Rahasia Perkawinan

Rahasia Perkawinan
Permintaan David


__ADS_3

Seperti biasa, pagi itu Novia nampak menemani Reno dan Vio untuk sarapan pagi, namun Vio tidak mengenakan seragam sekolah, karena hari ini Vio masuk siang, Nanti jam 10.00 dia baru akan berangkat ke sekolah.


"Papa sekarang Pulangnya malam terus! Aku jadi tidak bisa bermain dengan papa!" protes Vio pada saat menyantap makanannya.


"Maafkan Papa sayang, belakangan ini Papa sibuk banyak kerjaan, tapi Papa janji nanti di akhir pekan, papa akan ajak mama juga Vio untuk jalan-jalan ke pantai, kita akan liburan dan menginap di hotel yang ada di dekat pantai!" ucap Reno.


"Beneran pa? Papa tidak lagi berbohong kan? kapan papa akan mengajak aku dan mama ke pantai?" tanya Vio lagi.


"Hari Sabtu ini, kan Vio libur sekolah, Papa juga libur bekerja, jadi kita akan berangkat pagi-pagi ke pantai, dan kita akan pulang besoknya!" jawab Reno.


"Horeee! Aku jalan-jalan ke pantai sama papa dan mama!" seru Vio senang.


Novia tersenyum melihat kegembiraan putranya itu, beberapa hari ini Reno memang sering pulang malam, karena katanya banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.


"Sudah, habiskan makanan kalian, nanti kalau lama-lama Papa bisa terlambat ke kantor!" kata Novia.


Reno pun kemudian cepat-cepat menghabiskan sarapannya, karena memang dia harus berangkat ke kantor, sebab waktu sudah menunjukkan hampir jam 08.00 pagi.


Setelah selesai sarapan, seperti biasa Novia dan Vio mengantarkan Reno sampai di depan, belakangan ini Reno juga membawa mobilnya sendiri, dia tidak lagi di supiri oleh pak Sukri, dengan alasan Pak Sukri untuk mengantar jemput sekolah dan untuk mobilitas sehari-hari di rumah


"Sayang, Itu Si David kan sekarang sudah duda, kamu jangan sering-sering lewat depan rumahnya ya, nanti ada setan lewat!" bisik Reno.


"Mas Reno apaan sih, dia itu masih suasana duka, istrinya baru saja meninggal, kenapa Mas Reno bicara seperti itu?" sergah Novia.


"Maafkan aku sayang, karena aku terlalu cemburu kalau melihat kalian berada begitu dekat!" sahut Reno.


"Mas, meskipun aku dan dia bertetangga dekat, tapi kami tidak pernah berlama-lama mengobrol ataupun bersentuhan, aku bisa menjaga harga diriku dan Rumah tanggaku Mas!" ujar Novia.


"Iya sayang aku tahu, kan aku cuma cemburu, ya sudah kalau begitu aku langsung berangkat ya, jaga diri kalian baik-baik!" kata Reno yang kemudian mengecup kening Novia, dan tak lama kemudian dia segera melajukan mobilnya keluar dari gerbang rumahnya itu.

__ADS_1


"Vio, sekarang Vio boleh main sebentar, nanti setelah bermain Vio langsung mandi ya, dan langsung pakai baju seragam, terus berangkat sekolah deh!" kata Novia yang masih menggendong Vio sambil berusaha menutup gerbang rumahnya itu.


Namun sebelum gerbang itu tertutup rapat, tiba-tiba David langsung masuk membuat Novia kaget dan mundur beberapa langkah ke belakang.


"David! Mau apa kamu ke sini? Aku mohon kamu jaga jarak denganku! Aku tidak mau orang lain salah paham kalau melihat kamu berbicara denganku!" ujar Novia.


"Novia, dengar aku dulu, saat ini aku sendirian di rumah, aku kesepian, bahkan beberapa hari ini aku kurang maksimal bekerja!" ungkap David.


"Lalu apa urusanku? Aku berharap kau bisa tegar menghadapi semua ini, tapi maaf David, aku tidak bisa banyak membantu!" sahut Novia.


"Bukan itu maksudku Nov, kamu tidak perlu melakukan apapun untukku, tapi aku hanya punya satu permintaan, saat ini aku hanya memiliki Vio, izinkan Vio bermain denganku, sekedar menjadi penghiburanku!" ucap David.


Novia terperangah mendengar kata-kata David, selama ini Reno memang melarang Vio terlalu dekat dengan David, dengan alasan menjaga jarak demi keamanan bersama, namun pagi ini David memohon untuk bisa bermain bersama dengan Vio.


"Maaf David, kamu tahu kan kenapa mas Reno melarang Vio untuk tidak terlalu sering bersama denganmu? Aku tidak bisa mengambil keputusan tanpa seizin suamiku!" jawab Novia.


"Hanya sebentar saja Novia please, lagi pula aku hanya bermain dengan Vio, bukan bermain denganmu! Siapa yang akan salah paham? Aku tidak memiliki siapapun kecuali dia!" kata David sambil menunjuk Vio.


"Kamu dengar sendiri kan Nov, bukannya cuma aku yang merindukan Vio, tapi juga Vio ingin bermain denganku, kau juga tidak bisa pungkiri kalau aku dan Vio ada ikatan .... "


"Cukup! Oke, untuk kali ini aku izinkan Kau bermain sebentar dengan Vio, tapi ingat jam 08.30 Vio sudah harus pulang karena dia harus ke sekolah!" potong Novia cepat.


"Asyyik ... aku boleh main sama Om David sebentar!" seru Vio sambil turun dari gendongan Novia dan berlari ke arah David dan melompat ke dalam gendongannya.


David kemudian melangkah menuju ke rumahnya sambil menggendong Vio di atas bahunya, Novia melihatnya, ada rasa yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, mereka memang saling cocok sejak awal, tapi Novia tidak berani berpikir kalau Vio benar-benar anak David.


Novia khawatir kalau dia terlalu mengekang Vio dan selalu melarang Vio bermain dengan David, Novia takut kalau David akan keceplosan suatu hari nanti, dan bahkan buruknya dia akan membawa pergi Vio, Novia tidak berani berpikir sejauh itu, karena itu dia mengizinkan Vio untuk bermain dengan David.


****

__ADS_1


Sambil menyiapkan bekal untuk Vio, Novia pun bersiap-siap mengganti pakaiannya, karena dia akan mengantarkan Vio datang ke sekolah lebih cepat, karena rencananya siang ini setelah mengantar Vio, Novia ingin bertemu dengan Tina sahabatnya.


Setelah berganti pakaian dan siap, Novia kemudian mulai menyiapkan seragam untuk dikenakan Vio, dari arah depan gerbang nampak suara pintu gerbang dibuka dan Vio berlari-lari masuk ke dalam rumah.


Sekilas Novia melirik ke arah jam dinding, ternyata David menepati janjinya, dia tidak berlama-lama mengajak Vio bermain dan Vio pulang tepat pada waktunya.


"Ayo Vio kita mandi dan langsung pakai seragam ya, setelah ini kita langsung berangkat ke sekolah!" ajak Novia.


"Oke mama!" sahut Vio dengan riang, anak itu terlihat ceria setelah bermain dengan David.


Setelah rapi berseragam, mereka kemudian bersiap akan berangkat ke sekolah, Pak Sukri sudah menunggunya di depan, Novia menggandeng tangan Vio berjalan ke arah depan rumahnya.


Namun Novia sedikit terkejut, ketika melihat David sudah berdiri di sana sambil mengobrol dengan Pak Sukri.


"Pak Sukri, bisa Kita berangkat sekarang?" tanya Novia.


"Itu Bu, kata Pak David hari ini Pak David yang akan mengantar ibu dan Vio ke sekolah!" jawab Pak Sukri.


"Lho kok begitu? Yang tugas mengantar jemput itu kan pak Sukri Kenapa harus David? Lagian kami tidak mau kok diantar dengan dia!" ujar Novia.


"Mama! Aku mau diantar sama Om David saja! Aku tidak mau diantar sama Pak Sukri, tadi aku sudah janjian sama Om David, hari ini Om David saja yang mengantar aku ke sekolah Ma!" seru Vio.


"Tapi Vio, Om David tidak boleh mengantar kita, Lagian biasanya juga Pak Sukri kan yang mengantar Vio ke sekolah!" tukas Novia.


"Pokoknya aku cuma mau diantar sama Om David Ma! Aku tadi sudah janjian sama Om David, dan Om David juga janji mau mengantar aku ke sekolah, Mama jahat! Aku kan tidak mau diantar Pak Sukri!" teriak Vio yang kini terlihat mulai merajuk.


"Tidak apa-apa Bu diantar sama Pak David saja, Ibu tenang saja semua aman kok!" kata Pak Sukri yang seolah mengerti dan memahami apa yang dipikirkan oleh Novia.


Akhirnya hari itu David yang mengantarkan Vio dan Novia ke sekolah.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2