
Pagi itu tidak seperti biasanya, Reno sarapan ditemani oleh Novia dan Vio yang sudah rapi mengenakan seragam, namun sepanjang mereka makan, mereka hanya diam tidak saling bicara.
Hanya sesekali Vio bercerita dan berceloteh apa saja, paling-paling Novia dan Reno hanya menanggapi sekedarnya saja, setelah itu mereka kembali saling diam.
Sikap Reno juga terlihat dingin, biasanya setiap pagi Reno selalu memperlakukan Novia dengan sangat hangat dan mesra, selalu ada pelukan dan kecupan di manapun mereka berada, namun pagi ini semua terlihat berbeda, Reno bersikap cuek dan Acuh tak acuh terhadap Novia.
"Vio, Cepat selesaikan makananmu! Setelah itu kita langsung berangkat ke sekolah!" kata Reno.
"Iya Pa, ini juga sudah mau habis kok!" sahut Vio yang terlihat terburu-buru menghabiskan sarapannya.
"Mas Reno, nanti aku yang akan menjemput Vio pulang sekolah!" kata Novia mencoba untuk memulai pembicaraan.
"Hmm, setelah itu kalian akan mampir ke suatu tempat untuk makan kan, David pasti sudah menunggu di sana!" sahut Reno datar.
"Apa maksud Mas Reno? Mas Reno tidak bisa menuduh tanpa bukti seperti itu!" cetus Novia yang sedikit merasa tersinggung dengan ucapan Reno.
"Menuduh? siapa yang menuduhmu? Vio sendiri yang mengatakan kalau beberapa waktu lalu David yang menjemputnya ke sekolah!" kata Reno sambil menatap tajam ke arah Novia.
Novia sedikit terperanjat, ternyata Vio dengan polosnya mengatakan terus terang pada Reno, kalau David memang pernah mencoba untuk menjemputnya ke sekolah.
"Mas Reno! Tapi semuanya itu tidak seperti apa yang Mas Reno pikirkan! Aku bahkan tidak tahu kalau David datang menjemput Vio ke sekolah!" ujar Novia.
"Tahu atau tidak tahu, hanya hatimu yang tahu! Jujur aku sangat kecewa padamu, selama ini kupikir kau istri yang jujur dan setia padaku, hingga aku memperlakukanmu seperti seorang Ratu, tapi ternyata ... "
Reno menghentikan ucapannya, ada garis kekecewaan yang terpancar di wajahnya, istri yang sangat disanjung dan dicintainya seolah menusuknya dari belakang.
__ADS_1
"Papa sama Mama kenapa? kok seperti orang yang berantem saja? aku takut!" tanya Vio sambil menatap ke arah Novia dan Reno bergantian.
"Tidak sayang, Mama dan Papa tidak berantem, Sudahlah, Vio sudah siap-siap berangkat sekolah kan! Ayo langsung ke mobil, atau nanti Vio akan terlambat!" seru Novia berusaha melembut.
Vio kemudian menganggukkan kepalanya, setelah itu dia bergegas berjalan ke arah mobil yang sudah terparkir di depan rumahnya itu, dengan Pak Sukri yang sudah menunggunya.
"Mas Reno aku tahu aku salah, tidak mengatakan jujur sejak awal kalau dulu aku memang pernah ada hubungan dengan David, tapi mas Reno harus percaya itu adalah masa lalu! Mas Reno Jangan berpikiran kalau aku dan David masih ada hubungan sampai sekarang!" ucap Novia.
"Sudahlah, Kepalaku pusing dan aku harus cepat pergi ke kantor! "sahut Reno yang kemudian langsung bangkit dan berjalan ke arah depan menyusul Vio yang sudah berjalan terlebih dahulu dan langsung naik ke dalam mobil.
Novia hanya bisa terpaku menatap kepergian Reno, sikapnya begitu dingin dan beku.
Entah mengapa Ada yang sakit di sudut hati Novia, selama pernikahannya dengan Reno, baru kali ini Reno bersikap seperti itu terhadapnya, hanya karena dia cemburu terhadap David.
Novia juga baru menyadari, kalau Reno adalah tipikal laki-laki yang mudah cemburu dan posesif, sehingga meskipun itu masa lalu, namun Reno selalu beranggapan bahwa masa lalu sama dengan masa sekarang.
Ada Butiran bening yang jatuh membasahi pipi Novia, tidak lagi ada pelukan hangat dan kecupan mesra dari Reno suaminya seperti biasanya.
Bahkan Reno langsung pergi begitu saja dengan membawa Vio untuk sekalian mengantarnya ke sekolah, setelah itu mobil mereka pun langsung keluar begitu saja dari gerbang rumah, entah mengapa ada yang pedih di sudut hati Novia.
Mbak Darmi yang melihat Novia yang menangis, hanya diam saja tanpa berani untuk bertanya, Dia sangat memahami apa yang terjadi di keluarga kecil ini.
****
Waktu sudah menunjukkan pukul 9.30 pagi, Novia bersiap-siap hendak menjemput Vio ke sekolah, kali ini dia tidak boleh datang terlambat lagi, Dia harus cepat sampai di sekolah Vio.
__ADS_1
Tanpa berlama-lama, Novia kemudian langsung mengambil kunci mobilnya dan melajukan mobilnya itu keluar dari gerbang rumahnya, kali ini dia menjemput lebih cepat dari biasanya
Tak lama kemudian Novia pun sudah sampai di sekolah Vio, benar saja, di sekolah itu terlihat masih sepi karena murid-murid belum pulang, hanya ada beberapa mobil yang terparkir dan beberapa orang tua murid yang menunggu di lobby.
Setelah turun dari mobil, Novia pun langsung berjalan ke arah lobby untuk menunggu Vio pulang sekolah.
Namun Betapa terkejutnya Novia, saat dia hampir tiba di pintu gerbang lobby, David sudah berdiri di sana menunggunya.
"David! mau apa lagi kau datang ke sini? Bukankah aku sudah peringatkan padamu, kalau hanya aku yang berhak untuk menjemput Vio!" seru Novia.
"Novia, beberapa hari ini Vio tidak bermain ke rumahku, Apakah kau melarangnya?" tanya David.
"David, mungkin Vio tidak akan bermain lagi ke rumahmu, kau tahu kenapa? sekarang Mas Reno suamiku sudah tahu siapa kau yang sebenarnya! Dia sudah tahu kalau di masa lalu kita pernah punya hubungan!" jawab Novia yang matanya mulai berkaca-kaca.
David kemudian langsung menarik tangan Novia ke arah sudut lobby dan mereka pun duduk mengobrol di sana.
"Pasti suamimu tahu gara-gara pesta reuni itu kan?" tanya David. Novia hanya menganggukkan kepalanya, sambil mengusap matanya yang kini mulai basah.
"Segala sesuatu yang ditutup-tutupi, pada akhirnya akan ketahuan juga, ini hanya tinggal menunggu waktu!" ucap David.
"David, demi keluarga kita masing-masing Aku harap salah satu dari kita ada yang pindah atau pergi!" kata Novia.
"Apa Aku lagi yang harus mengalah? dari sejak aku menghindari Bundamu, setiap kali Bundamu datang aku selalu pergi dan menghindar, setelah itu aku tidak hadir di pesta reuni semua itu hanya demi melindungimu, dan sekarang apakah kau memintaku untuk pergi dari rumahku sendiri?"tanya David.
"Mas Reno mulai marah sekarang, bahkan kini sikapnya sangat dingin padaku, karena dia merasa selama ini aku telah membohonginya, aku tidak jujur padanya mengenai dirimu, sekarang aku harus bagaimana David?" ungkap Novia yang kini tidak lagi dapat menyembunyikan tangisannya lagi.
__ADS_1
Tanpa sadar David kemudian memeluk Novia, untuk menenangkan perasaan wanita itu, Novia yang kini perasaannya sedang tidak menentu hanya dapat merebahkan kepalanya di dada David, sekedar untuk melepaskan segala beban yang ada di dalam hatinya, yang selama ini selalu menyiksanya.
Bersambung ....