
Setelah beberapa saat lamanya tinggal di kota Bekasi, meskipun hanya sekejap, akhirnya Reno memutuskan untuk kembali pindah ke Jakarta bersama dengan Novia, Vio dan juga Mbak Darmi.
Karena di Jakarta mereka sudah tidak lagi memiliki rumah, untuk sementara Reno menyewa sebuah apartemen untuk bisa ditinggali oleh keluarganya, paling tidak sampai beberapa waktu hingga kondisi keuangan Reno benar-benar stabil.
Kini sudah 3 bulan mereka tinggal di Jakarta, karena Vio yang baru saja pindah sekolah tapi tidak jadi lagi, akhirnya Novia memanggil guru privat untuk Vio, hingga Vio masuk SD nanti, apalagi beberapa bulan lagi sudah tahun ajaran baru.
Dan selama itu pula, tidak ada kabar lagi dari David, entah mengapa nomor ponsel David seperti tidak bisa dihubungi, bahkan beberapa kali melewati rumah David namun rumah itu terlihat kosong, namun Novia pun tidak berusaha untuk mencari David.
Apalagi kini Reno suaminya sudah mulai terlihat sibuk kembali mengelola perusahaannya yang hampir punah itu, dan kini dia mulai membangunnya kembali.
Malam ini Novia nampak sedang menunggu Reno pulang, Vio sudah nampak tertidur karena minggu depan dia ada ujian untuk persiapan masuk SD. Sementara Mbak Darmi terlihat sibuk menyetrika pakaian di ruang belakang apartemen, ruang laundry
Ting ... Tong
Terdengar suara bel dari pintu apartemen itu, dengan cepat Novia bangkit lalu membuka pintu apartemen nya, Reno sudah berdiri di hadapannya sambil tersenyum.
"Maaf aku terlambat setengah jam, ada meeting mendadak dengan kepala Divisi! "kata Reno.
"Aku tidak menanyakan itu Mas, ayo masuk aku sudah siapkan makan malam untukmu!" ajak Novia sambil menarik tangan suaminya itu masuk ke dalam apartemennya.
Kini mereka sudah duduk di ruang makan yang langsung terhubung oleh dapur karena apartemen yang mereka tempati saat ini juga cukup minimalis.
"sayang, ada satu hal yang ingin aku sampaikan padamu!" kata Reno.
"Apa itu? Katakan saja sekarang!" sahut Novia sambil menuangkan nasi dan lauk-pauk di piring Reno.
"Kamu tahu di balik kembalinya perusahaanku ada andil seseorang yang cukup besar!" ucap Reno.
"Andil seseorang? Siapa?" tanya Novia yang kemudian langsung menghentikan aktivitasnya.
"David!" jawab Reno.
"David? Bagaimana mungkin? sedangkan dia saja sejak kita pindah lagi ke Jakarta dia menghilang seperti Ditelan Bumi!" ujar Novia.
"Mulanya aku juga tidak percaya, tapi ada seorang kolega lama mengatakan padaku, bahwa David mengeluarkan uang cukup besar untuk membeli kembali saham itu, lalu memberikannya padaku, dan aku juga tidak mengerti apa maksudnya berbuat seperti itu, karena berkali-kali aku menghubungi dia tapi tidak berhasil!" ungkap Reno.
Novia terdiam beberapa saat lamanya, dia terus memikirkan perkataan dari Reno suaminya itu.
Benarkah ada peran David dibalik perusahaan Reno yang kembali? Lalu Mengapa David melakukan itu pada Reno? Dan mengapa juga David seolah menghilang dari kehidupan Novia dan Reno?
"Novia, besok pagi aku izin tidak ke kantor, kamu dan Vio ikut aku, kita pergi ke rumah David, kita harus bertemu dengan dia!" kata Reno tiba-tiba.
"Tapi mas, kita kan pernah beberapa kali melewati rumahnya, hanya ada beberapa karyawannya tapi dia tidak pernah ada di rumah!" jawab mafia.
"Tapi kan kemarin-kemarin itu kita tidak masuk, hanya bertanya saja dari luar, besok pagi kita harus pastikan Di mana keberadaan David!" ujar Reno.
__ADS_1
"Baiklah Mas, kalau memang kamu benar-benar cuti Besok kita ke sana, ke rumah David!" ucap Novia.
****
Pagi-pagi Reno dan Novia sudah siap untuk pergi ke rumah David bersama dengan Vio, mereka harus bertemu dengan David, dan meminta penjelasan Kenapa David menghilang begitu saja dari kehidupan mereka.
"Papa, Mama, kita mau ke mana?" tanya Vio.
"Kita mau ke rumah Om David, Memangnya Vio tidak kangen sama Om David?" jawab Novia.
"Ya kangen lah, tapi Om David nya sudah lama tidak datang-datang dan bermain bersamaku!" cetus Vio.
"Vio, mulai sekarang kamu harus panggil Om David itu Ayah David, karena dia adalah ayahnya Vio!" kata Reno tiba-tiba.
Novia tertegun mendengar perkataan Reno, Kenapa Reno meminta seperti itu pada Vio?
"Kenapa aku harus memanggil Om David Ayah? Bukankah Ayah aku itu Papa Reno?" tanya Vio.
"Vio punya dua ayah, ayah kandung dan ayah yang membesarkan Vio, ayah kandung Vio adalah Om David, sementara Papa Reno adalah Papa yang membesarkan Vio, Nanti kalau Vio sudah besar, Vio pasti akan mengerti ini!" jawab Reno.
"Jadi aku harus panggil Om David Ayah?" tanya Vio lagi.
"Iya benar, panggillah dia Ayah, kalau nanti Vio bertemu dengannya, karena memang dia adalah ayahnya Vio!" jawab Reno.
Hingga Tak lama kemudian mereka pun sudah sampai di depan rumah David. Seperti biasanya rumah itu dalam keadaan sepi, hanya ada beberapa orang yang bekerja mengurus di toko online milik David.
"Selamat pagi Pak Bu Apakah kalian sedang mencari Pak David?" tanya seorang karyawan itu.
"Iya benar Mas, dari kemarin Pak David susah ditemui, kira-kira dia ada di mana ya!" tanya Reno balik.
"Ini pasti pak Reno dan Bu Novia ya? Sebentar ya!" karyawan itu langsung berjalan cepat masuk ke dalam rumah, setelah itu dia kembali lagi dengan membawa satu berkas map lalu diserahkannya pada Reno.
"Tadi pagi-pagi sekali Pak Reno dan Bu Sinta pergi ke bandara, mereka akan berangkat ke Jepang sebelum pergi mereka menitipkan ini!" jelas karyawan itu.
Reno kemudian mulai membuka map itu, matanya terbuka lebar saat melihat di dalamnya ada sertifikat rumah persis di sebelah rumah David, sertifikat rumah atas nama Reno.
Reno mengerutkan keningnya, karena yang dia tahu rumahnya sudah di balik nama atas nama pembeli rumah, tapi kenapa sekarang ada namanya tercantum di sertifikat rumah itu.
Dalam map itu Reno juga menemukan Sepucuk Surat buru-buru dia membuka surat itu dan membacanya bersama dengan Novia.
"Halo Reno dan Novia, Sebelumnya aku minta maaf atas semua hal yang aku lakukan tanpa sepengetahuan kalian, aku selalu tidak tahan melihat orang yang aku cintai juga anakku dalam kesusahan, jadi aku memutuskan untuk membeli saham dan aku kembalikan kepada Reno, hal itu semata-mata aku lakukan untuk Vio .... "
"Mungkin setelah ini kita akan berpisah jauh, aku sudah menemukan wanita yang tepat pengganti Silvi yang sudah tiada, dia adalah Shinta, pembeli rumah kalian, Aku minta cinta untuk melepaskan rumahmu untuk kalian, dan aku akan menikahinya dan dia akan tinggal bersamaku, dan Aku berharap kalian akan selalu bahagia, karena Cinta tidak selamanya harus saling memiliki, tapi bisa saling memberi, sampaikan salam sayangku pada Vio, sampai kapanpun rasa cintaku dan sayangku akan selalu menyertai dia!" - David -
Novia tak kuasa menahan air matanya, begitu juga Reno, dadanya terasa begitu sesak karena dia tidak mengira kalau David akan melakukan hal sebesar itu, bahkan perasaan cintanya lebih besar dari apapun di dunia ini.
__ADS_1
"Pak Reno dan Bu Sinta belum lama berangkat ke bandara, kalau kalian mau menyusulnya mungkin masih bisa bertemu dengan mereka!" kata karyawan itu tiba-tiba.
Tanpa banyak bertanya lagi Reno segera menarik tangan Novia dan menggendong Vio lalu mereka kembali masuk ke dalam mobil, Reno langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju ke bandara, siapa tahu saja mereka masih bisa bertemu David di sana meskipun untuk yang terakhir kali.
Setelah menempuh perjalanan beberapa lama, mereka pun akhirnya tiba di bandara, tanpa membuang waktu Reno Novia juga Vio berjalan cepat masuk ke dalam bandara keberangkatan, entah mengapa saat ini David Begitu Berharga di mata mereka.
Hingga akhirnya mereka menemukan David sedang berjalan bersama dengan seorang wanita sambil menggendong seorang anak balita
"David! " Panggil Novia dengan segenap kekuatannya.
Meskipun masih ada rasa cinta di atas diri Novia terhadap David, namun dia harus melihat kenyataan dan takdir bahwa Cinta tidak selamanya harus memiliki, tapi mereka bisa berbahagia dengan pasangannya masing-masing, asalkan ada cinta di dalamnya, juga keikhlasan.
David menoleh ke belakang, buru-buru Reno segera berjalan cepat bersama dengan Novia ke arah David.
"Aku tak menyangka kalau kau akan pengecut ini David! Apa maksudmu dengan semua ini? kau pikir aku tidak mampu untuk menafkahi anak dan istriku?" seru Reno.
"Oh maaf, aku tidak bermaksud begitu, Oh ya Reno, mungkin kau sudah kenal ini adalah Shinta yang membeli rumahmu, Dan sekarang rumah itu tidak terpakai lagi, karena dia akan tinggal bersamaku, sertifikat aku kembalikan padamu kau juga boleh mencicil rumah itu kepada kami, gampang lah bisa diatur!" jawab David tapi tersenyum.
"David, Kenapa kamu melakukan itu? kenapa kamu membeli saham Mas Reno, dan juga mengembalikan rumah kami dengan cara seperti ini?" tanya Novia.
"Tidak ada maksud apa-apa, anggap saja aku sedang merayakan kebahagiaanku karena sebentar lagi aku akan melepas masa duda ku, mungkin kami akan tinggal di Jepang dalam waktu yang lama!" jawab David.
"David, terima kasih! kupastikan dalam waktu dekat rumah itu akan lunas!" ucap Reno sambil menepuk bahu David dan memeluknya.
"Santai Bro! aku tahu di rumah itu sudah banyak kenangan yang kalian ukir, dan aku tahu itu sangat berarti untuk kalian, dan aku sangat menghargai sebuah kenangan, karena aku pun memiliki kenangan tersendiri!" ucap David.
"Ayah!" tiba-tiba Vio memanggil.
David tertegun saat dia memanggilnya ayah tidak seperti biasanya.
"Ayah?" tanya David ragu
"Iya Ayah, karena Ayah David adalah Ayah kandungku, Aku sayang ayah!" jawab Vio yang kini langsung melompat dalam pelukan David.
David tidak dapat menyembunyikan rasa haru yang membuncah di dalam dirinya, ini adalah panggilan terindah selama hidupnya, panggilan yang selama ini dia impi-impikan, dia memeluk Vio, mencurahkan segala rasa yang ada dalam dirinya.
"Ayah akan sering-sering menelponmu sayang! Meskipun Ayah kini jauh, tapi hati Ayah selalu dekat padamu!" ucap David
"Aku juga sayang ayah!" kata Vio
Tak lama terdengar suara panggilan keberangkatan, karena pesawat yang akan ditumpangi oleh David dan Sinta akan segera berangkat.
Perlahan David menurunkan Vio kemudian dia menggandeng Sinta dan anak balitanya, kemudian melangkah pergi meninggalkan Reno Novia dan Vio yang masih berdiri sambil menatapnya haru.
\*\*\*\* Tamat \*\*\*\*
__ADS_1
Halo Readers ...
Yuk baca novel terbaru author ... dengan cerita yang berbeda 🥰😍