Rahasia Perkawinan

Rahasia Perkawinan
Pulang Ke Rumah


__ADS_3

Setelah dirawat beberapa hari di rumah sakit, akhirnya Novia diperbolehkan pulang ke rumah oleh Dokter.


Siang itu, Reno memapah Novia berjalan perlahan menyusuri koridor rumah sakit, sambil membawa tas yang berisi barang-barang dan pakaian milik mereka berdua.


Pak Sukri sudah menunggu di depan lobby, ketika mereka sampai di lobby, Reno pun membantu Novia untuk naik ke dalam mobil, dan Setelah itu mereka langsung pulang ke rumah.


"Ya ampun sayang, karena terlalu fokus memikirkanmu, aku sampai lupa untuk memberitahu Bunda dan juga Ayah Ibu kalau kamu di rawat di rumah sakit!" seru Reno sambil menepuk jidatnya.


"Jangan beritahu mereka Mas! Aku tidak ingin mereka jadi kepikiran, lagi pula aku kan sudah sembuh sekarang!" ujar Novia.


"Iya sayang, kamu tenang saja!" ucap Reno.


Sekitar 20 menit perjalanan, akhirnya mereka sampai juga di rumah.


Mbak Darmi nampak membukakan pintu gerbang, rumah juga sudah kelihatan rapi dan bersih.


Mbak Darmi selama ini begitu rajin membereskan rumah, sehingga meskipun Novia dirawat di rumah sakit, semuanya masih tetap terawat dengan baik.


Reno pun menggandeng istrinya itu masuk ke dalam rumah yang terasa harum dan segar karena habis dipel.


Aneka hidangan lezat juga sudah tersedia di meja makan besar rumah itu, rupanya Mbak Darmi sudah terlebih dahulu memasak, karena dia tahu bahwa hari ini Novia dan Reno pulang dari rumah sakit.


"Wah Mbak Darmi rajin sekali, aku benar-benar salut padamu Mbak, semua kerjaan rumah beres, bahkan makanan pun sudah tersedia di atas meja makan!" Puji Novia.


"Ya, mulai bulan ini aku akan menaikkan gaji Mbak Darmi, lagi pula Mbak Darmi sudah kami anggap sebagai anggota keluarga!" Mereka pun langsung duduk di hadapan meja makan itu, karena kebetulan hari memang sudah siang dan mereka juga merasa lapar.


"Waduh, saya jadi tersanjung, padahal saya hanya melakukan seperti hari-hari biasa!" ucap Mbak Darmi yang nampak terharu itu.


Mereka pun kemudian mulai menikmati makan siang bersama di meja makan besar itu.


Novia nampak lahap sekali menyantap makanannya, mungkin karena dia habis sakit, obat dan vitamin yang membuatnya begitu antusias untuk makan, Reno hanya memandangnya sambil tersenyum.


"Seperti janjiku, Kalau istriku sembuh aku ingin sekali mengadakan syukuran kecil-kecilan!" kata Reno sambil menyantap makanannya.

__ADS_1


"Syukuran? Mau syukuran Apalagi mas? Kemarin baru saja kita mengadakan syukuran 7 bulanan!" tanya Novia.


"Ya beda lah, kalau yang ini syukuran Karena istriku sembuh dari sakit! Pokoknya kau tenang saja, aku juga tidak akan mengundang banyak orang, paling aku hanya mengundang tetangga sebelah saja!"Jawab Reno.


Novia tertegun, Benarkah Reno akan mengundang tetangga sebelah? Itu berarti Reno akan mengundang David dan Silvi? Kembali Novia merasakan sedikit sesak di dadanya, padahal dia berharap kalau dia tidak lagi bertemu dengan David, sebisa mungkin Novia ingin menghindari David, namun entah mengapa Reno seolah terus saja menghadirkan David Untuk Novia.


"Mas, aku tidak ingin Mas Reno berlebihan, pakai segala mengundang tetangga sebelah, hanya karena aku sembuh dari sakit!" kata Novia.


"Lho, kenapa sayang? Katanya kamu tidak mau ramai-ramai, aku kan hanya mengundang tetangga sebelah saja, sekalian aku mau berterima kasih karena waktu itu mereka sudah menolongmu membawa ke rumah sakit!" ujar Reno.


"Benar kata bapak Bu, kan yang diundang cuman tetangga sebelah saja, kita juga tidak akan repot masak-masak, kalau bukan karena saya minta tolong mereka waktu itu, saya tidak tahu lagi apa yang terjadi pada ibu!" timpal Mbak Darmi dari arah dapur sambil membawakan beberapa gelas es buah.


Novia menghela nafas panjang perlahan, ia tidak mungkin menyanggah lagi perkataan Reno dan Mbak Darmi.


Sepertinya mereka memang sangat kagum dengan tetangga sebelah alias David dan Silvi.


Novia hanya pasrah saja kalau memang Reno ingin mengundang tetangga sebelah untuk syukuran kecil-kecilan kesembuhannya.


Setelah mereka santap siang bersama, Novia kemudian diantar Reno untuk beristirahat di kamarnya.


"Mas Reno rapi sekali, mau ke mana Mas?" tanya Novia.


"Aku beberapa kali ditelepon dari investor luar negeri yang dua hari lalu datang ke Jakarta, aku izin mengadakan pertemuan dengan mereka!" jawab Reno.


"Pergilah Mas, lagian sih Mas Reno selalu menunggu aku dari hari pertama sampai pulang, padahal kan bisnis juga penting Mas!" ungkap Novia.


"Iya sayang, yang penting sekarang kamu sudah ada di rumah, Hatiku sudah tenang, sudah ada Mbak Darmi yang merawatmu, untuk acara syukuran aku serahkan Mbak Darmi yang mengaturnya, pokoknya weekend ini kita adakan jamuan kecil-kecilan untuk tetangga sebelah ya!" kata Reno sambil mengecup kening Novia.


Reno nampaknya agak terburu-buru Karena dia sudah ditunggu oleh investor tersebut.


"Iya Mas, Mas Reno hati-hati ya!" ucap Novia sambil mencium tangan Reno.


Reno hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, setelah itu dia kemudian melangkah keluar dari kamar itu.

__ADS_1


Novia kemudian merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, memang benar kata Reno, di rumah jauh lebih nyaman daripada di rumah sakit.


Novia bisa menikmati tidur di ranjang yang empuk, dengan pemandangan yang bisa dia lihat langsung dari balkon kamarnya itu.


Novia kemudian bangkit dari tidurnya, karena dia ingin sekali melihat-lihat pemandangan dari balkon kamarnya itu.


Lagi pula matanya belum mengantuk untuk tidur saat ini, apalagi Novia baru selesai makan, tidak enak rasanya kalau dia baru selesai makan namun sudah berbaring di tempat tidur.


Perlahan Novia membuka balkon kamarnya itu, semilir angin menerpa rambut dan wajahnya.


Dari atas balkon kamar Novia, nampak jelas sekali taman samping rumah sebelah.


Novia menajamkan pandangannya, saat dilihatnya David sedang duduk di bangku taman sambil bermain gitar.


David nampak menyanyikan sebuah lagu dengan petikan gitar yang dimainkannya.


Tiba-tiba Novia teringat akan masa lalunya bersama dengan David, kenangan-kenangan itu seolah kembali bermunculan di memorinya.


Dulu Novia sangat suka sekali jikalau David menyanyikannya sebuah lagu, David sangat pintar sekali bermain musik, baginya musik adalah dunianya tersendiri yang menciptakan alunan suara indahnya, yang membuat Novia terkagum-kagum padanya.


Jiwa seni David yang tinggi, justru yang membuat kedua orang tua Novia tidak merestui hubungan mereka, karena keluarga Novia tidak ingin Novia berhubungan dengan orang yang tidak jelas pekerjaannya seperti David.


Meskipun David kerja online, kadang sering menyanyi dan bermain musik di acara-acara tertentu, namun apa yang dikerjakannya itu dipandang sebelah mata oleh keluarga Novia.


Hingga akhirnya Novia harus menerima perjodohannya dengan Reno, seseorang yang begitu sempurna di mata keluarganya, pengusaha muda sukses dengan segudang prestasi, itulah yang dibanggakan oleh keluarga Novia.


Demi menyenangkan hati kedua orang tuanya, mau tidak mau Novia harus menerima Perjodohan itu.


Di tengah-tengah alunan lagu yang dinyanyikan oleh David, yang sempat membuat Novia terkesiap beberapa saat lamanya, tiba-tiba saja Silvi muncul dari pintu belakang rumahnya berjalan ke arah David sambil membawakan segelas teh hangat juga beberapa cemilan.


Ya, Novia tiba-tiba tersadar, David juga sudah memiliki keluarga kecilnya sendiri, begitu juga dengan dirinya yang sudah memiliki keluarga kecilnya sendiri, bahkan sebentar lagi keluarga kecilnya itu sempurna dengan kehadiran seorang bayi yang akan lahir.


Novia akhirnya melangkah masuk dan menutup pintu balkon kamarnya itu, dan dia kembali membaringkan tubuhnya di atas tempat tidurnya itu, entah mengapa ada tetesan-tetesan air mata yang berjatuhan dari kedua bola matanya.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2