Rahasia Perkawinan

Rahasia Perkawinan
4 Tahun Kemudian


__ADS_3

Vio kecil berlari-lari sambil membuka gerbang pintu rumahnya, kemudian dia memeluk Novia yang sedari tadi sudah berdiri di depan teras rumah menunggunya.


"Vio, ini sudah jam berapa? Sebentar lagi papa pulang, kenapa kamu lama sekali mainnya?" tanya Novia sambil mengusap wajah Vio yang berkeringat itu.


"Tadi Om David mengajariku permainan baru lagi ma, dan tante Silvi membuatkan aku es krim, aku harus habiskan dulu baru pulang!" jawab Vio dengan logat khas anak-anaknya.


"Oke, tapi Lain kali kalau pulang lihat jam ya Vio, sekarang Kamu cepat mandi, Sebentar lagi papa pulang!" ujar Novia.


Vio berlari-lari sambil bersenandung menuju ke dalam rumahnya, Mbak Darmi langsung menangkapnya dan mengajaknya mandi karena hari memang sudah sore.


Ting ... Tong


Tiba-tiba terdengar suara bel dari pintu gerbang rumah itu, Novia langsung membalikkan tubuhnya untuk membukakan pintu, barangkali saja ada tamu yang datang ke rumahnya.


Sebuah mobil sedan merah sudah terparkir manis di depan pintu gerbang rumah Novia, Novia tersenyum lebar saat melihat siapa orang yang datang itu.


"Tina! kamu sudah pulang dari Jepang? Dasar teman tak tahu etika, datang dan pergi begitu saja tidak bilang-bilang!" seru Novia sambil memeluk Tina sahabatnya yang sekian lama baru bertemu kembali


"Kamu ini Nov, rasanya memberi tahumu atau tidak bukan hal yang penting, Oh ya apakah aku tidak disuruh masuk?" tanya Tina.


"Ayo masuk! Kamu mau minum apa? biar sore ini akan aku buat kamu betah berlama-lama di rumahku!" ujar Novia.


Mereka pun kemudian masuk dan langsung duduk di sofa ruang keluarga.


"Tin, Aku lihat di media sosialmu, Kamu sudah menikah dengan orang Jepang! Bagus sekali ya kamu tidak mengundangku!" kata Novia.


"Kalaupun ku undang, mana mungkin kamu akan ke Jepang, aku tidak suka basa-basi Nov, yang penting sama-sama tahu lah, lagi pula aku menikah juga kan karena status, risih aku selalu dibilang perawan tua!" ungkap Tina.


Mereka saling tertawa lepas, Tina tetap dengan sifatnya, dia tidak berubah sama sekali.


Mbak Darmi lalu datang sambil membawakan minuman dingin, lalu meletakkannya di atas meja ruang keluarga itu.


"Novia, mana anakmu? Aku sangat ingin melihat anakmu, bela-belain aku datang ke rumahmu ya hanya untuk itu!" tanya Tina.


"Kamu itu keterlaluan sekali Tin, Apa kamu tidak kangen sama sekali padaku!" sahut Novia cemberut

__ADS_1


"Ah buat apa merindukanmu, Aku yakin kamu masih tinggal di tempat ini, meskipun dulu aku pernah menyarankan kamu pindah rumah, tapi sepertinya kamu mulai nyaman dengan situasimu saat ini!" ungkap Tina.


"Kamu benar Tin, aku mulai terbiasa dengan semua ini, meskipun bertahun-tahun kami tinggal bertetangga, David tidak pernah berbuat macam-macam padaku, baginya asalkan dia bisa melihat Vio itu sudah cukup!" kata Novia sambil menarik nafas panjang.


"Sekarang kamu benar-benar yakin kalau Vio itu anak David?" tanya Tina.


"Sssst ... kecilkan suaramu, banyak hal yang membuat aku yakin kalau Vio anak David, tapi sampai saat ini Mas Reno tetap menganggap kalau Vio itu adalah darah dagingnya!" jawab Novia.


"Nov, Mau sampai kapan hal ini akan seperti ini? Apakah suatu hari nanti Kebenaran tidak akan terungkap?" tanya Tina setengah berbisik.


"Aku tidak tahu Tin, semakin aku mencari tahu, semakin aku berpikir keras, itu akan membuat aku semakin tertekan, untuk sementara Biarlah seperti ini!" jawab Novia


"Kamu gila Nov, segala sesuatu pasti akan ada akhirnya, dan saat ini mungkin posisimu masih aman, tapi kita tidak tahu apa yang terjadi di depan!" ucap Tina.


Novia terdiam, selama ini rahasia itu masih tetap tersimpan rapi, seolah tidak terjadi apa-apa, bahkan Bunda Lasmi setiap kali datang, sedikit pun David tidak pernah memunculkan dirinya, sehingga sampai saat ini Bunda Lasmi juga tidak pernah bertemu langsung dengan David.


"Mama!"


Vio kecil yang sudah mandi dan rapi berpakaian berlari-lari kecil dan melompat ke atas pangkuan Novia.


"Iya ma, tapi tadi aku juga belajar mandi sendiri!" jawab Vio.


"Halo Vio, Kamu tampan sekali, sini duduk dekat tante!" ajak Tina yang sejak tadi memperhatikan Vio.


Vio menatap Novia seolah bertanya tentang keberadaan Tina, yang sebelumnya memang tidak pernah Vio bertemu dengan Tina


"Sayang, ini Tante Tina teman mama, Tante Tina pergi ke Jepang lama sekali, makanya baru ketemu mama sekarang!" jelas Novia.


Vio menganggukkan kepalanya, kemudian dia bergeser dan duduk di sebelah Tina. Tina langsung memangkunya dan mencubit pipinya dengan gemas.


"Aduh Vio, kalau mama mu mengijinkan, tante ingin sekali menculikmu, tinggal di rumah Tante, nanti Tante akan ajak ke mall dan Vio bisa pilih mainan yang Vio suka!" ujar Tina.


"Kata Papa, aku tidak boleh pergi dengan orang asing!" cetus Vio.


"Vio sayang, Tante Tina bukan orang asing, Tante Tina kan teman mama!" sahut Tina.

__ADS_1


"Tapi aku tetap tidak mau, aku cuma mau main sama Om David dan Tante Silvi, kalau sama yang lain aku tidak mau!" kata Vio sambil menggelengkan kepalanya.


Tina menoleh ke arah Novia seolah meminta jawaban atas pernyataan Vio tadi.


"Sejak Vio kecil, Vio memang sangat dekat dengan David juga Silvi istrinya, dan Reno pun tidak keberatan, hal itu terjadi sampai Vio sebesar ini!" jelas Novia.


"Nov, apakah kamu tidak takut?" tanya Tina.


"Takut apa?"


"Takut kalau suatu hari nanti, David akan mengambil Vio darimu!" jawab Tina.


"Tidak, itu tidak akan pernah mungkin terjadi!" tukas Novia.


Tin ... Tin ... Tin


Tiba-tiba terdengar suara klakson yang berbunyi dari arah depan gerbang rumah.


Mbak Darmi dari arah belakang berjalan tergopoh-gopoh menuju ke depan, untuk membukakan pintu gerbang karena Reno sudah pulang.


"Papa pulang!" seru Vio yang langsung melompat dari pangkuan Tina dan berlari-lari kecil ke arah gerbang depan.


"Oh ya Nov, ada yang aku ingin tanyakan padamu, Apakah kamu tidak berencana memiliki anak lagi dengan Reno?" tanya Tina.


"Kami bukan tidak memiliki rencana, tapi belum dikasih saja Tin, selama ini aku tidak pernah pakai kontrasepsi apapun kok, tapi memang belum dikasih!" jawab Novia.


"Apakah David juga sampai sekarang belum memiliki anak dari istrinya?" tanya Tina lagi.


"Iya, mereka sudah sekian tahun menikah, tapi sampai hari ini mereka belum dikaruniai anak, itulah sebabnya David sangat sayang pada Vio, demikian juga Silvi, dan mereka menganggap Vio seperti anak mereka sendiri!" jawab Novia.


Tak lama kemudian, Reno masuk ke dalam ruangan bersama dengan Vio yang digendongnya.


"Papa, itu ada temen Mama!" seru Vio sambil menunjuk ke arah Tina


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2