Rahasia Perkawinan

Rahasia Perkawinan
Oleh-Oleh


__ADS_3

Pagi itu Novia, Reno dan juga Bunda Lasmi terlihat sedang menikmati sarapan pagi.


Bunda Lasmi berencana akan kembali pulang ke Semarang pagi ini, setelah dia membantu Novia dan juga Reno untuk merayakan syukuran 7 bulan kehamilan Novia.


Pagi ini Bunda Lasmi akan di antar oleh Pak Sukri, juga Reno dan Novia ke stasiun.


"Bunda, seharusnya Bunda bisa lebih lama lagi menginap di sini! Apalagi kan sebentar lagi Novia akan melahirkan!" kata Reno.


"Maunya Bunda sih begitu Nak, tapi kan Novia bisa belajar mandiri, apalagi di sana tidak ada yang menunggui rumah, sejak ayahnya Novia meninggal, mau tidak mau Bunda yang mengurus semua usaha ayah!" jawab Bunda Lasmi.


Novia diam saja mendengar percakapan mereka, sebenarnya dalam hati Novia juga ingin Bundanya selalu ada bersama dengan dia, untuk menemani masa-masa kehamilannya.


Namun di sisi lain Novia juga tidak ingin Bundanya itu melihat kalau di sebelah rumahnya ada David yang kini telah menjadi tetangganya.


"Bunda, tapi boleh kan nanti aku melahirkan di Semarang saja?" tanya Novia tiba-tiba.


"Lho, Bunda sih senang-senang saja kamu lahiran di Semarang, tapi bagaimana dengan Reno suamimu? Reno kan kerja dan usaha di Jakarta!" jawab Bunda Lasmi.


"Kalau aku sih tidak masalah Bunda, asalkan Novia senang, melahirkan di manapun tidak masalah, yang penting semuanya sehat dan selamat!" timpal Reno.


"Tapi kalau menurut Bunda, seorang istri itu harus patuh terhadap suaminya, memikirkan kepentingan suaminya juga, jangan egois! Bunda Bukannya tidak suka kamu ikut bunda ke Semarang, tapi kan kamu juga harus menghargai suamimu Novia!" ungkap Bunda Lasmi.


Novia kembali terdiam mendengar perkataan Bundanya itu, sebenarnya Novia juga ingin Mandiri tidak ingin merepotkan bundanya, apalagi di Semarang Bundanya itu masih aktif mengelola usaha mendiang ayahnya, namun Novia hanya sedang berpikir, bagaimana caranya dia menghindari David.


"Baiklah Bunda, kalau begitu aku melahirkan di sini saja!" ucap Novia akhirnya.


"Kamu jangan khawatir Nak, meskipun kamu melahirkan di sini, bunda janji bunda akan datang sebelum kamu melahirkan untuk menemanimu di masa-masa persalinanmu nanti!" lanjut Bunda Lasmi.


Kembali rasa kekhawatiran muncul di dalam hati Novia, kalau Bundanya akan datang lagi pada saat dia akan melahirkan nanti, Apakah Novia akan kembali meminta pada David untuk pergi supaya Bunda Lasmi tidak bertemu dan melihat David, yang kini tinggal di sebelah rumahnya itu.


"Sekarang kamu boleh tenang Sayang, Bunda kan janji akan datang lagi nanti Saat kamu akan melahirkan, dan aku juga akan mengambil cuti panjang saat menjelang kamu akan melahirkan nanti, jadi kamu tidak akan sendirian sayang!" ucap Reno sambil menggenggam tangan Novia.


Novia menggigit bibirnya, Sebenarnya bukan masalah itu, dia tidak masalah mau melahirkan di manapun dan ditemani oleh siapapun, semua itu tidak masalah baginya.


Saat ini Novia sedang bingung dan dilema, Karena rasa kekhawatirannya itu.


"Ayo cepat habiskan sarapan kalian, jam sembilan kereta bunda sudah akan berangkat, Bunda tidak mau ketinggalan kereta lho!" seru Bunda Lasmi.

__ADS_1


Setelah Mereka menyelesaikan sarapan mereka, Reno pun bergegas menuju ke garasi mobil.


Pak Sukri nampak sedang mengelap mobil, dia akan mengantarkan mereka ke stasiun.


****


Malam datang menjelang, waktu sudah menunjukan pukul 9 malam, mata Reno terlihat sudah memerah, menandakan dia sudah mengantuk.


Wajar saja Reno terlihat lelah, sejak kemarin itu rumahnya selalu ramai, acara di rumahnya begitu meriah, karena masih ada saja tamu yang berdatangan, apalagi dia banyak menemani tamu-tamunya sambil mengobrol.


"Mas, kalau sudah mengantuk tidur saja duluan, aku sedikit lagi mau selesaikan rajutan ini!" kata Novia saat melihat suaminya itu menguap beberapa kali.


"Sayang, kata Bunda setelah usia 7 bulan kehamilan, kamu boleh membeli apapun untuk perlengkapan bayi, kamu bisa pesan lewat online, jadi tidak usah capek-capek merajut segala!" ungkap Reno.


"Mas, aku merasa senang bisa merajut pakaian calon anakku, rasanya ada kepuasan tersendiri, kamu tidurlah duluan, nanti aku akan menyusul!" ujar Novia.


"Baiklah sayang, tapi janji ya jangan capek-capek, aku ke atas duluan!" ucap Reno yang kemudian berdiri dan mengecup kening Novia.


Novia hanya menganggukan kepalanya, setelah itu Reno segera berlalu meninggalkan Novia yang masih duduk merajut di ruang keluarga.


Novia kembali melanjutkan aktifitasnya, dari arah dapur, Mbak Darmi nampak berjalan menghampiri Novia sambil membawakan satu gelas susu hangat.


"Trimakasih Mbak!" ucap Novia sambil meneguk minumannya itu.


Ting ... Tong


Tiba-tiba terdengar suara bel dari arah pintu gerbang.


Tanpa di komando, Mbak Darmi langsung berjalan ke arah luar, untuk mengetahui siapa tamu yang datang malam-malam itu.


Tak lama kemudian Mbak Darmi kembali muncul bersama Silvi, yang ternyata datang itu, Silvi langsung duduk di samping Novia.


"Eh, kirain siapa yang datang malam-malam begini!" seru Novia sambil menepuk bahu Silvi.


"Mbak Novia Kok tidak bilang-bilang kalau kemarin itu ada acara 7 bulanan? Aku tahu dari bu RT lho, kebetulan tadi kita ketemu di depan sana!" tanya Silvi.


"Eh Maaf, aku bukannya tidak mengundang lho, kan kalian pergi!" sahut Novia yang perasaannya sudah mulai tidak enak.

__ADS_1


"Lagian Bang David aneh, orang tetangga sedang ada acara syukuran, dia malah mengajak jalan-jalan, biasanya juga dia di rumah saja tidak mengajak aku ke mana pun!" sungut Silvi.


"Ya tidak apa-apa dong, anggap saja kalian bulan madu lagi!" ucap Novia.


"Oya, ini Mbak, kami baru pulang dari puncak, mau ngasih sedikit oleh-oleh, mumpung ingat!" kata Silvi sambil meletakan beberapa bungkusan di atas meja.


"Ya ampun, kok repot-repot sih, pakai bawa oleh-oleh segala!" ujar Novia.


"Bang David yang membelikannya Mbak, katanya untuk keluarga Pak Reno, Oya Mbak, tumben sekali Bang David mengajak liburan tiba-tiba, kami seperti bulan madu saja!" ungkap Silvi dengan mata yang mulai berbinar.


"Wah, bagus dong!"


"Iya Mbak, bahkan selama kami menikah, Bang David tidak pernah mengajakku bulan madu kemanapun, kadang sikapnya dingin, tapi biar begitu, aku sangat sayang sama Bang David!" lanjut Silvi.


"Memangnya kalian dulu kenal di mana?" tanya Novia sedikit kepo.


"Aku ini customernya Bang David, karena aku sering order, kami jadi sering chat, lalu akrab, dan mendadak Bang David melamar aku!" jawab Silvi.


"Ohh!"


"Ya sebenarnya sih aku sudah lama suka sama Bang David, makanya aku jadi pelanggan setianya!" lanjut Silvi.


"Ya semoga kalian bisa terus bersama sampai tua nanti!" ucap Novia.


"Trimakasih Mbak, kalau begitu aku pamit dulu deh ya, sudah malam ini!" kata Silvi sambil berdiri dari tempatnya.


"Oke deh, Trimakasih banyak ya oleh-oleh nya!" ucap Novia sambil tersenyum.


"Iya Mbak sama-sama, aku pulang dulu ya!" Silvi segera beranjak meninggalkan Novia dan berjalan ke arah luar rumah.


Mbak Darmi nampak membukakan pintu gerbang.


Novia termangu menatap bungkusan oleh-oleh dari Silvi, wanita itu terlihat tulus dan polos, bahkan terlihat dia sangat mencintai David.


Perlahan Novia membuka bungkusan oleh-oleh itu. Matanya lagi-lagi terbelalak saat melihat isi dari bungkusan itu, semuanya adalah buah dan makanan kesukaan Novia.


Novia menggigit bibirnya, apa maksud David memberikannya oleh-oleh semua makanan kesukaannya.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2