Rahasia Perkawinan

Rahasia Perkawinan
Ke Dokter Anak


__ADS_3

Hari sudah menjelang siang, namun demam Vio belum juga turun, padahal Novia sudah memberikannya obat penurun demam.


Novia semakin cemas, apalagi pikirannya juga bercabang, memikirkan sikap Reno yang kini telah berubah dingin dan Acuh Tak Acuh terhadapnya.


Bahkan Novia nyaris tidak memperhatikan dirinya sendiri, karena sejak tadi dia belum makan apapun, rasanya selera makannya hilang begitu saja.


"Bu Novia, Sejak pagi ibu belum makan apa-apa, ibu makan dulu! Bagaimana Ibu bisa mengurus Vio, kalau ibu sendiri kondisinya lemah!" kata Mbak Darmi mengingatkan.


"Tapi aku benar-benar tidak lapar Mbak, rasanya semua makanan menjadi begitu tidak enak, tidak apa-apa Mbak!" sahut Novia.


"Tapi Ibu harus makan walaupun sedikit, sekarang kalau ibu drop terus Vio juga sakit, nanti kan malah jadi repot Bu, kasihan Vio Bu, paling tidak ibu makan demi dia!" ujar Mbak Darmi lagi.


Novia diam saja namun sedikit menganggukkan kepalanya, Mbak Darmi langsung bergegas ke meja makan dan mengambilkan Novia sedikit makanan.


"Ini makanlah Bu, walaupun sedikit supaya perutnya ada isinya!" kata Mbak Darmi sambil menyodorkan sepiring makanan ke arah Novia.


Mau tidak mau Novia mengambil piring makannya, dan mulai menyantap makanannya sedikit demi sedikit.


Benar kata Mbak Darmi, dia harus tetap kuat demi Vio buah hatinya, kalau dia lemah, siapa lagi yang akan mengurus Vio.


Setelah Novia selesai makan, mbak Darmi langsung mengambil piring bekas makan Novia, lalu ditaruhnya di tempat cucian piring, dan langsung mencucinya.


Mbak Darmi menoleh ke arah meja makan yang masih dipenuhi oleh aneka hidangan, yang hanya tersentuh sedikit.


Wanita paruh baya itu mengelus dadanya, prihatin atas apa yang terjadi dengan majikannya itu, meskipun Mbak Darmi tidak banyak bertanya, namun dia memahami sedang ada masalah yang serius di rumah ini.


Mbak Darmi kemudian mengambil kotak makanan dan mulai membungkus makanan itu, setelah itu dia cepat-cepat bergegas keluar dari rumah menuju ke rumah David.


Kebetulan David sedang berada di depan rumahnya, seperti biasa dia sedang mencuci mobilnya.


"Pak David, di rumah banyak sekali makanan, sayang nanti terbuang, makanya saya kasih ke sini, lagi pula kan Pak David sendirian tidak ada yang masakin kan!" kata Mbak Darmi.


"Wah Kebetulan sekali Mbak Darmi ke rumah, hari ini saya belum keluar cari makanan, mau pesan online lumayan mahal boros!" sahut David yang langsung mengambil bungkusan dari tangan Mbak Darmi.

__ADS_1


"Wah syukurlah, akhirnya ada yang makan juga makanan ini, sejak pagi tidak ada yang menyentuh makanan ini, Bapak buru-buru pergi, Ibu juga tidak nafsu makan, apalagi sekarang si kecil sedang sakit!" ungkap Mbak Darmi.


"Apa Mbak? Vio sakit?!" tanya David sedikit terkejut.


"Iya Pak, sejak tadi pagi-pagi Vio demam, dan sampai sekarang pun demamnya belum turun nih! Padahal ibu sudah memberikannya obat!" jawab Mbak Darmi.


"Kenapa tidak langsung dibawa ke dokter Mbak? demam adalah hal yang serius, Apalagi kalau tidak turun-turun!" tanya David.


"Ya mungkin Sebentar lagi Ibu akan bawa Vio ke dokter, karena Ibu juga sepertinya sedang sedih, karena sikap bapak yang tiba-tiba berubah, tadi pagi saja Bapak pergi tanpa pamit, semalam Bapak malah pulang subuh!" jawab Mbak Darmi.


"Baiklah Mbak, nanti saya akan lihat Vio ke sebelah, ngomong-ngomong Terima kasih ya makanannya!" ucap David.


"Iya Pak sama-sama!" sahut Mbak Darmi yang kemudian segera bergegas kembali ke rumah Novia.


****


Novia sudah rapi berganti pakaian, Dia memutuskan untuk ke rumah sakit, ke dokter anak untuk memeriksakan kondisi Vio yang masih terlihat lemah, bahkan beberapa kali Vio muntah ketika diberi makan, demamnya pun tidak turun-turun juga sejak tadi pagi.


"Tidak usah Mbak, Mbak Darmi jaga rumah saja, saya bisa membawa Vio sendirian kok!" tukas Novia.


"Bu Novia ditemani sama Pak Sukri kan?" tanya Mbak Darmi.


"Tidak Mbak, saya ke rumah sakit sendiri saja pakai mobil, Pak Sukri mengerjakan pekerjaan yang lain saja!" jawab Novia.


Mbak Darmi terdiam tanpa bisa menyangkal lagi perkataan Novia, dia hanya membantu membereskan tempat tidur Vio yang terlihat berantakan.


Setelah selesai, Novia kemudian mengangkat Vio dalam gendongannya dan dia mulai bergegas ke depan menuju ke mobilnya.


Baru saja Novia akan masuk ke dalam mobilnya, David sudah berdiri di depan pintu gerbang yang sudah terbuka lebar itu.


"Novia, biar aku yang mengantarkan Vio ke rumah sakit!" kata David.


"Tidak! Kamu jangan macam-macam David! Sekarang minggir aku mau keluar!" cetus Novia.

__ADS_1


"Kalau berhubungan dengan Vio, apalagi dia sakit, aku tidak akan membiarkanmu membawanya ke rumah sakit sendirian! Biar aku yang membawanya rumah sakit!" ujar David yang kemudian langsung mengambil Vio dalam gendongan Novia, dan langsung membawanya ke mobil yang sudah terparkir di depan gerbang rumah Novia.


Novia yang sedikit terkejut langsung mengejar David ke mobilnya.


"David! Kau lancang telah membawa Vio! Kau tidak berhak membawanya!" sengit Novia.


"Apa kamu bilang? Lancang? Apa kau mau tahu kenapa aku mengambil Vio? Haruskah aku katakan sekarang?" sahut David yang sudah masuk ke dalam mobilnya.


"Cukup! Jangan diteruskan lagi, kalau begitu ayo sekarang! Cepat ke rumah sakit, aku ikut!" ujar Novia yang kemudian langsung masuk ke dalam mobil David dan David pun langsung melajukan mobilnya itu meluncur menuju ke rumah sakit terdekat.


Mbak Darmi yang melihat mereka sejak tadi nampak bingung, dan mengerutkan keningnya, dia tidak mengerti ada masalah apa antara Novia dan David, apakah ini ada hubungannya dengan perubahan sikap Reno terhadap Novia.


"Novia, aku tau sedikit tentang rumah tanggamu dari Mbak Darmi, tapi bukan salah dia, aku yang menanyakan, suamimu sekarang sudah berubah sikap kan!" tanya David.


"Tutup mulutmu David! Di sini ada Vio, kau jangan bicara macam-macam!" sahut Novia.


"Suatu hari dia juga pasti akan tahu kebenarannya!" kata David.


"Kebenaran apa maksudmu? Lebih baik kau fokus menyetir saja, tidak usah banyak bicara!" cetus Novia.


"Meskipun kau menutupinya dengan berbagai cara, alam semesta pasti tidak akan membantumu, Lebih baik kau jujur saja dari sekarang!" ujar David.


"Jujur apalagi?! aku sudah jujur kalau kau adalah mantanku dulu di depan Mas Reno, meskipun saat ini Mas Reno berubah terhadapku!" takut Novia.


"Jujur mengenai siapa Vio!" lanjut David.


"Vio adalah anak aku dan Mas Reno! Paham?" tegas Novia.


"Apa kau yakin? kalau begitu aku minta tes DNA Vio!" kata David.


Seketika itu Novia langsung membulatkan matanya, tidak menyangka David akan berkata seperti itu padanya


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2