
Siang itu sepulang sekolah, Novia menjemput Vio namun dia tidak langsung pulang ke rumahnya.
Novia sengaja mengajak Vio ke apartemen milik Tina, walaupun Novia tahu saat ini Tina tidak ada di apartemennya, tetapi ada di kantornya.
Tapi Novia masih akan tetap menunggu Tina di lobby apartemennya itu, meskipun dia harus menunggu bersama dengan Vio.
"Mama, kenapa kita pulang ke sini?" tanya Vio saat Novia memarkirkan mobilnya di parkiran apartemen Tina.
"Tidak apa-apa, Mama cuma mau main saja ke sini!" sahut Novia.
"Memangnya, Tante Tina tidak kerja? kan sekarang masih siang Ma!" tanya Vio lagi.
"Tidak apa-apa kan Vio menemani Mama di sini? Kita tunggu sampai Tante Tina pulang kerja!" jawab Novia.
"Iya Ma!" sahut Vio sambil menganggukan kepalanya.
Novia tersenyum, meskipun hatinya terasa begitu getir hari ini, sebenarnya dia tidak ingin mengajak Vio untuk ikut serta dalam misinya.
Tapi dari pengalaman hidupnya, Novia mau belajar tidak ada rahasia yang tersembunyi antara dirinya dengan Vio, atau siapapun, cukup sudah pengalaman masa lalunya.
Novia sengaja datang ke apartemen Tina dan menunggunya hingga Tina pulang bekerja, karena yang Novia ingat, Reno sudah jarang sekali pulang sore, itu berarti kalau memang mereka ada hubungan di belakang Novia, setidaknya Reno pasti akan pulang bersama Tina di sore hari.
Jadi Novia tidak harus mengikuti Tina atau Reno dan menggerebeknya di kamar. Dia harus bermain cantik, terlihat berkelas dan elegan, mengesampingkan semua perasaan dan emosinya.
David tahu rencana Novia, dia sengaja tidak ikut bersama Novia dan Vio menunggu di apartemen Tina, David hanya berjaga-jaga di sekitar parkiran apartemen.
Novia dan juga David sudah sepakat, kalaupun Reno ada sesuatu dengan Tina, setidaknya mereka tidak melihat kalau Novia dan David bersama, itu akan menjadi bumerang bagi Novia dan juga David.
Novia juga sengaja mengajak Vio, tadinya Novia tidak ingin mengajak Vio apalagi saat nanti Vio bisa memergoki perselingkuhan Papanya, mungkin Vio yang masih kecil tidak mengerti.
Namun Novia ingin, sejak kecil Vio tau apa itu perselingkuhan, sehingga kelak ketika dewasa nanti, dia menjunjung tinggi arti kesetiaan.
Kini Vio nampak tertidur di pangkuan Novia, di sofa lobby apartemen Tina.
Sudah sekian lama dia menunggu, kini waktu sudah menunjukkan jam 03.00 sore, kemungkinan sebentar lagi Tina akan pulang.
__ADS_1
Drrrt ... Drrrrt ... Drrrrt
Ponsel Novia bergetar, Dia kemudian mengambil ponsel yang ada di dalam tasnya itu, ada panggilan masuk dari David.
Novia kemudian langsung mengusap layar ponselnya itu, untuk menjawab panggilan telepon dari David.
"Halo David, Ada apa? Apa kamu masih di parkiran?" tanya Novia.
"Iya Nov, aku masih di parkiran! Aku hanya memberimu informasi, mobil Reno ada di parkiran Apartemen ini!" jawab David.
"Apa? Mobil Reno ada di sini? Lalu Apakah kamu melihat dia turun dari mobil? Dengan siapa?" Tanya Novia beruntun.
"Ini aku sedang mengamati, mereka belum turun dari mobil, tapi sepertinya sebentar lagi mereka akan turun, kamu bersiap-siaplah Novia, pokoknya kalau ada apa-apa langsung hubungi aku!" jawab David.
"David, sepertinya tugasmu cukup sampai di situ saja, kamu tidak usah terlalu dalam lagi mencampuri urusan Rumah tanggaku! Biar aku yang menyelesaikannya sendiri dengan mas Reno, aku tidak perlu mengumpulkan bukti apapun, asalkan aku melihat dia bersama dengan Tina, semuanya sudah pasti terbukti!" kata Novia, kini dadanya mulai bergemuruh.
"Novia, aku mengkhawatirkanmu, aku mohon jangan bertindak gegabah, meskipun kau sedang emosi, ingat Vio!" ujar David memperingatkan.
"Kamu jangan khawatir David, aku tahu apa yang harus aku lakukan, dan aku juga tidak sembarangan bertindak!" sahut Novia.
"Terima kasih David, aku banyak merepotkanmu!" kata Novia.
"Novia, asal kamu tahu, sejak dulu sampai saat ini, di hati ini hanya ada dirimu! Tidak perduli kau bekas siapa, atau kau mencintai siapa dalam hidupmu!" ucap David.
"Iya Ya aku tahu, aku paham Apa maksudmu!" sahut Novia.
"kalaupun nantinya kamu harus bercerai dengan Reno, aku siap untuk menggapaimu, merajut mimpi-mimpi kita yang dulu pernah hilang, aku tidak takut lagi terhadap Bunda atau siapapun yang menentang kita, cinta sejati itu tak harus dilihat dari apapun!" lanjut David.
"David please, Bukan saatnya lagi kamu mengatakan hal itu padaku, saat ini aku punya misi yang penting, Maafkan Aku!" tukas Novia.
"Tidak apa-apa Novia, aku hanya mengungkapkan perasaanku saja kok! Ya sudah kamu siap-siap saja, Mungkin sebentar lagi Reno akan sampai lobby, karena kulihat tadi dia sudah turun dari mobil bersama dengan si Tina!" sahut David.
Dan Tak lama kemudian telepon pun terputus.
Novia kemudian cepat-cepat pindah ke sudut sofa, supaya tidak terlihat oleh Reno maupun Tina ketika mereka masuk dan melewati lobby.
__ADS_1
Setelah Novia menggendong Vio dan pindah posisi duduk, Novia menutupi Vio dengan jaketnya sementara dirinya mengenakan topi dan masker supaya tidak dikenali.
Benar saja, tak lama kemudian terlihat Reno berjalan masuk bersama dengan Tina.
Dada Novia bergemuruh dengan kencang, rasanya dia ingin sekali melabrak mereka langsung, namun dia berusaha mengontrol diri dan emosinya, dia tidak mau bertindak gegabah yang hanya akan merugikan dirinya sendiri, dan mempermalukan dirinya sendiri.
Novia membiarkan saja mereka berjalan beriringan sampai menuju lift dan naik ke atas, meskipun saat mereka berjalan tidak nampak kemesraan di atas diri mereka, karena terlihat Reno yang berjalan mendahului Tina, sementara Tina nampak mengejar Reno dan berusaha menggapai tangannya.
Hati Novia sungguh panas dan sakit, melihat pemandangan itu, ini terlalu cepat dan singkat, lebih daripada Apa yang dipikirkan dan dibayangkannya.
Dia tidak perlu mencari bukti apapun, kini kenyataan sudah di depan mata, ternyata memang benar Reno ada main dengan Tina sahabatnya, mereka berselingkuh di belakang Novia.
Air mata Novia mengalir deras, selama ini dia selalu mencurahkan isi hatinya pada Tina, sejak dulu Tina adalah satu-satunya sahabat yang dia percaya.
Bahkan dalam hal sedetail apapun, Novia selalu menceritakannya pada Tina, dia tidak menyangka kalau Tina benar-benar tega menusuknya dari belakang, bahkan ini lebih menyakitkan daripada perselingkuhan Reno.
Vio nampak terbangun dari tidurnya ketika merasa isakan Novia, Vio menatap bingung melihat mamanya yang menangis di hadapannya itu.
"Mama kenapa menangis?" tanya Vio.
"Tidak apa-apa, habis ini ikut mama yuk, kita ke apartemennya Tante Tina, karena Tante Tina sudah pulang kerja!" jawab Novia.
"Iya Ma!" jawab Vio.
"Kalau nanti Vio melihat ada Papa di sana, Vio harus tetap menghormati Papa, mencium tangannya dan jangan bertanya apapun!" kata Novia.
"Memangnya Papa ngapain di apartemennya Tante Tina Ma? Kenapa Papa tidak pulang ke rumah kita?" tanya Vio lagi.
"Vio, mungkin papa lebih nyaman ketika bersama dengan tante Tina, dari sini Vio bisa belajar, kelak nanti kalau Vio dewasa, jadilah laki-laki sejati yang hanya sayang dan hidup dengan satu wanita saja!" ucap Novia yang berusaha menahan jatuhnya air matanya.
"Iya Ma!" jawab Vio, meskipun dia tidak mengerti apa yang dimaksud Mamanya itu.
Vio hanya bisa menatap Novia dengan tatapan bingung, namun anak itu seolah mengerti apa yang dirasakan oleh Mamanya itu.
Bersambung ....
__ADS_1