
Waktu sudah menunjukkan pukul 11.00 malam, terdengar suara klakson mobil Reno dari depan gerbang, seperti biasa Mbak Darmi yang membukakan pintu gerbangnya itu.
Novia yang turun ke bawah berjalan ke arah gerbang, saat ini dia tidak perlu lagi bersikap acuh tak acuh terhadap Reno, dia berusaha bersikap sebaik mungkin karena ada satu tujuan, menyelidiki suaminya itu.
Bisa saja Novia langsung melabrak dan menanyakan Reno mengenai apa yang dikatakan oleh Vio. Namun Novia tidak mau gegabah, hal itu akan Merugikan dirinya sendiri, dia berusaha meredam gejolak hatinya, karena kalau memang benar terbukti Reno berselingkuh, dengan terpaksa Novia akan menggugat cerai.
Reno nampak turun dari mobil sambil membawa tas kerjanya, kemudian dia melangkah masuk ke pintu depan, Reno sedikit tertegun melihat Novia yang kini berdiri di hadapannya.
Biasanya kalau pulang malam ke rumah Novia selalu bersikap acuh tak acuh dan Bahkan mereka sudah pisah ranjang beberapa waktu lamanya.
Namun kali ini Novia bersikap berbeda, wanita itu tersenyum sambil membawakan tas kerja milik Reno, kemudian berjalan di sampingnya menuju ke kamar mereka.
"Terima kasih sayang, akhirnya kau mengerti juga, aku banyak sekali Kerjaan hari ini, rasanya begitu lelah!" ungkap Reno.
"Ya, sekarang mandi lah Mas, sudah ada air hangat di kamar mandi!" ucap Novia.
"Aku bahagia sekali, akhirnya kamu bisa kembali seperti dulu, rasanya aku tidak percaya setelah Apa yang terjadi, aku berjanji tidak akan mencurigaimu dengan David lagi, karena aku percaya kau tidak seperti wanita pada umumnya!" lanjut Reno.
Novia hanya tersenyum menanggapi Semua ucapan Reno tanpa membalas apapun.
Novia berusaha untuk menata hati dan pikirannya supaya tetap stabil, tidak terpancing emosi ataupun apapun yang membuat semua rencananya gagal.
Reno pun kemudian bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, sementara Novia berbaring di tempat tidur yang sudah lama dia tidak tiduri itu, selama ini Novia selalu tidur di kamar Vio.
Tak lama kemudian, Reno sudah keluar dari kamar mandi dan hanya mengenakan handuk yang dililitkan di pinggangnya saja.
Reno nampak tersenyum senang, manakala melihat Novia yang berbaring, sudah lama Reno tidak menumpahkan hasratnya kepada Novia, Dia sangat merindukan istrinya itu.
Reno mulai memainkan aksinya, perlahan dia pun mulai memeluk Novia dari belakang kemudian mencium leher istrinya itu.
Novia sedikit terpengaruh dengan tindakan Reno, jujur saja Dia memang merindukan kehangatan, sudah lama sekali dia tidak bersama dengan suaminya itu.
Namun tiba-tiba Novia ingat akan misinya, dia tidak boleh tertipu oleh perasaannya sendiri, tidak boleh terpancing oleh suasana yang membuat dia mabuk kepayang.
"Maaf Mas Reno, saat ini aku sedang berhalangan!" ucap Novia manakala Reno mulai penggerayangi tubuhnya.
Reno pun menarik nafas kecewa, hasratnya yang sudah lama Terpendam terhadap Novia mau tidak mau harus dipendam lagi.
"Yah tidak apa-apa, masih ada malam-malam berikutnya, aku berjanji akan pulang lebih cepat dari biasanya!" kata Reno.
"Baiklah, sekarang Mas Reno tidur saja ya, aku akan membelai Mas Reno supaya Mas Reno nyenyak tidurnya, dan bermimpi yang indah!" ucap Novia yang kini membalikkan tubuhnya dan menatap ke arah Reno sambil memegang kepala laki-laki itu.
Dengan perlahan Novia pun mulai membelai rambut dan wajah Reno, sehingga laki-laki itu merasa nyaman, dan tak lama kemudian dia pun mulai tertidur, terdengar suara dengkuran halusnya yang menandakan dia sudah benar-benar tertidur.
Setelah dipastikan kalau Reno benar-benar tertidur, Novia pun melepaskan tangannya, kemudian dia menyelimuti Reno dan perlahan dia bangun dari tidurnya, melangkah menuju meja yang ada di sudut kamar itu, di mana tas Reno diletakkan.
__ADS_1
Perlahan Novia pun mulai membuka tas milik Reno, tidak ada yang aneh di sana, hanya beberapa berkas-berkas saja dan ponsel Reno ternyata juga ada di dalam tas itu.
Kemudian Novia mengambil ponsel milik Reno, kebetulan ponsel Reno memang tidak memakai password, karena sejak awal mereka menikah, mereka memang saling percaya untuk tidak mengunci masing-masing ponsel milik mereka, bahkan sampai saat ini Reno pun tidak mengunci ponselnya.
Novia pun mulai menjelajah isi dari ponsel Reno, dari semua daftar kontak yang ada di ponsel Reno, dia tidak menemukan nama Tina.
Bahkan di dalam obrolan pesan singkat pun terlihat wajar-wajar saja, tidak ada nama perempuan manapun kecuali Ambar sekretaris Reno.
Novia pun menarik nafas, rasanya ingin sekali dan mempercayai bahwa Reno memang tidak pernah ada apa-apa dengan Tina atau siapapun, terbukti dari ponselnya yang memang tidak pernah dia temui ada nama lain atau nama asing.
Novia berpikir, Apakah Reno sudah menghapus semuanya sebelum dia pulang ke rumah? Dari ponselnya Novia tidak mendapatkan bukti apapun bahkan nomor telepon dan nama Tina juga tidak ada di ponsel ini.
Novia pun membuka-buka galeri, barangkali saja ada foto atau apapun yang tersimpan di dalam galeri ponsel milik Reno, tapi lagi-lagi dia tidak menemukan apapun selain fotonya, foto Reno, dan juga foto Vio, juga foto-foto lain yang tidak berarti, tapi bukan foto wanita apalagi Tina.
Novia termenung beberapa saat lamanya, apakah mungkin Vio salah Bicara, apakah mungkin memang Tina saat itu benar-benar sedang menjenguk Vio dan kebetulan mereka bertemu, tapi kenapa Vio mengatakan kalau Tina terlihat akrab dengan Reno dan bahkan Vio menginap di apartemen milik Tina?
Pikiran-pikiran mulai berkecamuk di dalam diri Novia, rasanya dia ingin sekali mempercayai suaminya itu 100% Tapi entah mengapa perasaannya sebagai seorang wanita begitu peka, dia harus mencari bukti dengan cara yang lain.
Kemudian Novia pun mengembalikan ponsel milik Reno ke dalam tas, lalu dia melangkah keluar dari kamar itu, ingin melanjutkan tidur di kamar Vio, bagaimanapun hati Novia masih belum bisa jikalau dia berada dalam satu kamar dengan Reno, meskipun saat ini Reno masih suaminya.
****
Menjelang subuh Novia bangun dari tidurnya, kebetulan Hari ini adalah hari Sabtu, Vio libur sekolah dan Reno juga libur kerja biasanya.
Pada saat Novia masuk ke dalam kamarnya, Reno masih tertidur pulas di atas tempat tidurnya itu, Novia kemudian duduk di tepi tempat tidur menunggu saatnya Reno bangun.
Drrrrt .... Drrrrt .... Drrrrt
Tiba-tiba terdengar suara ponsel Reno yang bergetar-getar dari dalam tasnya, kemudian Novia pun melangkah menuju ke meja dan mengambil ponsel yang ada di dalam tas milik Reno.
Ada panggilan masuk dari nomor yang tidak dikenal, kemudian dengan perlahan Novia pun mengusap layar ponsel milik Reno itu.
"Halo!"
Tidak ada jawaban dari seberang telepon, Novia mengerutkan dahinya, siapa orang yang subuh-subuh begini menelepon, tapi saat diangkat dia tidak menjawab.
"Halo, siapa ini?" sapa Novia sekali lagi.
Namun tidak ada jawaban dari seberang telepon, dan tak lama kemudian telepon pun terputus.
Novia tercenung, siapa yang menelepon Reno subuh-subuh seperti ini? Apakah mungkin itu adalah Tina atau wanita yang lain?
Dengan cepat Novia pun mengambil pensil lalu mencatat nomor telepon asing yang baru saja masuk menelpon Reno, dia berniat akan mencari tahu nomor siapa itu.
Reno nampak menggeliatkan tubuhnya sambil menguap, cepat-cepat Novia memasukkan kembali ponsel itu ke dalam tas milik Reno.
__ADS_1
"Selamat pagi Mas Reno!" sapa Novia sambil tersenyum, saat melihat Reno mulai mengerjapkan matanya.
"Selamat pagi sayang, nyenyak sekali aku tidur! Jam berapa sekarang?" tanya Reno yang kemudian langsung bangun dari tidurnya.
"Baru juga jam 05.00 pagi!" sahut Novia.
Tiba-tiba Reno terperanjat dan langsung bangun dari tidurnya, dia langsung menyambar handuknya seperti sedang terburu-buru.
"Aduh, aku lupa Sayang, hari ini aku ada janji dengan salah satu klien, aku harus berangkat pagi-pagi!" kata Reno.
"Janji dengan klien? Bukankah hari ini hari Sabtu? Biasanya hari Sabtu itu semua libur termasuk janji dengan siapapun, apa Mas Reno sudah lupa?" Tanya Novia yang terlihat Tetap tenang.
"Iya sih, memang libur, tapi klienku ini sengaja meminta hari Sabtu, supaya lebih panjang waktunya untuk mengobrol, yah namanya juga orang beda-beda!" jawab Reno sedikit gugup sambil menggaruk belakang kepalanya yang dirasa tidak gatal itu.
"Oh begitu ya, ya sudah kalau begitu Mas Reno cepat mandi terus temui deh kliennya, kasihan dia sudah menunggu Mas, barangkali dia tidak sabar ingin ketemu dengan mas Reno!" kata Novia yang kemudian langsung membereskan tempat tidurnya.
Pada saat Reno mandi, Novia cepat-cepat mengambil kertas yang dia tulis tadi, nomor telepon asing yang masuk ke ponselnya Reno, kemudian dia mengeluarkan ponselnya sendiri dan mencari nomor Tina.
Ternyata nomor ponsel yang menelepon Reno subuh tadi berbeda dengan nomor ponsel milik Tina, yang ada di ponselnya Novia.
Novia berpikir, zaman sekarang mungkin saja Tina memiliki lebih dari satu ponsel, itu bukan hal yang aneh, begitu juga Reno, meskipun nama Tina tidak ada di dalam ponselnya Reno, mungkin bisa jadi ada nomor yang lain yang tersembunyi yang Novia tidak tahu.
Kemudian Novia menemani Reno yang terlihat cepat-cepat sarapan di meja makan, sementara Vio karena hari ini libur jadi Vio sengaja tidak dibangunkan, dia masih tidur di kamarnya apalagi hari ini masih terlalu pagi.
Setelah selesai sarapan, Novia pun mengantar Reno sampai di depan gerbang, Reno menyetir mobilnya sendiri, kemudian dia langsung naik dan langsung pergi meninggalkan rumahnya karena katanya ada janji dengan seorang klien.
"Novia, rumben pagi-pagi sudah mengantar suami!" ledek David yang berdiri dari balik tembok sebelah rumahnya.
Novia menoleh kemudian langsung melangkah mendekati David.
"David, Bisakah kamu membantuku untuk satu misi ini?" tanya Novia.
"Misi Apa maksudmu?" tanya David bingung.
"Aku mencurigai satu orang yang saat ini mengancam Rumah tanggaku, dan aku berniat untuk menyelidiki mereka dan mencari bukti sebanyak-banyaknya, dan membongkar semua rahasia ini!" jawab Novia.
"Siapa orang yang kau curigai itu Novia?" tanya David.
"Tina!"
"Apa? Tina? Tina sahabat kamu itu kan, teman kuliah kita dulu?" tanya David lagi sambil membulatkan matanya.
"Iya, itu adalah Tina teman kita kuliah dulu, karena Vio sudah mengungkapkan semuanya, anak kecil itu tidak mungkin berbohong bukan? Vio mengatakan kalau saat dia sakit dan Reno membawanya pergi dari rumah sakit waktu itu, mereka menginap di apartemen milik Tina, dan aku mencurigai Tina menjadi orang ketiga dalam Rumah tanggaku!" ungkap Novia.
Bersambung ...
__ADS_1