
Dengan penuh semangat Vio membereskan beberapa barang dan pakaiannya, lalu dimasukkan ke dalam koper mininya.
Besok pagi-pagi sekali, mereka berencana akan berlibur ke pantai, sesuai dengan janji yang Reno Ucapkan pada Vio dan juga Novia.
Novia juga terlihat sedang membereskan beberapa pakaiannya, dan juga pakaian Reno untuk dibawanya besok.
"Mama jangan lupa bawa baju berenang ya sama papa, kan besok kita mau berenang ke pantai!" kata Vio yang kini sudah mengunci kopernya karena semua perlengkapannya sudah dia masukkan ke dalam tasnya itu.
"Kalau berenang di pantai pakai baju apa saja tidak masalah, kecuali berenang di kolam renang!" sahut Novia.
"Iya juga sih, ya sudah deh Ma, aku jadi tidak sabar besok, tapi kenapa sekarang Papa belum pulang juga?" tanya Vio.
"Barangkali Papa masih kena macet atau ada pekerjaan tambahan di kantor, Vio bobo duluan saja ya, yang penting besok pagi Vio bangun pagi-pagi!" jawab Novia.
Vio menganggukkan kepalanya, kemudian dia langsung berlari keluar dari kamar Novia menuju ke kamarnya sendiri, sambil membawa tas yang sudah disiapkannya terlebih dahulu.
Novia menarik nafas panjang, sebenarnya dia juga sedikit cemas belakangan ini Reno selalu pulang malam, entah apa yang dia lakukan di luar sana.
Alasannya selalu pekerjaan dan pekerjaan, pernah juga Reno mengatakan kalau jalanan begitu macet.
Padahal malam ini waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 malam belum ada tanda-tanda Reno akan pulang.
Novia pun beranjak dari kamarnya, kemudian dia menuruni tangga dan duduk di sofa ruang keluarga, untuk menunggu suaminya itu pulang.
Novia pun mulai memencet nomor telepon Reno di ponselnya, walaupun beberapa kali dia mencoba menelepon Reno, namun teleponnya tidak aktif namun kali ini Novia kembali mencoba.
Ternyata sama saja, telepon Reno tidak aktif atau berada di luar jangkauan, Novia semakin gelisah. Kemudian Novia mulai memencet nomor kantor Reno, ini memang sudah malam, tapi masih ada security yang berjaga selama 24 jam di sana.
"Halo, selamat malam!"
"Halo, ini dengan Bu Novia istrinya pak Reno, Apakah di kantor masih ada kegiatan?" tanya Novia.
__ADS_1
"Maaf Bu, sejak jam 04.00 sore tadi kantor sudah tutup, dan tidak ada lagi kegiatan di dalam!" jawab security itu.
"Oh begitu ya, Berarti Pak Reno juga sudah meninggalkan kantor sejak sore tadi?" tanya Novia lagi.
"Betul Bu, Pak Reno dan karyawan lainnya sudah meninggalkan kantor di jam 04.00 tadi, setelah itu tinggal cleaning service yang meninggalkan kantor dan sekarang kantor benar-benar sepi dan tidak ada kegiatan sama sekali di dalamnya!" jelas security itu.
Novia terdiam seketika, itu berarti Reno memang sudah pulang dari kantor sejak sore tadi, tapi kenapa Reno tidak langsung pulang ke rumah? Ataukah Mungkin dia ada pekerjaan tambahan di luar? Tapi Reno tidak pernah menceritakan pada Novia, kegiatan atau bisnis yang dilakukannya di luar kantor.
Novia semakin gelisah, kini sudah mulai ada hal-hal negatif yang hinggap di kepalanya, mungkinkah Reno memiliki kebiasaan lain yang tidak diketahui oleh siapapun?
"Halo! Bu Novia? Apakah Anda masih di sana?" tanya security itu mengejutkan Novia yang sejak tadi melamun.
"Eh iya pak, kalau begitu terima kasih ya informasinya, Selamat malam!" sahut Novia yang kemudian langsung mematikan teleponnya.
Ada perasaan tak menentu di atas diri Novia, namun dia tidak tahu apakah mungkin dia mencurigai Reno, selama ini Reno terlihat baik-baik saja, perhatiannya terhadapnya juga terhadap Vio juga tidak berkurang.
Hanya masalahnya, belakangan ini Reno semakin sulit untuk dihubungi, dan seringkali dia pulang ke rumah larut malam dengan alasan pekerjaan dan juga jalanan yang macet.
Sementara itu, Reno nampak tergeletak di atas tempat tidur di apartemen Tina.
Memang belakangan ini Tina selalu menuntutnya untuk datang ke apartemennya setiap hari sebelum Reno pulang ke rumah.
Namun malam ini sepertinya Reno benar-benar lelah dan mengantuk, setelah dia habis bermain dengan Tina, ditambah lagi Aktivitas keseharian ini, membuat laki-laki itu kini tak berdaya di atas tempat tidur.
Tina membelai rambut Reno sambil tersenyum menatap mata Reno yang kini mulai terpejam itu.
"Tidurlah Sayang, malam ini kamu tak harus pulang ke rumahmu, Bukankah di sini kamu sudah mendapatkan kepuasan?" bisik Tina sambil mengelus pipi Reno.
"Tidak, Tidak! Besok aku ada janji dengan Vio, besok aku mau berlibur ke pantai bersama dengan Vio dan Novia, Aku mau pulang sekarang!" gumam Reno namun dengan mata yang masih terpejam karena tak kuasa menahan rasa kantuk.
"Sudahlah Reno, lihat keadaanmu, kau begitu lelah malam ini, lebih baik kamu di sini saja tidur bersamaku, dan aku akan selalu ada untukmu!" kata Tina yang terus membelai rambut dan wajah Reno.
__ADS_1
"Tidak, tidak, aku harus pulang, Vio pasti menungguku Novia pasti mencemaskanku aku harus pulang!" gumam Reno setengah meracau.
Kini Tina tak lagi menanggapinya, dia membiarkan saja Reno terus bergumam sendirian hingga akhirnya Reno benar-benar lelah dan dia pun tertidur.
"Maafkan aku Reno, tapi aku tidak rela kau bersenang-senang dengan keluargamu, sementara aku di sini tetap saja sendirian, Maafkan aku!" ucap Tina sambil mengecup kening Reno yang kini tertidur di pangkuannya.
Drrrt .... Drrrt .... Drrrt
Tiba-tiba ponsel Tina bergetar, dengan perlahan Tina mengangkat kepala Reno dan meletakkannya di Atas Bantal, Reno sudah benar-benar tertidur dengan nyenyak.
Tina pun meraih ponselnya, Dia sedikit terkejut ketika ada telepon dari Novia, padahal ini sudah larut malam.
Tina kemudian beringsut menuju ke dapur supaya suaranya tidak terdengar oleh Reno, setelah itu dia baru mengusap layar ponselnya itu.
"Halo, Novia? Ada apa kamu menelepon malam-malam begini?" tanya Tina saat mengangkat panggilan telepon dari Novia.
"Maaf mengganggumu malam-malam Tin! Tina, Mas Reno Tin! lama-lama Aku tidak tahan juga, hampir setiap malam dia selalu pulang larut malam, bahkan malam ini dia belum pulang juga, padahal besok kami ada janji untuk berlibur ke pantai bersama dengan Vio, kasihan vio Tin, apalagi dia sangat mengharapkan akan berlibur bersama Papanya!" ungkap Novia sambil menangis.
"Novia, Aku tidak tahu harus berkata apa padamu, tapi menurutku, kamu jangan terlalu memikirkan soal Reno suamimu, lebih baik kamu berada di samping Vio dan berikan dia penghiburan dan kekuatan!" jawab Tina.
"Tina, kalau Menurutmu, apakah mungkin Mas Reno berselingkuh di belakangku? Walaupun dia tidak ada tanda-tanda berselingkuh, tapi entah kenapa perasaanku begitu kuat apa yang harus aku lakukan Tin?" tanya Novia yang terdengar masih terisak.
"Nov, kamu jangan terlalu berprasangka pada suamimu, apalagi kalau tidak ada bukti yang mendukung, lebih baik berpikir positif saja!"Jawab Tina.
"Aku juga maunya begitu Tin, tapi sikap Mas Reno kelihatan aneh, aku pernah menemukan sebuah cincin di dalam saku jasnya, dan sampai saat ini pun aku tidak tahu itu punya siapa, Kata Mas Reno si itu punya karyawannya tapi entah kenapa aku tidak percaya begitu saja!" ungkap Novia.
"Tina! Tina!"
Tiba-tiba terdengar suara Reno yang memanggil-manggil nama Tina, dengan reflek, Tina pun langsung mematikan panggilan teleponnya itu, dan bergegas menemui Reno yang memanggil dirinya.
Bersambung ....
__ADS_1