
Mbak Darmi mondar-mandir di teras depan rumah Reno, waktu sudah menunjukkan jam 10.00 malam namun Reno belum pulang, ditambah lagi Pak Sukri yang juga belum kembali setelah dia izin untuk pulang ke rumahnya.
Kini di rumah itu hanya tinggal Mbak Darmi sendirian, rasa sepi kian melanda wanita itu, padahal dulu rumah ini terasa begitu hangat dan nyaman, namun sekarang bahkan sang pemilik rumah pun sudah tidak ada lagi.
Kemudian Mbak Darmi duduk di teras depan rumah itu, matanya belum mengantuk dan dia bermaksud untuk mengusir kesepian dan Kesunyian malam itu, karena dia hanya tinggal seorang diri di rumah sebesar itu.
Malam semakin mencekam, Mbak Darmi melipat tangannya karena angin malam yang dingin menerpa tubuhnya.
Entah kenapa malam ini dia merasa takut berada sendirian di rumah ini, Padahal dia sudah bekerja bertahun-tahun lamanya di rumah ini, tapi dia merasakan sesuatu yang aneh di rumah ini, yang tidak biasanya dia rasakan, apalagi kini Mbak Darmi sendirian.
Sekilas Mbak Darmi menengok ke sebelah, ke arah rumah David, rumah itu terlihat masih terang di dalamnya, menandakan kalau yang punya rumah belum tidur.
Untuk mengusir rasa kesepiannya, Mbak Darmi kemudian keluar dari gerbang lalu memencet bel rumah David yang berada tepat di sebelah rumah Reno.
Tiga kali memencet bel, akhirnya David terlihat menyibakkan jendela untuk melihat Siapa orang yang datang, setelah dia melihat Mbak Darmi yang berdiri di depan gerbang, dia cepat-cepat keluar dari rumahnya, lalu membukakan pintu gerbang rumahnya itu.
"Mbak Darmi? Ada apa malam-malam Begini masih berada di luar?" tanya David.
"Pak David, Saya di rumah sendirian, Pak Reno belum pulang, Bu Novia dan Vio juga masih berada di Semarang!" jawab Mbak Darmi.
"Oh, jadi Mbak Darmi kesepian? Ya sudah kalau begitu ayo masuk mbak, kita ngobrol di dalam, lagi pula saya juga masih mengerjakan pekerjaan online saya!" ajak David.
"Maaf Pak David, Saya takut nanti akan ada telepon, karena saya masih menunggu Pak Reno ini, Bisakah kita mengobrol di teras rumah Pak Reno saja?" tanya Mbak Darmi
"Oh begitu ya, Baiklah kalau begitu, Yuk kita ngobrol di teras aja, lagi pula pekerjaan online ku sudah mau selesai juga kok!" sahut David yang kemudian langsung menutup pintu rumahnya, dan berjalan kembali ke arah gerbang dan keluar menuju ke teras rumah Reno.
Mbak Darmi kembali duduk di teras depan rumah Reno itu, Kini dia ditemani oleh David.
"Biasanya si Reno itu pulang jam berapa sih Mbak? dasar laki-laki tak berguna! Dia pikir pulang larut malam itu adalah suatu kebanggaan!" sungut David.
"Sebenarnya sejak dulu Pak Reno itu selalu pulang sore, cuma sejak ada masalah saja dia jadi sering pulang malam, bahkan pulang subuh, tapi belakangan ini dia selalu pulang tidak lebih dari jam 09.00 malam Pak!" jawab Mbak Darmi.
"Oh begitu ya, tapi ngomong-ngomong kenapa malam ini dia belum nongol juga? Memangnya dia tidak mengabarimu Mbak?" tanya David.
"Justru itu Pak, biasanya Bapak suka telepon kasih tahu kalau dia mau pulang jam berapa, apalagi beberapa hari ini sejak Bu Novia di Semarang, Bapak sepertinya memang berubah, dia ingin sekali memperbaiki rumah tangganya, dia mulai sering telepon untuk bilang jam berapa dia akan sampai di rumah!" jawab Mbak Darmi.
"Ya sudah deh Mbak, ditunggu saja, Mana tahu dia mampir ke rumah si Tina!" kata David.
"Tidak kok pak, Belum lama Bu Tina telepon mencari Pak Reno, Kalau Bu Tina ada bersama Pak Reno, ngapain juga dia telepon ke sini!" sahut Mbak Darmi.
Kring ... Kring ... Kring
__ADS_1
Tiba-tiba terdengar suara telepon yang berdering, dengan cepat Mbak Darmi kemudian masuk untuk mengangkat panggilan telepon yang tiba-tiba itu, dia langsung menuju ke meja telepon dan mengangkat teleponnya itu.
"Halo, selamat malam!"
"Selamat malam, benar ini ke rumah kediaman Bapak Reno Pratama?" tanya seseorang dari seberang telepon.
"Iya benar pak, ini rumah bapak Reno Pratama!" jawab Mbak Darmi.
"Kami dari rumah sakit Husada ingin memberitahu, bahwa Pak Reno mengalami kecelakaan di Jalan Raya, saat ini beliau ada di UGD dan kondisinya kritis! Bisakah kerabat saudara atau siapapun datang untuk melihatnya?" jelas orang yang ternyata dari pihak rumah sakit itu.
"Apa? Pak Reno kecelakaan? Ya Tuhan! Baik, nanti saya pasti akan ke sana, terima kasih informasinya ya!" seru Mbak Darmi dengan suara yang bergetar sambil menutup teleponnya itu.
Tiba-tiba tubuh Mbak Darmi terasa lemas dia terduduk di kursi yang ada di dekat meja telepon itu, David yang melongok dari pintu yang terbuka lebar itu, kemudian langsung bergegas menghampiri Mbak Darmi.
"Ada apa Mbak Darmi? Apa yang terjadi?" tanya David.
"Pak David, kita ke rumah sakit sekarang Pak! Ke Rumah Sakit Husada, Pak Reno ada di ruang UGD, dia baru mengalami kecelakaan dan katanya kondisinya kritis!" kata Mbak Darmi sambil menangis.
"Ya Tuhan Reno! Belum apa-apa dia sudah terkena karma! Ya sudah, kalau begitu kita ke rumah sakit sekarang ya Mbak, aku akan antar!" ujar David yang kemudian langsung Kembali keluar untuk mengambil mobilnya.
Setelah mengunci semua pintu, Mbak Darmi kemudian bersama dengan David menuju ke rumah sakit, tempat di mana Reno berada.
Perjalanan tidak membutuhkan waktu yang lama, karena jalanan yang terlihat sepi dan lengang, karena sudah tengah malam, Mereka pun sampai di rumah sakit dan David langsung memarkirkan mobilnya itu di parkiran rumah sakit.
Seorang perawat keluar dari ruang UGD, David kemudian langsung mendekati perawat itu untuk menanyakan kondisi Reno.
"Bagaimana kondisi Reno suster?" tanya David.
"Maaf anda siapanya ya?" tanya Suster itu balik.
"Saya ini tetangganya suster! Bagaimana kondisi dia sekarang?" cetus David.
"Kondisi Pak Reno cukup memprihatinkan pak, dia belum sadar juga dan ada beberapa bagian tubuhnya yang patah, sepertinya bagian dalam tubuhnya juga ada yang terkena benturan keras, sehingga banyak darah yang mengalir!" jelas perawat itu.
"Apakah Pak Reno sudah bisa dijenguk sekarang suster?" tanya Mbak Darmi.
"Maaf, sekarang dia sedang ditangani oleh dokter, lagipula kondisinya benar-benar kritis, kita berdoa saja semoga dia bisa melewati saat-saat ini, karena mobil yang dia kendarai juga Ringsek!" jawab Suster itu yang kemudian langsung berlalu meninggalkan David dan Mbak Darmi.
David dan Mbak Darmi kemudian duduk di ruang tunggu yang ada di depan ruang UGD itu, wajah Mbak Darmi terlihat cemas dan pucat, boleh Bagaimana Reno itu adalah majikan nya, orang yang telah memberinya gaji selama bertahun-tahun.
"Pak David, Apakah kita akan memberitahukan Bu Novia keadaan Pak Reno?" tanya Mbak Darmi.
__ADS_1
"Jangan mbak! Kita tahu bahwa saat ini mereka sedang dalam masalah, kita jangan menambah masalah lagi yang akan membuat Novia semakin tertekan dan sedih!" jawab David.
"Lalu kita harus bagaimana Pak? apakah kita akan membiarkan saja kondisinya Pak Reno seperti ini?" tanya Mbak Darmi lagi.
"Mbak Darmi jangan kuatir, untuk sementara biar kita yang akan mengurus dia, Nanti kalau saatnya tiba kita baru akan memberitahukan semuanya, lagi pula Kasihan juga Vio kalau tahu Papanya kondisinya seperti ini!" jawab David.
"Iya juga sih Pak, Ya sudah deh Semoga saja Pak Reno bisa melewati masa-masa kritis Ini, kasihan bu Novia dan Vio, padahal dulunya mereka itu adalah keluarga idaman, tidak disangka akan jadi seperti ini!" ungkap Mbak Darmi sambil menangis.
****
Sementara itu Novia tiba-tiba terjaga dari tidurnya, waktu sudah menunjukkan pukul 03.00 dini hari, tidak biasanya Novia terbangun di jam itu, biasanya dia selalu terbangun sekitar jam 04.00 atau jam 05.00, namun entah mengapa tiba-tiba Novia terbangun dan langsung duduk bersandar di depan tempat tidurnya itu.
Vio masih nampak terlelap dalam tidurnya, Novia kemudian membetulkan selimut Vio yang terlihat berantakan, kemudian dia kembali membaringkan tubuhnya.
Namun Entah mengapa, Novia tidak dapat lagi memejamkan matanya, tiba-tiba dia teringat Reno suaminya.
Karena terus kepikiran Reno, Novia kemudian Mulai mengambil ponselnya bermaksud untuk menelepon ke rumah, namun dia mengurungkan niatnya, karena jam segini biasanya orang rumah masih lelap tertidur.
Akhirnya Novia menelepon David, paling tidak Novia tahu kalau David selalu ada untuknya, walaupun kini mereka berteman baik, namun Novia selalu saja merasa nyaman jikalau bicara atau mengobrol dengan David.
Beberapa kali menelepon tidak ada jawaban, hingga Novia menelpon sekali lagi barulah David mengangkat panggilan telepon Novia.
"Halo Novia, ada apa?" tanya David dari seberang telepon.
"David, kamu di mana?" tanya Novia balik.
"Aku, aku ya di kamar lah! aku sedang nyenyak tidur tiba-tiba kamu menelepon!" sahut David.
"Di kamar? tapi kok suaramu tidak seperti di kamar? tidak seperti orang yang sedang bangun tidur?" tanya Novia bingung.
"Ya sudah kalau tidak percaya, sekarang Katakan padaku Ada apa kamu menelponku?" ujar David.
"David, Kalau kamu tidak keberatan, aku ingin tanya apakah Mas Reno ada di sebelah? kamu kan bisa lihat dari mobilnya!" kata Novia.
Reno langsung terdiam mendengar ucapan Novia, dia tidak menyangka Novia bakal meneleponnya dan akan menanyakan hal itu, David menjadi bingung apa yang harus dikatakannya pada Novia, sementara dia tidak tega kalau harus mengatakan yang sebenarnya, bahwa Reno saat ini sedang kritis dan berada di rumah sakit karena kecelakaan.
"David! kenapa kamu diam saja? coba kamu tengok apa Mas Reno ada di rumah?" kata Novia sedikit mengejutkan David.
"Ada! Sejak tadi aku melihat ada mobilnya, kamu tenang saja Novia, Reno ada di sebelah aman!" sahut David yang terlihat sedikit gugup.
"Ah syukurlah, tadi aku terbangun tiba-tiba dan entah kenapa aku jadi kepikiran Mas Reno, walaupun saat ini aku sedang membencinya, tapi kenapa tiba-tiba aku ingat dia!" ungkap Novia.
__ADS_1
"Pokoknya kamu tenang saja Nov, Reno baik-baik saja kok, jangan banyak pikiran ya, lebih baik kamu beristirahat lagi, Tenangkan pikiranmu dan Jaga kesehatanmu!" ucap David yang kemudian langsung menutup panggilan teleponnya itu.
Bersambung....