Rahasia Perkawinan

Rahasia Perkawinan
Bel Tengah Malam


__ADS_3

Novia perlahan membaringkan Vio yang baru saja selesai menyusu.


Bayi mungil itu sebentar sebentar pasti menyusu, kadang-kadang setiap tengah malam, dia selalu terbangun dan mau tidak mau Novia bergantian dengan Reno selalu begadang demi sang Buah Hati.


Setelah membaringkan Vio, Novia pun kini menyandarkan tubuhnya di dipan tempat tidurnya, dia sangat mengantuk dan ingin sekali memejamkan matanya, tapi dia Yakin 10 menit kemudian Vio pasti akan terbangun dan minta menyusu.


"Sayang, kamu tidur saja dulu, Aku yang menjaga Vio, Aku tahu kamu sangat lelah!" ucap Reno yang tiba-tiba saja membuka matanya, Padahal dari tadi dia sudah terlelap.


"Tapi mas Reno kan juga capek, Apalagi besok harus berangkat pagi-pagi ke kantor!" tukas Novia.


"Tapi kamu lebih capek sayang, dari pagi mengurusi Vio, sampai tengah malam pun masih saja kau susui dia, bahkan kamu jauh lebih capek daripada aku!" kata Reno.


"Iya Mas, tapi lama-lama juga aku terbiasa jadi seorang ibu, kata Bunda memiliki bayi yang baru lahir memang harus ekstra, anggap saja ini latihan jadi ibu yang baik!" ujar Novia.


"Ya sudah kalau begitu, kita sama-sama saja ya jaga Vio malam ini!" kata Reno sambil bangkit dari posisi berbaringnya.


Baru saja Reno duduk di tepi ranjangnya, Vio sudah menangis lagi, cepat-cepat Novia mengambil Vio dari Ranjang bayinya dan kemudian dia langsung menimangnya.


"Tuh kan, baru beberapa menit ditaruh sekarang sudah nangis lagi!" kata Novia.


Kemudian dia langsung menyusui bayinya, namun Vio menolak, dia malah memuntahkan ASI Novia.


"Dia tidak mau menyusu tapi kenapa menangis ya?" tanya Reno bingung.


Reno kemudian mengambil alih Vio dari gendongan Novia, kemudian dia berdiri dan menimang bayi mungil itu.


Dalam sekejap tangisan Vio pun reda, saat Reno berdiri dan menimangnya.


"Ternyata dia bukan haus, tapi hanya ingin digendong! Vio sudah mulai manja!" ujar Novia.


"Tidak apa-apa, hanya menimangnya sebentar apa susahnya, karena Vio hidupku jadi lebih berwarna!" ucap Reno sambil terus menimang Vio. Vio nampak nyaman dalam gendongan dan pelukan Reno.


"Mas, besok pagi bunda kembali ke Semarang!" kata Novia.


"Cepat sekali, padahal bunda baru beberapa hari menginap di sini!" gumam Reno.


"Ya di Semarang kan Bunda ada kerjaan Mas, nanti bunda diantar Pak Sukri ya Mas, Mas Reno kan katanya mau ke kantor pagi-pagi!" kata Novia.

__ADS_1


"Iya, kamu tenang saja Sayang, besok aku akan setir mobil sendiri kok, jadi Pak Sukri bisa mengantarkan Bunda sampai Stasiun!" jawab Reno.


"Iya Mas!"


Tok ... Tok ... Tok


Tiba-tiba saja pintu kamar Reno dan Novia diketuk dari luar, Reno dan Novia saling berpandangan, kemudian Novia langsung berdiri dan berjalan menuju ke pintu untuk membukakan pintu kamarnya itu.


Mereka sedikit terkejut saat melihat Mbak Darmi sudah berdiri di depan pintu kamar, sementara waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 malam.


"Ada apa Mbak Darmi?" tanya Novia, Reno berjalan menyusul Novia sambil menggendong Vio.


"Maaf Bu, itu di depan ada yang gedor-gedor pintu gerbang, dan beberapa kali pencet bel, Saya takut untuk membukakan pintu Bu, Pak!" kata Mbak Darmi.


"Lho, siapa yang bertamu malam-malam begini?" gumam Novia.


"Ya sudah kalau begitu kita turun saja, Kita lihat siapa yang datang!" kata Reno.


Novia pun menganggukan kepalanya, kemudian mereka bersama-sama turun ke bawah untuk melihat siapa yang tamu yang datang malam-malam begini.


Mereka bertiga kemudian berjalan ke arah depan rumah, beberapa kali memang terdengar suara bel, Mbak Darmi langsung membukakan pintu gerbang saat mereka sudah sampai di depan.


Mereka terkejut saat melihat Silvi yang ternyata datang dengan wajah yang terlihat pucat dan cemas.


"Silvi? ada apa malam-malam kamu datang? Ayo masuk dulu!" tanya Novia yang kemudian langsung menggandeng tangan Silvi masuk ke dalam, lalu mereka pun duduk di teras.


"Maaf mbak Novia, Pak Reno, saya bingung harus bagaimana, sejak tadi sore Bang David panas tinggi, Padahal saya sudah kasih obat dan mengompresnya, tapi sampai sekarang panasnya belum turun, bahkan beberapa kali dia muntah dan badannya sangat lemah sekali!" ungkap Silvi.


"Apa? Kalau begitu biar aku lihat kondisinya! Sayang, kau bawa masuk Vio ke dalam, biar aku melihat kondisi David di sebelah!" kata Reno sambil menyerahkan Vio ke dalam gendongan Novia.


Novia menganggukan kepalanya, kemudian dia berjalan kembali masuk ke dalam rumahnya, sementara Mbak Darmi menemani Reno ke rumah Silvi untuk melihat kondisi David.


Novia duduk di sofa ruang keluarga itu, untuk menunggu David dan Mbak Darmi sambil tetap menggendong Vio.


Tiba-tiba Bunda Lasmi keluar dari kamarnya dan sambil mengucek matanya, dia mengerutkan keningnya melihat Novia yang duduk di sofa bersama dengan Vio.


"Novia? kamu ngapain Bawa Vio keluar kamar jam segini?" tanya bunda Lasmi yang langsung duduk di samping Novia.

__ADS_1


"Itu Bunda, aku lagi nunggu mas Reno dan Mbak Darmi!" jawab Novia.


"Lho, memangnya Reno ke mana sama Darmi?" tanya bunda Lasmi lagi.


"Itu loh Bunda, tetangga sebelah lagi sakit, Reno dan Mbak Darmi melihat kondisinya karena kasihan, tengah malam begini!" jawab Novia.


"Tetangga Sebelah? maksudnya Silvi yang waktu itu datang ke sini?" tanya bunda Lasmi.


Novia hanya menganggukkan kepalanya, dia juga bingung harus menjawab apa terhadap Bunda Lasmi.


" Ya sudah, sekarang kamu naik saja ke atas dan langsung masuk kamar, kasihan Vio, harusnya kan dia tidur di tempat tidurnya, tidak harus digendong terus!" kata Bunda Lasmi.


"Iya Bunda!"


"Biar Bunda lihat ke sebelah, sakit apa sih tetanggamu itu? Sampai malam-malam begini Reno dan si Darmi datang!" ucap Bunda Lasmi yang langsung bangkit dari duduknya.


"Jangan Bunda!" cegah Novia.


"Kamu ke kamar saja Nov, Bunda kan cuman mau lihat, Kamu kan tahu bunda bekas perawat, mana tahu tetanggamu itu sakit parah!" ujar Bunda Lasmi.


"Pokoknya jangan Bunda! please Biarkan saja Mas Reno dan Mbak Darmi yang datang ke sebelah, Bunda jangan!" sergah Novia yang kini kelihatan mulai was-was, dia takut kalau kalau Bunda Lasmi akan benar-benar datang ke sebelah, Novia tidak berani membayangkannya.


"Kamu ini Aneh deh Nov, Apa salahnya Bunda cuman menengok sebentar, sudah, bawa Vio ke dalam!"


Tiba-tiba Mbak Darmi sudah kembali, namun dia kembali sendirian tidak bersama dengan Reno.


"Mbak Darmi, Mas Reno mana?" tanya Novia.


"Itu Bu, bapak sedang mengantarkan Pak David ke rumah sakit sekarang juga, karena Pak David tidak bisa bangun, jadi tadi kita sempat Gotong sampai ke mobil!" jawab Mbak Darmi.


"Tuh kan benar kata Bunda, sakitnya parah, kalau begitu besok Bunda tidak jadi pulang ke Semarang, Bunda mau tengok dulu tetanggamu yang sakit itu, kasihan kan istrinya sendirian, apalagi mereka cuman berdua!" kata Bunda Lasmi.


"Jangan Bunda!" seru Novia spontan.


Budal Lasmi mengerutkan keningnya, sambil menatap Novia dengan heran.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2