siapa tahu saat berada dekat Vio, Bang David bisa ada kemajuan!" jawab Silvi.
Novia kemudian berjalan mendekati ranjang itu dan memberikan Vio pada Silvi.
Setelah itu, Vio dibaringkan di samping David yang tengah berbaring itu, aneh sekali, Vio tidak menangis saat dia dibaringkan di samping David, padahal biasanya sejak kemarin Vio selalu rewel aja kalau dia ditaruh di box bayinya.
"Bayi siapa ini?" tanya dokter yang sejak tadi sedang memeriksa kondisi David.
"Ini bayi saya dokter!" jawab Novia
"Ini bayi yang saya ceritakan tadi dokter, suami saya meracau menyebut nama bayi ini, barangkali saja saat ada bayi ini bersamanya, suami saya bisa ada kemajuan!" lanjut Silvi.
Tiba-tiba saja David yang sejak tadi memejamkan matanya perlahan mulai mengerjapkan matanya, tangannya juga terlihat bergerak saat menyentuh Vio yang terbaring di sampingnya.
"Suster! Coba periksa tekanan darah dan trombosit pasien, sepertinya dia sudah mulai merespon!" kita dokter yang pada saat itu melihat pergerakan dari David.
Seorang perawat kemudian mulai memeriksa kondisi David sambil mencatatnya.
"Tekanan darahnya normal Dokter, trombositnya juga sudah mendekati normal!" seru sang perawat itu.
"Aneh sekali, Kenapa saat dia menyentuh bayi ini, kondisinya membaik? Ada hubungan apa Pak David dengan bayi ini?" gumam Dokter yang terlihat heran.
"Mungkin suami saya sangat menginginkan seorang anak dokter! Karena sejak kami menikah, kami belum dikaruniai anak!" jawab Silvi.
__ADS_1
Novia hanya diam saja mendengar percakapan mereka, dilihatnya Vio juga tenang saat berada di samping David, apakah mungkin kalau Vio adalah benar-benar anak kandung dari David? Dada Novia semakin bergemuruh, apa jadinya kalau Reno tahu akan hal ini.
Bersambung ....