Rahasia Perkawinan

Rahasia Perkawinan
Mencari Solusi


__ADS_3

Novia berdiri Sambil memandangi berkas yang kini ada di tangannya itu, sebuah tanggung jawab yang harus Reno pikul tanpa dia sendiri tahu, karena ternyata lagi-lagi ada oknum yang mengatasnamakan dirinya untuk mengambil hutang yang jumlahnya sangat besar.


Novia tidak tega jikalau dia harus memberitahukan kondisi keuangannya saat ini pada Reno, apalagi saat ini Reno tidak berdaya dia masih tetap lumpuh dan kesulitan untuk bicara.


Masalah ini pasti akan memicu menurunnya kesehatan Reno, ditambah dengan jiwanya yang kini terlihat rapuh apalagi niatnya yang ingin menceraikan Novia.


Namun di sisi lain, Novia juga tidak sanggup memikul beban ini sendirian, dia terbatas dan tidak bisa banyak melakukan apapun, apalagi dia seorang wanita yang sejak menikah dia tidak bekerja, untuk menghasilkan uang sekian banyak rasanya begitu mustahil.


Perlahan Novia membuka pintu kamarnya, Reno terlihat sedang berbaring di tempat tidur, matanya terpejam, sepertinya laki-laki itu sedang tertidur.


Meskipun kesulitan, Reno sudah bisa melangkah Setapak demi Setapak Meskipun tidak bisa bertahan lama, membutuhkan waktu yang panjang untuk benar-benar memulihkan kondisi kesehatan Reno.


Novia membuka lemarinya kemudian membuka lacinya, ada satu kotak perhiasan di sana, dulu Reno sering memberikan Novia hadiah-hadiah berupa perhiasan, hadiah-hadiah itu Novia kumpulkan dalam kotak itu.


Perlahan Novia mengambil kotak itu dan membukanya, di situ masih utuh perhiasan Novia yang memang Novia jarang memakainya.


Novia berniat untuk menjual perhiasan itu secara diam-diam, untuk membantu membayar hutang-hutang perusahaan, Meskipun mungkin jumlahnya masih jauh, namun Novia sudah tidak tahu lagi dengan cara apa Dia membantu kesulitan keuangan keluarganya ini.


Novia kemudian membawa perhiasan-perhiasan itu keluar dari kamarnya, setelah dimasukkan ke dalam kantong plastik dia berniat pergi ke toko perhiasan untuk menjual semua perhiasan-perhiasannya itu.


"Bunda aku pamit ya, aku ada keperluan di pasar tapi tidak lama kok nanti aku akan kembali!" pamit Novia pada Bunda Lasmi yang saat itu sedang duduk sambil membaca buku di ruang keluarga.


"Kamu mau ke mana Novia? Vio juga belum pulang sekolah dari tadi, dibawa ke mana sih sama si David itu? bunda ngeri deh kalau David menculik Vio!" tanya bunda Lasmi.


"Jangan berpikiran buruk Bunda! Sejak lama Vio sering bermain dengan David, tapi tidak pernah David bertindak macam-macam meskipun ..... "


"Vio itu anak David! Iya kan?" potong Bunda Lasmi cepat.


"Sudahlah Bunda, aku harus segera jalan sekarang, nanti tolong kalau Vio sudah datang, suruh langsung tidur siang saja, karena dia pasti sudah makan di luar bersama dengan David!" kata Novia yang hendak beranjak dari tempat itu menuju ke depan.


"Hati-hati Novia! Cepatlah kamu kembali!" seru Bunda Lasmi saat Novia sudah berjalan keluar dari rumahnya itu.


Novia kemudian mulai menyalakan mesin sepeda motornya, kemudian dia melajukannya keluar dari rumahnya menuju ke sebuah toko perhiasan.


Novia bertekad akan seluruh menjual perhiasannya untuk sedikit membayar hutang yang ditanggungkan pada Reno, tentu saja tanpa sepengetahuan Reno, kalau Reno sampai tahu, Novia menjual perhiasan hadiah-hadiah yang pernah Reno berikan pada Novia, maka itu akan membuat Reno menjadi sedih.


Hingga setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menit, sampailah Novia di sebuah toko perhiasan langganannya dulu, Novia mulai mengeluarkan perhiasannya itu untuk dijual.


"Ini mau dijual semua perhiasannya bu?" tanya pemilik toko perhiasan


"Iya Ci, Saya sedang ada keperluan mudah-mudahan saja melalui perhiasan ini bisa sedikit meringankan!" jawab Novia.


"Baiklah, Tunggu sebentar ya Bu, saya akan timbang dan taksir harga semua perhiasan ini!" kata sang pemilik toko perhiasan itu sambil beranjak masuk ke dalam tokonya dengan membawa perhiasan-perhiasan milik Novia.


Tak lama kemudian pemilik toko perhiasan itu pun kembali, sambil membawa perhiasan milik Novia.


"Bu, setelah saya taksir semua perhiasan ini hanya bernilai kurang lebih 100 juta, Bagaimana Bu?" tanya si pemilik toko perhiasan itu.


"satu juta Ci? padahal dulu suami saya memberikan perhiasan ini mahal-mahal lho, Seharusnya kan harganya naik Kenapa hanya dapat 100 juta?" tanya Novia balik.


"Itu sudah saya kasih harga bagus Bu, karena Ibu langganan di toko saya, namanya harga emas itu kan naik turun kebetulan sekarang ini memang dolar kan sedang turun, begitu juga dengan harga emas, sekarang orang juga tidak gampang menjual beli perhiasan, apalagi di zaman krisis seperti ini!" jawab sang pemilik toko.


Novia terdiam beberapa saat lamanya, dia seperti sedang memikirkan sesuatu, uang 100 juta jauh sekali dibandingkan dengan uang puluhan miliar hutang Reno, tapi kalau Novia tidak menjual perhiasan itu, dia tidak bisa berbuat apa-apa.

__ADS_1


Karena Novia tidak tahu lagi dia akan dapat uang dari mana, Kalaupun dia harus bekerja keras membutuhkan waktu beberapa lama hingga dia bisa mengumpulkan uang.


"Bagaimana Bu? perhiasannya jadi dijual tidak?" tanya si pemilik toko perhiasan itu sedikit mengejutkan Novia.


"Ya sudah deh Ci, Saya jadi jual semua perhiasan saya!" jawab Novia akhirnya.


"Baiklah, kalau begitu saya buatkan kwitansinya dulu ya Bu!" kata si pemilik toko yang nampak mulai menulis di atas sebuah kuitansi.


Tak lama kemudian, sang pemilik toko mengambil uang, kemudian menyerahkannya kepada Novia.


"Ini uangnya Bu, hati-hati ya di jalan, zaman sekarang banyak kejahatan, kalau mau aman uangnya ditaruh di dalam jok motor saja!" usul sang pemilik toko.


"Iya Ci terima kasih, kalau begitu saya permisi dulu ya Ci!" pamit Novia yang kemudian langsung menaruh uang hasil menjual perhiasan itu di dalam jok motornya.


Setelah itu Novia kembali melajukan motornya itu Kembali menuju ke rumahnya, karena dia tidak bisa lama-lama pergi meninggalkan rumah, dia harus mengurus Reno membantunya terapi berjalan dan makan, juga membersihkan tubuhnya.


Setelah Novia tiba di rumahnya, berbarengan juga David yang baru tiba di depan rumah Novia, dia turun sambil menggendong Vio yang tertidur di mobil.


"David, kalian Dari mana saja sih? Masa jam segini baru pulang?" tanya Novia sambil mengambil alih Vio yang tertidur dalam gendongan David.


"Tadi aku mengajaknya makan siang, setelah itu kami bermain sebentar di wahana bermain anak-anak di mall, Vio kelihatannya senang sekali!" jawab David.


"David, aku tahu maksudmu baik, kamu ingin menyenangkan Vio, tapi jangan biasakan dia diberikan kenyamanan atau kesenangan, karena bagaimanapun Papanya sedang dalam masalah, dan kami harus hidup hemat!" ucap Novia.


"Novia, aku mohon kalau kalian ada kesulitan apapun, Bicaralah padaku, dengan senang hati aku akan membantu kalian!" kata David.


"Terima kasih David, aku sudah terlalu banyak merepotkanmu, sementara ini biar masalah Rumah tanggaku menjadi urusan kami saja!" jawab Novia.


"Ya aku tahu, tapi tidak ada salahnya kalau aku membantu, Anggap saja semua ini demi Vio anakku!" ujar David.


Setelah itu Novia pun kembali berjalan ke arah luar, dia hendak pergi ke bank terdekat yang ada di sekitar rumahnya itu untuk menyetor uang hasil jual perhiasan untuk membayar sebagian dari hutang hutang Reno.


Meskipun jumlahnya Jauh tidak memadai, namun Novia sedikit lega, setidaknya dia sudah sedikit meringankan hutang-hutang Reno, meskipun dia harus menjual semua perhiasan.


Kemudian Novia pun kembali ke rumahnya, hari sudah menjelang sore, biasanya dia akan menyiapkan air hangat untuk mandi Reno, dan setelah itu dia akan menemani Reno menonton acara televisi hingga menjelang makan malam.


Setelah Novia tiba di rumahnya, dia cepat-cepat masuk ke dalam kamarnya, Siapa tahu Reno sudah bangun dari tidurnya.


Saat membuka pintu kamar, Novia sedikit terkesiap, Reno sudah duduk di kursi rodanya dan di hadapannya ada sebuah tas besar yang berisi pakaian-pakaian milik Reno.


"Mas Reno? Mas Reno mau ke mana?" tanya Novia sambil berjalan perlahan mendekati Reno.


"Aku ... ma-mau ... ke Ma-laysia!" kata Reno dengan suara yang nampak di paksaan dan terbata-bata.


"Mas Reno sudah bisa bicara? syukurlah akhirnya sedikit demi sedikit mas Reno bisa bicara juga, tidak apa-apa Meskipun tidak banyak kata yang terucap!" seru Nokia senang.


"Iya, sedikit-sedikit bisa!" jawab Reno lirih.


"Tapi mas Reno mau ke mana? kenapa menaruh pakaian di dalam tas? Kenapa Mas Reno tidak di sini saja?" tanya Novia.


"Aku kangen bapak dan ibu !" jawab Reno singkat.


"Tapi kan kondisi Mas Reno masih seperti ini, biar nanti aku telepon bapak dan ibu biar mereka saja yang datang ke sini, Mas Reno tidak usah ke mana-mana!" kata Novia

__ADS_1


"Jangan!" sergah Reno.


"Tapi kenapa? Mas Reno saat ini masih sakit, berjalan saja kesulitan, jangan paksakan diri kalau memang tidak mampu, segala sesuatu ada waktunya Mas!" ucap Novia.


"Mereka jangan ke sini, karena mereka tidak tahu keadaanku yang sebenarnya!" ujar Reno dengan suara lirih.


Novia terdiam, orang tua Reno memang memiliki bisnis besar di Malaysia, sejak Reno mengalami kecelakaan Reno tidak pernah memberitahukan tentang masalah nya pada kedua orang tuanya itu, mereka tidak tahu apa yang terjadi dengan Reno apalagi di sana mereka cukup sibuk, mereka hanya tau kalau Reno kecelakaan, tanpa tau kalau Reno juga mengalami kebangkrutan.


Kalau orang tua Reno menelepon, Reno selalu mengatakan baik-baik saja, Reno tidak pernah menceritakan tentang kebangkrutan perusahaannya dan krisis ekonomi yang melanda rumah tangganya.


Mereka hanya tahu kalau Reno mengalami kecelakaan, tapi mereka tidak pernah tahu kondisi yang sebenarnya yang terjadi pada Reno.


"Lalu setelah sampai di Malaysia, Mas Reno mau apa?" tanya Novia


"Mana tahu di sana ada peluang bisnis yang bisa aku kerjakan, aku tahu aku terjebak hutang yang sangat besar, ada orang yang memperdaya aku Melalui surat kuasa yang aku buat!" jawab Reno.


"Jadi Mas Reno sudah tahu soal hutang yang jumlahnya puluhan miliar itu?" tanya Novia.


Reno menganggukkan kepalanya, setelah itu dia tidak bicara apa-apa lagi, ada mendung Yang tersirat di wajahnya yang kini terlihat kurus dan pucat itu.


"Mas, sebelum kamu benar-benar menceraikan aku, kita akan hadapi masalah ini sama-sama, aku mohon izinkan aku untuk selalu berada di sisimu saat ini!" ucap Novia.


Tiba-tiba Reno menangis, ada rasa pilu yang dia rasakan di dalam hatinya, Sebenarnya dia tidak tega mengucap kata cerai dari mulutnya untuk istri seperti Novia yang memiliki hati Seputih salju.


"Maafkan aku Novia!" ucap Reno. Hanya itu yang bisa diucapkan oleh Reno dia tidak bisa berkata apa-apa lagi dadanya terasa sesak dia merasa kalau dirinya benar-benar tidak berguna tidak bisa melindungi istri yang sangat dicintainya itu.


"Di saat aku seperti ini, kamu bahkan masih mau bersamaku, Maafkan aku Novia, aku tidak pantas menjadi suamimu!" ucap Reno lagi.


"Mas Reno lupa, saat ini statusku masih istrimu, kemarin saat Mas Reno minta aku tanda tangan surat cerai aku tidak tanda tangan, kita lupakan masalah perceraian, kita fokus aja pada masalah keluarga kita!" ungkap Novia yang kemudian maju lalu memeluk Reno dari belakang kemudian Novia menghapus air mata Reno dengan kedua tangannya.


"Aku juga tahu kau telah menjual perhiasan milikmu, saat aku membuka lemari untuk mengambil beberapa pakaianku, aku tidak sengaja membuka laci dan sudah tidak ada perhiasan di sana, Kenapa kau berkorban begitu besar padaku Novia?" ucap Reno yang kini tidak dapat lagi menyembunyikan perasaan hatinya.


Novia lagi-lagi terdiam, Padahal dia sudah menyembunyikan sedemikian rupa, supaya Reno tidak tahu, namun belum juga satu hari semuanya sudah terbongkar, rupanya Reno sudah tahu kalau Novia menjual seluruh perhiasan untuk membantu meringankan hutang-hutang Reno.


"Maafkan aku Mas Reno, aku telah menjual perhiasan tanpa seijinmu!" ucap Novia yang kini ikut menangis.


Sesaat mereka berpelukan tanpa bicara, namun hati keduanya seperti terikat dan terjalin satu dengan yang lain, saat ini mereka memang benar-benar saling menopang saling membutuhkan dan saling menguatkan.


Perlahan Novia mengambil tas besar yang sudah diisi beberapa pakaian milik Rena kemudian membereskan pakaian-pakaian itu dan dikembalikannya ke dalam lemari milik Reno.


"Pokoknya Mas Reno tidak boleh pergi dari sini, kalau Mas Reno pergi dari sini, itu berarti Mas Reno pergi meninggalkan aku dan juga Vio!" ucap Novia.


"Iya, aku tidak jadi pergi, Terima kasih sudah mau menemaniku menghadapi ini semua!" kata Reno.


Novia tersenyum, kemudian setelah merapikan pakaian Reno di dalam lemarinya, Novia mulai menyiapkan air hangat untuk Reno mandi, Setelah air panas Siap, dengan telaten Novia kemudian membantu Reno untuk mandi dan membersihkan tubuhnya sehingga selesai.


Novia kemudian membantu Reno untuk mengeringkan tubuhnya, dan membantu Reno memakai pakaian.


"Sudah selesai, Sekarang kita ke depan yuk, kita nonton tv dulu refreshing!" ajak Novia.


Reno menganggukkan kepalanya, sambil Mencoba tersenyum, setelah itu Novia membawa Reno keluar dari kamarnya itu menuju ke ruang keluarga, di mana biasanya mereka berkumpul dan kali ini Reno ingin menonton televisi.


Vio sudah nampak ada di ruangan itu sambil bermain mobil-mobilan, dia tersenyum lebar saat melihat Novia dan Reno datang menghampirinya.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2