Rahasia Perkawinan

Rahasia Perkawinan
Ucapan Tina


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan dengan kereta api, Novia dan Vio kemudian memesan taksi online menuju ke rumah Bunda Lasmi yang berada di tengah kota Semarang.


Tak lama kemudian, mereka pun sampai di depan gerbang rumah yang cukup besar dan luas itu, namun bangunannya terlihat tua, di situlah masa kecil Novia, dia tinggal sejak lahir hingga sebelum menikah dengan Reno di rumah itu.


Dengan tangan sedikit gemetar, Novia kemudian memencet bel yang ada di gerbang rumah itu, gerbang yang terlihat tinggi menjulang, namun di dalamnya hanya tinggal Bunda Lasmi bersama dengan beberapa orang asisten rumah tangga.


Tak lama kemudian seorang asisten rumah tangga membukakan pintu gerbang rumah itu.


"Oalah, Mbak Novia to, Kirain siapa! Ayo masuk Mbak, Bunda ada di dalam sedang menjahit!" kata mbok karsih, salah satu asisten rumah tangga yang bekerja paling lama di rumah itu.


Novia pun kemudian masuk ke dalam sambil menuntun tangan Vio. Sementara Mbok karsih membantu membawakan koper yang dibawa oleh Novia.


Bunda Lasmi nampak terkejut melihat kedatangan Novia dan Vio yang tidak pernah disangkanya, dia langsung berdiri dan memeluk mereka satu persatu.


"Kok kamu datang mendadak sih? Dan tumben tidak mengabari Bunda!" tanya bunda Lasmi.


"Iya Bunda, memang sengaja ingin ke Semarang, kangen sama bunda!" sahut Novia.


"Ini juga si ganteng cucu nenek, Ayo Vio Mau makan apa? Mau minum apa? Biar nanti mbok Karsih yang sediakan buat Vio, nenek juga kangen sama Vio, Oh ya di mana papamu Kenapa tidak ikut sekalian?" tanya bunda Lasmi beruntun.


Mereka kemudian duduk di ruang tengah rumah itu, rumah yang kelihatan tua namun nampak tenang dan asri, seperti ada kedamaian di dalamnya.


Seorang asisten rumah tangga yang lain kemudian langsung membuatkan minuman dan cemilan, kemudian diletakkannya di meja ruang tengah itu.


"Baru saja bunda kepikiran mau telepon ke Jakarta, eh ternyata kalian sudah sampai di sini duluan! Gimana kabar kalian di sana? baik-baik saja kan? Oh ya Vio, Kenapa papamu tidak ikut? biasanya kalian selalu pulang ke Semarang sama-sama!" tanya bunda Lasmi lagi.


"Mama dan Papa itu kan sedang bertengkar Nek! makanya mama tinggalin Papa di rumah!" jawab Vio dengan polosnya.


Bunda Lasmi langsung menatap penuh tanda tanya ke arah Novia, yang kini duduk di hadapannya itu.


"Benar begitu Nov? Apa kamu sedang bertengkar dengan Reno? Tapi walaupun bertengkar, bukankah biasanya kalian cepat kembali berbaikan?" tanya bunda Lasmi.


"Panjang ceritanya Bunda, dan mohon maaf aku belum mau menceritakannya sekarang, aku lelah dan butuh istirahat!" jawab Novia.

__ADS_1


"Oh begitu ya, Ya sudah kamu istirahat dulu, ajak anakmu juga istirahat! Kalian pasti lelah, nanti setelah istirahat kita makan sama-sama ya, Bunda juga kangen makan bersama kalian!" kata Bunda Lasmi.


Novia menganggukan kepalanya, kemudian dia menuntun Vio melangkah menuju ke kamarnya yang dahulu, kamar di mana Novia selama bertahun-tahun tidur di kamar itu, dan kini kamar itu masih terawat, karena Bunda Lasmi setiap hari selalu membersihkan kamar Novia, dan kamar itu kini memiliki tempat tidur yang besar, karena kalau ke Semarang Novia dan keluarganya pasti akan tidur di kamar itu.


"Vio istirahat dulu ya, nanti setelah itu Vio boleh main sama nenek, juga boleh bermain di halaman rumah, juga boleh minum atau makan apa saja yang Vio mau!" kata Novia.


"Iya Ma!" jawab Vio patuh.


Novia juga menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidurnya Itu, melayangkan pandang ke seluruh kamar, ada beberapa bingkai foto dirinya dan bingkai foto pernikahannya dengan Reno, yang masih terpajang rapi di sana.


****


Sementara itu di tempat kediaman Reno, sejak tadi pagi-pagi sampai sekarang, Tina masih saja berada di rumah itu, dan bahkan kini sepertinya Tina mulai menikmati kehidupannya di rumah Reno, tanpa ada Novia dan Vio.


Hal itu membuat Mbak Darmi menjadi risih, namun dia juga tidak bisa berbuat apa-apa, ingin memberitahu Novia pun itu hanya akan membuat Novia semakin terluka, Mbak Darmi sementara lebih memilih diam.


"Mbak Darmi, Tolong pesankan untuk makan malam di restoran dekat sini!" kata Tina saat Mbak Darmi sedang menyiangi bahan makanan untuk makan malam.


"Tapi Bu, biasanya di sini selalu saya yang masak untuk makan pagi siang maupun malam, lagi pula bahan masakan juga sudah tersedia di kulkas!" tukas Mbak Darmi.


"Iya mungkin Ibu benar, tapi selama ini cuma Bu Novia yang menjadi Nyonya rumah ini! Bu Tina itu kan cuma sahabatnya, apa Bu Tina tidak punya hati nurani, melukai sahabatnya sendiri!" kata Mbak Darmi.


"Berani sekali bicara! Dasar tidak sopan! Sudah, pokoknya tolong belikan makanan di restoran dekat sini untuk makan malam, karena aku dan Reno akan makan malam sebentar lagi!" cetus Tina yang kemudian langsung berlalu meninggalkan Mbak Darmi yang terlihat sedikit emosi.


Tina kemudian terus melangkah menuju ke kamar Reno, dan dengan tanpa basa-basi dia langsung membuka pintu kamar itu dan duduk di sisi tempat tidur di mana Reno Tengah berbaring di sana.


"Kenapa kamu masih ada di sini Tina? Aku pikir kamu sudah pulang ke apartemenmu!" tanya Reno tanpa memalingkan wajahnya yang kini sedang menghadap ke arah balkon.


"Kenapa aku harus pulang? Suamiku ada di sini, sebagai istri yang baik aku harus menemani Suamiku di manapun berada!" sahut Tina.


Reno kemudian langsung bangkit dari posisi tidurnya kemudian duduk dan menatap Tina dengan Tatapan yang tajam.


"Jangan sekali-kali kau katakan padaku bahwa aku ini suamimu! Meskipun aku telah menikahimu! Ini adalah rumah istriku Novia, dan hanya dia yang berhak ada di sini, Jadi aku harap lebih baik kau pulang ke apartemenmu!" kata Reno.

__ADS_1


"Tidak! Aku tidak akan pulang ke apartemenku kecuali kau bersamaku pulang ke sana!" bantah Tina.


"Dasar tidak tahu diri! Kau pikir ini semua milikmu! Kau sudah merebut segala-galanya dari Novia, kau sudah menghancurkan hati dan kebahagiaannya! Aku benar-benar menyesal pernah berhubungan denganmu!" sengit Reno.


"Hei, kau ini bicara seolah-olah aku ini adalah iblis sedangkan istrimu Novia adalah malaikat! Kau salah Reno asal kau tahu selama ini Novia yang menyimpan rahasia yang kamu sendiri pun tidak tahu!" balas Tina yang terlihat mulai tersulut emosi.


"Apa maksudmu? Rahasia Novia hanyalah dia pernah berhubungan dengan David! Namun karena kebodohanku aku menyalahkan dia, padahal dia sama sekali tidak pernah berselingkuh di belakangku, hubungannya dengan David hanyalah hubungan masa lalu!" sahut Reno.


"Kamu tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi Reno! Apa kamu tahu sebelum Novia menikahimu dia berhubungan dengan David?!" cetus Tina.


"Lalu apa urusanmu? Aku tahu mereka memang pernah punya hubungan sebelum aku, tapi semua itu sudah berlalu setelah aku menikahinya!" sahut Reno yang kini mulai berdiri dari posisi duduknya.


"Jangan jadi orang bodoh Reno! Memangnya kamu tidak tahu saat malam pertama Novia masih perawan atau tidak? Apa kamu tidak curiga kalau Novia itu mengandung anakmu atau anak orang lain!" seru Tina.


Plakk!!


Tiba-tiba Reno menampar Tina dengan spontan, setelah dia mendengar setiap kata-kata Tina yang terlontar begitu saja dari mulutnya.


"Jaga ucapanmu wanita murahan! Novia tidak mungkin seperti itu, dia wanita terhormat! sekali lagi Kau menjelek-jelekkan Istriku akan ku seret kau keluar dari rumah ini!" berang Reno.


"Aku tidak takut kau menyeretku! Tapi asal kamu tahu aku ini adalah sahabat Novia, dan Novia mencurahkan semuanya padaku, termasuk perbuatannya dengan David! Tanpa kamu seret pun aku memang akan keluar dari sini!" sengit Tina yang kemudian langsung bergegas meninggalkan Reno dan membanting pintu kamarnya dengan sekuat tenaga.


Tina terus berjalan ke arah gerbang berniat akan pulang ke apartemennya, karena dia merasa sakit hati dirinya merasa tertolak dan benar-benar merasa menjadi seorang pecundang.


Sementara Reno kembali menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidurnya, sambil menjambak rambutnya frustasi.


Rasanya Dia tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Tina, tapi entah kenapa perkataan Tina terus terngiang-ngiang di telinganya, Benarkah Novia pernah berhubungan dengan David sebelum dia.


Reno mencoba mengingat-ingat, pada saat malam pertama, karena begitu bahagia mendapatkan orang yang dicintainya Reno tidak memperhatikan apakah Novia masih perawan atau tidak.


Saat itu bunga-bunga cinta tengah bermekaran di hatinya, dan cinta itulah yang menutupi semuanya hingga Reno pun tak sadar Apakah Novia mengeluarkan darah atau tidak pada saat mereka melakukan hubungan untuk yang pertama kalinya.


namun yang Reno ingat beberapa minggu setelah dia menikah dengan Novia, Novia langsung hamil dan kehamilan Novia membuat Reno begitu bahagia.

__ADS_1


Reno masih tidak percaya kalau Novia bukan hamil karena benihnya, namun Entah kenapa perkataan Tina terus mengusik pikirannya.


Bersambung ....


__ADS_2