Rahasia Perkawinan

Rahasia Perkawinan
Vio Rewel


__ADS_3

Bunda Lasmi langsung berangkat ke Semarang, karena tiba-tiba saja dia ada pekerjaan mendadak yang harus segera diselesaikan di sana.


kini di rumah kembali sepi, hanya ada Novia, Mbak Darmi dan si kecil Vio.


Sedangkan Pak Darta dan Bu Anis, kedua orang tua Reno setelah menghadiri meeting penting, dan mereka akan menginap di salah satu hotel di Jakarta.


Sejak pagi-pagi tadi, Vio terlihat rewel, entah mengapa bayi itu tidak seperti biasanya, Novia sudah berusaha untuk memberikan kenyamanan untuk bayinya itu, namun sepertinya dia serba salah, karena Vio sangat rewel hari ini.


"Jadi beneran ya Mbak, kalau Bunda tidak sempat menjenguk pak David tadi pagi?" tanya Novia penasaran saat Mbak Darmi terlihat sibuk membereskan meja makan.


"Iya Bu Novia, baru juga kita mau masuk ruangan, tiba-tiba Bunda sudah ditelepon, terus Bunda buru-buru deh pergi dari rumah sakit!" jawab Mbak Darmi.


Novia menarik nafas panjang, mungkin memang belum saatnya rahasia David terbongkar di hadapan Bunda Lasmi, setidaknya Novia sedikit merasa tenang, apalagi kini Bunda Lasmi sudah pulang ke Semarang.


"Memangnya kenapa toh bu?" tanya Mbak Darmi.


"Ya Tidak apa-apa Mbak, aku kan cuma tanya saja, Oh ya tadi Bagaimana keadaan mereka di sana?" tanya Novia.


"Kasihan Pak David, Sepertinya dia sudah lama sakitnya ditahan, sekarang dia masih lemas dan diinfus, trombositnya juga makin drop, kasihan Bu Silvi sendirian menunggu Pak David!" jawab Mbak Darmi.


Novia terdiam, dalam hati ada rasa kasihan pada diri David, walau bagaimanapun Novia pernah sangat mengenal David dengan sangat dalam, dan selama Novia mengenal David, tidak pernah Novia melihat David sakit separah ini.


Entah kenapa ada yang mengusik hatinya, dia sangat ingin sekali melihat David walaupun hanya sebentar saja.


"Mbak Darmi, nanti sore aku titip Vio Sebentar ya, aku mau ke rumah sakit, kasihan Silvi barangkali dia lapar atau membutuhkan sesuatu, kan dia sendirian di sana!" kata Novia.


"Iya Bu, saya akan jaga Vio, stok asinya masih banyak kan di kulkas?" tanya Mbak Darmi.

__ADS_1


"Masih banyak Mbak, lagi pula aku akan berangkat lebih awal kemungkinan jam 03.00 sore aku jalan jadi nanti sebelum jam 05.00 Aku sudah kembali pulang!" jawab Novia.


"Ya sudah, biar Vio saya yang jaga saja Bu Jangan khawatir, Kasihan juga sih Bu Silvi sendirian, barangkali dia butuh sesuatu!" kata Mbak Darmi.


Oweeek Oweeeek


Tiba-tiba kembali terdengar tangisan Vio, buru-buru Novia mengambil Vio yang belum lama terbaring di box bayi, yang ada di ruang keluarga, yang sengaja diletakkan Reno supaya Novia lebih santai untuk bermain dengan Vio.


"Duh anak Mama kenapa ya, hari ini kamu tumben sekali rewel, kan tadi sudah minum susu!" kata Novia yang ditunjukkan pada Vio, sambil menimang-nimangnya supaya bayi itu sedikit tenang.


"Iya ya Bu, hari ini tumben Dedek Vio agak rewel, padahal kemarin-kemarin itu dia anteng aja!" sahut Mbak Darmi.


Memang sejak pagi tadi Vio terlihat rewel, seringkali bayi mungil itu menangis, entah apa yang membuatnya menangis, padahal Novia sudah membuat bayinya itu senyaman mungkin, namun Vio tetap saja rewel padahal Novia juga sudah memberikan full asinya untuk Vio, tapi Vio rewel kelihatannya bukan karena dia lapar, tapi entah kenapa Novia tidak dapat menebaknya.


"Mungkin Dek Vio sedang tidak enak badan Bu, makanya dia rewel!" kata Mbak Darmi.


"Lalu dia rewel Kenapa ya? Kalau dia kepanasan tidak mungkin, udara di rumah ini sangat sejuk, aneh juga ya!" gumam Mbak Darmi.


"Sudah lah Mbak, mungkin bayi memang seperti ini, kadang-kadang suka rewel!" sahut Novia Yang Masih Terus Berdiri sambil menimang nimang Vio.


****


Novia sudah bersiap untuk berangkat ke rumah sakit, dia akan diantar oleh Pak Sukri ke rumah sakit untuk menjenguk David dan Silvi.


Mbak Darmi nampak sedang menggendong Vio, yang masih saja rewel, sering kali menangis tiba-tiba, lalu berhenti karena kelelahan, dan tak lama kemudian menangis lagi.


Sebenarnya Novia tidak tega meninggalkan Vio walaupun hanya sebentar, namun dia juga harus ke rumah sakit karena Silvi mungkin saja membutuhkannya, dan Novia hanya ingin melihat kondisi David sebentar saja.

__ADS_1


"Vio sayang, mama cuma sebentar ya, lagi pula kan rumah sakitnya dekat, paling nanti setengah jam Mama sudah kembali lagi pulang!" pamit Novia pada Vio yang masih ada dalam gendongan Mbak Darmi.


setelah itu Novia langsung bergegas keluar dari rumahnya dan langsung naik mobil gimana Pak Sukri sudah menunggunya. dan tanpa menunggu lama mereka pun segera berangkat ke rumah sakit.


Sresampainya di rumah sakit Novia berjalan terburu-buru menuju ke ruang perawatan di mana David dirawat, dia tidak ingin membuang waktu lama-lama di rumah sakit karena dia juga harus segera kembali pulang apalagi jam 05.00 nanti Reno juga sudah pulang ke rumah.


Setelah sampai di depan ruang perawatan dengan perlahan Novia membuka pintu ruangan itu, Silvi yang sedang duduk di sisi ranjang pasien sedikit terkejut dan menoleh ke arah Novia yang baru datang itu.


"Maaf Silvi, aku baru bisa datang sekarang, Kau tahu aku sangat repot sekali mengurus Vio!" ucap Novia yang langsung meletakkan bungkusan makanan yang sejak tadi di bawahnya itu.


"Ya ampun Mbak Novia, aku tidak apa-apa Mbak, Aku maklum kok Mbak Novia kan sibuk mengurus Vio, aku juga tidak bisa ke mana-mana bahkan hanya sekedar untuk keluar dari ruangan ini, karena Bang David masih seperti ini keadaannya!" ungkap Silvi.


David nampak berbaring lemah di atas ranjang pasien itu, dengan selang infus dan selang darah yang masih terpasang di kedua tangannya, wajahnya kelihatan pucat sepertinya kondisinya memang tidak main-main.


" Apa kata dokter Silvi? "tanya Novia.


" Sekarang trombositnya mau dinormalkan, karena dia sangat drop sekali, apalagi Bang David kelihatannya juga dihidrasi Karena di rumah dia tidak mau sama sekali menyentuh makanan dan minuman selalu saja muntah-muntah! "Jawab Silvi.


"Ya ampun, sampai seperti itu!" gumam Novia.


"Tapi ada yang lebih aneh lagi mbak, tadi itu sejak subuh, Bang David terus meracau, dan anehnya dia menyebut-nyebut nama Vio, itu lebih dari sekali, beberapa kali dia menyebut nama Vio dalam racauannya itu!" ungkap Silvi.


"Apa? dia mengigau menyebut nama Vio?" tanya Novia nyaris tak percaya. Silvi menganggukan kepalanya.


Novia tertegun, apakah mungkin Vio rewel ada hubungannya dengan David yang mengigau menyebut nama Vio, Apakah Vio juga merasakan apa yang David rasakan sehingga sejak pagi-pagi sekali tadi Vio terlihat sangat rewel.


"Mbak Novia, apakah mungkin ya Bang David sangat ingin punya anak seperti Vio, tapi bagaimana Mbak, aku aja belum hamil-hamil, Bagaimana mungkin aku bisa memberikan Bang David anak?" ungkap Silvi dengan raut wajah yang sedih.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2