Rahasia Perkawinan

Rahasia Perkawinan
Sambutan Sang Buah Hati


__ADS_3

Hari ini di rumah Reno terlihat ramai, beberapa orang saudara dan kerabat datang untuk menengok baby Elvio.


Sejak pagi-pagi Mbak Darmi juga sibuk memasak makanan spesial, yang jumlahnya banyak, karena akan ada acara syukuran kecil-kecilan, untuk menyambut kedatangan baby Vio pulang ke rumah.


Hadiah untuk Vio juga banyak sekali, mulai dari kolega, kerabat, anak buah Reno, juga teman-teman Reno, dan ada pula beberapa tetangga yang datang dan memberikan hadiah untuk si kecil Vio.


Novia duduk di sofa ruang keluarga sambil menggendong Vio sambil disusuinya.


Novia belum bisa banyak bergerak dan jalan-jalan karena operasi yang masih dirasakan nyeri di perutnya.


Reno juga terlihat mengobrol dengan beberapa rekan bisnisnya di ruang tamu, sementara beberapa kerabat yang lain nampak sedang menikmati santapan makan siang di meja makan besar, hari ini suasana di rumah Reno benar-benar ramai dan meriah, penuh dengan gelak tawa dan canda.


"Novia, sini berikan Vio pada Bunda, sejak tadi kan dia menyusu terus, masa tidak kenyang-kenyang!" kata Bunda Lasmi yang berjalan mendekati Novia lalu duduk di sebelahnya.


"Sudah selesai kok Bunda, silakan saja di gendong!" sahut Novia yang kemudian langsung memberikan Vio pada Bunda Lasmi.


Baru saja bunda Lasmi menimang cucu pertamanya itu, Bu Anis ibunya Reno datang mendekati Bunda Lasmi, Rupanya dia juga ingin sekali menggendong cucu pertamanya itu.


"Duh tampannya cucu Oma, yuk ikut Oma dulu yuk, Opa sudah tidak sabar katanya ingin bermain sama Vio!" kata Bu Anis sambil mengelus pipi Vio yang kini ada dalam gendongan Bunda Lasmi.


Mau tidak mau Bunda Lasmi pun menyerahkan Vio ke dalam gendongan Bu Anis.


Bu Anis tersenyum senang, lalu dia berjalan ke arah Pak Darta suaminya. Sementara Bunda Lasmi kembali duduk di sebelah Novia.


"Yah begitulah generasi pertama, pasti akan selalu jadi rebutan dan yang paling utama dari semuanya!" ungkap Bunda Lasmi sambil menghela nafas panjang.


"Bunda, Ayah dan Ibunya Mas Reno cuma satu minggu kok menginap di sini, karena kan mereka ada pekerjaan lain di Malaysia!" kata Novia.


"Memangnya kamu pikir Bunda bisa lama-lama juga di sini? Paling Bunda juga cuma semingguan menginap di sini, kalau Bunda lama-lama siapa yang akan mengurus usaha yang di Semarang?" tanya bunda Lasmi.


Novia terdiam mendengar perkataan Bunda Lasmi, dia sadar memang Bunda Lasmi juga tidak bisa berlama-lama di sini, karena dia masih aktif mengelola usaha mendiang Ayah Novia.

__ADS_1


Tiba-tiba saja dari arah depan, muncul Silvi sambil membawa kado yang sangat besar sekali.


Silvi kemudian langsung berjalan menghampiri Novia dan Bunda Lasmi yang masih duduk di ruang keluarga dan dia pun ikut duduk bergabung dengan mereka.


"Mbak novia, maaf ya aku baru sempat berkunjung lagi, ini ada sedikit hadiah untuk si kecil Vio!" kata Silvi sambil menyodorkan kado yang bermotif lucu itu pada Novia.


"Iya, terima kasih Silvi, kamu pakai repot-repot segala bawa kado buat Vio!" ucap Novia.


Dalam hati Novia Ketar ketir, takut-takut David akan muncul tiba-tiba, karena mereka tidak ada perjanjian Kalau David akan pergi selama Bunda Lasmi ada di sini.


"Ini siapa? teman Novia?" tanya bunda Lasmi tiba-tiba.


"Eh, perkenalkan, saya Silvi tetangga sebelahnya Mbak Novia!" jawab Silvi sambil menjabat tangan Bunda Lasmi.


"saya bunda Lasmi, Bundanya Novia!" kata Bunda Lasmi.


"Wah pasti senang sekali ya, Bundanya Mbak Novia menemani di sini, juga orang tuanya Pak Reno kelihatannya juga ada di sini, pasti Rumah ini sangat ramai!" ucap Silvi.


Novia hanya diam saja sedari tadi mendengarkan percakapan keduanya dengan sedikit berdebar, takut-takut kalau Silvi akan keceplosan mengenai David, atau kalau-kalau David akan datang ke rumah ini tiba-tiba menyusul Silvi, segala pikiran-pikiran negatif mulai bermunculan di dalam benak Novia.


"Oh ya, suaminya kerja di mana? tidak sekalian ikut ke sini?" tanya bunda Lasmi.


"Suami saya sedang kurang sehat Bunda, beberapa hari ini Dia demam dan sekarang lagi istirahat di kamar, tapi sudah diberikan obat sih!" jawab Silvi.


"Aduh kasihan sekali, kalian sudah punya momongan belum?" tanya bunda Lasmi lagi.


Wajah Silvi berubah mendung, setiap kali ada orang menanyakan tentang momongan, dia pasti terlihat sedih, karena sampai hari ini pun Silvi tak kunjung hamil.


"Belum dikasih sama yang di atas Bunda, Padahal kami sudah lebih dari 3 bulan menikah, tapi kesempatan masih panjang!" jawab Silvi.


"Wah baru 3 bulan menikah, yang menikah bertahun-tahun saja banyak kok yang masih menunggu momongan, kamu sabar saja ya, suatu hari pasti Tuhan akan kasih kamu anak yang kamu dambakan!" ucap Bunda Lasmi sambil menepuk bahu Silvi dengan lembut.

__ADS_1


"Silvi, kamu sudah makan belum? Yuk makan, kebetulan hari ini banyak makanan spesial! Sejak pagi-pagi tadi Mbak Darmi sudah masak banyak!" ajak Novia tiba-tiba untuk mengalihkan pembicaraan mereka berdua.


"Aduh maaf Mbak, tadi aku barusan makan di rumah menemani Bang David, supaya dia juga mau makan!" jawab Silvi.


"Suamimu namanya David?" tanya bunda Lasmi.


Novia menggigit bibirnya, dia takut kalau Bunda Lasmi akhirnya akan tahu siapa David yang ada di sebelah rumahnya itu.


"Iya Bunda, suami saya namanya David, Nanti deh kalau dia sudah sehat dia akan saya ajak ke sini, kenalan sama Bunda!" jawab Silvi.


"Uhukk! Uhuuk!"


Tiba-tiba Novia terbatuk, seluruh tubuhnya meremang seketika.


Entah kenapa Novia sangat takut, takut kalau Bunda Lasmi akan tahu kalau David yang ada di sebelah rumahnya ini, adalah David yang sangat dikenal oleh Bunda Lasmi dulu.


"Mbak Darmi! Tolong ambilkan air putih!" Panggil Bunda Lasmi.


Dari arah dapur Mbak Darmi datang sambil membawakan segelas air putih dan langsung disodorkannya kepada Novia.


Novia kemudian meminum air putih itu hingga Habis tak tersisa.


"Kamu kenapa sih Nov, pasti sakit itu bekas jahitannya kalau batuk-batuk begitu!" tanya bunda Lasmi.


"Tidak apa-apa Bunda, namanya orang keselek, Bunda kelihatannya capek, Bunda istirahat dulu deh di kamar, nanti gantian aku yang istirahat!" sahut Novia.


"Kamu ini kenapa sih Nov, orang kita lagi ngobrol di sini kamu suruh Bunda istirahat, mana bisa Bunda istirahat suasana rumah ramai begini!" tukas Bunda Lasmi.


"Iya mbak Novia, kan jarang-jarang kita bisa ngobrol sama-sama di sini!" timpal Silvi.


Novia mendadak menjadi pusing, dia sangat takut kalau kalau Bunda Lasmi akan menanyakan secara detail tentang David suaminya Silvi, sehingga Bunda Lasmi tahu siapa David yang tinggal di sebelah rumahnya itu.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2