Rahasia Perkawinan

Rahasia Perkawinan
Undangan Reuni


__ADS_3

Ada notifikasi email masuk di ponsel Novia, Novia kemudian langsung membuka email yang ada di ponselnya itu.


Pada saat itu mereka sedang terlibat makan malam.


Ada undangan reuni dari kampus tempat Novia kuliah dulu, undangan itu resmi diberitakan di media sosial dan melalui email.


"Ada apa sayang? kau seru sekali melihat ponselmu?" tanya Reno.


"Ah, bukan hal yang penting Mas, hanya reuni saja!" jawab Novia yang kembali meletakkan ponselnya itu di atas meja makan.


"Mama, reuni itu apa?" tanya Vio tiba-tiba sambil melahap ayam goreng kesukaannya.


"Reuni itu adalah berkumpulnya teman-teman sekolah kita, yang sudah lama tidak bertemu!" jawab Novia.


"Sayang, kalau kamu ingin datang reuni, aku izinkan kok, kebetulan aku dan Vio kan bisa ikut, aku ingin tahu tempat kamu kuliah dulu, juga teman-teman kamu!" kata Reno.


"Tapi Mas, aku tidak minat ikut reuni! Pokoknya aku tidak mau ikut Mas, malas!" tukas Novia.


"Lho kenapa? Bukankah kamu sudah lama tidak bertemu dengan teman-temanmu? Kamu kan juga butuh refreshing, bertemu dengan teman-teman lama, Aku dan Vio akan dampingi kamu, dan mengantarmu kok!" ucap Reno.


"Pokoknya aku tidak mau Mas, aku tidak suka ikut acara seperti itu!" ujar Novia.


"Sayang, tapi aku sangat ingin tahu bagaimana kuliahmu dulu, siapa teman-temanmu, siapa mantan-mantanmu aku cuman ingin tahu sayang!" jawab Reno.


Novia langsung terdiam seketika, Benarkah Reno sangat ingin tahu tentang masa lalunya di kampus, Bagaimana kalau Reno tahu kalau ternyata Novia satu kampus dengan David, dan bukan hanya satu kampus, bahkan mereka pernah menjalin hubungan yang cukup lama.


"Mama ayo kita ikut reuni, Aku mau tahu reuni itu apa? Pasti seru sekali, aku kan juga pengen tahu siapa teman-teman Mama!" kata Vio tiba-tiba.


Lagi-lagi Novia terdiam, sejujurnya dia juga sangat ingin sekali bertemu dengan teman-teman lamanya.


Selain Tina, dia sudah tidak lagi berkomunikasi dengan teman-temannya sesama di kampus dulu. Tapi Novia juga takut Rahasianya akan terbongkar jikalau dia ikut reuni.


"Sayang, Kamu ini kenapa sih? Di mana-mana orang senang ikut reuni, bisa bertemu dengan teman-teman lama, bisa bernostalgia, tapi kenapa kamu malah menghindar?" tanya Reno.

__ADS_1


"Bukan begitu Mas, aku hanya malas saja, buat apa sih mengingat-ingat masa lalu, lagi pula acara itu hanya membuang-buang waktu saja!" Jawab Novia.


"Sayang, membuang waktu bagaimana? Kamu ini Aneh sekali, Memangnya kamu punya masa lalu yang buruk, sampai kamu tidak ingin ikut reuni?" tanya Reno lagi.


Novia terhenyak, lagi-lagi dia tidak bisa berkata apapun, semakin dia menentang reuni itu, maka Reno akan semakin mencurigainya, Novia kembali Dilema apa yang harus dilakukannya.


Sesungguhnya dia tidak memiliki alasan yang cukup kuat untuk tidak ikut reuni, bisa-bisa hal itu akan membuat Reno curiga dan bertanya-tanya.


"Baiklah, aku akan ikut acara reuni di hari sabtu minggu depan!" ucap Novia akhirnya.


"Horeee! Asyik! Akhirnya aku bisa ikut reuni! Pasti sangat menyenangkan!" seru Vio yang terlihat sangat antusias.


"Ah akhirnya, kita bisa ikutan pesta reuni di kampus mama Vio!" ujar Reno tak kalah senang.


Akhirnya mau tidak mau, Novia mendaftar ikut reuni bersama dengan Reno dan Vio, Novia berharap kalau semuanya akan baik-baik saja, meskipun dia sangat takut kalau Reno akan mengetahui masa lalunya bersama dengan David.


****


Pagi itu Reno sudah berangkat ke kantor bersama dengan Vio.


Mbak Darmi nampak menyapu halaman depan, sudah beberapa waktu ini Silvi pulang kampung, dan dia belum kembali.


Sekilas Novia menengok rumah sebelah, rumah itu kelihatan tambah sepi, sudah beberapa hari ini David tinggal sendirian di rumah itu, tanpa ada Silvi yang menemaninya.


Sebenarnya Novia Kasihan juga pada David, tapi dia buru-buru menepiskan pikirannya itu, dia tidak boleh memiliki rasa apapun lagi pada David, semua masa lalunya sudah terkubur.


"Bu Novia!"


Panggil Mbak Darmi yang terlihat berjalan menghampiri Novia yang masih berdiri di taman samping rumahnya itu.


"Ada apa Mbak Darmi?" tanya Novia.


"Itu Pak David Kasihan deh bu, kemarin waktu saya mengantarkan makanan, rumahnya berantakan, terus Pak David juga sekarang agak kurusan, mungkin karena tidak ada yang mengurus rumah, Bu Silvi kan belum pulang-pulang sampai hari ini!" jawab Mbak Darmi.

__ADS_1


"Sudahlah Mbak, itu bukan urusan kita, lagian kan Pak David sudah dewasa, tidak usah dikhawatirkan!" ujar Novia.


"Ya Iya sih Bu, cuma kasihan saja sama Pak David, satu-satunya yang hiburannya Pak David cuma Vio, seandainya tidak ada Vio, entahlah, pasti Pak David bakal Kesepian banget!" lanjut Mbak Darmi.


"Hari ini Mbak Darmi tidak ke pasar?" tanya Novia untuk mengalihkan pembicaraan.


"Habis ini saya ke pasar Bu, kebetulan stok sudah mulai habis!" jawab Mbak Darmi yang langsung meletakkan sapu lidi di tempatnya.


"Ya sudah saya siap-siap ke pasar ya Bu, habis ini saya langsung jalan naik bajai!" ujar mbak Darmi yang kemudian langsung masuk ke dalam untuk mengambil keranjang belanjaan.


Setelah itu Mbak Darmi langsung keluar gerbang dan mencegat bajai yang kebetulan lewat di depan rumah.


Kesempatan ini dipergunakan Novia untuk ke sebelah, karena ada yang harus dibicarakan pada David, kebetulan hari ini Pak Sukri juga belum balik dari mengantarkan Reno dan Vio tadi.


Benar kata Mbak Darmi, rumah David terlihat kusam, beberapa tanaman terlihat kering karena kurang disiram, dan beberapa barang juga terlihat berantakan.


David terlihat duduk di teras depan rumahnya sambil memainkan ponselnya, karena David bekerja online lewat ponselnya itu.


Melihat kedatangan Novia yang tiba-tiba masuk dari depan gerbang rumahnya itu, David nampak sedikit terkejut.


"Novia? tumben kamu main kemari? Jangan bilang kalau kamu mulai merindukan aku!" kata David.


"Jangan GR dulu David! Kamu pasti juga dapat undangan reuni itu kan? Mas Reno menginginkan aku ikut reuni, karena mereka sangat ingin tahu di mana kampusku dan siapa teman-temanku!" ungkap Novia.


"Baguslah, semoga saja semuanya bisa terungkap dengan jelas, sebenarnya keterbukaan itu penting! "sahut David.


"Tutup mulutmu David! kau tidak berhak berkata seperti itu padaku, aku hanya ingin memberitahumu kau tidak usah datang ke pesta reuni, Aku tidak mau Mas Reno tahu kalau kamu satu kampus denganku!" ujar Novia


"Kamu takut Suamimu tahu aku satu kamus denganmu, apa kamu takut Kalau suamimu tahu kalau aku adalah Mantanmu, bahkan mantan yang paling indah!" sahut David.


"Terserah! Pokoknya aku hanya ingin kamu jangan datang ke reuni itu, karena kamu juga tidak mungkin kan menyakiti hati Silvi dengan fakta yang bahkan sudah terkubur dimakan waktu!" kata Novia.


"Kamu Egois Novia! hanya demi kepentinganmu sendiri, bahkan kau mengabaikan perasaan orang-orang di sekelilingmu, Kamu benar-benar Egois!" kata David.

__ADS_1


Novia terkesiap, kali ini David berkata keras terhadapnya, Bahkan dia menatap tajam ke arah Novia yang masih berdiri di hadapannya itu.


Bersambung ...


__ADS_2