Rahasia Perkawinan

Rahasia Perkawinan
Mulai Terkuak


__ADS_3

Tiba-tiba Reno menghentikan laju mobilnya itu di pinggir jalan, di bawah remangnya lampu-lampu jalan yang berwarna kuning keemasan.


Matanya menatap tajam ke arah Novia, yang pada saat itu sedang menggigit bibirnya, karena tidak tahu apa yang harus dikatakannya, andaikata Reno bertanya padanya mengenai David.


"Vio, coba berikan itu pada papa!" kata David sambil menyodorkan tangannya ke arah Vio yang sejak tadi memandang gambar pada gift yang diberikan oleh panitia reuni tadi.


Vio kemudian memberikan gift itu, yang ada gambar beberapa angkatan kepada Reno. Reno menatap satu persatu gambar-gambar itu dengan mata yang nyaris tidak berkedip.


"Ya benar, ini memang David tetangga sebelah rumah kita! Novia, Apakah benar David yang ada di sebelah rumah kita itu adalah mantan pacarmu dulu saat kuliah?" tanya Reno to the point.


"Maafkan aku mas, sebenarnya ... sebenarnya aku .... "


"Cukup! Tidak usah kau menjawab pertanyaanku, aku sudah tahu jawabanmu, hanya saja aku kecewa padamu, karena dari awal kau tidak pernah jujur padaku mengenai siapa David!" potong Reno cepat.


"Mas, dengarkan dulu penjelasanku, antara aku dan David itu hanya hubungan masa lalu, sekarang Mas Reno tau kalau aku dan dia sama-sama punya keluarga!" jelas Novia.


"Tapi kenapa sejak awal kau tidak jujur padaku?? Apa salahnya kau menceritakan tentang masa lalumu bersama David, sehingga aku tidak perlu tau dari orang lain! Aku benar-benar kecewa padamu!" cetus Reno.


Novia hanya terdiam tanpa mampu lagi untuk menjawab kata-kata Reno, dia memang salah.


Reno kemudian kembali melajukan mobilnya itu, kini dengan kecepatan yang di atas rata-rata, menerobos jalanan dan beberapa mobil, memecah keheningan malam tanpa banyak bicara.


"Mas Reno, Maafkan Aku! Aku tidak bermaksud untuk tidak jujur, tapi aku hanya takut ... karena itu terjadi kebetulan, sungguh aku tidak tahu kalau dia bakal menjadi tetangga kita!" ucap Novia dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


Sementara Vio nampak mulai tertidur, karena anak itu lelah setelah seharian beraktivitas.


Reno diam saja tidak menanggapi semua yang Novia ucapkan itu, matanya fokus kepada jalanan yang mulai lengang yang ada di hadapannya itu.


Hingga tak lama kemudian, mereka sampai di tempat kediaman mereka

__ADS_1


Mbak Darmi nampak membukakan pintu gerbang, wanita paruh baya itu mengerutkan keningnya, saat melihat Reno yang turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam tanpa menoleh lagi.


Sementara Novia berusaha untuk menggendong Vio yang tertidur sejak tadi di mobil.


"Sini biar saya yang angkat Vio, saya akan pindahkan ke kamarnya!" kata Mbak Darmi yang langsung mengambil alih Vio dalam gendongan Novia.


Mbak Darmi sambil menggendong Vio lalu berjalan menuju ke kamar Vio, dan langsung membaringkan anak itu di atas tempat tidurnya, Novia mengikuti di belakangnya karena dia juga membantu membukakan pakaian Vio dan menggantinya dengan pakaian yang bersih.


"Itu bapak kenapa Bu? Apa bapak sedang kurang sehat?" tanya Mbak Darmi.


"Oh, Bapak tidak apa-apa, cuma dia lagi kecapean, makanya Mungkin dia mau langsung tidur!" jawab Novia.


"Oh pantesan saja, tadi dia langsung nyelonong begitu saja, padahal biasanya kan dia selalu menggendong Vio Kalau turun dari mobil!" gumam Mbak Darmi.


Novia terus menggantikan pakaian Vio dan sedikit menyeka tubuh anak itu dengan handuk basah, karena tubuhnya sedikit terasa lengket.


Setelah selesai, Novia pun keluar dari kamar Vio diikuti oleh Mbak Darmi, kemudian dia berjalan ke dapur, berniat untuk membuatkan susu hangat untuk Reno, karena biasanya kalau malam Reno selalu minum susu hangat buatan Novia.


Mbak Darmi hanya menganggukan kepalanya sambil menatap heran ke arah Novia, yang malam ini kelihatan agak aneh, karena wajahnya sejak turun dari mobil tadi terlihat sendu.


****


Sesampainya di kamar, Reno terlihat membaringkan tubuhnya dengan posisi miring menghadap ke arah luar, perlahan Novia mendekatinya sambil menyodorkan susu hangat pada suaminya itu.


"Mas Reno, diminum dulu susu hangatnya, biar enak boboknya!" ucap Novia sampai menyentuh punggung suaminya itu.


Reno diam saja tidak menjawab ucapan Novia, bahkan dia tidak bergeming sedikitpun.


"Maafkan aku Mas, Mas Reno masih marah ya, Maafkan Aku!" ucap Novia tertunduk.

__ADS_1


Hanya itu yang bisa Novia Ucapkan pada suaminya, karena dia tidak tahu lagi harus bagaimana.


Kini Reno sudah tahu siapa David tetangga sebelahnya itu, tapi masih ada satu rahasia lagi yang Reno tidak tahu.


Dan Novia berusaha untuk mengubur dan menutup rapat-rapat rahasia terakhirnya itu.


"Mas Reno, jangan seperti ini mas, Bicaralah sesuatu, jangan membuat aku semakin merasa bersalah, karena masalah ini!" kata Novia lagi.


"Aku sedang tidak ingin minum susu hangat itu, sekarang pergilah kau tidur, aku juga ingin tidur, sudah malam!" ucap Reno tanpa sedikitpun menggerakkan tubuhnya, dan tetap dalam posisinya semula.


Novia menarik nafas panjang, dadanya terasa sesak, selama pernikahannya dengan Reno, baru kali ini dia merasa begitu gamang, dan ada rasa yang sulit untuk diungkapkan.


"Jadi, Mas Reno masih marah padaku? Aku kan sudah minta maaf Mas, baiklah kalau memang Mas Reno tidak mau memaafkan aku, tidak apa-apa Mas, selamat malam!" ucap Novia yang kemudian langsung meletakkan susu hangat itu di atas meja, kemudian dia berjalan keluar dari kamarnya.


Setelah Novia keluar dari kamarnya, kemudian dia menutup pintunya, saat itulah Novia yang menangis sesenggukan, sambil berjongkok di depan pintu kamarnya itu.


Segala sesuatu yang ditutupi akhirnya terbuka juga, entah bagaimana caranya, intinya sekarang Reno tahu antara Novia dan David pernah ada satu hubungan, meskipun itu hubungan masa lalu.


Reno merasa kecewa terhadap Novia karena ketidakjujuran istrinya itu.


Selama ini antara Novia dan David seperti kedua orang yang belum pernah saling mengenal sebelumnya, tapi siapa sangka, kalau ternyata Novia dan David pernah menjadi orang yang sangat dekat.


Dengan langkah gontai, Novia berjalan ke kamar Vio, mungkin malam ini Novia akan tidur di kamar Vio, sekalian untuk menenangkan hati dan pikirannya yang saat ini sedang benar-benar kacau.


Vio nampak tertidur pulas dengan wajah polosnya yang terlihat menggemaskan.


Perlahan Novia berbaring di samping Vio, sambil memeluk anaknya itu, dan air matanya pun kembali tumpah.


"Maafkan Mama Vio, mungkin mama bukan mama yang terbaik untuk Vio, Tapi satu hal yang harus Vio tahu, kalau mama sangat menyayangi Vio, lebih dari apapun di dunia ini!" ucap Novia sambil mengecup puncak kepala buah hatinya itu.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2