Rahasia Perkawinan

Rahasia Perkawinan
Permohonan Maaf Reno


__ADS_3

Reno terlihat duduk di ruang tamu rumah Bunda Lasmi, di hadapannya duduk Bunda Lasmi sambil memangku Vio.


Sementara Novia sejak tadi tidak menampakkan diri, setelah makan Novia kembali masuk ke dalam kamarnya, dia enggan menemui Reno yang kini masih berstatus sebagai suaminya itu.


"Vio, Vio bermain lagi sama mbok karsih ya, nenek mau bicara dengan papa!" kata Bunda Lasmi.


"Iya Nek!" sahut Vio yang kemudian langsung turun dari pangkuan Bunda Lasmi, dan berlari-lari kecil menuju ke taman samping, di mana Mbok Karsih terlihat sedang menjemur pakaian.


"Maaf bunda, kedatanganku ke sini adalah untuk menjemput istri ku Novia dan juga anakku Vio!" ucap Reno yang kelihatan sedikit gugup berada di hadapan Bunda Lasmi.


"Oh ya? Mau menjemput? Kenapa harus dijemput? Biasanya juga kalian datang bersama dan pulang bersama!" jawab Bunda Lasmi.


"Iya Bunda, tapi aku dan Novia sedang ada masalah, dan aku berjanji akan meluruskan masalah kami ini, karena ini hanya kesalahpahaman!" kata Reno.


"Kesalahpahaman Apa maksudmu Reno? Apakah kasus perselingkuhan itu juga adalah salah paham? Bunda tahu apa yang terjadi dalam rumah tangga kalian, Novia sudah menceritakan banyak pada Bunda!" ungkap Bunda Lasmi.


"Maafkan aku bunda, aku tahu aku salah, aku khilaf, dan saat ini aku benar-benar menyesal, aku sama sekali tidak ingin berpisah dengan Novia, aku tidak sanggup kalau sampai kehilangan dia!" jawab Reno yang kini nampak menundukkan kepalanya.


Bunda Lasmi hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil terus menatap ke arah menantunya itu.


"Bagus! Kamu sudah mengakui semua kesalahanmu, setiap perbuatan pasti ada konsekuensinya, sekarang berikan kesempatan pada Novia untuk menenangkan diri sejenak, baru juga dia datang sehari kamu sudah menyusulnya!" kata Bunda Lasmi.


"Tapi aku tidak akan kembali tanpa Novia dan Vio bersamaku Bunda! Aku ingin memperbaiki semuanya, akan aku tebus semua kesalahanku itu, Berikan aku kesempatan kedua!" ucap Reno.


"Maaf Reno, Bunda tidak bisa memutuskan karena dalam hal ini Bunda adalah orang lain dalam rumah tangga kalian, tapi jujur Bunda sangat kecewa terhadapmu, kamu terlalu bodoh untuk berselingkuh hingga menghasilkan anak, dan kamu tahu itu sangat melukai Novia!" kata Bunda Lasmi.


"Iya, aku mengaku salah Bunda, aku minta maaf, Aku benar-benar minta maaf!" ucap Reno yang kini suaranya terlihat mulai bergetar.


"Kamu bukan hanya berselingkuh, Tapi kini kamu bahkan telah menikah lagi, apa yang bisa kamu perbaiki dari semuanya ini?" tanya bunda Lasmi.

__ADS_1


"Setelah bayi itu lahir, aku akan menceraikannya Bunda, aku mau kembali kepada keluargaku yang sebenarnya, bersama Novia dan Vio tapi tetap aku akan menafkahi bayi itu sampai besar!" jawab Reno.


"Terserah apa yang mau kau perbuat, dalam hal ini kamu telah mengecewakan dan menyakiti anak bunda, sekarang lebih baik kamu pulang ke Jakarta, berikan kesempatan Novia untuk menenangkan diri, mungkin sementara ini yang terbaik!" ucap Bunda Lasmi.


"Tapi Bunda!"


"Percuma kamu tetap berada di sini Reno, itu bukan menyelesaikan masalah malah justru akan memperkeruh suasana, saat ini Novia masih belum bisa menerimamu!" potong bunda Lasmi cepat.


"Baiklah kalau begitu bunda, Aku akan kembali ke Jakarta, tapi aku pasti akan datang lagi ke sini untuk menjemput Novia dan Vio, aku tidak bisa hidup tanpa mereka!" sahut Reno wajahnya terlihat sangat kecewa


"Terserah kalau kamu mau datang lagi atau tidak, tapi yang pasti saat ini luka yang dialami Novia masih basah, lebih baik kamu pulang, selesaikan masalahmu!" ujar Bunda Lasmi.


"Baik Bunda, tapi sebelum aku pergi, Izinkan aku bertemu dengan Novia sebentar saja, Aku ingin meminta maaf dan juga berbicara padanya!" mohon Reno.


"Silakan saja kau bicara dengan dia, sekarang dia sedang di kamarnya, tapi ingat, jangan membuat suasana hatinya buruk, karena dia sudah terlihat lemah dan pucat karena tidak berselera makan!" kata Bunda Lasmi memperingatkan.


"Terima Kasih Bunda, aku janji tidak akan menyakiti Novia, Aku hanya ingin bicara padanya sebentar saja, Aku hanya ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya padanya!" ucap Reno.


Reno kemudian langsung berjalan menuju ke kamar Novia, perlahan dia membuka pintu kamar itu, kamar yang memang tidak pernah dikunci, Novia sedang duduk sambil menghadap ke jendela kamar membelakangi Reno.


"Sayang!"


Reno perlahan berjalan mendekati Novia, Novia tidak menoleh sama sekali, Padahal dia tahu Reno datang mendekatinya dan memanggilnya.


"Sayang maafkan aku, aku sudah bicara banyak dengan Bunda, dan Bunda menyarankan aku kembali ke Jakarta, Padahal aku ingin sekali menjemputmu juga Vio, aku tidak bisa hidup tanpa kalian!" ucap Reno yang kini berdiri tepat di belakang Novia.


"Pulang saja Mas, Kamu pasti bisa hidup tanpa aku dan juga Vio, Bukankah Mas juga sering Pulang malam kan? hanya beberapa saat saja kebersamaan kita, Mas pasti bisa hidup tanpa kami!" jawab Novia.


"Tidak Novia! Siapa bilang aku bisa hidup tanpa kalian, semua itu aku lakukan karena terpaksa, Tina yang selalu menuntutku, dia yang selalu menjebakku, dia memang musang berbulu domba!" tukas Reno.

__ADS_1


"Jangan pernah menyalahkan orang lain atas apa yang telah kamu perbuat Mas! Lebih baik kamu pulang saja ke Jakarta, melihatmu berada di sini membuat hatiku semakin sakit!" ujar Novia.


"Oke, aku tidak ingin membuatmu sakit, tapi satu hal yang harus kamu tahu sayang, bawa aku sangat mencintaimu lebih dari apapun! Aku pamit pulang ya, Aku pastikan dalam beberapa hari aku akan kembali ke sini untuk menjemputmu juga Vio!" ucap Reno.


Novia masih tidak bergeming, Bahkan dia tidak menoleh ke arah Reno suaminya itu yang kini mulai melangkah menjauh dan keluar dari kamar itu, hanya air mata Novia saja mewakili perasaannya.


Vio terus berjalan menuju ke arah depan, dia memang harus pulang ke Jakarta karena di sini dia mengalami penolakan, dan dia juga tidak bisa memaksakan kehendaknya sendiri, Reno terus berjalan ke arah gerbang rumah itu, pandangannya beredar mencari Bunda Lasmi untuk berpamitan.


"Papa mau ke mana? Baru juga Papa datang Masa mau pergi lagi!" kata Vio yang tiba-tiba berlari dari arah belakang Reno dan memeluknya dari belakang.


Reno langsung membalikkan tubuhnya dan mengangkat Vio dalam gendongannya lalu mencium anak itu.


"Papa harus pulang kembali ke Jakarta sayang, tapi Papa janji akan kembali datang ke sini untuk menjemput mama dan juga Vio!" kata Reno.


"Memangnya Mama masih marah sama papa? Papa sudah minta maaf belum? Kata ibu guru kalau salah itu harus minta maaf dan baikan lagi!" ujar Vio dengan polosnya.


"Papa sudah minta maaf, tapi mama butuh proses untuk memaafkan Papa, karena Papa punya kesalahan yang sangat besar sekali, Vio yang sabar ya, yang pasti di dalam hati papa hanya ada mama dan juga Vio!" ucap Reno sambil mengecup kening putranya itu.


Budal Lasmi kemudian berjalan ke arah mereka.


"Kamu sudah bertemu dengan Novia?" tanya bunda Lasmi.


"Sudah Bunda, aku memang harus pulang, aku akan perbaiki semuanya dan aku akan datang kembali ke sini untuk menjemput anak dan istriku!" jawab Reno.


"Baik, selesaikan urusanmu! Biarkan Novia dan juga Vio di sini sementara bersama dengan Bunda, kalian perlu waktu untuk intropeksi diri masing-masing!" kata Bunda Lasmi.


"Iya Bunda, aku akan selesaikan semuanya, kalau begitu aku pamit pulang ke Jakarta, Vio Jaga mama ya, papa akan sering-sering menelpon!" pamit Reno yang kemudian langsung menurunkan Vio dari gendongannya.


Reno kemudian keluar dari gerbang rumah itu dan mulai mengeluarkan ponselnya untuk memesan taksi online yang akan mengantarnya ke bandara.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2